Julistio Djais, Julistio
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Effect of exclusive breast-feeding on the linear growth of children aged 24-36 months in Bandung's urban slum area Ismawaty, Nenden; Djais, Julistio; Garna, Herry
Paediatrica Indonesiana Vol 48 No 2 (2008): March 2008
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi48.2.2008.120-4

Abstract

Background Breast milk is an ideal nutrition source for infantsbecause of its balanced composition, naturally adjusted toinfants' need for growth and without any expenses. However,low education mothers living in slum areas are ignorant towardsinformations about the importance of exclusive breast-feeding.Objective To observe the effects of exclusive breast-feeding onlinear growth of children aged 24-36 months in urban slumsarea.Methods A cross-sectional study was carried out on 343children consisted of 188 exclusively breastfed infants and 155nonexclusively breastfed infants in Puskesmas Cigondewaharea on August to September 2007. Anthropometricmeasurements were performed to obtain linear growth status.Data were analyzed by using odd ratio (OR). The first step wasperformed univariately to assess the effect of data variables.Henceforth, factors which significantly influence the growthwill be assesed by multivariate calculation.Results Normal linear growth status was found in 109 (66.1%)exclusively breastfed compared with 56 (33.9%) nonexclusivelybreastfed children. Univariate analyzes showed that factorsthat influenced children normal linear growth were exclusivebreast-feeding (OR: 2.44; 95%CI: 1.58;3.78), industrial productporridge as complementary food (OR: 1.65; 95%CI: 1.00;2.72),and frequency of illnesses <6x/year (OR: 1.57; 95%CI: 1.02;2.42).The result of multinomial logistic regression analyzes showed thatexclusive breast-feeding became the only factor that influencechildren linear growth (OR: 2.254; 95%CI: 1.438;3.533).Conclusion Exclusive breast-feeding has significant positive effect onlinear growth of children.
Status Gizi Berdasarkan Subjective Global Assessment Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Lama Perawatan Pasien Rawat Inap Anak Meilyana, Fina; Djais, Julistio; Garna, Herry
Sari Pediatri Vol 12, No 3 (2010)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp12.3.2010.162-7

Abstract

Latar belakang. Length of stay (LOS) adalah masa rawat seorang pasien di rumah sakit dihitung sejakpasien masuk rumah sakit dan keluar rumah sakit, yang dipengaruhi oleh faktor usia, komorbiditas, hipermetabolisme,dan kegagalan organ serta defisiensi nutrisi. Status gizi merupakan salah satu komponenyang mempengaruhi biaya perawatan, lama hari perawatan, dan kualitas hidup. Salah satu cara penilaianstatus gizi adalah subjective global assessment (SGA) yang terdiri dari anamnesis dan pemeriksaan fisis yangmencerminkan perubahan metabolik dan fungsional.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh status gizi berdasarkan SGA terhadap lama perawatanpasien rawat inap anak.Metode. Penelitian analitik observasional dengan rancangan kohort prospektif dilakukan selama periodeFebruari - Juni 2010 terhadap 311 pasien yang menderita infeksi akut usia 1 bulan 14 tahun yang dirawatdi ruang perawatan anak kelas III RSUP dr. Hasan Sadikin. Penilaian status gizi berdasarkan SGA dikelompokanmenjadi SGA A (gizi baik), SGA B (malnutrisi ringan + sedang, dan SGA C (malnutrisi berat).Hasil. Berdasarkan penilaian status gizi dengan SGA berturut-turut didapatkan SGA A, SGA B, dan SGAC sebesar 114 (36,7%), 98 (31,5%), dan 99 (31,8%). Dengan menggunakan uji chi square, didapatkanperbedaan lama perawatan yang bermakna (p<0,001) pada kelompok subjek SGA C dibandingkan kelompokSGA B dan SGA A. Berdasarkan analisis multivariat regresi logistik, kelompok SGA C berisiko 2,205 kalilebih tinggi untuk menjalani perawatan lebih lama (RR: 2,205; 95% CI: 1,151-4,227).Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi yang dinilai dengan SGA terbukti berpengaruhterhadap lama hari perawatan dan dapat dianjurkan untuk digunakan dalam penilaian status gizi.
Hubungan pemberian ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI terhadap Balita Pendek Usia 2 sampai 5 tahun di Kecamatan Jatinangor Subandra, Yogi; Zuhairini, Yenni; Djais, Julistio
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.698 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i3.16990

Abstract

Balita pendek masih menjadi masalah generasi di Indonesia. Balita pendek disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI (MP-ASI) terhadap kejadian balita pendek usia 2 sampai 5 tahun. Penelitian analitik observasional ini dilakukan dengan pendekatan potong lintang. Subjek sebanyak 65 balita usia 2 sampai 5 tahun dengan kriteria inklusi memiliki riwayat berat lahir dan usia kehamilan normal di Kecamatan Jatinangor pada bulan Juni-Agustus 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling acak bertahap. Pengambilan data karakteristik, pemberian ASI, dan MP-ASI dilakukan dengan cara wawancara. Pengukuran status gizi dilakukan berdasarkan TB/U. Analisis statistik yang digunakan adalah uji statistik Chi square dan Fisher. Angka kejadian balita pendek pada penelitian ini sebesar 40%. Pola menyusui ASI parsial memiliki proporsi paling banyak dibandingkan ASI eksklusif. Jenis pemberian MP-ASI umumnya diberikan dari pabrik (usia 6-9 bulan) dan buatan sendiri (usia 9-24 bulan). Pada usia 12 s.d. 24 bulan, seluruh balita diberikan jenis MP-ASI dari buatan sendiri. Hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dengan balita pendek masing-masing p<0,05 dan p>0,05. Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan balita pendek, tetapi tidak terdapat hubungan antara MP-ASI dan balita pendek.Kata Kunci: ASI eksklusif, Jatinangor, MP-ASI, pendek
Hubungan Obesitas Remaja dengan Hipertrofi Ventrikel Kanan berdasarkan Pemeriksaan Elektrokardiografi Larasaty, Shinta; Djais, Julistio; Rahayuningsih, Sri Endah
Sari Pediatri Vol 12, No 6 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp12.6.2011.391-6

Abstract

Latar belakang.Perubahan distribusi lemak viseral dan subkutan menyebabkan remaja berisiko mengalami obesitas. Obesitas sering dikaitkan dengan hipoksia kronik akibat obesity hypoventilation syndrome, yang dapat menyebabkan hipertensi pulmonal dan hipertrofi ventrikel kanan.Tujuan. Mengetahui hubungan obesitas remaja dengan hipertrofi ventrikel kanan berdasarkan pemeriksaan EKG.Metode. Studi komparatif dengan rancangan potong lintang, dilakukan Juli–September 2010, pada remaja laki-laki dan perempuan berusia 12–15 tahun dengan obesitas dan gizi normal, di SMPN 14 dan SMPN 17 Bandung. Diagnosis hipertrofi ventrikel kanan ditegakkan berdasarkan pemeriksaan EKG (kriteria voltase). Uji eksak Fisher digunakan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dan kriteria diagnosis hipertrofi ventrikel pada obesitas, serta hubungan obesitas dan hipertrofi ventrikel kanan. Hubungan dinyatakan bermakna bila p<0,05.Hasil. Penelitian melibatkan 126 subjek yang terdiri atas 33 remaja laki-laki obes, 30 remaja perempuan obes, 32 remaja laki-laki gizi normal, dan 31 remaja perempuan gizi normal. Hasil interpretasi EKG berupa hipertrofi ventrikel kanan ditemukan pada 27 subjek obes (21,4%), hipertrofi ventrikel kiri pada 2 subjek obes (1,6%) dan satu subjek dengan status gizi normal (0,8%), sedangkan hasil interpretasi elektrokardiogram dari 96 subjek (76,2%) lainnya dalam batas normal. Gelombang T positif di V1berhubungan dengan obesitas khususnya pada remaja laki-laki (p<0,001), dan obesitas berhubungan dengan hipertrofi ventrikel kanan (p<0,001).Kesimpulan. Obesitas remaja berhubungan dengan hipertrofi ventrikel kanan, pemeriksaan EKG menunjukkan ditemukannya gelombang T positif di V1, khususnya pada remaja laki-laki obes.
Hubungan pemberian ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI terhadap Balita Pendek Usia 2 sampai 5 tahun di Kecamatan Jatinangor Subandra, Yogi; Zuhairini, Yenni; Djais, Julistio
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v3i3.16990

Abstract

Balita pendek masih menjadi masalah generasi di Indonesia. Balita pendek disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI (MP-ASI) terhadap kejadian balita pendek usia 2 sampai 5 tahun. Penelitian analitik observasional ini dilakukan dengan pendekatan potong lintang. Subjek sebanyak 65 balita usia 2 sampai 5 tahun dengan kriteria inklusi memiliki riwayat berat lahir dan usia kehamilan normal di Kecamatan Jatinangor pada bulan Juni-Agustus 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling acak bertahap. Pengambilan data karakteristik, pemberian ASI, dan MP-ASI dilakukan dengan cara wawancara. Pengukuran status gizi dilakukan berdasarkan TB/U. Analisis statistik yang digunakan adalah uji statistik Chi square dan Fisher. Angka kejadian balita pendek pada penelitian ini sebesar 40%. Pola menyusui ASI parsial memiliki proporsi paling banyak dibandingkan ASI eksklusif. Jenis pemberian MP-ASI umumnya diberikan dari pabrik (usia 6-9 bulan) dan buatan sendiri (usia 9-24 bulan). Pada usia 12 s.d. 24 bulan, seluruh balita diberikan jenis MP-ASI dari buatan sendiri. Hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dengan balita pendek masing-masing p<0,05 dan p>0,05. Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan balita pendek, tetapi tidak terdapat hubungan antara MP-ASI dan balita pendek.Kata Kunci: ASI eksklusif, Jatinangor, MP-ASI, pendek