Melanie Melanie, Melanie
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

EFEKTIVITAS FORMULASI Helicoverpa armigera Nuclear Polyhedrosis Virus SUBKULTUR (HaNPV1 ) DALAM BERBAGAI BAHAN PEMBAWA TERHADAP MORTALITAS DAN PERTUMBUHAN Crocidolomia pavonana Fabricius Tamii, Amalia Fildzah; Rustama, Mia Miranti; Melanie, Melanie
Biotika Vol 12, No 1 (2014): BIOTIKA JUNI 2014
Publisher : Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi HaNPV dengan jenis bahan pembawa yang menyebabkanmortalitas tertinggi, waktu kematian tercepat dan pertumbuhan berat larva Crocidolomia pavonana terendah.Helicoverpa armigera Nuclear Polyhedrosis Virus subkultur (HaNPV1) merupakan jenis MNPV yang dihasilkandari proses subkultur pada larva S. litura. Helicoverpa armigera Nuclear Polyhedrosis Virus subkultur (HaNPV1)diketahui berpotensi untuk mengendalikan populasi beberapa serangga hama. Akan tetapi HaNPVsangatrentan terhadap sinar ultra violet maka untuk menjaga efektifitasnya, HaNPV diformulasi dalam berbagai bahanpembawa seperti aquades, tepung maizena, tepung kanji, talk, gipsum dan zeolit. Metode penelitian yang digunakanadalah metode deskriptif eksplorasi dengan uji hayati. Kerapatan polihedra untuk masing-masing formulasi sebesar4x107 PIB/ml atau 4x107 1PIB/gram serbuk. Kemudian, larva C. pavonana instar dua diinfeksi virus secara oral.Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi HaNPV dalam semua bahan pembawa menyebabkan mortalitas C.pavonana saat stadium larva mencapai 59,03% - 69,24% dan mortalitas C. pavonana saat stadium pupa mencapai14,24%- 22,36% serta lolos hidup larva C. pavonana menjadi imago mencapai 14,36%-26,07%. Adapun beratbadan maksimum larva C. pavonana yang terinfeksi HaNPV1 sebesar 0,059 gram/ekor-0,0747 gram/ekor, denganberat maksimum larva terendah yaitu sebesar 0,059 gram/ekor terjadi pada larva yang diinfeksi oleh formulasi HaNPV1 1dalam talk. Sedangkan berat pupa C. pavonana yang terinfeksi HaNPV berkisar 0,039-0,0427 gram/ekorlebih rendah dari berat pupa kontrol yaitu sebesar 0,0442 gram/ekor.
INFEKSI JAMUR ENTOMOPATOGEN Metarhizium anisopliae (Sorokin) (1883) YANG DIAPLIKASIKAN BERSAMA SENYAWA ANDROGRAFOLIDA TERHADAP MORTALITAS LARVA Crocidolomia pavonana (Fabricus) (1794) Ganiyya, Ghina; Melanie, Melanie; Kasmara, Hikmat
Biotika Vol 12, No 2 (2014): BIOTIKA DESEMBER 2014
Publisher : Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai infeksi jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae yang diaplikasikan bersama senyawa andrografolida terhadap mortalitas dan perkembangan larva Crocidolomia pavonana. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimentaldengan uji hayati menggunakan rancang acak lengkap. Faktor pertama adalah konsentrasi sporajamur entomopatogen M. anisopliae dengan 6 taraf yaitu 0, 105, 106, 107, 10spora/ml. Faktor kedua adalah konsentrasi andrografolida dengan 2 taraf yaitu 0 ppm dan 1000 ppm.Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali selama 7 hari.Data mortalitas dianalisis menggunakan ANAVA (Analisis Varians), apabila ditemukanperbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan dengan tarafkepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan infeksi spora jamur M. anisopliae105­109 spora/ml yang diaplikasi bersama andrografolida baik 0 ppm dan 1000 ppm tidakberpengaruh terhadap mortalitas larva C. pavonana (p ≤ 0,05).
EFEKTIVITAS FORMULASI Helicoverpa armigera NUCLEAR POLYHEDROSIS VIRUS (HaNPV) HASIL SUB-KULTUR TERHADAP BERAT MAKSIMUM DAN LOLOS HIDUP LARVA Plutella xylostella Hardiani, Fuji; Melanie, Melanie; Rustama, Mia Miranti
Biotika Vol 12, No 1 (2014): BIOTIKA JUNI 2014
Publisher : Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitiaan ini bertujuan untuk mencari formulasi yang dapat menurunkan angka lolos hidup dan berat badanmaksimum terendah dibandingkan kontrol pada larva Plutella xylostella. Kerapatan polyhedra untuk masingmasingformulasisebesar4x107 PIB/ml atau 4x10 PIB/gram serbuk. Metode yang digunakan pada penelitian iniadalah metode deskriptif eksplorasi dengan uji hayati. Pada penelitian ini terdapat tujuh perlakuan yaitu kontrol(Virus 0 PIB/ml), formulasi HaNPV17 dalam bahan pembawa cair, formulasi HaNPV1 dalam bahan pembawa gipsum, tepung kanji, tepung maizena, talk, dan zeolit. Larva yang digunakan pada penelitian ini merupakan larva instar 2 yang diinfeksi secara oral. Hasil penelitian ini menunjukkan berat badan maksimum yang dapat dicapailarva P.xylostella berkisar antara 0.00357 gram/ekor – 0.00516 gram/ekor dengan berat badan maksimum terendahsebesar 0.00357gram/ekor pada larva yang terinfeksi HaNPV dalam formulasi cair. Angka lolos hidup Plutellaxylostella berkisar anatar 18% (pada perlakuan formulasi gipsum dan talk) hingga 50% (pada perlakuan formulasizeolit).
Uji Toksisitas Sedimen Sungai Citarum Terhadap Mortalitas Larva Hydropsyche Sp. (Trichoptera : Hydropsychidae) Aryani, Desy Aryani; Sunardi, Sunardi; Melanie, Melanie
Biotika Vol 11, No 2 (2013): BIOTIKA DESEMBER 2013
Publisher : Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran air di sungai yang disebabkan oleh suatu zat pada akhirnya akan mengendap di dalam sedimen dandapat mengganggu kelangsungan hidup organisme akuatik khususnya bentos. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui toksisitas sedimen Sungai Citarum terhadap larva Hydropsyche sp. Penelitian di Sungai Citarumdilakukan di 6 stasiun yaitu Situ Cisanti (hulu Citarum), Desa Andir, inlet Sagu-ling, inlet Cirata, inlet jatiluhur,dan Desa Kedaung (hilir Citarum). Penelitian ini dilakukan dengan uji LC50- Hydropsyche sp. terhadapsedimen Citarum. Parameter yang diukur diantaranya temperatur, konduktivitas, pH, DO, BOD, COD, NHH248 jamS, dan analisis kandungan logam berat seperti Pb, Cd, Cu, dan Hg dalam sedimen dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) merk AA – 6300 Shimadzu. Analisis data menggunakan regresi-korelasi.Dari hasil penelitian diketahui nilai LC50- di Cisanti (75.432 ppm), Desa Kandir (78.073 ppm), inlet Saguling(59.139,33 ppm), inlet Cirata (120.435,67 ppm), inlet jatiluhur (164.631 ppm) dan Desa Kedaung (73.992 ppm).Nilai di atas menunjukkan sedimen Sungai Citarum dapat dikategorikan kedalam kriteria toksik rendah. NilaiLC50-48 jam48 jam rata-rata inlet Saguling dengan nilai (59.139,33 ppm) menunjukkan bahwa di stasiun tersebut lebihtoksik dibandingkan stasiun lainnya, karena memiliki nilai BOD 22,70 (mg/L), COD (39,80),kandungan logam berat Pb (0.65055 ppm), Cd (0.0018 ppm) cu (2.2456 ppm), Hg (19.5003 ppm).
EFEKTIVITAS FORMULASI Helicoperva armigera NUCLEAR POLYHEDROSIS VIRUS HASIL SUB KULTUR (HaNPV ) TERHADAP MORTALITAS, WAKTU KEMATIAN DAN BERAT BADAN LARVA Spodoptera litura Fabricius (1775) Fitriyani, Fitriyani; Rustama, Mia Miranti; Melanie, Melanie
Biotika Vol 12, No 2 (2014): BIOTIKA DESEMBER 2014
Publisher : Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai efektivitas formulasi Helicoperva armigera Nuclear Polyhedrosis Virus hasil sub kultur(HaNPV) dalam berbagai bahan pembawa (cair, gipsum, kanji, maizena, talk dan zeolit) yang diuji terhadapmortalitas, waktu kematian dan berat badan larva Spodoptera litura Fabricius telah dilakukan. Penelitian inimenggunakan metode desktiptif eksplorasi dengan uji hayati menggunakan S. litura Fabricius instar dua. Semuaformulasi HaNPV1PIB/mL/gr serbuk. Infeksi semuaformulasi virus diberikan pada setiap larva secara oral pada daun kubis. Hasil penelitian menunjukkan bahwaformulasi HaNPV1 1mengandung polihedra virus dengan kerapatan 4×107 dalam bahan pembawa cair, gipsum, kanji dan zeolit masing­masing dapat menyebabkanmortalitas pada larva S. litura sebesar 100%, tidak berbeda dengan formulasi HaNPV dalam bahan pembawamaizena dan talk (95%). Waktu kematian larva S. litura yang diinfeksi oleh formulasi HaNPV1berkisar antara5,55 ­ 8,62 hari. Adapun waktu kematian tercepat 5,55 hari terjadi pada larva yang diinfeksi virus dalam formulasicair. Rata­rata pertambahan berat badan larva S. litura yang diinfeksi HaNPVdalam bahan pembawa cair, gipsum,talk dan zeolit menurun berkisar antara 0.000662 ­ 0.00113 gr/ekor/hari dari berat badan larva kontrol denganpersentase 5.04 – 44.37%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa HaNPV11 yang diformulasikan dalam berbagaibahan pembawa efektif untuk mengendalikan hama larva S. litura
POTENSI INSEKTISIDA NABATI MENGANDUNG EUGENOL DAN SITRONELLAL DALAM PENGENDALIAN Helopeltis antonii HAMA TANAMAN Anacardium occidentale Melanie, Melanie; Utami, Aidha; Kasmara, Hikmat; Laba, I Wayan
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 14, No 1 (2016): Biotika Juni 2016
Publisher : Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai potensi insektisida nabati yang mengandung Eugenol dan Sitroenellal terhadap Helopeltis antonii (Hemiptera: Miridae) hama pada tanaman jambu mete (Anacardium occidentale). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan daya simpan insektisida nabati yang mengandung Eugenol dan Sitronellal untuk mengendalikan hama H. antonii dan tingkat serangan hama tersebut terhadap tanaman jambu mete. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan uji hayati di Rumah Kaca laboratorium uji hayati Balitro, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu waktu simpan dengan 5 taraf dan insektisida yang digunakan 6 taraf, dilakukan sebanyak 4 ulangan. Aplikasi dilakukan dengan metode semprot serangga dan semprot pakan. Parameter yang diamati adalah mortalitas hewan uji dan tingkat serangan pada tanaman. Data dianalisis menggunakan uji sidik ragam dengan taraf kepercayaan 95%. Apabila terdapat perbedaan nyata, analisis dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya mortalitas H. antonii di minggu ke-6, ke-8, dan ke-10 akibat aplikasi Eugenol dan di minggu ke-6, hingga ke-12 pada aplikasi Sitronellal, tingkat kerusakan pada tanaman menurun pada minggu ke-6 hingga ke-10 dengan metode semprot pakan. Aplikasi metode semprot serangga, Sitronellal meningkatkan mortalitas H. antonii di minggu ke-6 hingga ke-12, dan di minggu ke-6 dan ke-8 pada penggunaan Eugenol, tingkat kerusakan menurun mulai minggu ke-6 hingga ke-12.
Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu Familia Nymphalidae dan Pieridae di Kawasan Cirengganis dan Padang Rumput Cikamal Cagar Alam Pananjung Pangandaran Lestari, Virda Catur; Erawan, Tatang S.; Melanie, Melanie; Kasmara, Hikmat; Hermawan, Wawan
Agrikultura Vol 29, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.46 KB)

Abstract

ABSTRACTThe diversity of butterflies’ family of Nymphalidae and Pieridae at Cirengganis area and Cikamal Savannah area of Pananjung Sanctuary of PangandaranThe research reported the diversity o.f butterflies of Nymphalidae and Pieridae Families at Cirengganis area and Cikamal Savannah area which located at Pananjung Sanctuary, Pangandaran. The experiment was conducted using visual encounter survey method. The butterflies were caught using sweeping technique. The butterflies were collected and identified. Abiotic factors such light intensity and temperature were measured during observation. The result showed that 13 species of nymphalidae family were identified whilst only 2 species were identified belongs to the family of Pieridae. Butterfly diversity index at Cirengganis and Cikamal Savannah categorized as moderate with value of 2.285647. Vegetation that interacted with the butterflies were Tectona grandis), Psychotria aurantiaca, and Melastoma malabathricum. Furthermore, light intensity and temperature at Cirengganis were detected at 12473.33 lux and 28.6oC, respectively. While at Cikamal Savannah, the light intensity was measured at 26900 lux and temperature reached 33.6oC.Keywords: Visual encounter survey, Abiotic factor, VegetationABSTRAKPenelitian ini melaporkan mengenai keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu Famili Nymphalidae dan Pieridae di kawasan Cirengganis dan Padang Rumput Cikamal Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Metode yang digunakan adalah metode Visual Encounter Survey (VES). Penangkapan kupu-kupu dilakukan dengan teknik sweeping. Kupu-kupu yang diperoleh dikoleksi dan diidentifikasi. Faktor abiotik seperti intensitas cahaya dan suhu diukur selama pengamatan. Serta diamati pula vegetasi sekitar lokasi pengamatan yang berinteraksi dengan kupu-kupu. Hasil pengamatan diperoleh total kupu-kupu famili Nymphalidae sebanyak 13 spesies dan kupu-kupu famili Pieridae sebanyak 2 spesies. Nilai indeks keanekaragaman kupu-kupu di kawasan Cirengganis dan Padang Rumput Cikamal tergolong kategori sedang yaitu 2,285647. Hasil vegetasi yang diketahui berinteraksi dengan kupu-kupu yaitu jati (Tectona grandis), ki kores (Psychotria aurantiaca), dan harendong (Melastoma malabathricum). Sementara rata-rata intensitas cahaya dan suhu di Cirengganis sebesar 12473,33 lux dan 28,6oC dan di Padang Rumput Cikamal sebesar 26900 lux dan 33,6oC.Kata Kunci: Visual Encounter Survey, Faktor abiotik, Vegetasi
AKTIVITAS ANTIFIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN TANAMAN Piper nigrum, Acorus calamus, DAN Dysoxylum alliaceum TERHADAP LARVA Spodoptera litura INSTAR III Kasmara, Hikmat; Melanie, Melanie; Novianti, Vita; Madihah, Madihah; Malini, Desak Made; Maharani, Rani; Mayanti, Tri; Hermawan, Wawan
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16, No 1 (2018): Biotika Juni 2018
Publisher : Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai uji aktivitas antifidan ekstrak etanol tanaman lada (Piper nigrum L.), jeringau (Acorus calamus L.), dan kayu bawang (Dysoxylum alliaceum (Blume) Blume) terhadap larva Spodoptera litura instar III telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak tanaman minimum yang menghambat aktivitas makan larva S.litura instar III. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode ekperimental dengan menggunakan bioassay uji tanpa pilihan (No choice antifeedant test). Parameter yang diamati adalah jumlah luas area daun yang dimakan larva S.litura instar III. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak tanaman lada (P.nigrum), jeringau (A.calamus), dan kayu bawang (D.alliaceum)  memiliki aktivitas antifidan terhadap larva S. Litura instar III. Ekstrak tanaman lada (P.nigrum), jeringau (A.calamus), dan kayu bawang (D.alliaceum) menunjukkan aktivitas antifidan dengan konsentrasi minimum sebesar 625 ppm.
Effectiveness of Storage Time Formulation of Bacillus Thuringiensis Against Aedes aegypti Larvae (Linnaeus, 1757) Melanie, Melanie; Rustama, Mia Miranti; Sihotang, Inriyani Sintia; Kasmara, Hikmat
CROPSAVER Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.668 KB)

Abstract

Aedes aegypti is known as the main vector of dengue fever in Indonesia which causes a high number of deaths and become an outbreak every year. This disease is generally controlled by breaking the life cycle of mosquitoes with restricted breeds and using synthetic insecticides. So far biological agents from natural enemies and natural pathogens have been developed to anticipate the negative effects of synthetic insecticides. Bacillus thuringiensis is well known as entomopathogenic bacteria that can control various insect pests of cultivated plants and vector insects, such as Ae.aegypti.  B. thuringiensis can form endospores that produced toxin to Ae.aegypti, while the advatages are safe against non-target organisms such as natural predators and parasites, safe for mammals and humans and do not pollute the environment. Effective duration of B. thuringiensis in infecting Ae. aegypti is an important thing to be studied, moreover it is important to know the effectiveness of the expired formulation on the market and the residual effect. This ensures that the use of B. thuringiensis remains safe and does not create new problems such as Ae. aegypti  resistance. The experimental research was used bioassay method, toxicity test was performed B. thuringiensis expired and non expire as comparison at concentration 0 ppm (control), 0,3 ppm; 0.1 ppm; 0.07 ppm; 0.05 ppm; 0.03 ppm; 0.01 ppm. The parameters observed were mortality for 48 hours of toxicity test that results were indicated by LC 50, LC90 and recidual values. The results obtained were LC50 and LC formulations B.thuringiensis expired 0.305 ppm and 1.513 ppm much higher than the non expire LC50 and LC formulations of 0.0363 ppm and 0.8971 ppm. The recidual effect of expired B. thuringiensis on larvae Ae. Aegypti was only effective until day 12, whereas B. thuringiensis  that  non expire formulation was effectively until day 14.Keywords : Ae. aegypti, B. thuringiensis, mortality, recidual values, expired formulation
PENGENDALIAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI METABOLIT TUMBUHAN DAN AGENSIA ENTOMOPATOGEN Melanie, Melanie; Wawan Hermawan, Wawan Hermawan; Hikmat Kasmara, Hikmat Kasmara
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17, No 1 (2019): VOL 17, NO 1 (2019): BIOTIKA JUNI 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini umum dilakukan dengan menggunakan bahan aktif sintetis. Dampak negatifnya menyisakan residu, bersifat racun bagi manusia, serta mempertinggi tingkat esistensi nyamuk. Riset yang dilakukan bertujuan untuk menguji crude ekstrak metanol daundan batang tanaman Begonia muricata serta jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae, sebagai ioinsektisida alternatif yang bersifat ramah lingkungan dan aman bagi manusia. Riset menggunakan metode eksperimental bioassay dengan uji toksisitas untuk mencari mortalitas dan menentukan nilai LC50 ekstrak dan jamur entomopatogen terhadap larva Ae. aegypti instar III, serta uji hayati perkembangan untuk ekstrak daun dan batang B. muricata. Hasil ujimenunjukkan tosisitas ekstrak daun B. muricata diketahui lebih baik dibandingkan ekstrak batang, dengan LC50 24 dan 48 jam sebesar 865,31 ppm dan 733,47 ppm. Ekstrak daun dan batang B. muricata juga berpengaruh nyata dalam menghambat perkembangan larva menuju pupa dan imago (P<0,05), ekstrak daun dengan konsentrasi yang lebih rendah dapat menghambat perkembangan larva lebih besar dibandingkan ekstrak batang. Jamur entomopatogen M. anisopliae yang diinfeksikan terhadap larva Ae. aegypti bersifat larvasidaldengan LC50 48 jam sebesar 9,28 × 100 spora/ml. Dengan demikian, ekstrak daun B.muricata dan jamur M. anisopliae dapat rekomendasikan untuk pengendalian larva Ae. aegypti dalamprogram pencegahan DBD.