Articles

Found 3 Documents
Search

Kesesuaian Nilai C-Reactive Protein dan Procalcitonin dalam Diagnosis Pneumonia Berat pada Anak Irawati, Irawati; Melinda, Heda; Idjradinata, Ponpon S.
Sari Pediatri Vol 12, No 2 (2010)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.812 KB) | DOI: 10.14238/sp12.2.2010.78-81

Abstract

Latar belakang. Penyebab pneumonia sulit dibedakan berdasarkan klinis, radiologis, dan pemeriksaan darah rutin, sedangkan pemeriksaan biakan darah memerlukan waktu lama dengan hasil positif 10%-30% kasus. Baku emas biopsi jaringan paru bersifat invasif dan tidak diindikasikan. Procalcitonin merupakan penanda untuk memperkirakan infeksi bakteri dengan sensitivitas dan spesifisitas paling baik.Tujuan Penelitian. Mengetahui kesesuaian C-reactive protein (CRP) dan procalcitonin dalam diagnosis pneumonia berat pada anak, sehingga pemeriksaan CRP dapat digunakan sebagai pengganti procalcitonin.Metode. Penelitian observasional analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan di Unit Gawat Darurat dan Rawat Inap Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dan Rumah Sakit Umum Cibabat Cimahi pada bulan Mei-Juni 2010. Pemeriksaan CRP dan procalcitonin dilakukan saat didiagnosis pneumonia berat pada 29 anak berusia 2-60 bulan. Analisis statistik menggunakan kurva analisis receiver operating characteristic (ROC) untuk mengetahui nilai CRP yang dapat digunakan untuk memprediksi infeksi bakteri dan analisis keserasian Kappa untuk menguji kesesuaian antara nilai CRP dan procalcitonin.Hasil. Didapatkan cut off point CRP yang dapat digunakan sebagai prediksi infeksi bakteri adalah >8 mg/L dengan sensitivitas 68,2%, spesifisitas 100% dan akurasi 75,9% dan adanya kesesuaian yang baik antara nilai CRP dan procalcitonin, yaitu K=0,508.Kesimpulan. Terdapat kesesuaian nilai CRP dan procalcitonin dalam diagnosis pneumonia berat pada anak, sehingga CRP dapat digunakan untuk menggantikan procalcitonin. (
Penerapan Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) terhadap Pengetahuan Ibu serta Dampak pada Keterampilan Anak tentang Cara Menyikat Gigi Safitri, Safitri; Melinda, Heda; Noegroho, Bambang S.; Husein, Farid; Marhaeni, Dewi; Djais, Julistio T.B.
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v6i1.2757

Abstract

Penyakit gigi dan mulut memiliki tingkat prevalensi tertinggi pada anak usia sekolah di Indonesia. Keterampilan cara menyikat gigi yang baik dan benar merupakan faktor yang cukup penting untuk pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Ibu berperan penting dalam mengajarkan cara menyikat gigi pada anak. Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) diharapkan dapat membantu ibu dalam menerapkan cara menyikat gigi yang benar kepada anak-anaknya. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh penerapan aplikasi SEHATI terhadap pengetahuan ibu dan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dan keterampilan anak tentang cara menyikat gigi. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experiment yang berbentuk one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah seluruh ibu dan anak SD Uchuwwatul Islam di Kota Bandung berjumlah 33 ibu dan 33 anak yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk kriteria eksklusi. Pengetahuan ibu sebelum dan setelah penerapan aplikasi SEHATI diukur menggunakan kuesioner dan keterampilan anak diukur menggunakan ceklis. Penelitian dilakukan selama 2 minggu terhitung tanggal 22 Februari–7 Maret 2017. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Spearman ro. Hasil penelitian terdapat pengaruh penerapan aplikasi SEHATI berbasis android pada ibu terhadap pengetahuan (p<0,001) dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dan keterampilan anak tentang cara menyikat gigi (p<0,001). Simpulan, terdapat peningkatan pengetahuan ibu dan keterampilan anak tentang cara menyikat gigi sebelum dengan sesudah penggunaan aplikasi SEHATI. SAYANG KE BUAH HATI (SEHATI) APPLICATION USAGE ON MOTHER’S KNOWLEDGE AND IMPACT TO THE CHILDREN’S SKILL ABOUT BRUSHING TEETHDental and oral diseases have a high prevalence in children at school age in Indonesia. The skill of appropriately and correctly brushing teeth becomes a somewhat important factor for maintaining dental and oral health. Mothers have an important role in teaching children how to brush teeth. Sayang ke Buah Hati (SEHATI) application is expected to help mothers apply the correct way of brushing teeth to their children. The research aimed at analyzing the effect of the use of SEHATI application on mother’s knowledge and the correlation between mother’s knowledge and children’s skill about how to brush teeth. The quasi-experimental design used was one-group pretest-posttest design. Subjects were all mothers and children at Uchuwwatul Islam Elementary School in Bandung, consist of 33 mothers and 33 children. Mothers’ knowledge before and after the use of SEHATI application was measured using questionnaire, while children’s skill was measured using a checklist. The study was conducted for 2 weeks from 22 February–7 March 2017. The data were analyzed using Wilcoxon test and Spearman rho test. Results of this research show that there was an effect of SEHATI application android-based on mother’s knowledge (p<0.001) and there was a correlation between mother’s knowledge and children’s skill about how to brush teeth (p<0.001). In conclusion, there are differences of mothers’ knowledge and the children’s skill about how to brush teeth before and after SEHATI application usage.
Correlation of Short Stature Among Children Aged 1-2 Years and Severity of Maternal Depression at Slum Area Diba, Susana Farah; Rusmil, Kusnandi; Melinda, Heda
JOURNAL OF THE INDONESIAN MEDICAL ASSOCIATION Majalah Kedokteran Indonesia Vol 63, No 9 (2013): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Short stature is a chronic growth disorder in children with body length or height below -2 standard deviation based on World Health Organization 2006 growth chart. Short stature is inseparable from the role of mothers in nurturing and caring for children. Therefore, if mother experiences symptoms of depression, bonding and attention on assuring the child?s nutrition would be affected. Slums area might worsen the maternal depression degree and may trigger short stature.