Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN BIOTEKNIK DALAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK PADA LAHAN MARJINAL (STUDY KASUS DESA WIRINGTASI, TASIWALIE, DAN Analisis Kelayakan Bioteknik dalam Pengembangan BudidayaTambak pada Lahan Marjinal (Study Kasus Desa Wiringtasi, Taliwie, Lotangsalo), Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 7 LOTANGSALO) KECAMATAN SUPPA, KABUPATEN PINRANG, SULAWESI SELATAN Asbar, Asbar; Fattah, Muh. Hattah; Djamal, Muh. Arsyad
TORANI : Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 25, No 1 (2015)
Publisher : TORANI : Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha budidaya udang intensif merupakan kegiatan ekonomi di kawasan pesisiryang sangat produktif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, PAD dan devisa negara, namun legitimasikeberlanjutan sangat ditentukan oleh dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Penelitian inibertujuan untuk : (1) melakukan analisa kelayakan dalam pengembangan budidaya tambak pada lahan marjinal;(2) menetapkan kesesuaian pengembangan teknologi tradisional, semi-intensif, dan intensif pada lahan tambakmarjinal. Pengamatan data primer berupa pengukuran dan pengamatan kesesuaian bioteknik aspek saranaprasarana,dan data sekunder berupa hasil penelitian dan data-data dari beberapa instansi yang terkait.Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa analisis kelayakan bioteknik dalam pengembangan budidaya tambak padalahan marjinal dilokasi penelitian pada musim hujan untuk metode tradisional adalah seluas 79,9 Ha, untukmetode semi-intensif seluas 356,31 Ha, dan untuk metode intensif adalah seluas 365,03 Ha. Sedangkanpengembangan pada musim kemarau untuk metode tradisional adalah seluas 43,12 Ha, untuk pengembanganmetode semi-intensif adalah seluas 282,7 Ha dan untuk pengembangan metode intensif adalah seluas 475,4 Ha. Kata kunci: Kelayakan Bioteknik, pengembangan budidaya, lahan marjinal
ANALISIS KELAYAKAN BIOTEKNIK DALAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK PADA LAHAN MARJINAL (STUDY KASUS DESA WIRINGTASI, TASIWALIE, DAN Analisis Kelayakan Bioteknik dalam Pengembangan BudidayaTambak pada Lahan Marjinal (Study Kasus Desa Wiringtasi, Taliwie, Lotangsalo), Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 7 LOTANGSALO) KECAMATAN SUPPA, KABUPATEN PINRANG, SULAWESI SELATAN Asbar, Asbar; Fattah, Muh. Hattah; Djamal, Muh. Arsyad
TORANI: Journal of Fisheries and Marine Science Vol 25, No 1 (2015)
Publisher : Marine Science and Fisheries Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha budidaya udang intensif merupakan kegiatan ekonomi di kawasan pesisiryang sangat produktif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, PAD dan devisa negara, namun legitimasikeberlanjutan sangat ditentukan oleh dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Penelitian inibertujuan untuk : (1) melakukan analisa kelayakan dalam pengembangan budidaya tambak pada lahan marjinal;(2) menetapkan kesesuaian pengembangan teknologi tradisional, semi-intensif, dan intensif pada lahan tambakmarjinal. Pengamatan data primer berupa pengukuran dan pengamatan kesesuaian bioteknik aspek saranaprasarana,dan data sekunder berupa hasil penelitian dan data-data dari beberapa instansi yang terkait.Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa analisis kelayakan bioteknik dalam pengembangan budidaya tambak padalahan marjinal dilokasi penelitian pada musim hujan untuk metode tradisional adalah seluas 79,9 Ha, untukmetode semi-intensif seluas 356,31 Ha, dan untuk metode intensif adalah seluas 365,03 Ha. Sedangkanpengembangan pada musim kemarau untuk metode tradisional adalah seluas 43,12 Ha, untuk pengembanganmetode semi-intensif adalah seluas 282,7 Ha dan untuk pengembangan metode intensif adalah seluas 475,4 Ha. Kata kunci: Kelayakan Bioteknik, pengembangan budidaya, lahan marjinal
ANALISIS KUANTIFIKASI AIR DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENGEMBANGAN TAMBAK DI KAWASAN MINAPOLITAN KABUPATEN PINRANG Asbar, Asbar; Fattah, Hattah; Putra, Firmansyah
TORANI: Journal of Fisheries and Marine Science Vol 25, No 3 (2015)
Publisher : Marine Science and Fisheries Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 This study aims to: (1) Determine the biophysical characteristics of the waters for aquaculture development, (2)analyzing the quantity of water available for aquaculture development, and (3) to analyze the ability of carryngcapacity waters to support the development of aquaculture in the region Minapolitan in Pinrang. Observations andfield data collection in location of sampling points recorded by means of its geographical position positioning(GPS). The method of analysis using the waters of the pond carryng capacity analysis which includes quantificationof water at high tide and low tide and quantification of aquaculture waste. The results of this study showed thatbased on the availability of water at the beach for the cultivation of shrimp and fish ponds which could be loadedwith water from the shore to the cultivation of shrimp and fish with a height of 70 cm water ha-1 that is widelyapplied in traditional farms with the availability of water at the beach for Village area of 450.68 ha Lotang Salo,Wiringtasi Village area of 955.49 ha, and the Village area of 512.91 ha Tasiwalie. While the water level of 1 m insemi-intensive pond applications and intensive with the availability of water at the beach to the village area of315.47 ha Lotang salo, covering an area of 668.84 ha Wiringtasi village, and the village area of 359.04 haTasiwalie. Suggestions of this study is the allocation of land use and cultivation of Akua - input must be adjusted tothe carrying capacity and the feasibility bioteknis, For coastal environmental sustainability is maintained, then theamount of organic waste from aquaculture activities are discharged into coastal waters should be no more than 798kg for Tasiwalie village and 756 kg for the Village Wiringtasi.Keywords: Quantification of water, pond marginal, carryng capacity
INVENTARISASI KERUSAKAN DAN STRATEGI REHABILITASI HUTAN MANGROVE DI DESA KEERA KECAMATAN KEERA KABUPATEN WAJO Mappanganro, Fadliah; Asbar, Asbar; Danial, Danial
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 4 (2018): Maret Suplemen
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.844 KB) | DOI: 10.26858/jptp.v1i0.6227

Abstract

This study aims to assess the level of damage and factors causing damage to mangrove ecosystems in Keera Village Keera District Wajo and formulate rehabilitation strategies in the management of mangrove ecosystem that has not been right. The results showed that mangrovr closure conditions in coastal areas of Keera Village were in moderate category (mean percentage of highest closure type Rhizopora apiculata 62,5%). The results of image interpretation also showed a reduction of mangrove forest area by ± 28,15 Ha from year 2013-2017. Damage to mangrove ecosystem is caused by conversion of mangrove land to be used as a pond and abrasion area due to lack of public understanding on the importance of conservation of mangrove ecosystem. The direction of the mangrove forest rehabilitation strategy in Keera Village based on the SWOT analysis is determined 8 strategies, namely: 1) Restoring mangrove function in accordance with ecological space rehabilitation pattern; 2) the procurement of mangrove cultivation facilities (nurseries and seeding) that are directly managed by the community; 3) improving the quality of community human resources around the mangrove ecosystem; 4) Improving the main tasks of community groups of supervisors through operational assistance; 5) law enforcement and institutional strengthening; 6) Replanting of identified mangrove coastal areas is severely damaged by abrasion; 7) increasing community participation and other stakeholders in the rehabilitation of mangrove ecosystems; 8) development of a good pond-based system (silvofishery).
KRITERIA KELIMPAHAN BAMBU LAUT (Isis hippuris) DI PERAIRAN KONAWE SULAWESI TENGGARA Abdullah, Abdullah; Rauf, Abdul; Asbar, Asbar
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.841 KB) | DOI: 10.26858/jptp.v5i1.8196

Abstract

Sea Bamboo (Isis hippuris) is a fish species that is protected based on a certain period of time (moratorium). This research was conducted from September to October 2018. This research was conducted with the aim of Knowing the abundance criteria of sea bamboo (Isis hippuris) in the waters of Konawe, The results of this study indicate that: (1). The highest abundance of sea bamboo  located in Toronipa Village with overflow categories. Followed by Bokori Island with a lot categories, Wawohara Village medium category, Saponda Laut Island rare category is rare, and Saponda Island Land rare category.
EVALUATION OF ZONATION OF THE MANGROVE CONSERVATION AREAS IN PAMURBAYA Prasita, Viv Djanat; Subianto, Agus; Asbar, Asbar
UNEJ e-Proceeding 2016: Proceeding The 1st International Basic Science Conference
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to evaluate the zonation of MCA in Pamurbaya. The methods are field survey, GIS methods using satellite imagery in 2012, 2014, and 2015. The results showed that the zoning of MCA has no less effective. It can be seen from the conditions, ie.: the buffer zones have been partly used for settlements (+ 13.35 Ha) and the core zone has been used for ponds (+ 462.30 Ha). The areas of ponds in the core zone were reduced by 18.39 ha in 2012 to 2014 but increased by 4.09 ha in 2014 to 2015.
Kajian Kesesuaian Lingkungan Perairan untuk Budidaya Rajungan dalam Karamba Jaring Ditenggelamkan di Perairan Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan Ihsan, Ihsan; Asbar, Asbar; Asmidar, Asmidar
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan No 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN
Publisher : Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian kesesuaianlingkungan perairan untul budidaya rajungan dalam karamba jaringditenggelamkan di perairan Kabupaten Pangkep, bertujuan mengkaji kesesuaian lingkunganperairan terkait fisika dan kimia oseanografi untuk budidaya rajungan dan mengkaji kesesuaianlokasi budidaya rajungan di perairan Kabupaten Pangkep. Penelitian di laksanakan di perairanKabupaten Pangkep pada A p r i l s / d Desember 2017. Bahan dan alat yang digunakan meliputicurrent meter, handrefraktor meter, DO meter, kamera bawah air,thermometer, global positioningsystem,label, alattulis, dan seichidisk.Data dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Dataprimer diperoleh dengan cara pengukuran langsung dilapangan terhadap potret kondisisumberdaya rajungan,benih rajungan,biogeofisik perairan dan lingkungannya.Data sekunderdikumpulkan pada instansi terkait. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif yakni untukmenentukan kesesusian lingkungan perairan dan analisis kesesuaian lokasi budidaya rajunganmenggunakan sistem informasi geografis, metode ArcView, dengan perangka tkeras, danlunak.Hasil pengukuran aspek fisika dan kimia oseanografi, menunjukan adanya perbedaan nilaiparameter fisika dan kimia oseanografi yang terukur berdasarkan topografi perairan dengankisaran nilai antara lain: oksigen terlarut 5,1 - 10,7mg/l, salinitas 7 ? 35 ?, suhu 32 - 34,4 0 C danpH 7 ? 8, sesuai kriteria parameter kualitas air ini layak untuk budidaya rajungan. Selanjutnyahasil analisis spasial kesesuain perairan untuk kegiatan budidaya rajungan dalam karamba jaringditenggelamkandengan menggunakan indikator suhu, salinitas, oksigen, pH dan kecerahandiperoleh 3 kriteris kesesuaian meliputi: sesuai luasnya 89.131,37 ha; cukup sesuai luasnya109.164,87 ha; dan tidak sesuai luasnya 4.577,56 ha.Kata kunci : lingkungan; perairan; kesesuaian;  budidaya; rajungan; karamba jaring ditenggelamkan; Pangkep.