Dwi Wastoro Dadiyanto, Dwi Wastoro
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Rasio Jumlah Neutrofil-Limfosit pada Awal Masuk Rawat sebagai Faktor Risiko Luaran Pneumonia Anak Katleya, Farah; Anam, MS; Dadiyanto, Dwi Wastoro
Sari Pediatri Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp17.1.2015.47-51

Abstract

Latar belakang. Data global menunjukkan pneumonia pada anak usia di bawah 5 tahun (balita) menyebabkan kematian 15,5%.Neutrophil to lymphocyte count ratio (NLCR) atau rasio jumlah neutrofil-limfosit merupakan parameter inflamasi sistemik dan stresuntuk pasien kritis. Dari beberapa penelitian didapatkan hubungan antara derajat keadaan klinis dengan peningkatan NLCRTujuan. Membuktikan nilai NLCR awal masuk sebagai faktor risiko luaran pasien pneumonia anak yang dirawat di bangsal anakRSUP dr KariadiMetode. Penelitian kohort prospektif pada anak pneumonia usia 1 bulan – 5 tahun yang dilaksanakan di ruang perawatan anak(bangsal anak, HCU, PICU) RS dr Kariadi, Semarang. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan pemeriksaan darah rutin,kemudian dilakukan pemantauan klinis pada hari perawatan ke 10. Pada spesimen darah diperiksa darah rutin dan dilakukanperhitungan NLCR. Analisis statistik menggunakan uji chi square dan Mann-Whitney UHasil. Didapatkan 40 subjek dengan pneumonia. Rerata NLCR lebih tinggi pada luaran yang buruk dari pada luaran yang baik(3,42± 4,063) vs (1,73 ± 1,568) tetapi tidak berbeda bermakna (p= 0,118). Titik potong NLCR ???? 1,335 meningkatkan risiko luaranperburukan pada pneumonia anak sebesar 1,727 kaliKesimpulan. Tidak terdapat perbedaan nilai NLCR awal antara luaran perbaikan dan perburukan. Titik potong dari NLCR awaltidak dapat digunakan sebagai indikator prognosis luaran pneumonia anak
Risk factors for positive tuberculin tests in children Sidhi, Purnomo; Dadiyanto, Dwi Wastoro; Suhartono, Suhartono
Paediatrica Indonesiana Vol 51 No 6 (2011): November 2011
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi51.6.2011.311-5

Abstract

Background Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease and a public health problem. The World Health Organization (WHO) declared TB to be a global emergency because of currently increasing rates of disease and drug resistance. Two million people die annually because of TB. Children are one of the highest groups at risk for TB infection. An effort to define risk factors is needed for effective intervention.Objective To identify risk factors for positive tuberculin tests in children.Methods This case control study was done in elementary school children aged 8–12 years in areas served by three community health centers in Semarang. Twenty-nine subjects were Mantoux positive and 29 others served as controls. Consecutive sampling was used for all negative Mantoux test results. Pulmonary TB was diagnosed using the TB scoring system, including the Mantoux test. Statistical bivariate and multivariate analyses were performed.Results History of household TB contact as a risk factor for positive tuberculin test in children resulted in an OROR of 3.76 (95% CI 1.059 to 13.342), P=0.040. History of illness at the time of testing resulted in an OR of 10.23 (95% CI 1.138 to 91.930), P=0.038. The probability of positive tuberculin testing was 90.7% if both these variables were positive.Conclusion History of household TB contact and the history of illness at the time of testing were risk factors for positive tuberculin tests in children.
Faktor Risiko Tuberkulosis Paru Terkonfirmasi Bakteriologis Anam, Mohamad Syarofil; Syaputri, Hanifa; Dadiyanto, Dwi Wastoro; Sidhartani, Magdalena
Sari Pediatri Vol 19, No 6 (2018)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp19.6.2018.311-5

Abstract

Latar belakang. Insiden tuberkulosis (TB) paru terkonfirmasi bakteriologis pada anak mulai meningkat di Indonesia.Tujuan. Menganalisis faktor risiko TB paru terkonfirmasi bakteriologis pada anak. Metode. Penelitian kasus-kontrol menggunakan data catatan medik pasien TB anak di RSUP dr. Kariadi Semarang periode tahun 2014-2015. Kelompok kasus adalah pasien TB anak yang ditemukan kuman dari pemeriksaan sputum dengan BTA dan atau tes cepat molekuler (TCM). Kelompok kontrol adalah pasien TB yang terdiagnosis secara klinis. Analisis menggunakan Chi-square dan multivariat.Hasil. Sebanyak 74 pasien TB anak dilakukan analisis, 37 subyek di masing-masing kelompok. Gambaran Rontgen paru berat dan riwayat kontak TB merupakan faktor risiko (OR 3,08; CI: 1,11-8,50, p=0,027) (OR 2,85; CI:1,08-7,55, p=0,032). Jenis kelamin, usia, status gizi, gejala demam, batuk dan tes tuberkulin, bukan merupakan faktor risiko TB terkonfirmasi bakteriologis. Kesimpulan. Riwayat kontak dan gambaran Rontgen toraks yang berat merupakan faktor risiko TB paru terkonfirmasi bakteriologis pada anak.