Trisna Insan Noor, Trisna Insan
Unknown Affiliation

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KEDELAI DI KECAMATAN JATIWARAS, KABUPATEN TASIKMALAYA, PROVINSI JAWA BARAT Manullang, Nova Elfrida; Noor, Trisna Insan; Pardian, Pandi; Syamsiah, Nur
AGROINFO Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.501 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1650

Abstract

Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah pengembangan kedelai yang diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras, dalam 1 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 42 orang petani kedelai. Parameter penelitian meliputi 11 indikator tingkat kesejahteraan menurut BPS dalam SUSENAS 2007, yaitu: pendapatan, pengeluaran, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota rumah tangga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan memasukan anak kejenjang pendidikan, kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi, kehidupan beragama, rasa aman, dan kemudahan berolahraga.Berdasarkan 11 indikator BPS dalam SUSENAS 2007 nilai kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras adalah 30,85. Hal ini dikategorikan dalam kesejahteraan tinggi yang artinya rumah tangga petani kedelai keadaan pendapatan, pengeluaran, kesehatan, tempat tinggal, dan fasilitas-fasilitas penunjang sudah memenuhi kebutuhan dengan layak.Kata kunci : kedelai, rumah tangga petani kedelai, tingkat kesejahteraan
Struktur Rantai Pasok pada Klaster Sayuran untuk Tujuan Pasar Terstruktur Supriatna, Dias Cakra; Perdana, Tomy; Noor, Trisna Insan
Agrikultura Vol 27, No 2 (2016)
Publisher : Agrikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.6 KB)

Abstract

ABSTRAKManajemen logistik produk sayuran membutuhkan perlakuan khusus dikarenakan karakteristik sayuran yang bersifat mudah rusak secara fisik maupun secara biologis. Disisi lain, permintaan pasar pada produk segar terus menuntut agar produk dapat sampai ke konsumen dalam kualitas yang tinggi dan pasar menuntut pasokan yang kontinyu. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan struktur rantai pasok sistem logistik yang optimal pada Klaster Sayuran Bernilai Tinggi yang mengelola 6 komoditas sayuran utama diantaranya tomat tw, paprika merah, kuning, hijau, oranye dan kentang berasal dari petani produsen yang tersebar dalam 8 Desa di Kecamatan Pangalengan untuk tujuan pasar terstruktur. Seluruh komoditas dikirimkan setiap hari, pada kualitas dan kuantitas yang telah ditentukan dengan syarat waktu panen, pengelolaan pasca panen dan pengiriman dalam satu hari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Melalui metode ini, penulis membuat gambaran secara sistematis mengenai permasalahan yang diangkat. Pendekatan kualitatif pada studi ini didasarkan atas pertimbangan bahwa penelitian memerlukan informasi yang mendalam (eksploratif) dari beberapa sumber. Teknik penelitian yang dilakukan adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan struktur rantai pasok dalam sistem logistik klaster sayuran. Struktur rantai pasok dikatakan berhasil apabila tercipta sistem yang efektif dan efisien sehingga memberikan manfaat pada seluruh pelaku dalam Klaster Sayuran.Kata Kunci: Struktur rantai pasok, Klaster sayuran, Komoditas sayuran utama klaster, Sistem logistik pertanian
ANALISIS PREFERENSI PETANI TERHADAP ATRIBUT BENIH KEDELAI (Glycine max L) di Kec. Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya Dzuhrinia, Audy; Noor, Trisna Insan
AGROINFO Vol 3, No 2 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.489 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i2.713

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi preferensi petani di 3 desa (Desa Jatiwaras, Desa Ciwarak dan Desa Kersagalih) di Kecamatan Jatiwaras terhadap atribut benih kedelai dalam pemilihan benih kedelai. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfication Index (CSI). Berdasarkan hasil Importance Performance Analysis (IPA) diperoleh preferensi petani terhadapbenih kedelai menunjukkan bahwa atribut paling penting adalah atribut produktivitas, atribut harga benih kedelai, atribut ukuran biji, atribut hama dan penyakit dan atribut harga jual. Benih kedelai yang memiliki atribut produktivitas tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit dan ukuran biji besar merupakan ciri benih kedelai yang disukai pasar menurut preferensi petani kedelai di KecamatanJatiwaras. Berdasarkan Customer Satisfication Index (CSI) diperoleh petani responden merasa kurang puas terhadap kinerja dari atribut benih kedelai.Kata kunci: Kedelai, Preferensi, Kepuasan, Importance Performance Analysis (IPA), Customer Satisfication Index (CSI)Kata kunci : Preferensi Petani, Benih, Kedelai
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI PADI SAWAH BERDASARKAN LUAS LAHAN Alfrida, Asa; Noor, Trisna Insan
AGROINFO Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.454 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.801

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Buahdua, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang yang merupakan daerah yang masih mengandalkan padi sebagai komoditas utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui struktur pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi sawah berdasarkan luas lahan di Desa Buahdua (2) Mengetahui tingkat kesejahteraan petani padisawah berdasarkan luas lahan di Desa Buahdua. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan parameter kesejahteraan menurut Sudana (2008) untuk mengetahui Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani (NTPRP) serta parameter 11 indikator tingkat kesejahteraan BPS-SUSENAS 2012. Metode yang digunakan adalah Proportional Random Sampling dan diperoleh 39 petani padi responden yang terdiri dari 3 petani padi lahan luas, 12petani padi lahan sedang dan 24 petani padi lahan sempit.Hasil penelitian menunjukkan semakin luas pemilikan lahan, semakin besar kontribusi pendapatan sektor pertanian terhadap pendapatan total rumah tangga petani. Analisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah denganmenggunakan beberapa indikator menunjukkan hasil tingkat kesejahteraan yang berbeda.Tingkat kesejahteraan menggunakan indikator ekonomi menunjukkan adanya rumah tangga petani yang termasuk kategori miskin (tidak sejahtera), namun jika menggunakan indikator ekonomi dan sosial (BPS-SUSENAS 2012) menunjukkan hasil seluruh rumah tangga petani termasuk tingkat sejahteratinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesejahteraan petani diperlukan kebijakan untuk meningkatkan pendapatan melalui berbagai aspek yang menunjang peningkatan sektor pertanian dan non pertanian.Kata Kunci: Kesejahteraan, Petani padi, Rumah Tangga Petani
KEARIFAN LOKAL DALAM SISTEM AGRIBISNIS PADI SAWAH, DESA SUKANAGARA, KECAMATAN LAKBOK, KABUPATEN CIAMIS, PROVINSI JAWA BARAT Mukti, Argit Surya; Noor, Trisna Insan
AGROINFO Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.013 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan kearifan lokal dalam sistem agribisnis padi sawah yang ada di Desa Sukanagara. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data yang dianalisis adalah dari hasil wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan hasil dokumentasi lapangan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini, pada umumnya petani masih mengadopsi perilaku dan pengetahuan petani zaman dulu. Misalnya seperti membuat pupuk atau obat hama yang diracik sendiri, penentuan musim tanam mengacu pada kalender pranata mangsa, melakukan perhitungan hari baik dalam melakukan penanaman atau pemanenan, melakukan pemipitan sebelum pemanenan, dan membuat sesajen.Kata kunci : Kearifan Lokal, Konvensional, Sistem Agribisnis, Padi Sawah
RESPON PETANI TERHADAP KEBIJAKAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KELURAHAN KERSANAGARA, KECAMATAN CIBEUREUM, KOTA TASIKMALAYA, PROVINSI JAWA BARAT Nuraeni, Siti; Noor, Trisna Insan; Sudradjat, Dede
AGROINFO Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.178 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1653

Abstract

Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibereum merupakan salah satu daerah yang telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dalam Peraturan Daerah No 4 Tahun 2012 yang diharapkan mampu menunjang kebutuhan pangan Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui respon petani terhadap kebijakan lahan pertanian pangan berkelanjutan serta insentif dan disinsentif apa yang sesuai dengan keinginan petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuisoner dengan jumlah responden sebanyak 45 orang petani alih fungsi lahan. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Berdasarkan analisis skala likert menunjukan bahwa respon petani di Kelurahan Kersanagara berada direntang positif sebesar 61% dengan demikian petani mendukung dan bersedia mengikuti Kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).Kata kunci: kebijakan lahan LP2B, petani padi sawah alih fungsi.
KESEJAHTERAAN PETANI PELAKU USAHATANI POLIKULTUR TERINTEGRASI DI KABUPATEN TASIKMALAYA Nuryati, Rina; Sulistyowati, Lies; Setiawan, Iwan; Noor, Trisna Insan
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.984 KB) | DOI: 10.25157/ma.v5i2.1968

Abstract

Indonesia has the potential for extensive dry land (LK). These FIs are generally in critical status and are located in disadvantaged villages, most of which are managed by poor farmers who are unable to carry out conservation efforts, so that their conditions deteriorate. The pattern of agricultural development in accordance with the characteristics of FIs is integrated farming. Integrated farming has three main functions, namely improving welfare and encouraging economic growth, food security and maintaining environmental sustainability. The well-being of the farm family is the output of the resource management process and overcoming the problems faced by the farmer family. The study aims to determine the welfare of farmers who are UTPPT actors. Research method: survey of 250 farmers in Tasikmalaya Regency in a proportional random sampling manner. Data were analyzed by analysis of income structure and expenditure structure / consumption of farmer RT food, as well as the exchange rate of rural household income (NTPRP). The results of the study: the income of farmer households comes from the agricultural and non-agricultural sectors as well as from the income of family members. Revenues from the agricultural sector are obtained from polyculture farming (forestry, plantation, horticulture and food) and livestock business. The contribution of livestock business income is greater (37.99%) than polyculture farming (35.52%) and non-agricultural (26.49%) and family member income (7.91%). Income from UTPPT is the biggest contributor to farmer household income. A total of 71.46% of farmer families share the income from the agricultural sector> 80%. As many as 63.67% of farmers depend entirely on the agricultural sector. The share of food expenditure for farmer households is still quite high, 42.19% of farmer households spend between 60-80% and> 80% on food. NTPRP has a value of> 1, farmers experience a surplus which includes the category of prosperity.
ANALISIS TEKANAN PENDUDUK TERHADAP PETANI PADI SAWAH Herlindawati, Anne; Trimo, Lucyana; Noor, Trisna Insan
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.005 KB) | DOI: 10.25157/ma.v4i1.715

Abstract

Pertanian merupakan salah satu sektor penting di Indonesia, karena sektor pertanian mempunyai peranan dari keseluruhan perekonomian nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, kawasan perkotaan mengalami perkembangan yang mengarah kepada industrialisasi yang menyebabkan terjadinya konversi lahan pertanian menjadi kawasan yang berbasis bisnis dan memicu terjadinya percepatan migrasi yang merupakan sebuah tantangan karena dapat menimbulkan permasalahan kependudukan akibat terjadinya laju pertumbuhan penduduk. Laju pertumbuhan penduduk terjadi dengan sangat cepat. Tingginya laju pertumbuhan penduduk mendorong semakin meningkatnya kebutuhan lahan untuk perumahan, industri dan jasa, ditambah dengan adanya rencana pembangunan pelabuhan berskala Internasional yang merupakan proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Cilamaya tentunya akan kembali menggerus lahan pertanian yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan penduduk dan menyebabkan berkurangnya lahan pertanian sehingga berpengaruh terhadap daya dukung lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat tekanan penduduk serta tingkat daya dukung lahan di Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik survei dengan mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Cilamaya Kulon. Metode perhitungan menggunakan rumus Otto Soemarwoto Model III. Hasil penelitian secara umum di Kecamatan Cilamaya Kulon telah terjadi tekanan penduduk dengan nilai rata-rata TP 2,99 dan nilai rata-rata DDL 0,03 yang menunjukkan bahwa Kecamatan Cilamaya Kulon memiliki nilai daya dukung lahan yang relatif rendah.Kata Kunci : daya dukung lahan, laju pertumbuhan penduduk, migrasi, pembangunan, tekanan penduduk.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA PANGAN HARAPAN (PPH) DI KABUPATEN BANDUNG Argandi, Syaeful; Trimo, Lucyana; Noor, Trisna Insan
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.381 KB) | DOI: 10.33512/jat.v11i2.5091

Abstract

One way to know food self-sufficiency through the quality of food consumption diversity as measured by Food Harvest Scale (PPH) scores, hereinafter abbreviated as PPH. PPH can be used as a measure of nutritional balance and food diversity consumed by residents in a region. The maximum PPH score, 100 indicates the diverse food consumption situation and both the composition and quality of nutrition (Baliwati, 2011). In practice, the achievement of food quality and quantity indicator in Bandung Regency has not been achieved. This study aims to determine the size of family, education level, and income level of PPH in Bandung regency. The basic method of this research is the explanatory method (Eksplanatory Research). The determination of Paseh and Pasirjambu sub-districts was conducted by purposive sampling, which is determined by the highest and lowest kecamatan PPH. Furthermore the size of respondents using Slovin techniques. To know the factors that influence the PPH in Bandung regency using multiple regression analysis technique and the test is done by using SPSS 20 program. The result of the research shows that the family size, education level and income level have positive influence on PPH Kabupaten Bandung. This means that the higher the size of the family, the level of education and income level then the higher the PPH in Bandung regency
CROWDFUNDING SEBAGAI AKSES ALTERNATIF PERMODALAN BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL PADA KEGIATAN PERTANIAN (STUDI KASUS DI PT CROWDE MEMBANGUN BANGSA) Avisha, Astari; Charina, Anne; Noor, Trisna Insan; Mukti, Gema Wibawa
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.799 KB) | DOI: 10.25157/ma.v5i1.1571

Abstract

Currently the development of the financial services industry with a touch of technological innovation or called financial technology (Fintech) began to penetrate into the agricultural sector, even utilization is used to work on the scale of business at the farm level. One form of Fintech implementation in the agricultural sector is crowdfunding which is a fund raising activity for farmers capital by online using digital media (internet). One of the crowdfunding platforms in Indonesia which is engaged in agriculture is Crowde. This study aims to find out the description of crowdfunding management concepts conducted by Crowde as access to alternative capital based on digital technology on agricultural activities and to know the response of farmers partners to the concept of crowdfunding conducted by Crowde. The research technique used is case study with descriptive qualitative design using Milles Model and Huberman approach. The results show that during the planning phase, Crowde conducts farmer profilling and project analysis, and establishes provision fees. While the implementation stage of crowdfunding involves raising funds on the website, channeling capital through a farm shop and refunding investors through the Wallet feature. While the controlling phase takes place during the project through the project monitoring and reporting system. Crowde partner farmers showed a positive response to the crowdfunding scheme as access to capital. Most of the partner farmers say the process or procedure of the capital scheme is very easy to follow and judge that the crowdfunding model is very useful and suitable as access to farmers' capital.