p-Index From 2014 - 2019
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal e-Farmaka
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI AKTIVITAS ANALGESIK TANAMAN OBAT INDONESIA

Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil alamnya, salah satunya adalah tanaman obat. Tanaman obat ini telah dikenal dan banyak digunakan sejak dulu sebagai salah satu alternatif, seperti dalam menangani rasa nyeri yang terjadi. Penggunaan tanaman ini dilakukan untuk meminimalisir resiko efek samping yang ditimbulkan. Nyeri atau rasa sakit biasanya timbul ketika ada kerusakan jaringan, seperti pegal, cedera, radang rematik, infeksi atau kanker. Selanjutnya dilakukan penelusuran pustaka mengenai tanaman obat yang berpotensi sebagai analgesik pada situs Google Scholar (www.scholar.google.co.id) dengan kata kunci nyeri, pengujian analgesik, dan uji analgesik tumbuhan. Sebagai hasilnya, ditemukan beberapa tanaman obat diantaranya Abelmoschus manihot (L.), Carica pepaya (L.), Garcinia mangostana (L.), Phaleria macrocarpa, Pometia pinnata, Vernonia hymenolepis, Artocarpus altilis, Morinda citrifolia (L.), Macaranga tanarius (L.), Cyperus rotundus (L.), Syzygium guineense, Polypodium nummulariifolium (Mett.), dan Pluchea indica (L.) Less. mampu menurunkan respon berdasarkan jumlah responnya dan Abelmoschus manihot (L.) merupakan tanaman obat yang memiliki efektivitas lebih baik sebagai analgesik. Efek analgesik ini disebabkan oleh adanya senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, triterpenoid dan steroid.Keywords : Tanaman obat, Nyeri, Analgesik

Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Proses Pengemasan Primer di Industri Farmasi

Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengemasan primer merupakan salah satu cara yang digunakan untuk melindungi obat dari lingkungan sekitarnya sehingga kualitas dari obat dapat tetap terjaga hingga nanti sampai ke konsumen. Produktivitas suatu proses pengemasan primer dapat ditingkatkan/dipertahankan dengan melakukan evaluasi rutin terhadap prosesnya. Evaluasi yang dilakukan adalah dengan analisis OEE (Overall Equipment Effectiveness). OEE (Overall Equipment Effectiveness) merupakan suatu metode perhitungan yang digunakan untuk mengetahui efektivitas suatu proses yang sedang dilaksanakan dengan mengidentifikasi persentase waktu produksi yang benar-benar produktif yang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu availability, performance, dan quality. Penelitian dilakukan dengan mengamati proses pengemasan pada mesin pengemasan primer I serta mengumpulkan data-data yang diperlukan seperti time loss setiap harinya, hasil kemasan yang diperoleh dalam satu hari, hasil kemasan satu batch, dan data pendukung lainnya. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh nilai OEE pada mesin I sebesar 76,676% dengan penyebab losses utama yaitu set up/adjustment mesin.