Articles

Found 7 Documents
Search

MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN BARONANG (Siganus canaliculatus PARK, 1797) DI PERAIRAN TELUK BONE DAN SELAT MAKASSAR Sahabuddin, Sahabuddin; Burhanuddin, Iqbal; Malina, Asmi Citra; Nurhapsa, Nurhapsa
TORANI : Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 25, No 1 (2015)
Publisher : TORANI : Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menentukan perbedaan karakter morfometrik dan meristik ikanbaronang Siganus sp yang berada di Teluk Bone dan Selat Makassar, untuk menentukan apakah spesies Siganussp yang ada di Kabupaten Luwu memiliki perbedaan dengan daerah lain. Sampel ikan 60 ekor diidentifikasi dandianalisis dengan mengacu pada metode identifikasi Saanin (1995), Allen (2000) serta Carpenter (2001).Analisis data yang digunakan adalah Analisis Faktorial Diskriminan dengan bantuan Software microsoft exceldan SPSS Statistics 16.0, untuk menguji apakah terdapat perbedaan karakter yang nyata antar kelompokpopulasi yang ditentukan oleh sejumlah variabel kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatduakarakter penciri untuk Kabupaten Luwu yaitu Panjang Total, dan Lebar Mata, sedangkan untuk perairan KotaParepare memiliki tiga karakter penciri yaitu Tinggi Badan, Panjang Jari-jari Sirip Perut Terakhir, dan PanjangHidung. Hasilpenelitianmenunjukkandarikedualokasimerupakanspesies yang sama. Ujitest of equality dari 29karakter yang diuji menghasilkan 24 karakater yang tidak bersifat pembeda atau sekitar (83%) karakater(cenderung sama), dan sekitar (17%) karakteristik morfometrik yang cenderung berbeda.Kata Kunci : Morfometrik, Meristik, Siganus canaliculatus
POLA DISTRIBUSI DAN MARGIN PEMASARAN BAWANG MERAH DI KOTA PAREPARE Mayasari, Resky; Sjamsir, Zulkifli; Nurhapsa, Nurhapsa
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.063 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v6i3.314

Abstract

Permintaan dan kebutuhan bawang merah yang tinggi menyebabkan komuditas ini memberikan keuntungan untuk diusahakan. Fluktuasi harga bawang merah cenderung mengikuti jumlah produksi, apabila produksi meningkat harga cenderung turun. Rendahnya produksi bawang merah di Kota Parepare menyebabkan pedagang harus mendatangkan dari luar kota untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga dibutuhkan pola distribusi pemasaran yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola distribusi pemasaran bawang merah di Kota Parepare, menganalisis margin pemasaran pada setiap pola distribusi pemasaran bawang merah di Kota Parepare. Data penelitian menggunakan37responden, yang terdiri dari6 pedagang besar bawang merah di Pasar Lakessi dan 31 Pedagang pengecer bawang merah sebagai sampel yang dipilih, dengan metode penelitian langsung kelapangan dengan mengambil semua populasi yang ada dengan memakai kuisioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis margin pemasaran pada masing-masing saluran distribusi pemasaran.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi bawang merah yang berasal dari Kab. Enrekang terdiri atas 3 pola distribusi pemasaran sedangkan bawang merah yang berasal dari Kab. Bantaeng terdiri atas 2 pola distribusi pemasaran.Pada distribusi pemasaran bawang merah yang berasal dari Kab. Enrekang margin pemasaran tertinggi pada pola distribusi pemasaran I yaitu sebesar Rp6.250,-dan terendah pada pola distribusi pemasaran II sebesar Rp3.000,-  sedangkan pada distribusi pemasaran bawang merah yang berasal dari Kab. Bantaeng margin pemasaran tertinggi pada Pola distribusi pemasaran I yaitu sebesar Rp7.438,-dan terendah pada pola distribusi pemasaran II sebesar Rp7.000,-.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG Nurhapsa, Nurhapsa; Kartini, Kartini; Arham, Arham
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.378 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v4i3.111

Abstract

Bawang merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dalam hal pemenuhan konsumsi nasional, sumber penghasilan petani, dan potensinya sebagai sumber devisa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat  pendapatan bawang merah di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani memiliki luas lahan 0.74 hektar, dengan tingkat pendidikan sebagian besar SMA, dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Tingkat pendapatan petani bawang Kabupaten Anggeraja sebesar 45.16776 juta ha-1.
CAMPURAN PAKAN HERBAL UNTUK TERNAK AYAM KAMPUNG (Mixture Herbal Woof For Livestock Chicken Local) Nurhapsa, Nurhapsa; Yusriadi, Yusriadi; Nurhaedah, Nurhaedah
Jurnal Equilibrium Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.988 KB)

Abstract

Abstrak: People rural same have local, it is one of species livestock not RAS (BURAS). Purpose have is to increase knowladge people so that residue farm to become food livestock. Raise in ceneral do traditional that is left prowl without food and stable. Raise to can do that semi intensive or intensive. Semi intencive is left during in the day and stabled in the night, while so that intencive is stabled all day and food although drink can control. For overcome problem society in raise the so do activity mixed woof herbal to livestok . This Acitivity do in kelurahan Ujung, kecamatan Lilirilau, kabupaten Soppeng South Sulawes. The target this activity are increase scale ownership, can exploited a material local as woof livestock and surface this activity are increase knowladge and income sociaty. Keyword: woof herbal, chicken local.
MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN BARONANG (Siganus canaliculatus PARK, 1797) DI PERAIRAN TELUK BONE DAN SELAT MAKASSAR Sahabuddin, Sahabuddin; Burhanuddin, Iqbal; Malina, Asmi Citra; Nurhapsa, Nurhapsa
TORANI: Journal of Fisheries and Marine Science Vol 25, No 1 (2015)
Publisher : Marine Science and Fisheries Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menentukan perbedaan karakter morfometrik dan meristik ikanbaronang Siganus sp yang berada di Teluk Bone dan Selat Makassar, untuk menentukan apakah spesies Siganussp yang ada di Kabupaten Luwu memiliki perbedaan dengan daerah lain. Sampel ikan 60 ekor diidentifikasi dandianalisis dengan mengacu pada metode identifikasi Saanin (1995), Allen (2000) serta Carpenter (2001).Analisis data yang digunakan adalah Analisis Faktorial Diskriminan dengan bantuan Software microsoft exceldan SPSS Statistics 16.0, untuk menguji apakah terdapat perbedaan karakter yang nyata antar kelompokpopulasi yang ditentukan oleh sejumlah variabel kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatduakarakter penciri untuk Kabupaten Luwu yaitu Panjang Total, dan Lebar Mata, sedangkan untuk perairan KotaParepare memiliki tiga karakter penciri yaitu Tinggi Badan, Panjang Jari-jari Sirip Perut Terakhir, dan PanjangHidung. Hasilpenelitianmenunjukkandarikedualokasimerupakanspesies yang sama. Ujitest of equality dari 29karakter yang diuji menghasilkan 24 karakater yang tidak bersifat pembeda atau sekitar (83%) karakater(cenderung sama), dan sekitar (17%) karakteristik morfometrik yang cenderung berbeda.Kata Kunci : Morfometrik, Meristik, Siganus canaliculatus
Risk Behavior of Onion Farmers in the District Enrekang Nurhapsa, Nurhapsa; Arham, Arham; Sirajuddin, Sitti Nurani
Sebelas Maret Business Review Sebelas Maret Business Review 3 (2018) : 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/smbr.v3i1.16480

Abstract

This study aimed to analyze the risk behavior of onion farmers in District Enrekang. A random sample of 75 onion farmers was selected for interviews. The model used to analyze the behavior of risk is a model developed by Kumbhakar (2002). The analysis showed that the average behavior of onion farmers are risk averse to the use of various inputs. In order for farmers to take risks and enhance productivity, strengthening institutions such as farmers' groups or unions as well as enhancing the role of the agricultural extension will be required.
KAJIAN POTENSI WILAYAH KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN KOTA PAREPARE Arya, Arya; Zulkifli, Zulkifli; Nurhapsa, Nurhapsa
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.888 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i1.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi komoditas unggulan sektor pertanian dan penyebaran komoditas unggulan di setiap kecamatan yang ada di Kota Parepare. Penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi yaitu dengan cara mengunjungi lembaga pemerintah yang mendokumentasikan kegiatan pembangunan bidang pertanian, dalam hal ini Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare dan Badan Pusat Statistik Kota Parepare. Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data tentang data dokumentasi kinerja bidang pertanian di Kota Parepare. Metode analisis Location Quotient (LQ) digunakan untuk mengetahui potensi komoditas unggulan sektor pertanian di Kota Parepare dan analisis koefisien lokalita digunakan untuk mengetahui karakteristik penyebaran komoditas sektor pertanian di Kota Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan pada sektor tanaman pangan adalah komoditas padi dan ubi kayu unggul di kecamatan Bacukiki Barat, Soreang dan Ujung; komoditas jagung unggul di kecamatan Bacukiki; dan komoditas kacang tanah unggul di kecamatan Bacukiki dan Bacukiki Barat. Kemudian komoditas unggulan pada sektor hortikultura seperti komoditas kangkung unggul di kecamatan Bacukiki Barat dan Soreang; komoditas cabe, terong, tomat, dan jambu air unggul di kecamatan Bacukiki; komoditas bayam dan nanas unggul di kecamatan Soreang dan Ujung; komoditas sawi unggul di kecamatan Ujung; komoditas mangga unggul di kecamatan Bacukiki dan Soreang; komoditas pisang dan pepaya unggul di kecamatan Bacukiki Barat dan Ujung; serta komoditas nangka unggul di kecamatan Bacukiki dan Bacukiki Barat. Sedangkan komoditas unggulan pada sektor peternakan terdiri dari komoditas sapi dan kuda unggul di kecamatan Bacukiki; komoditas kambing, ayam kampung dan itik unggul di kecamatan Bacukiki Barat, Soreang dan Ujung; dan komoditas ayam ras unggul di kecamatan Bacukiki Barat. Sedangkan berdasarkan hasil Analisis Koefisien Lokalita secara keseluruhan diketahui tidak ada yang mencapai nilai diatas satu. Hal ini menunjukkan bahwa semua komoditas–komoditas dari semua sub sektor pada sektor pertanian tersebar disemua kecamatan dan tidak ada terkonsentrasi disatu kecamatan.