This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Irma Rochima Puspita, Irma Rochima
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Hemofilia A dengan Komplikasi Epilepsi Pasca Perdarahan Intrakranial

Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang bayi laki-laki berumur 9 bulan dengan hemofilia A dirawat di RS Dr.Ciptomangunkusumo Jakarta epilepsi pasca perdarahan intrakranial akibat trauma dikepala. Adanya perdarahan intrakranial dipastikan oleh pemeriksaan CT Scan kepala.Diagnosis hemofilia A ditegakkan pada waktu penderita mengalami perdarahanintrakranial, sedangkan diagnosis epilepsi ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan EEG.Pengobatan yang diberikan kepada penderita pada saat terjadinya perdarahan intrakranialialah konsentrat faktor VIII karena penderita alergi terhadap kriopresipitat. Tindakanbedah tidak dilakukan karena orang tua pasien menolak. Asam valproat diberikan untukpengobatan epilepsi.

Insidens dan Faktor Risiko Hipotermia Akibat Memandikan pada Bayi Baru Lahir Cukup Bulan

Sari Pediatri Vol 8, No 4 (2007)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Mandi merupakan salah satu paparan dingin pada bayi baru lahiryang dapat menyebabkan hipotermia. Data mengenai insidens dan faktor risikohipotermia akibat memandikan bayi baru lahir di Puskesmas atau di rumah bersalinsampai saat ini belum ada. Hasil pengamatan awal yang dilakukan di sebuah Puskesmasdan sebuah rumah bersalin swasta didapatkan sebesar 50% bayi baru lahir mengalamihipotermia sesudah mandi.Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidens dan faktorrisiko hipotermia akibat memandikan pada bayi baru lahir cukup bulan setelahmendapatkan penyuluhan tentang hipotermia.Metoda. Penelitian ini adalah studi kohort prospektif pada bayi baru lahir cukup bulandan sehat yang dimandikan saat usia lebih dari 6 jam. Bayi dimandikan dengan caraseluruh tubuh bayi dibasahi dengan air hangat dan dibersihkan dengan sabun bayi,kemudian seluruh tubuh bayi dimasukkan ke dalam bak mandi. Suhu aksila tubuh diukurdengan termometer digital. Suhu ruangan diukur dengan termometer digital, suhu airmandi diukur dengan termometer air raksa dan lama mandi diukur dengan stopwatch.Sebelum penelitian berlangsung, kepada petugas kesehatan setempat telah diberikanpenyuluhan mengenai hipotermia dan persiapan mandi yang baik.Hasil. Subyek penelitian adalah 100 bayi terdiri dari 53 bayi lahir di Puskesmas dan 47 bayilahir di RB swasta. Insidens hipotermia di Puskesmas lebih tinggi yaitu sebesar 49%dibandingkan dengan insidens di RB swasta sebesar 25,5% (RR 1,79; IK 95% 1,07; 3,00, p= 0,016). Insidens hipotermia pada bayi yang dimandikan pagi hari lebih sering (44%)dibandingkan dengan yang dimandikan sore hari (28%), namun secara statistik tidakbermakna (RR = 1,57; IK 95% = 0,88;2,79, p = 0,107). Faktor risiko hipotermia adalahsuhu aksila segera sebelum mandi (r = 0,73, p = 0,000) dan suhu air mandi (r = 0,73, p =0,008). Suhu aksila segera sebelum mandi dan suhu air mandi yang aman untuk memandikanbayi baru lahir berusia lebih dari 6 jam adalah berturut-turut 37,25°C dan 35°C.Kesimpulan. Terjadi penurunan insidens hipotermia setelah mendapatkan penyuluhan tentangpersiapan mandi yang baik, dari 50% pada awal pengamatan menjadi sebesar 49% di Puskesmasdan 25,5% di rumah bersalin swasta. Faktor risiko yang berkorelasi dengan hipotermia akibatmemandikan bayi cukup bulan lebih dari 6 jam sesudah lahir adalah suhu aksila segera sebelummandi dan suhu air mandi. Suhu aksila segera sebelum mandi dan suhu air mandi yang amanuntuk mencegah hipotermia adalah berturut-turut masing-masing 37,25°C dan 35°C.