Via Yustitia, Via
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 4 TAMAN

JIPMat Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kemampuan pemecahan masalah pada materi aljabar siswa yang mendapat pembelajaran TGT dengan pendekatan saintifik; (2) kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran TGT dengan pendekatan saintifik dengan yang mendapat pembelajaran klasikal dengan pendekatan saintifik.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Taman. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling diperoleh dua kelas, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Analisis data menggunakan uji t dan uji proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran TGT dengan pendekatan saintifik lebih baik daripada yang mendapat pembelajaran klasikal dengan pendekatan saintifik. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaranTGT dengan pendekatan saintifik lebihefektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Taman pada materi aljabar.

Kemampuan Analisis Mahasiswa PGSD Terhadap Tujuan Pembelajaran Dimensi Kognitif pada Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran SD

Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.395 KB)

Abstract

Elementary lesson plan course is a compulsory subject for students in PGSD on 5th semester. It is hoped that the students are able to create a learning design. One of the learning outcomes of this course is PGSD students are able to analyze the cognitive dimension of learning objectives based on Blooms taxonomy revision. The problem that often arised was the students faced difficulty to identify learning objectives. This research was a qualitative research. This study aimed to determine the ability of PGSD students in analyzing the cognitive dimension of learning objectives. This study used three students class of 2014 from PGSD Universitas Adi Buana PGRI Surabaya, consisted of student who has high, medium and low capability. The instruments used were worksheets of analysis of learning objectives and guidelines for the interview. Data were collected by tests and interviews. Data analysis technique using reducing of data, presenting of data, and make inferences. The result showed that subject with high capability has been able to analyze the cognitive dimension of learning objectives well. Subject with medium and low capability have not been able to analyze the cognitive dimension of learning objectives well. It was shown from the error analysis of learning objectives and interviews. Obstacles faced by students were they did not understand the cognitive dimensions according to Bloom. The students did not understand the purpose of learning well according to the ABCD rule, and lack of precision in the analysis.

KEMAMPUAN ANALISIS MAHASISWA PGSD TERHADAP TUJUAN PEMBELAJARAN DIMENSI KOGNITIF PADA MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN SD

Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.395 KB)

Abstract

Elementary lesson plan course is a compulsory subject for students in PGSD on 5th semester. It is hoped that the students are able to create a learning design. One of the learning outcomes of this course is PGSD students are able to analyze the cognitive dimension of learning objectives based on Blooms taxonomy revision. The problem that often arised was the students faced difficulty to identify learning objectives. This research was a qualitative research. This study aimed to determine the ability of PGSD students in analyzing the cognitive dimension of learning objectives. This study used three students class of 2014 from PGSD Universitas Adi Buana PGRI Surabaya, consisted of student who has high, medium and low capability. The instruments used were worksheets of analysis of learning objectives and guidelines for the interview. Data were collected by tests and interviews. Data analysis technique using reducing of data, presenting of data, and make inferences. The result showed that subject with high capability has been able to analyze the cognitive dimension of learning objectives well. Subject with medium and low capability have not been able to analyze the cognitive dimension of learning objectives well. It was shown from the error analysis of learning objectives and interviews. Obstacles faced by students were they did not understand the cognitive dimensions according to Bloom. The students did not understand the purpose of learning well according to the ABCD rule, and lack of precision in the analysis.

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 4 TAMAN

JIPMat Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2332.056 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kemampuan pemecahan masalah pada materi aljabar siswa yang mendapat pembelajaran TGT dengan pendekatan saintifik; (2) kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran TGT dengan pendekatan saintifik dengan yang mendapat pembelajaran klasikal dengan pendekatan saintifik.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Taman. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling diperoleh dua kelas, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Analisis data menggunakan uji t dan uji proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran TGT dengan pendekatan saintifik lebih baik daripada yang mendapat pembelajaran klasikal dengan pendekatan saintifik. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaranTGT dengan pendekatan saintifik lebihefektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Taman pada materi aljabar.

Keefektifan Model Pembelajaran Brain Based Learning Terhadap High Order Thinking Skills (HOTS) Mahasiswa PGSD UNIPA Surabaya

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.871 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) terhadap High Order Thinking Skills Mahasiswa PGSD pada Mata Kuliah Konsep Matematika Lanjut. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Adi Buana Surabaya angkatan 2017. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas 2017 A sebagai kelas eksperimen dan kelas 2017 B sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Analisis data menggunakan uji ketuntasan belajar (uji t dan uji proporsi) dan uji kesamaan rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan belajar. Hasil uji kesamaan rata-ratamenunjukkan bahwa rata-rata HOTS mahasiswa kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Berdasarkanhasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran BBL efektif terhadap HOTS mahasiswa PGSD pada mata kuliah Konsep Matematika Lanjut.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI OPERASI ALJABAR SMP TAHUN PELAJARAN 2014/2014

Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 4, No 3 (2016): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objectives of this research were: (1) to describe the development of valid and practical Mathematics learning instruments with the scientific approach-based TGT model;(2) to investigate the learning effectiveness with the use of Mathematics learning instruments with the scientific approach-based TGT model on the learning material of Algebra Operation.This research used the research and development method. The development of learning instrument was done by means of 4Ds claimed by Thiagarajan model, et.al. However, this research used only 3Ds, namely: Define, Design, and Develop. The developed learning instruments included lesson plans, student’s work sheet, and test of problem-solving ability. The subjects exposed to the experimentation were the students in Grade VIII of State Junior Secondary School 2 of Pemalang, State Junior Secondary School 4 of Taman, and State Junior Secondary School 1 of Pemalang. The results of research are as follows: (1) The developed learning instruments are declared as valid ones by the validators; (2) The instruments are also practical because the students have a good response on the developed instruments, the teachers have a good response on the developed instrument, and the lesson plans have been implemented well in the learning process; (3)  the learning process in the experimental class is effective because the students have good learning activities, the problem-solving ability mean of the students in the experimental class is better than that of the students in control class, and the student’s problem-solving ability has fulfilled the classical learning completeness.Keywords: development of learning instruments, TGT, and scientific approach

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PGSD UNIPA SURABAYA

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 2 No 2 (2017): Volume II Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.786 KB)

Abstract

The students critical thinking skills in basic science concept courses need to be trained, so that students can solve the problems faced. Critical thinking is the process of seeking, obtaining, evaluating, analyzing, synthesizing, and conceptualizing information as a guide for developing ones thinking. This research aims to train critical thinking ability of PGSD students in the basic science concept course through the application of inquiry learning model. This research is a qualitative research, Subject in research is student of PGSD class of 2016 PGRI University Adi Buana Surabaya (UNIPA). Methods of data collection is done through observation, tests, and interviews. The result of the research indicate that critical thinking ability of PGSD students of UNIPA Surabaya in subject of basic concept of IPA can be trained by using inquiry model

Penerapan model think pair share dengan pendekatan saintifik melalui lesson study pada mata kuliah evaluasi pembelajaran SD

Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.74 KB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari masih rendahnya kualitas dan kompetensi dosen dalam melaksanakan pembelajaran.Salah satuupaya untuk meningkatkan kompetensi pendidik adalah dengan menerapkan lesson study.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan lesson study menggunakan model Think Pair Share dengan pendekatan saintifik dalam mengembangkan pembelajaran mata kuliah Evaluasi Pembelajaran SD.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD kelas 2016 E  dan 2016 A. Data penelitian ini adalah pelaksanaan plan, do, dan see.Keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan lesson study menggunakan model TPS dengan pendekatan saintifik dilaksanakan sesuai tahapan-tahapan dalam  lesson study yaitu plan, do,dan see. Lesson study membuat proses perencanaan pembelajaran lebih matang sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dosen model merasa lebih siap. Lesson Study secara efektif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Lesson Study  yang dirancang dengan baik akan menjadikan dosen model menjadi lebih profesional dan inovatif

THE EFFECT OF BRAIN BASED LEARNING MODEL ON STUDENT’S HIGH ORDER THINKING SKILLS

EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.032 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to determine differences in student’s high order thinking skills taught by brain based learning model with student’s high order thinking skills taught by direct learning model. The study was conducted through a quasi-experimental posttest design. The population of this study was students of the elementary school teacher education department of Adi Buana PGRI University of Surabaya, by using Random Sampling. The subjects are 80 students inclasses 2017-A and 2017-B. The data was collected by using test method. The data analyses were T test the difference of average, to examine the distinction of high order thinking skills between the brain based learning and direct learning class. The result of the study showed that score average of the student’s high order thinking skills in brain based learning classwere better than score average of of the student’s high order thinking skills in direct learning class.Keyword: Brain based learning, High order thinking skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang diajarkan oleh model pembelajaran berbasis otak dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang diajarkan oleh model pembelajaran langsung. Penelitian ini dilakukan melalui desain posttest kuasi-eksperimental. Populasi penelitian ini adalah siswa jurusan pendidikan guru sekolah dasar Universitas Adi Buana PGRI Surabaya, dengan menggunakan Random Sampling. Subjek penelitian ini adalah 80 siswa yang mencakup 2017-A dan 2017-B. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Analisis data adalah uji T perbedaan rata-rata, untuk menguji perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi antara pembelajaran berbasis otak dan kelas pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa di kelas pembelajaran berbasis otak lebih baik daripada skor rata-rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa di kelas pembelajaran langsung.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Otak, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi