This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Piprim B. Yanuarso, Piprim B.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Fungsi Sistolik dan Diastolik Jantung pada Pasien Anak dengan Osteosarkoma yang Mendapat Terapi Doksorubisin Di RS Cipto Mangunkusumo

Sari Pediatri Vol 16, No 3 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Doksorubisin merupakan obat golongan antrasiklin yang penting dan efektif pada pengobatan tumor padat pada anak. Doksorubisin mencegah sintesis RNA dan DNA melalui proses interkalasi. Kardiotoksisitas dilaporkan paling banyak karena penggunaan doksorubisin tersebut sehingga penggunaannya masih terbatas.Tujuan. Mengetahui fungsi jantung pada anak dengan osteosarkoma setelah mendapat terapi doksorubisin di RSCM.Metode. Studi deskriptif potong lintang dilakukan di RSCM, Divisi Hematologi-Onkologi IKA dan Sub Bagian Onkologi Orthopedik dan Traumatologi, dengan menelusuri catatan registrasi dan rekam medis pasien anak dengan osteosarkoma sejak 1 Januari 2005 sampai dengan 31 Desember 2012.Hasil. Terdapat 25 subjek penelitian, 21 di antaranya selesai menjalani kemoterapi dan mendapat total dosis kumulatif doksorubisin dengan rentang 300 mg/m2 sampai 675 mg/m2. Fungsi sistolik LV mengalami penurunan rerata fraksi ejeksi 3,3% dan pemendekan 2,5% setelah mendapat doksorubisin. Fungsi diastolik LV mengalami penurunan rerata rasio E/A 17,6%. Sembilan dari 18 pasien yang selesai menjalani kemoterapi dan mendapat total dosis kumulatif doksorubisin 375 mg/m2 mengalami gangguan fungsi diastolik tidak disertai gangguan fungsi sistolik. Kardiomiopati dilatasi ditemukan pada satu pasien setelah mendapat dosis kumulatif doksorubisin 300 mg/m2 dan satu pasien setelah mendapat dosis 675 mg/m2. Pasien berusia ≥10 tahun dan berjenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami penurunan fungsi sistolik dan diastolik LV setelah mendapat doksorubisin.Kesimpulan. Fungsi sistolik dan diastolik LV menurun setelah pasien mendapat terapi doksorubisin dengan dosis kumulatif 300 mg/m2. Penurunan fungsi diastolik mendahului penurunan fungsi sistolik LV. Dosis, usia, dan jenis kelamin perempuan dapat menjadi faktor risiko penurunan fungsi jantung setelah pemberian doksorubisin.

Metode Kanguru Sebagai Pengganti Inkubator Untuk Bayi Berat Lahir Rendah

Sari Pediatri Vol 2, No 1 (2000)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan inkubator untuk merawat bayi berat lahir rendah (BBLR) memerlukanbiaya yang tinggi. Akibat terbatasnya fasilitas inkubator, tidak jarang satu inkubatorditempati lebih dari satu bayi. Hal tersebut meningkatkan risiko tejadinya infeksinosokomial di rumah sakit. Metode kanguru (MK) ditemukan pada tahun 1983 olehdua orang ahli neonatologi dari Bogota, Colombia untuk mengatasi keterbatasanjumlah inkubator. Setelah dilakukan berbagai penelitian, ternyata MK tidak hanyasekedar menggantikan peran inkubator, namun juga memberi banyak keuntunganyang tidak bisa diberikan oleh inkubator. Metode kanguru mampu memenuhikebutuhan asasi BBLR dengan menyediakan situasi dan kondisi yang mirip denganrahim sehingga memberi peluang BBLR untuk beradaptasi dengan baik di dunia luar.Metode kanguru dapat meningkatkan hubungan emosi ibu-bayi, menstabilkan suhutubuh, laju denyut jantung dan pernapasan bayi, meningkatkan pertumbuhan danberat badan bayi dengan lebih baik, mengurangi stres pada ibu dan bayi, mengurangilama menangis pada bayi, memperbaiki keadaan emosi ibu dan bayi, meningkatkanproduksi ASI, menurunkan kejadian infeksi nosokomial, dan mempersingkat masarawat di rumah sakit. Mengingat berbagai kelebihannya, diperlukan upaya yang lebihstrategis untuk mempopulerkan metode yang sangat bermanfaat ini.

Sildenafil Sebagai Pilihan Terapi Hipertensi Pulmonal Pascabedah Jantung Koreksi Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Sari Pediatri Vol 11, No 6 (2010)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Definisi hipertensi pulmonal (HP) pada anak dan dewasa adalah sama, yaitu bila mean pulmonary arterialpressure ????25 mmHg saat istirahat atau ????30 mmHg saat aktivitas. Pada anak pascabedah koreksi penyakitjantung bawaan (PJB), HP berat merupakan komplikasi yang sangat dikhawatirkan, dengan angka kejadiansekitar 2%. Sildenafil telah digunakan secara luas pada pasien HP dewasa, baik sebagai terapi tunggalmaupun kombinasi. Makalah ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian sildenafil pada anak denganHP pascabedah jantung koreksi. Kedua pasien dirujuk ke RS Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta (RSCM)dengan keluhan tampak biru, sesak terutama saat menetek, dan berat badan sulit naik. Saat itu keduapasien didiagnosis memiliki kelainan jantung bawaan berupa transposisi arteri besar (TGA), defek septumventrikel (VSD) dan HP. Operasi koreksi total (arterial switch dan penutupan VSD) dilakukan pada saatpasien pertama berusia 3 bulan 10 hari dan pasien kedua berusia 4 bulan 22 hari. Kedua pasien mendapatinhalasi nitric oxide (iNO), inhalasi iloprost, dikombinasikan dengan sildenafil oral, dengan dosis awal 0,5mg/kg berat badan (BB) per kali tiap 6 jam dengan pemantauan tekanan arteri berkala. Pasien pertamadipulangkan pada hari ke-23 pascabedah dan mendapat sildenafil oral dengan penurunan dosis bertahapdalam kurun waktu 6 bulan. Pasien kedua dipulangkan pada hari ke-12 pascabedah dan masih mendapatterapi sildenafil oral dengan dosis yang sama sampai hari ini. Pada kedua pasien tidak dilaporkan kejadianefek samping. Sebagai kesimpulan sildenafil efektif dalam memperbaiki hemodinamika pembuluh darahpulmonal dan bekerja secara sinergik dengan iNO. Sildenafil oral merupakan terobosan terapi yang menarikdan cukup efektif karena mudah pemberiannya dan memiliki efek samping minimal.