Articles

Found 17 Documents
Search

Uji Diagnostik Pemeriksaan Antigen Nonstruktural 1 untuk Deteksi Dini Infeksi Virus Dengue pada Anak Megariani, Megariani; Mariko, Rinang; Alkamar, Amrin; Putra, Andani Eka
Sari Pediatri Vol 16, No 2 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp16.2.2014.121-7

Abstract

Latar belakang. Di negara tropis dan subtropis, dengue adalah masalah kesehatan utama. Diagnosis dini sangat penting untuk manajemen infeksi dengue. Nonstruktural 1 merupakan pendekatan baru terhadap diagnosis dengue. Pemeriksaan rapid NS1 dilakukan untuk deteksi dini infeksi virus dengue pada anak.Tujuan. Menentukan nilai diagnostik NS1 mencakup sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif, nilai duga negatif, dan keakuratan NS1 untuk deteksi dini infeksi virus dengue.Metode. Dilakukan penelitian cross sectional terhadap 50 orang anak demam hari ke-1, ke-2 atau ke-3 dengan tes tourniquet positif pada bulan April sampai Desember 2012. Rapid test NS1 dilakukan untuk dibandingkan dengan RT PCR sebagai gold standard.Hasil. Didapatkan 50 orang anak dengan demam dan tes tourniquet positif. Duapuluh lima anak NS1 positif dan 26 RT PCR positif. Rapid test NS1 memiliki sensitivitas 92,3%, spesifisistas 95,8%, nilai duga positif 96 %, nilai duga negatif 92 %, dan keakuratan 94%.Kesimpulan. Rapid test NS1 mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi untuk deteksi dini infeksi virus dengue pada anak.
Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Infeksi Clostridium Difficile pada Penderita Diare akibat Antibiotik Delfican, Delfican; Jurnalis, Yusri Dianne; Bachtiar, Hafni; Putra, Andani Eka
Sari Pediatri Vol 15, No 6 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp15.6.2014.408-14

Abstract

Latar belakang. Pemakaian antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan Clostridium Difficile Associated Diarrhea (CDAD).Tujuan. Mengetahui proporsi CDAD, faktor yang berhubungan, dan antibiotik yang paling banyak menimbulkan CDAD.Metode. Penelitian potong lintang terhadap anak yang mendapat antibiotik pada bulan Maret-September 2013. Clostridium Difficile Associated Diarrhea adalah ditemukannya gen tcdB C. difficile dari pemeriksaan PCR. Faktor risiko adalah umur, status gizi, jumlah, dosis, cara dan lama mendapat antibiotik. Analisis dilakukan secara bivariat dan multivariat.Hasil. Terdapat 82 orang anak dengan proporsi CDAD 39%. Persentasenya lebih tinggi pada usia 1 bulan-5 tahun, mendapat lebih dari 1 jenis antibiotik, dosis biasa, pemberian oral dan mendapat antibiotik kurang dari 7 hari dengan nilai p >0,05. Persentase CDAD hampir sama pada anak gizi baik dan gizi kurang. Persentase CDAD tertinggi didapatkan pada anak yang mendapat amoksisilin oral.Kesimpulan. Proporsi CDAD cukup tinggi. Usia muda, jumlah antibiotik, pemberian dosis biasa secara oral dan waktu pemberian yang singkat menunjukkan kecenderungan menderita CDAD lebih besar, walaupun secara statistik tidak bermakna.Usia merupakan faktor paling dominan. Persentase CDAD tertinggi pada anak yang mendapat amoksisilin oral.
Kadar Interferon Gamma Kultur Sel Limfosit pada Anak yang Mendapat Vaksinasi BCG Fitria, Liza; Putra, Andani Eka; Yani, Finny Fitry; Basir, Darfioes
Sari Pediatri Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp18.1.2016.21-26

Abstract

Latar belakang. Vaksinasi BCG mempunyai efek proteksi yang bervariasi, menurun dengan bertambahnya umur anak. Perkembangan pengetahuan di bidang biologi molekuler telah mengembangkan pemeriksaan IFN-γ untuk mendeteksi respon vaksinasi.Tujuan. Mengetahui lamanya efek proteksi BCG dan hubungan kadar IFN-γ dengan umur, status gizi, umur mendapatkan vaksinasi BCG dan sarana kesehatan tempat vaksinasi.Metode. Suatu studi cross sectional, stratified random sampling, pada anak yang telah mendapat vaksinasi BCG. Kadar IFN-γ diukur dari sel limfosit yang telah dikultur. Analisis statistik menggunakan uji Anova dan Independent sample t tes.Hasil. Kadar IFN-γ tertinggi pada kelompok umur 4-11 bulan. Terdapat perbedaan bermakna kadar IFN-γ antara kelompok umur 4-11 bulan dengan 1-4 tahun dan 1-4 tahun dengan 5-9 tahun. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara status gizi, umur mendapatkan vaksinasi BCG, sarana kesehatan tempat vaksinasi BCG dengan kadar IFN-γ.Kesimpulan. Kadar IFN-γ yang tinggi menunjukkan vaksinasi BCG efektif pada anak, tetapi efektifitasnya menurun seiring dengan pertambahan umur. Sari
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISTIK BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI VAGINA WANITA USIA SUBUR Putri, Yessi Widya; Putra, Andani Eka; Utama, Bobby Indra
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.674 KB)

Abstract

Bakteri vagina adalah sumber utama dari laktat asam di vagina. Lactobacillus berperan memberikan proteksi pada sel epitelial vagina dengan memberikan bantuan pada hubungan antar sel serta sekresi bakteriosida berupa Hidrogen Perioksida (H2O2).  Lactobacillus sebagai mikroflora dominan vagina mampu menjaga pH vagina 4,5 sehingga dapat mengurangi risiko kolonisasi bakteri patogen. Peningkatan pH vagina menguntungkan bagi kelangsungan hidup Lactobacillus dan karakteristik Lactobacillus sebagai produk probiotik vagina. Penelitian ini bersifat deskriptif bertujuan mengetahui jenis bakteri asam laktat yang diisolasi dari vagina wanita usia subur dengan pemeriksaan makroskopis, mikroskopis, dan karakteristik molekuler. Populasi dari penelitian ini adalah wanita usia subur. Sampel penelitian ini sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Hasil penelitian didapatkan rata-rata umur responden 32 tahun, kelompok umur terbanyak 25-30 tahun (79,4%), rata-rata paritas responden adalah 2 orang, dan 2 diantara responden adalah wanita hamil. Dari 39 sampel setelah dilakukan pewarnaan Gram, didapatkan hampir semua isolat bakteri adalah bakteri Gram positif dengan bentuk kokus dan basil. Berdasarkan hasil identifikasi molekuler dengan analisis sekuensing didapatkan jenis Bakteri Asam Laktat, Lactobacillus crispatus, Lactobacillus oris, Lactobacillus salivarius, dan Enterococcus faecalis.
HUBUNGAN INFEKSI HUMAN PAPILOMA VIRUS TERHADAP TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI DI RSIA SITI HAWA PADANG Dewanti, Fiona; Putra, Andani Eka; Utama, Bobby Indra
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.051 KB)

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan dimulai. KPD merupakan komplikasi yang cukup umum dari kehamilan dan menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas perinatal, serta menimbulkan komplikasi pada ibu. Salah satu faktor resiko penyebab KPD adalah adanya infeksi yang berasal dari ibu, dan penyebab infeksi pada wanita diantaranya adalah HPV. HPV merupakan salah satu penyebab terjadinya infeksi menular seksual. Wanita hamil memiliki resiko tinggi terkena infeksi HPV, karena selama kehamilan terjadi perubahan fisiologis dan imunologi dari sistem imun dan bisa saja dapat merubah replikasi dari virus HPVPenelitian ini merupakan studi analitik dengan desain case control, yaitu untuk mengetahui hubungan infeksiHPV terhadap terjadinya Ketuban Pecah Dini di RSIA Siti Hawa Padang. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling, yaitu setiap pasien yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan kedalam subjek penelitian sampai jumlah sampel tercukupi, yaitu sebanyak 50 sampel.Hasil penelitian didapatkan tidak terdapat infeksi HPV pada kelompok kasus dan kontrol. Analisa statistik dengan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi HPV dengan kejadian KPD (P>0,05).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi HPV dengan kejadian KPD di RSIA Siti Hawa. Diharapkan untuk penelitian berikutnya melakukan penelitian lanjutan tentang infeksi dari bakteri lain, virus, dan jamur penyebab terjadinya KPD.
Identifikasi Bakteri Escherichia coli (E.coli) pada Air Minum di Rumah Makan dan Cafe di Kelurahan Jati serta Jati Baru Kota Padang Zikra, Wahyu; Amir, Arni; Putra, Andani Eka
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.034 KB)

Abstract

Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan, seperti penggunanaan air sebagai air minum. Air minum juga digunakan oleh pedagang makanan. Tingginya kasus diare di Kelurahan Jati dan Jati Baru Kota Padang dapat dipicu penggunaan air minum yang tidak bersih. Tujuan penelitian ini adalah menentukan adanya kontaminasi oleh bakteri Escherichia coli dalam air minum pada rumah makan dan cafe di Kelurahan Jati dan Jati baru kota Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan perlakuan eksperimental terhadap 16 sampel air minum di Kelurahan Jati dan Jati Baru Kota Padang. Pengambilan sampel secara langsung dengan botol steril. Analisis data dengan menggunakan tabel (Most Probable Number) MPN 5-1-1 dan ditemukannya koloni bakteri Escherichia coli pada sampel air minum. Hasil penelitian ini didapatkan 13 sampel adanya kontaminasi air terhadap bakteri Coliform dengan indeks MPN didapatkan 3 sampel menunjukkan nilai indeks MPN yang tinggi yaitu: 2 sampel dengan indeks MPN 240/100 ml dan 1 sampel dengan indeks MPN 98/100 ml. Berdasarkan pemeriksaan Mac Conkey Agar ditemukan nya 13 sampel terdapat koloni bakteri Escherichia coli.
Identifikasi Type Human Papillomavirus (HPV) pada Penderita Kanker Serviks Marlina, Marlina; Aldi, Yufri; Putra, Andani Eka; Sopianti, Densi Selpia; Hari, Dewi Gulyla; Arfiandi, Arfiandi; Djamaan, Akmal; Rustini, Rustini
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.511 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2016.3.1.100

Abstract

Human Papillomavirus (HPV) merupakan faktor resiko yang paling signifikan penyebab dari kanker serviks. Tujuan penelitian ini untuk identifikasi tipe HPV 16, 18, 31, 33, 45 dan 52 pada pasien kanker serviks. HPV tipe ini merupakan deretan HPV tipe high risk yang dapat menyebabkan kanker serviks. Total sampel sebanyak 78 diisolat DNAl yang berasal dari FFPE, apusan serviks dan jaringan segar kanker serviks yang diperoleh dari RSUP. Dr. M Djami., Padang dan RSUD. Achmad Arifin, Pekanbaru. Deteksi DNA HPV dilakukan dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer universal GP5+/6+. Tipe HPV yang diidentifikasi dengan metode PCR dengan primer spesifik. Total tipe sampel yang didapat bervariasi dengan konsentrasi antara 0,9-645 ng/ml dengan kemurnian DNA sesuai dengan kemurnian yang ditetapkan untuk amplifikasi PCR. Hasil penelitian dari 78 sampel penderita kanker serviks, 42 sampel (54 %) teridentifikasi DNA HPV. HPV type 18 lebih mendominasi dan disusul HPV type 16 dibandingkan dengan type lainnya yaitu dengan persentase 40,4 % dan 28,5%.  HPV type 45 (7,1%), HPV type 52 (2,3%) dan HPV 31 dan HPV type 33 tidak terdeteksi.
Pengaruh Pemberian Dadih dengan Perubahan Jumlah Lactobacillus fermentum Pada Feses Ibu Hamil Balqis, Ranne; Putra, Andani Eka; Utama, Bobby Indra; Helmizar, Helmizar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.773 KB)

Abstract

Ibu hamil dengan asupan probiotik yang baik diketahui memiliki fungsi imun yang lebih baik dan kehamilan yang lebih sehat, menekan angka kejadian bayi prematur serta menurunkan prevalensi preeklamsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dadih terhadap jumlah L. fermentum pada feses ibu hamil. Penelitian ini dilakukan dengan desain equivalent pre-post test with control group. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil dan sampel penelitian dipilih secara konsekutif. Setelah melakukan pengamatan pada awal penelitian pada kelompok perlakuan, ibu hamil diberikan 100cc dadih setiap harinya sampai akhirnya dilakukan pengamatan kedua. Rata-rata jumlah koloni pada ibu hamil sebelum mendapat dadih adalah 3,713 log CFU/g (log x = 6x10³), sedangkan jumlah koloni rata-rata setelah mengonsumsi dadih adalah 4,580 log CFU/g (log x = 46x10³). Hasil uji statistik didapatkan nilai P = 0.367. Sementara pada kelompok kontrol didapatkan bahwa rata-rata jumlah koloni pada ibu hamil yang tidak mengonsumsi dadih saat pengambilan sampel pertama (awal kehamilan) adalah 3,999 log CFU/g (log x = 8x10³), sedangkan saat pengambilan sampel kedua (akhir kehamilan) rata-rata jumlah koloninya adalah 4,436 log CFU/g (log x = 24x10³). Hasil uji statistik didapatkan nilai P = 0,475. Perubahan jumlah koloni pada kelompok ibu hamil yang diberi dadih dan yang tidak diberi dadih diperoleh nilai P-value adalah 0,022 (p < 0,05). Tidak terdapat pengaruh signifikan pemberian dadih terhadap jumlah L. fermentum pada feses ibu hamil, namun ditemukan perubahan jumlah L. fermentum yang lebih banyak pada kelompok perlakuan.
HUBUNGAN INFEKSI Chlamydia trachomatis DENGAN KEJADIAN ABORTUS SPONTAN DI RSUD DR. RASIDIN DAN RSIA SITI HAWA PADANG Octarina, Wenny Nursa; Putra, Andani Eka; Antonius, Puja Agung
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 3
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.816 KB)

Abstract

Abortus merupakan salah satu penyebab dari morbiditas dan mortalitas maternal. Abortus adalah berakhirnya kehamilan pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu. Banyak faktor yang mempengaruhi abortus, salah satunya adalah infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis, selain itu faktor resiko lain yang mempengaruhi terjadinya abortus adalah usia maternal, paritas, riwayat kejadian abortus pada kehamilan sebelumnya, dan jarak kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hungan infeksi Chlamydia trachomatis dengan kejadian abortus spontan. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain case control yaitu untuk mengetahui infeksi C. trachomatis dengan kejadian abortus spontan. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil dengan abortus spontan di RS dr. Rasidin padang dan RSIA Siti Hawa Padang. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling yaitu setiap penderita yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan dalam subyek penelitian sampai jumlah sampel tercapai  yaitu sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian didapatkan Proporsi kejadian abortus pada sampel positif C. trachomatis yaitu 44,0%. Analisa statistik dengan uji Fisher’s Exact Test menunjukan, terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi C.trachomatis dengan kejadian abortus (p<0.05) dengan nilai Odds Ratio (OR) 5,7. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat hubungan antara infeksi C.trachomatis dengan kejadian abortus. Diharapkan untuk penelitian berikutnya melakukan penelitian lebih lanjutan mengenai hubungan faktor resiko maternal dan  infeksi Chlamydia trachomatis  terhadap kejadian abortus spontan dengan metode penelitian yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih banyak.
Perbandingan R-Baux Score dengan BOBI Score sebagai Prediktor Mortalitas Pasien Luka Bakar di RSUP Dr. M. Djamil Padang Fitri, Azdiana; Saputra, Deddy; Putra, Andani Eka
Majalah Kedokteran Bandung Vol 50, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v50n2.1326

Abstract

Sistem skoring pada luka bakar sangat dibutuhkan sebagai nilai objektif untuk prediktif mortalitas. Belum ada sistem skoring objektif terbaik sebagai prediktif mortalitas luka bakar. Penelitian ini bertujuan membandingkan akurasi R- Bauxdan BOBI score dalam memprediksi mortalitas pasien luka bakar di RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Penelitian dilakukan Januari 2013 sampai September 2017, menggunakan desain studi retrospektif pada pasien luka bakar yang dirawat di Unit Luka Bakar RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Data diolah menggunakan uji diagnostik, uji Kappa, dan uji regresi logistik terhadap variabelnya. Jumlah sampel adalah 394 sampel. Sampel terbanyak laki-laki, rerata usia 28,3 ± 18,3 tahun, penyebab luka bakar terbanyak api, rerata total body surface area (TBSA) 26,1%, trauma inhalasi 51% dan angka mortalitas 26,4%. Uji sensitivitas BOBI score dibanding dengan R-Baux score adalah 96,83%: 92,89% dengan koefisien Kappa sebesar 0,50. Analisis regresi logistik menunjukkan variabel umur, TBSA, dan trauma inhalasi saling berhubungan pada R-Baux score. Uji diagnostik BOBI score lebih baik dibanding dengan R-Bauxscore dan nilai koefisien Kappa menunjukkan kesesuaian hasil dengan BOBI score. BOBI score lebih baik sebagai prediktor mortalitas di RSUP Dr. M. Djamil Padang dibanding dengan R-Bauxscore karena menunjukkan akurasi lebih baik setelah diuji dengan nilai real. Kata kunci: BOBI score, luka bakar, mortalitas, r-baux scoreComparison between R-Baux Score and BOBI Score as a Predictor of Burn Mortality in Dr. M. Djamil Hospital PadangBurns are the type of trauma with high morbidity and mortality. No best  objective scoring system is currently available to predict mortality in burn cases. This study aimed to compare the accuracy of R-Baux and BOBI scores in predicting mortality among burn patients in Dr. M. Djamil Hospital, Padang. This was a retrospective study on burn patients treated in burn unit of this hospital from January 2013 to September 2017. Assessments were performed on diagnostic test, kappa tests, and logistic regression test. Out of 394 samples enrolled men were more prominent, while the mean age of these patients was 28.3±18.3 years old with fire as the most frequent cause. The, mean TBSA and inhalation injury were  26.1% and 51%, respectively, with an overall mortality of 26.4%. The sensitivity test performed to compare  BOBI and R-Baux scores revealed the result of 96.83%: 92.89% with o.50 coefficient’s value of Kappa. Logistic regression test showed that age, TBSA, dan inhalation injury significantly correlated with R-Baux score, Diagnostic test result of BOBI score was better than R-Baux score and the coefficient’s value of Kappa showed a matched result with BOBI score with medium strength. BOBI score shows better accuracy as the mortality predictor of burn cases in Dr. M. Djamil Hospital Padang.Key words: BOBI score, burns, mortality, r-baux score