Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Model Direct Intruction Berbantu Media Corong Berhitung Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Penjumlahan Bilangan Novarini, Indah; Nashir Tsalatsa, Ahmad; Setianingsih, Eka Sari
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 2, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.427 KB) | DOI: 10.23887/jisd.v2i4.16156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari model Direct Intruction berbantu media corong berhitung pada mata pelajaran matematika siswa kelas II. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Pre Eksperimental Design dan jenis yang diambil adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang diambil adalah 18 siswa kelas II dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan sampling jenuh. Penelitian diperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 53,5 sedangkan rata-rata nilai posttest sebesar 76,5. Berdasarkan analisis data pada perhitungan uji t diperoleh thitung= 12,2540 dan ttabel= 1,740. Karena  thitung> ttabel yaitu 12,2540>1,740 maka sesuai dengan rumusan hipotesis yang diujikan, H0 ditolak dan Ha diterima. Bahwa model pembelajaran Direct Intruction berbantu media corong berhitung berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas II SD Negeri Wanasari 02 Brebes
PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DI SD Setianingsih, Eka Sari
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1120

Abstract

Permasalahan belajar siswa sangatlah kompleks dan bermacam-macam seperti berbohong, pergi tanpa izin, mencuri, menyontek, kedisiplinan belajar rendah, motivasi belajar rendah, prestasi belajar rendah, tidak serta merta diakibatkan oleh siswa yang bodoh melainkan disebabkan oleh sikap dan cara belajar yang salah. Bimbingan belajar di SD merupakan layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu siswa SD dapat belajar dengan efektif dan efisien, mencapai perkembangan optimal dan mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu kegiatan belajar mengajar di SD harus di integrasikan dalam bimbingan dan konseling. Salah satu metode pelaksanaan bimbingan belajar di SD adalah melalui kegiatan belajar mengajar yang bernuansa bimbingan. Operasionalisasinya adalah nilai-nilai layanan bimbingan belajar diberikan kepada siswa di sela-sela atau bahkan bersamaan dengan materi pelajaran.
Keterbukaan Diri Siswa (Self Disclosure) Setianingsih, Eka Sari
EMPATI Vol 2, No 2/ Oktober (2015): EMPATI
Publisher : EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil tingkat keterbukaan diri siswa SMA. Pengungkapan diri mengacu pada pengungkapan informasi secara sadar, pengungkapan informasi tentang diri sendiri, tentang perasaan, pikiran dan perilaku seseorang yang sebelumnya tidak diketahui orang lain. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengungkapkan permasalahannya atau yang sering disebut dengan pengungkapan diri (self disclosure). Dampak yang muncul dari seseorang yang tertutup (introvert) adalah tidak bisa atau sulit untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi karena tidak mampu untuk bercerita dan meminta pendapat dari orang lain yang berakibat pada pengambilan jalan keluar yang cenderung negatif nampak pada perilaku siswa bertindak tidak sesuai dengan norma dalam mengambil keputusan seperti mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dan melakukan hal-hal negatif lain seperti mabuk, memakai obat-obatan terlarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan diri siswa berada pada kategori rendah dengan prosentase sebesar 74%. Rekomendasi yang diberikan bagi penelitian di bidang bimbingan dan konseling adalah memberikan intervensi un tuk meningkatkan keterbukaan diri siswa.   Kata kunci: keterbukaan diri (self disclosure)
IMPLEMENTASI PENDIDIKIAN INKLUSI: MANAJEMEN TENAGA KEPENDIDIKAN (GPK) Setianingsih, Eka Sari
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 7, No 2 (2017): MALIH PEDDAS, Volume 7 Nomor 2
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v7i2.1808

Abstract

Pendidikan inklusi adalah sekolah harus mengakomodasi semua anak tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial emosional, linguistik atau kondisi lainnya. Pendidikan inklusi adalah sebuah pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang mempunyai kebutuhan pendidikan khusus di sekolah reguler yang tergolong luar biasa baik dalam arti kelainan, lamban belajar maupun berkesulitan belajar lainnya. Namun demikian pendidikan inklusi bukanlah satu-satunya cara dalam mendidik anak berkebutuhan khusus melainkan suatu program alternatif. Sekalipun sudah banyak sekolah yang menerapkan pendidikan inklusi dan mendeklarasikan sebagai sekolah inklusi, namun pada implementasinya masih banyak yang belum sesuai dengan konsep-konsep pendidikan inklusi yang baik salah satunya dilihat dari segi manajemen tenaga kependidikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari sisi manajemen tenaga kependidikan, cenderung tidak sedikit sekolah yang belum maksimal dalam penyediaan tenaga kependidikan di sekolah inklusi. Sehingga pemerintah maupun sekolah diharapkan dapat menelaah kembali implementasi pendidikan inklusi yang ada.
KETERBUKAAN DIRI SISWA (Self Disclosure) Setianingsih, Eka Sari
EMPATI-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2/ Oktober (2015): EMPATI
Publisher : EMPATI-Jurnal Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memperoleh  profil  tingkat  keterbukaan diri siswa SMA. Pengungkapan diri atau keterbukaan diri (self disclosure) adalah jenis komunikasi dimana individu mengungkapkan informasi tentang diri sendiri yang  biasanya  disembunyikan.  Pengungkapan  diri  mengacu  pada  pengungkapan informasi  secara  sadar,  pengungkapan  informasi  tentang  diri  sendiri,  tentang perasaan, pikiran dan perilaku seseorang yang sebelumnya tidak diketahui  orang lain.    Tidak    semua    orang    memiliki    kemampuan    untuk    mengungkapkan permasalahannya   atau   yang   sering   disebut   dengan   pengungkapan   diri   (self disclosure). Dampak yang muncul dari seseorang yang tertutup (introvert) adalah tidak  bisa  atau  sulit  untuk  memecahkan  permasalahan  yang  sedang  dihadapi karena tidak mampu untuk bercerita dan meminta pendapat dari orang lain yang berakibat  pada  pengambilan  jalan  keluar  yang  cenderung  negatif  nampak  pada perilaku siswa bertindak tidak sesuai dengan norma dalam mengambil keputusan seperti  mengakhiri  hidupnya  dengan  cara  bunuh  diri  dan  melakukan  hal-hal negatif  lain  seperti  mabuk,  memakai  obat-obatan  terlarang.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan diri siswa berada pada kategori rendah dengan prosentase sebesar 74%. Rekomendasi  yang diberikan bagi penelitian di bidang   bimbingan   dan   konseling   adalah   memberikan   intervensi   un   tuk meningkatkan keterbukaan diri siswa. Kata kunci: keterbukaan diri (self disclosure)
PENERIMAAN DAN SIKAP GURU TERHADAP KEBERADAAN ABK DI SEKOLAH Setianingsih, Eka Sari
EMPATI-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2018): Empati
Publisher : EMPATI-Jurnal Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru sebagai tenaga pengajar yang memberikan informasi kepada peserta didik. Berbicara mengenai profesi sudah barangtentu memiliki permasalahan yang cukup kompleks. Masalah demi masalah bermunculan menyangkut profesi guru. Disaat peserta didik melakukan kesalahan atau pelanggaran disiplin atau biasa disebut dengan kenakalan peserta didik di sekolah menuntut seorang guru memiliki profesionalitas dalam mengajar. Seorang guru semestinya mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dengan segala permasalahan yang dimiliki seyogyanya mampu memberikan rasa aman, nyaman dan membimbing peserta didik dengan penuh kasih sayang tanpa ada diskriminasi dalam bentuk apapun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat guru yang memperlakukan anak berkebutuhan khusus secara diskriminasi yaitu guru masih membeda-bedakan latar belakang peserta didik ketika pembelajaran. Saran yang dapat diberikan adalah guru perlu memupuk dan membangun kemampuan umum di sekolah meskipun bukan berlatarbelakang bimbingan dan konseling, yaitu guru pendidikan khusus yang akan mengarah kepada guru yang inklusi. Kata Kunci       :  Guru, Pendidikan Inklusi, ABK
Layanan Bimbingan dan Konseling Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Islam Di Kelas Inklusi Setianingsih, Eka Sari
KONSELING EDUKASI `Journal of Guidance and Counseling` Vol 2, No 2 (2018): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v2i2.3201

Abstract

Negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1). Namun ironisnya sistem pendidikan di Indonesia belum mampu mengakomodasi secara maksimal keberagaman peserta didik, sehingga menyebabkan munculnya permasalahan yang kompleks terhadap implementasi pendidikan inklusi di sekolah.  Penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis pelaksanaan pendidikan inklusi di SD Bina Harapan Semarang.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Subyek penelitiannya adalah seluruh warga sekolah meliputi siswa, guru, dan karyawan/staf. Dalam penelitian ini informannya meliputi, Kepala Dinas Pendidikan Kota/ Kabupaten, Kepala UPTD, psikolog, orang tua siswa ABK dan masyarakat umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan penelitian kualitatif menurut Spradley. Sedangkan dalam memeriksa validitas data menggunakan teknik triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pendidikan inklusi belum sesuai dengan harapan. Hal ini disebabkan oleh belum adanya SK Penunjukkan Penyelenggaraa Pendidikan Inklusi di sekolah dan ketiadaan penggunaan pendekatan religius secara islami sehingga pemenuhan berbagai komponen pendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi belum bisa terpenuhi secara maksimal. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa belum adanya penanganan menggunakan pendekatan islami di kelas inklusi. salah satu kegiatan layanan bimbingan untuk siswa agar dapat menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani mandiri serta mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki sesuai dengan ajaran agama Islam agar siswa yang memiliki keterbatasan secara fisik maupun mental mampu mengatasi kesulitannya dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri melalui dorongan dan kekuatan iman dan takwa kepada Allah.Kesimpulannya adalah diperlukan adanya telaah dan tinjauan ulang tentang perizinan maupun pendekatan yang digunakan di sekolah inklusi untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1) sebagai perwujudan memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warga. Kata Kunci: bimbingan dan konseling, anak berkebutuhan khusus, pendekatan islami
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN TERHADAP HASIL BELAJAR SUBTEMA KESEIMBANGAN EKOSISTEM SISWA KELAS V SD Theana, Oka Harmas; Nugroho, Ary Susatyo; Setianingsih, Eka Sari
JURNAL SEKOLAH Vol 2, No 1 (2017): Desember 2017
Publisher : JURNAL SEKOLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Keefektifan Model Pembelajaran Time Token Terhadap Hasil Belajar Subtema Keseimbangan Ekosistem Siswa Kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Candi 03 Semarang pada kelas V yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Berdasarkan hasil analisis data penelitian setelah mendapatkan perlakuan menunjukan bahwa hasil belajar pada pembelajaran subtema 3 keseimbangan ekosistem menggunakan model Time Token dapat meningkat. Hasil analisis dengan menggunakan uji t diperoleh nilai thitung = 12,835 dengan taraf signifikan 5% didapat nilai ttabel = 2,001, karena thitung (12,835) > ttabel (2,001),Kata Kunci : Model Time Token, Hasil Belajar, Keseimbangan Ekosistem
Pengaruh Strategi Card Sort Berbantu Media Gambar terhadap Prestasi Belajar IPA Anggreani, Asteria Lindiyana; Huda, Choirul; Setianingsih, Eka Sari
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 2, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.229 KB) | DOI: 10.23887/jisd.v2i4.16153

Abstract

Pengaruh Strategi Card Sort Berbantu Media Gambar Terhadap Prestasi Belajar IPA Kelas IVSDN Bumirejo 1 Karangawen DemakTahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh strategi Card Sort berbantu media gambar terhadap prestasi belajar IPA kelas IV SDNBumirejo 1 Karangawen Demak Tahun Ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Pre Eksperimental Design dan jenis yang diambil adalah One-Group Pretest-Posttest Design.Sampel yang diambil adalah 18 siswa kelas IV dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan hasil posttest yaitu dari 18 siswa yang tuntas sebanyak 13 siswa atau 72,2% mencapai KKM sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 siswa atau 27,8%. Sedangkan hasil pretest dari 18 siswa hanya 6 atau 33,3% yang mencapai KKM sedangkan yang tidak tuntas sebanyak 12 siswa atau 66,7%. Hasil analisis uji t diperoleh thitung= 6,3060 dan ttabel= 1,740. Karena  thitung> ttabel yaitu 6,3060>1,740 maka sesuai dengan rumusan hipotesis yang diujikan, H0 ditolak dan Ha diterima,, kesimpulan bahwa strategi Card Sort berbantu media gambar berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas IV SDN Bumirejo 1 Karangawen Demak
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN INKLUSI DI SD BINA HARAPAN SEMARANG Setianingsih, Eka Sari; Listyarini, Ikha
TAMAN CENDEKIA: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.358 KB) | DOI: 10.30738/tc.v3i1.2980

Abstract

The implementation of inclusive education enables children with special needs to learn together with the normal students in regular schools. The study aimed to analyze the implementation of inclusive education at Bina Harapan Semarang Elementary School. The method in this study was descriptive qualitative analysis. Subjects were students, teachers, and employees/staff. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. To check the validity of the data, the researcher used data triangulation techniques. The results showed that the implementation of inclusive education at Bina Harapan Semarang Elementary School was not by the provisions. It was due to the absence of a decree on the appointment of the implementation of inclusive education so that the fulfillment of various supporting components for the implementation of inclusive education had not been fully fulfilled. And it was also found that school license was to administer the inclusive education, but in fact the curriculum used was a regular curriculum, all students in schools were dominated by children with special needs, teachers did not have special education skills, there were no common perceptions about children with special needs, teachers were still not considered sensitive and proactive yet to the special needs of children. Suggestions are needed to evaluate school licensing and implementation of school administration, human resources in teaching, acceptance of new students, and awareness of all parties to be actively involved in various activities to support the implementation of inclusive education.The implementation of inclusive education enables children with special needs to learn together with the normal students in regular schools. The study aimed to analyze the implementation of inclusive education at Bina Harapan Semarang Elementary School. The method in this study was descriptive qualitative analysis. Subjects were students, teachers, and employees/staff. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. To check the validity of the data, the researcher used data triangulation techniques. The results showed that the implementation of inclusive education at Bina Harapan Semarang Elementary School was not by the provisions. It was due to the absence of a decree on the appointment of the implementation of inclusive education so that the fulfillment of various supporting components for the implementation of inclusive education had not been fully fulfilled. And it was also found that school license was to administer the inclusive education, but in fact the curriculum used was a regular curriculum, all students in schools were dominated by children with special needs, teachers did not have special education skills, there were no common perceptions about children with special needs, teachers were still not considered sensitive and proactive yet to the special needs of children. Suggestions are needed to evaluate school licensing and implementation of school administration, human resources in teaching, acceptance of new students, and awareness of all parties to be actively involved in various activities to support the implementation of inclusive education.