Sri Nuraini, Sri
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Analis Kesehatan

Pengaruh Lama Pengadukan Pada Penambahan Serbuk Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Penurunan Bilangan Asam Dan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah

Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.508 KB)

Abstract

Mutu minyak goreng ditentukan oleh titik asapnya. Kerusakan minyak yang utama yaitu timbulnya bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan. Hal ini disebabkan oleh otooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lemak.Otooksidasi dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat mempercepat reaksi seperti cahaya, panas, peroksida lemak, atau hidroperoksida, dan logam-logam berat. Kerusakan minyak goreng dapat dilihat dengan memeriksa kadar bilangan asam dan bilangan peroksida pada minyak tersebut. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas.Kulit buah rambutan mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengadukan pada penambahan serbuk kulit buah rambutan terhadap penurunan kadar bilangan asam dan bilangan peroksida pada minyak goreng jelantah. Data hasil uji univariat menunjukkan bahwa setelah dilakukan penambahan serbuk kulit buah rambutan dengan variasi lama pengadukan dapat menurunkan bilangan asam dan bilangan peroksida.Data hasil uji bivariat yang dianalisis menggunakan uji Oneway Anova dengan menunjukkan nilai signifikan untuk bilangan asam dan bilangan peroksida yaitu 0,000. Hasil tersebut menunjukan bahwa hasil uji kurang dari nilai α yaitu 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh lama pengadukan pada penambahan serbuk kulit buah rambutan terhadap penurunan bilangan asam dan bilangan peroksida pada minyak jelantah.

Analisis Kandungan Bahan Tambahan Dilarang Pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Sekolah Dasar Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung

Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan tambahan yang tidak diizinkan menurut Permenkes RI  No. 1168/MenKes/Per/X/1999 adalah asam borat atau boraks, asam salisilat, diethylpyrocarbonate, dulcin, potasium chlorate, chlorampenicol, nitrofurazon, formaldehid. Meskipun bahan tambahan kimia terlarang telah  dilarang untuk digunakan, tetapi kenyataannya sampai saat ini masih beredar dan dijual bebas, diantaranya adalah senyawa borat/boraks, formaldehide, Rhodamin B dan Methanil Yellow. Tujuan Penelitian untuk mengetahui  persentase Pangan Jajanan Sekolah (PJAS)  di SD Rajabasa Kota Bandar Lampung yang memenuhi persyaratan  Permenkes RI No.1168/MenKes/Per/X/1999. Penelitian  bersifat deskriptif yaitu mendeskripsikan Bahan Tambahan dilarang yang digunakan pada Pangan Jajanan Anak Sekoloh (PJAS) di Sekolah Dasar Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, dengan variabel penelitian PJAS, Pemeriksaan Borak, Formalin dan Rhodamin B. Hasil penelitian didapatkan 3 sampel  (8,3%) PJAS mengandung borak, dan yang memenuhi  persyaratan  Permenkes RI No.1168/MenKes/Per/X/1999, sebanyak 33 sampel (91,67%), sedangkan untuk Formalin dan Rhodamin B tidak ditemukan. Saran dilakukan  sosialisasi  tentang PJAS sehat kepada pengelola kantin sekolah melalui pihak sekolah yang ada di Kecamatan Rajabasa Kota Bandar lampung. Kepada pihak sekolah agar memberikan penjelasan kepada murid-murid tentang PJAS sehat. Kepada orang tua agar  anak-anak sekolah dibiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.

Hubungan Konsumsi Junk Food Dengan Kolesterol Total Dan Obesitas Pada Anak Usia 10-12 Tahun di SDN Kecamatan Tanjungkarang Timur Kota Bandar Lampung

Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan pada masyarakat sekarang tidak hanya gizi buruk tetapi juga gizi berlebih. Dampak negatif dari gizi berlebih tersebut adalah bertambahnya berat badan seseorang atau bahkan akan menuju ke arah obesitas. Obesitas sangat berbahaya bila tidak dicegah sedini mungkin, yaitu mulai dari masa kanak-kanak. Pola makan yang berlebihan akan menyebabkan obesitas pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan  obesitas pada anak yang mengkonsumsi Junk Food  dengan kadar kolesterol di SD Negeri di  Kecamatan Tanjungkarang Timur Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan desain croos sectional.  Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia 10-12 tahun yang mengkonsumsi junk food dan mengalami obesitas, yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian  didapatkan  kadar kolesterol total  minimal  adalah 120 g/dl, maksimum l98 g/dl, dan nilai rata-rata 160,63 g/dl.  Indek Masa Tubuh minimal 27,03, maksimal 35,88 dan rata-rata adalah 29,73. Keseluruhan anak dinyatakan mengalami obesitas dan mengkonsumsi junk food. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas I dengan kadar kolesterol total normal sebanyak 13 orang (72,2%), sedangkan yang diatas normal sebanyak 5orang (27,6%). Pada obesitas  II, jumlah sampel dengan kadar kolesterol total normal sebanyak 7 orang (58,3%) dan yang diatas normal sebanyak 5 orang (44,7%). Hasil uji statistik diperoleh nilai P value =  0,344, maka disimpulkan tidak ada hubungan antara obesitas dengan peningkatan nilai kolesterol total pada anak di SDN Tanjungkarang Timur Kota Bandar Lampung.