Agnes Pratiwi, Agnes
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Pediatric Logistic Organ Dysfunction dan Pediatric Risk of Mortality III Sebagai Prediktor Kematian Sindrom Syok Dengue di Ruang Rawat Intensif Anak Iskandar, Henny Rosita; Mulyo, Dharma; Pudjiadi, Antonius; Pratiwi, Agnes; Suryatin, Yuliatmoko
Sari Pediatri Vol 12, No 6 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp12.6.2011.440-6

Abstract

Latar belakang. Sindrom syok dengue (SSD) merupakan bentuk demam berdarah dengue (DBD) berat.Mortalitas SSD pada Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita (RSAB HK) cukup tinggi ( 13,2% ).Tujuan. Menilai perbandingan pediatric logistic organ dysfunction (PELOD) dan pediatric risk of mortality(PRISM) III sebagai prediktor kematian SSD pada anak yang dirawat di ruang perawatan intensif anak.Metode. Penelitian prospektif, 41 anak dengan SSD yang dirawat di ruang perawatan intensif dari bulanJanuari - Desember 2006 di RSAB HK dilibatkan dalam penelitian. Diagnosis SSD ditegakkan berdasarkankriteria WHO tahun 1997 dan dikonfirmasi dengan serologi positif Dengue Blot yang dilakukan pada harikelima demam. Perhitungan skor PELOD and PRISM III dilakukan dari hasil pemeriksaan pada haripertama masuk ruang rawat intensif.Hasil. Terdapat 41 subyek yang diteliti, umur dari 8 sampai 180 bulan. Kematian terjadi pada 5 anak(12,1%). Rerata skor PELOD anak yang meninggal 22,2 dan yang hidup 7,7 sedangkan rerata skor PRISMIII anak yang meninggal 22 dan yang hidup 9,4. Analisa skor PELOD dan PRISM III menurut Mann-Whitney U test terdapat perbedaan bermakna antara anak yang meninggal dan hidup dengan p = 0,001untuk PELOD dan p=0,005 untuk PRISM III. Kurva receiver operating characteristic (ROC) dengan CI95% 0,953 untuk PELOD dan 0,889 untuk PRISM III.Kesimpulan. Skor PELOD dan PRISM III merupakan alat yang baik untuk memprediksi kematian pasienanak SSD yang dirawat di ruang intensif anak. Skor PELOD sedikit lebih baik dari skor PRISM III.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LERNING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK PADA MATERI BANGUN DATAR KELAS VII Pratiwi, Agnes; Prihaswati, Martyana; Aziz, Abdul
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of Teaching Model Type Assisted Individualization Model with Problem Based Learning approach toimproving the problem solving skills of students in the class of flat VII buildingmaterials. This research is an experimental research. The sample in thisresearch is VII E (experiment) and VII F (control). The results showed that: (1)learners using learning model Team Assisted Individualization Type WithProblem Based Learning Approach achieved mastery of 80.55% more than75% with complete criterion 75, (2) test results influence motivation andresponsibility to the ability of problem solving has a great influence of 84.4%,(3) the difference test results show the difference of the average value of theexperimental class problem solving ability of 78.28 is better than the controlclass of 68.90, (4) the improvement test results show the problem solving abilityof the class experiments increased with a gain value of 0.618 in the mediumcategory. Based on these four things, it shows that the learning model of TeamAssisted Individualization Type with Problem Based Learning Approach toImproving Student Problem-solving Ability of Class VII Building MaterialDeveloping Material is effective.Keywords: Team Assisted Individualization, Problem Based Learning, ProblemSolving