Sri Nuraini, Sri
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Lama Pengadukan Pada Penambahan Serbuk Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Penurunan Bilangan Asam Dan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah Nuraini, Sri; Purwadi, Purwadi; Putri, Reni Anggita
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.704 KB)

Abstract

Mutu minyak goreng ditentukan oleh titik asapnya. Kerusakan minyak yang utama yaitu timbulnya bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan. Hal ini disebabkan oleh otooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lemak.Otooksidasi dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat mempercepat reaksi seperti cahaya, panas, peroksida lemak, atau hidroperoksida, dan logam-logam berat. Kerusakan minyak goreng dapat dilihat dengan memeriksa kadar bilangan asam dan bilangan peroksida pada minyak tersebut. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas.Kulit buah rambutan mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengadukan pada penambahan serbuk kulit buah rambutan terhadap penurunan kadar bilangan asam dan bilangan peroksida pada minyak goreng jelantah. Data hasil uji univariat menunjukkan bahwa setelah dilakukan penambahan serbuk kulit buah rambutan dengan variasi lama pengadukan dapat menurunkan bilangan asam dan bilangan peroksida.Data hasil uji bivariat yang dianalisis menggunakan uji Oneway Anova dengan menunjukkan nilai signifikan untuk bilangan asam dan bilangan peroksida yaitu 0,000. Hasil tersebut menunjukan bahwa hasil uji kurang dari nilai α yaitu 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh lama pengadukan pada penambahan serbuk kulit buah rambutan terhadap penurunan bilangan asam dan bilangan peroksida pada minyak jelantah.
GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN BOYOLALI, PROVINSI JAWA TENGAH Nuraini, Sri; Saraswati, Lintang Dian; Adi, Mateus Sakundarno; Susanto, Henry Setyawan
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Leptospirosis is a public health problem all over the world, especially in tropical and subtropical countries. International Leptospirosis Society (ILS) states that Indonesia is the third-highest country in the world in terms of Case Fatality Rate (CFR). The purpose of the study is to figure out the epidemiological overview of leptospirosis case in Boyolali Regency based on variables of person, place, and time. The type of the study is descriptive using quantitative methods. The sample of the study is all leptospirosis cases in the districts in Boyolali consisted of 47 cases. The result of the study shows that leptospirosis case occurs more in adults of age group 26-45 years (38,3%), are male (70%), and work as farmers (44,7%). Leptospirosis case is most prevalent in 2014 and the highest incident cumulative (0,6) happens in March 2014 and 2015. The most prevalent case of leptospirosis in Boyolali occurs in Nogosari district with 16 cases (34%). Counseling on the prevention of leptospirosis transmission needs to be conducted so that people can avoid the danger of leptospirosis.
Analisis Kandungan Bahan Tambahan Dilarang Pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Sekolah Dasar Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung NURAINI, SRI
Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan tambahan yang tidak diizinkan menurut Permenkes RI  No. 1168/MenKes/Per/X/1999 adalah asam borat atau boraks, asam salisilat, diethylpyrocarbonate, dulcin, potasium chlorate, chlorampenicol, nitrofurazon, formaldehid. Meskipun bahan tambahan kimia terlarang telah  dilarang untuk digunakan, tetapi kenyataannya sampai saat ini masih beredar dan dijual bebas, diantaranya adalah senyawa borat/boraks, formaldehide, Rhodamin B dan Methanil Yellow. Tujuan Penelitian untuk mengetahui  persentase Pangan Jajanan Sekolah (PJAS)  di SD Rajabasa Kota Bandar Lampung yang memenuhi persyaratan  Permenkes RI No.1168/MenKes/Per/X/1999. Penelitian  bersifat deskriptif yaitu mendeskripsikan Bahan Tambahan dilarang yang digunakan pada Pangan Jajanan Anak Sekoloh (PJAS) di Sekolah Dasar Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, dengan variabel penelitian PJAS, Pemeriksaan Borak, Formalin dan Rhodamin B. Hasil penelitian didapatkan 3 sampel  (8,3%) PJAS mengandung borak, dan yang memenuhi  persyaratan  Permenkes RI No.1168/MenKes/Per/X/1999, sebanyak 33 sampel (91,67%), sedangkan untuk Formalin dan Rhodamin B tidak ditemukan. Saran dilakukan  sosialisasi  tentang PJAS sehat kepada pengelola kantin sekolah melalui pihak sekolah yang ada di Kecamatan Rajabasa Kota Bandar lampung. Kepada pihak sekolah agar memberikan penjelasan kepada murid-murid tentang PJAS sehat. Kepada orang tua agar  anak-anak sekolah dibiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.
Hubungan Konsumsi Junk Food Dengan Kolesterol Total Dan Obesitas Pada Anak Usia 10-12 Tahun di SDN Kecamatan Tanjungkarang Timur Kota Bandar Lampung Suroso, Suroso; Nuraini, Sri
Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan pada masyarakat sekarang tidak hanya gizi buruk tetapi juga gizi berlebih. Dampak negatif dari gizi berlebih tersebut adalah bertambahnya berat badan seseorang atau bahkan akan menuju ke arah obesitas. Obesitas sangat berbahaya bila tidak dicegah sedini mungkin, yaitu mulai dari masa kanak-kanak. Pola makan yang berlebihan akan menyebabkan obesitas pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan  obesitas pada anak yang mengkonsumsi Junk Food  dengan kadar kolesterol di SD Negeri di  Kecamatan Tanjungkarang Timur Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan desain croos sectional.  Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia 10-12 tahun yang mengkonsumsi junk food dan mengalami obesitas, yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian  didapatkan  kadar kolesterol total  minimal  adalah 120 g/dl, maksimum l98 g/dl, dan nilai rata-rata 160,63 g/dl.  Indek Masa Tubuh minimal 27,03, maksimal 35,88 dan rata-rata adalah 29,73. Keseluruhan anak dinyatakan mengalami obesitas dan mengkonsumsi junk food. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas I dengan kadar kolesterol total normal sebanyak 13 orang (72,2%), sedangkan yang diatas normal sebanyak 5orang (27,6%). Pada obesitas  II, jumlah sampel dengan kadar kolesterol total normal sebanyak 7 orang (58,3%) dan yang diatas normal sebanyak 5 orang (44,7%). Hasil uji statistik diperoleh nilai P value =  0,344, maka disimpulkan tidak ada hubungan antara obesitas dengan peningkatan nilai kolesterol total pada anak di SDN Tanjungkarang Timur Kota Bandar Lampung.
EVALUASI PELAKSANAAN SURVEILANS KASUS LEPTOSPIROSIS DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI Saraswati, Lintang Dian; Nuraini, Sri; Adi, M Sakundarno; Setyawan, Hendri
Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 2 (2017): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.21 KB)

Abstract

Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang telah terjadi peningkatan kasus Leptospirosis selama 4 tahun terakhir. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan melakukan surveilans epidemiologi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pelaksanaan dan hasil surveilans kasus leptospirosis di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian observasional. Sampel penelitian berjumlah 12 tenaga surveilans puskesmas dan 2 orang tenaga surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali yang dipilih dengan metode purposive sampling dan dilakukan wawancara, telaah data sekunder, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus leptospirosis di Kabupaten Boyolali tahun 2012-2015 paling banyak terjadi pada kelompok umur 26-45 tahun (38,3%), berjenis kelamin laki-laki (70%), dan pekerjaan sebagai petani (44,7%). Kasus paling banyak terjadi pada bulan Maret tahun 2014 dan 2015 dengan angka insiden kumulatif sebesar 0,6. Sebagian besar kasus leptospirosis terjadi di Kecamatan Nogosari (34%). Pelaksanaan surveilans epidemiologi leptospirosis di Kabupaten Boyolali belum berjalan dengan baik, pengumpulan data sudah dilakukan oleh semua responden, kompilasi data hanya dilakukan di 3 dari 12 puskesmas dan di dinas kesehatan, analisis data hanya dilakukan di dinas kesehatan berupa analisis sederhana kecenderungan leptospirosis, dan sudah dilakukan diseminasi informasi dalam bentuk pelaporan dan umpan balik. Boyolali is one of the regency in Indonesia that has been an increase of Leptospirosis cases for the last 4 years. One effort to overcome this problem is conduct epidemiological surveillance. The purpose of this study was to evaluate the implementation and results of leptospirosis case surveillance in Boyolali. This research was descriptive study with observational research design. Samples of this research were 12 puskesmas surveillance officers and 2 health office surveillance officers that were selected by purposive sampling method and did interview, secondary data review, and observation. The results showed that cases of leptospirosis in Boyolali in 2012-2015 were mostly in the age group of 26-45 years (38.3%), male sex (70%), and occupation as farmers (44.7%). Most cases occurred in March 2014 and 2015 with cumulative incidence rate of 0.6. Most cases of leptospirosis occured in Nogosari District (34%). Implementation of leptospirosis epidemiological surveillance in Boyolali has not been well implemented, data were collected by all respondents, data were only compiled in 3 of 12 puskesmas and in health office, data were only analyzed in health office, like simple analysis of leptospiroses trend, and there was dissemination of information in the form of reporting and feedback.
PELATIHAN MASSAGE BAGI EKS TENAGA KERJA INDONESIA DI-SUBANG JAWA BARAT Nuraini, Sri
Bahasa Indonesia Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1793.629 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dihadiri masyarakat berstatus Eks TKI yang berjumlah 11 orang khusus perempuan. Rumusan masalah utama pada kegiatan ini adalah: Bagaimana upaya untuk melatih keterampilan massage sehingga dapat meningkatkan penghasilan? Tujuan dari kegiatan ini adalah: (a) Tujuan umum untuk sosialisasi massage bagi eks Tenaga Kerja Indonesia Di-Subang Jawa Barat dalam peningkatan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. (b) Tujuan Khusus. (1) Memperkenalkan pentingnya sosialisasi massage bagi eks Tenaga Kerja Indonesia Di-Subang Jawa Barat dalam peningkatan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. (2) Meningkatkan kualitas bagi Eks Tenaga Kerja Indonesia Di-Subang Jawa Barat dalam pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. (3) Dapat mengaplikasikan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan massage kepada masyarakat di-Subang Jawa Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik, karena: (1) Bantuan fasilitas berupa ruangan dan media pendukung untuk penyampaian materi yang telah disiapkan oleh pihak desa. (2) batuan fasilitas berupa ruangan tertutup yang telah disiapkan oleh pihak desa untuk latihan praktek massage bagi ibu-ibu Eks TKI. (3) Bantuan perlengkapan dari ketua pelaksana pelatihan untuk pelaksanaan praktek massage yang diberikan secara gratis pada masing-masing peserta pelatihan berupa: handuk putih besar 1, handuk putih kecil 1, handbody 1 botol, dan minyak massage 1 botol. (4) Para peserta mengikuti setiap tahap kegiatan yang diselenggarakan dari awal sampai akhir dengan sungguh-sungguh. (5) Peserta aktif bertanya pada setiap tahap praktek yang tidak dimengerti. (6) Peserta berkeinginan untuk mengenmbangkan keterampilan yang diperoleh pada skala komersil yang bertujuan untuk meningkatkan penghasilan.
ACTIVITIES SWIMMING AND MOTOR ABILITY CHILDREN AGES EARLY Rihatno, Taufik; Nuraini, Sri; Yufiarti, Yufiarti; Sitorus, Ahmad Syukri
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 3, No 1 (2018): 3rd-SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.115 KB)

Abstract

This research aim to test differences motor abilities rude child early age who follow swimming activities at school. Method research survey in 148 students. Collection uses observation of children's motor skills in PAUD. Results research concludes that there are differences in the ability of rough motives of children with the ability child motorics. Implications that facilities in PAUD institutions need to be equipped with swimming pool. Parental participation plays a role important in motor development.