Articles

Found 13 Documents
Search

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) dan Manfaatnya dalam Pengobatan

Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) marga Carica  suku Caricaceae merupakan tanaman yang banyak diteliti saat ini.Tanaman pepaya memiliki manfaat dalam pengobatan yang sangat beragam karena kandungan senyawa aktif yang kaya dalam tanaman papaya yaitu enzim papain, karotenoid, alkaloid, monoterpenoid, flavonoid, mineral, vitamin, glukosinolat, karposida. Pada artikel ini akan dipaparkan mengenai manfaat tanaman pepaya dalam pengobatan yaitu sebagai antikanker, antioksidan, antidiabetes, antifertilitas, antiinflamasi, anthelmintika, antibakteri, antimalarial, antidengue, dan penyembuh luka serta senyawa aktif yang diduga berperan memperantarainya.

Potensi Kombinasi Herba Meniran (Phyllanthus niruri L), Daun Pepaya (Carica papaya L.) dan Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) Sebagai Obat Herbal untuk Demam Berdarah

Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai kombinasi ekstrak herba meniran, daun pepaya dan rimpang kunyit terhadap jumlah trombosit, eritrosit dan kadar hematokrit dalam darah tikus putih (Rattus novergicus) dengan menggunakan metode induksi heparin. Tikus uji diinduksi oleh heparin secara intraperitonial kemudian diberikan ekstrak uji secara oral selama tujuh hari. Dosis ekstrak uji adalah 250 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB. Darah diambil dari ekor tikus pada hari ke tujuh kemudian dianalisis dengan menggunakan alat XE-5000 hematology analyzer. Analisis data dilakukan dengan Anava dan dilanjutkan dengan uji Newman Keuls pada α=0,05. Hasil menunjukan bahwa kelompok uji dengan kombinasi ekstrak herba meniran : daun pepaya : rimpang kunyit perbandingan 2 : 1 : 1 dengan dosis 250 mg/kgBB memiliki nilai rata-rata persentase kenaikan trombosit setelah perlakuan tertinggi, yaitu sebesar 83,02%. dan  aktivitas anti anemia kelompok uji dengan kombinasi ekstrak herba meniran : daun pepaya :rimpang kunyit perbandingan 1 : 2 : 1 dosis 250 mg/kgBB memiliki rata-rata persentase kenaikan jumlah eritrosit tertinggi, yaitu sebesar 11,89 %. Kenaikan kadar hematokrit untuk seluruh ekstrak uji masih di bawah 20%, sehingga pemberian semua ekstrak pada dosis uji tidak akan menyebabkan perembesan plasma. Jadi, kelompok uji dengan kombinasi ekstrak herba meniran : daun pepaya : rimpang kunyit perbandingan 2 : 1 : 1 dengan dosis 250 mg/kgBB potensial untuk dikembangkan menjadi obat herbal untuk menaikkan trombosit pada penderita demam berdarah.

REVIEW: POTENSI TANAMAN MELASTOMATACEAE SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMelastomataceae merupakan tanaman pantropis yang terdiri dari 163 marga dan 4300 spesies. Diketahui Melastomataceae memiliki kandungan senyawa fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penulisan review ini adalah untuk membandingkan potensi tanaman-tanaman dari famili  Melastomataceae sebagai antioksidan alami. Metode yang digunakan dalam pengujian ativitas antioksidan adalah dengan menggunakan DPPH dengan nilai IC50 sebagai pembanding. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa tanaman dengan famili Melastomataceae berpotensi sebagai antioksidan alami dengan aktivitas tertinggi dimiliki oleh spesies Dichaetanthera africana yang memiliki nilai IC50 terendah yaitu sebesar 0.49 g/ml.Kata kunci: Melastomataceae, antioksidan, DPPH, IC50 

Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.)) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dengan Metode Difusi Agar

Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan Bayam duri (Amarhantus spinosus L.) secara empiris digunakan untuk mengobati berbagai penyakit diantaranya eksim, disentri dan diare. Aktivitas antibakteri dari daun bayam duri ini masih belum banyak diteliti. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta menentukan nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dari ekstrak etanol bayam duri (Amarhantus spinosus L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini meliputi ekstraksi daun bayam duri, penapisan fitokimia, kromatografi lapis tipis terhadap ekstrak bayam duri, uji aktivitas antibakteri, penentuan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dengan metode difusi agar dan uji banding dengan ekstrak daun sukun (Artocarpus communis Forst.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Bayam Duri (Amaranthus spinosus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus , sedangkan pada Pseudomonas aeruginosa tidak memiliki aktivitas. Kosentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) ekstrak etanol daun Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.)terhadap Staphylococcus aureus berada pada rentang 6000 – 7000 ppm. Hasil uji banding daun bayam duri (Amarhantus spinosus L.) dengan ekstrak daun sukun (Artocarpus communis Forst.) terhadap Staphylococcus aureus sebesar 1 : 54,075

Aktivitas Antiinflamasi dari Berbagai Tanaman : Sebuah Review

Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi memiliki peran penting pada perkembangan penyakit dengan pravalensi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas anti-inflamasi dari berbagai family tanaman herbal. Model yang digunakan untuk mengetahui aktivitas inflamasi secara in vivo adalah induksi edema pada hewan uji. Sedangkan model in vitro yang digunakan adalah makrofag terstimulasi lipooksigenase. Ekstrak yang diuji berasal dari tanaman Aloe barbadensis, Curcuma longa, Mimosa tenuiflora, Lavandula angustifolia, Psidium guajava, Punica granatum, Pseudoptergorgia elisabethae, Solanum lycopersicum, Capsicum frutescens, dan Zingiber zerumbet. Aktivitas ekstrak dan komponen aktifnya dalam menghambat inflamasi antara lain melalui penurunan sitokin (IL)-6 atau (TNF)–α, penurunan prostaglandin dan nitric oxide, serta inaktivasi enzim MPO. Potensi anti-inflamasi tertinggi terdapat pada Capsicum frutescens dengan dosis rendah mampu memberikan efikasi yang besar. Kata kunci : anti-inflamasi, TNF-α, prostaglandin, myeloperoxidase, dan sitokin pro inflamasi

AKTIVITAS GYNURA PROCUMBENS UNTUK TERAPI FARMAKOLOGI : SEBUAH REVIEW

Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gynura procumbens atau yang dikenal dengan tanaman sambung nyawa diketahui memiliki beberapa aktivitas farmakologi yang dapat digunakan masyakarat sebagai pencegahan atau pengobatan penyakit. Berbagai aktivitas Gynura procumbens atau sambung nyawa antara lain sebagai anti-inflamasi dan diketahui flavonoid sebagai metabolit sekundernya. Selain itu sambung nyawa juga dapat digunakan sebagai antidiabetes dengan menurunkan gula darah, sebagai antiproliferasi, sebagai antikanker, antihipertensi dengan menurunkan tekanan darah, antibakteri, organ protection, peningkatan fungsi seksual, antioksidan, dan dapat digunakan sebagai identifikasi hipoglikemik.Kata Kunci : Gynura procumbens, sambung nyawa, aktivitas Gynura procumbens

Potensi Aktivitas Antimalaria Berbagai Tumbuhan terhadap Plasmodium falciparum

Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit dengan prevalensi yang tinggi di wilayah tropis dan subtropis. Malaria disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium, dengan salah satu spesiesnya, Plasmodium falciparum, merupakan penyebab malaria dengan tingkat keparahan yang tinggi. Terapi berbasis artemisinin yang selama ini digunakan sebagai pengobatan antimalaria telah berkurang efikasinya karena adanya resistensi artemisinin. Tumbuhan merupakan sumber berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antimalaria sehingga dapat dimanfaatkan dalam penelitian mengenai pengembangan obat antimalaria yang baru. Pada review ini, potensi aktivitas antimalaria terhadap Plasmodium falciparum tertinggi terdapat pada ekstrak etanol Momordica charantia (IC50 0,0178 µg/ml) dan senyawa  alkaloid cassiarin A dari Cassia siamea (IC50 0,02 µg/ml).

AKTIVITAS FARMAKOLOGI DARI SENYAWA KALKON DAN DERIVATNYA

Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalkon (1,3-difenil-2propen-1-on) merupakan senyawa prekursor dari golongan flavonoid dan merupakan intermediet penting dalam sintesis organik, seperti senyawa heterosiklik (flavon, flavanol, flavanon). Kalkon banyak dikembangkan dan disintesis oleh peneliti untuk mendapatkan derivatnya  dan diuji aktivitas farmakologinya. Dalam review jurnal ini, berbagai aktivitas farmakologi dari senyawa kalkon dan derivatnya dikumpulkan dan diulas kembali. Aktivitas farmakologi dari senyawa kalkon dan derivatnya antara lain antikanker, antiinflamasi, antioksidan, antimalaria, antimikroba, dan anti-HIV.

REVIEW: UJI AKTIVITAS TUMBUHAN SEBAGAI ANTI-TUBERKULOSIS

Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan penyakit TB menggunakan antibiotik dapat menyebabkan resistensi atau dikenal dengan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) sehingga diperlukan penemuan obat baru anti-tuberkulosis. Obat dari bahan alam dapat menjadi alternatif untuk pengobatan TB. Aktivitas tumbuhan sebagai anti-TB dapat diketahui dengan melihat nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Terdapat 15 tumbuhan yang dilaporkan memiliki aktivitas anti-TB yang diklasifikasikan berdasarkan nilai MIC, yaitu  8 tumbuhan sangat aktif, 4 tumbuhan aktif, dan 3 tumbuhan memiliki aktivitas sedang hingga rendah.

KARAKTERISASI, AKTIVITAS DAN ISOLASI ENZIM BROMELIN DARI TUMBUHAN NANAS (Ananas sp.)

Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bromelin merupakan enzim yang berupa ekstrak kasar, diperoleh dari batang, buah, mahkota bunga, inti dan kulit nanas. Varietas Ananas fitzmuelleri merupakan varietas nanas yang memiliki kandungan bromelin tertinggi diantara spesies lainnya. Bromelin merupakan enzim pencerna protein (proteinase) atau dapat disebut juga enzim proteolitik yang dapat mempercepat reaksi hidrolisis dari protein. Selain sebagai proteinase, bromelin juga memiliki berbagai macam aktivitas seperti anti-inflamasi, anti kanker, anti bakteri, anti jamur, efek terhadap koagulasi darah dan fibrinolisis, dan perannya dalam pembedahan. Isolasi bromelin dari nanas dapat dilakukan dengan cara ekstrasi dengan larutan buffer fosfat, air destilasi, buffer natrium sitrat, atau buffer fosfat sitrat.