Lisyani Suromo, Lisyani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

IgM-RF pada Anak Terinfeksi Virus Dengue Tidak Berkorelasi dengan Jumlah Trombosit dan Hematokrit

Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak teori diajukan untuk menjelaskan patogenesis trombositopenia dan hemokonsentrasi pada Infeksi Virus Dengue (IVD), termasuk teori autoimun. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Rheumatoid Factor (RF) yang biasa ditemukan pada pasien autoimun juga ditemukan dan berhubungan dengan perubahan jumlah trombosit dan nilai hematokrit pada pasien IVD. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan hubungan RF dengan jumlah trombosit dan nilai hematokrit pada anak terinfeksi virus dengue. Desain penelitian menggunakan analisis korelatif dengan pendekatan belah lintang dilakukan terhadap 40 pasien yang mengalami demam minimal 4 hari dan memenuhi kriteria diagnostik IVD menurut WHO 2009, usia di bawah 14 tahun, dan diagnosis dikonfirmasi dengan antibodi antidengue. Pasien dengan riwayat penyakit autoimun dan riwayat immunocompromised dikeluarkan dari penelitian. Sampel diambil secara konsekutif. Darah rutin diperiksa penggunakan hematology analyzer sedangkan RF diperiksa dengan metode aglutinasi lateks. Data diolah dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan RF (+) sebanyak 62,5%. Hasil uji korelasi RF dan jumlah trombosit menunjukkan nilai r=0,151 dengan p=0,354 sedangkan hasil uji korelasi RF dan nilai hematokrit nilai r=0,3 dengan p=0,06. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara kadar RF serum dengan jumlah trombosit pada pasien IVD dan antara kadar RF serum dengan nilai hematokrit pada pasien IVD, walaupun ada kecenderungan peningkatan kadar RF serum diiringi dengan kenaikan nilai hematokrit.

Perbedaan Kadar Feritin Serum pada Anak dengan Bukan Tuberkulosis Paru

Sari Pediatri Vol 11, No 5 (2010)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkanmorbiditas dan mortalitas pada anak meningkat. Anemia merupakan komplikasi yang biasa terjadi padaTB paru. Mekanisme anemia yang tepat pada TB paru belum diketahui secara jelas. Kadar feritin adalahparameter yang pertama menunjukkan penurunan simpanan besi.Tujuan. Membuktikan kadar feritin serum anak TB paru lebih rendah dibandingkan dengan yang bukanTB paru.Metode. Studi belah lintang pada 44 anak yang datang di Bangsal Poliklinik Paru Anak, Poliklinik Umum,dan Bangsal Anak RS. Dr. Kariadi Semarang, usia 1-14 tahun dengan diagnosis TB dan bukan TB Paruberdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Dilakukan pemeriksaan kadar feritinserum dengan metode ELISA. Wawancara dengan orang tua anak menggunakan alat bantu kuesioner.Analisis statistik kadar feritin menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil. Rerata kadar feritin serum pada kelompok TB paru lebih rendah (49,16±69,85) dibandingkan dengankelompok bukan TB Paru (93,40±187,83), p=0,021. Status anemia pada kelompok paru lebih rendah(20,5%) daripada kelompok bukan TB Paru (27,3%), p=0,36. Status gizi baik pada kelompok TB parulebih rendah (20,6%) dibanding kelompok bukan TB paru (35,3%), p=0,215.Kesimpulan. Kadar feritin serum anak TB paru lebih rendah dibandingkan dengan anak bukan TB paru.

Zinc supplementation improves heme biosynthesis in rats exposed to lead

Universa Medicina Vol 34, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BACKGROUNDLead acetate (Pb) inhibits heme biosynthesis through inhibition of δ-aminolevulinic acid dehydrogenase (δ-ALAD), copro porphyrinogenoxidase, and ferro chelatase. Zinc supplementation increases lead-bindingmetallothionein proteins. The purpose of this study was to find evidence that zinc supplementation prior to lead exposure improves heme biosynthesis in ratsMETHODSThis was a randomized post-test only control-group design study involving 28 rats assigned to 4 groups (1 control and 3 treatment groups). The treatment groups were supplemented with zinc at doses of 0.2, 0.4, and0.8 mg daily by gavage for 3 weeks. From week 4 to 13, all groups wereexposed to lead 0.5 g/kg BW/day by gavage. At the end of week 13, δ-ALAD, erythrocyte protoporphyrin (EPP), and heme concentrations were determined by means of ELISA. One-way ANOVA, followed byBonferroni’s test was used to analyse the data.RESULTSMean δ-ALAD concentrations decreased from the control group down totreatment group 3 (0.24 ± 0.20; 0.15 ± 0.15; 0.12 ± 0.11; 0.05 ± 0.06 ng/mean per unit). Mean EPP concentrations decreased from the control group down to treatment group 3 (1.96 ± 0.50; 1.24 ± 0.24; 1.03 ± 0.05; 0.62 ± 0.16 ng/mL). Mean heme concentrations increased from the controlgroup up to treatment group 3 (8.07 ± 2.64; 10.11 ± 2.27; 10.04 ± 1.65;11.41 ± 2.58 μM). ANOVA followed by Bonferroni showed that EPP concentrations differed significantly between the control group and treatment group 3 (p=0.00).CONCLUSIONZinc supplementation prior to lead exposure improves heme biosynthesis in rats exposed to lead.

Urine Specific Proteins and Alpha-1 Antitrypsin Concentrations to Assess the Severity of Lupus Nephritis

Research Journal of Life Science Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.638 KB)

Abstract

Background. Current biomarkers for evaluating disease activity or severity in lupus nephritis (LN) are considered to be unsatisfactory. Pathological changes in glomerular basement membrane and selectivity of electrical discharge are causing specific patterns of urine proteins excretion. Together with alpha-1 antitrypsin (AAT), they are expected to become new biomarkers to assess LN activity.Method. Seventy-one urine samples were collected from healthy controls and LN patients. Patterns of urine specific proteins were determined using column chromatography and SDS-PAGE tests, LN activity was calculated using SLEDAI-renal domain score, and AAT concentrations was measured by ELISA.Result. The majority of proteins in the control group have molecular weights of >66 kDa (88%) and 21- to 25-kDa proteins were observed only in the case group. The p values for differences in urine AAT concentration between active LN and healthy controls, inactive LN and healthy controls, and active LN and inactive LN were 0.004, 0.046, and 0.054, respectively, whereas those for urine AAT/creatinine ratio were 0.489, 0.019, and 0.915, respectively.Conclusion: There were differences in the patterns of the molecular weight of proteins and urine AAT concentrations between case group and control group. However, no such differences were identified between active and inactive LN.