Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TANJUNG LUBUK Destianingsih, Emi; Ismet, Ismet
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 3, No 1 (2016): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.338 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran fisika kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Lubuk dan mengetahui keterlaksanaan model problem based learning pada pembelajaran fisika kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Lubuk. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan rancangan non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Lubuk dan sampel penelitian ini adalah kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA3 sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Proses pembelajaran di kelas eksperimen mendapatkan perlakuan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan di kelas kontrol diajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Pengumpulan data menggunakan teknik tes berbentuk soal essai berjumlah sembilan soal untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah siswa dan lembar observasi untuk melihat aktivitas siswa dan keterlaksanaan pembelajarannya. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan (α) = 0,05, didapat harga thitung = 3,52  dan ttabel =2,00 terlihat bahwa thitung> ttabel. Sehingga, H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran fisika kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Lubuk.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS MULTIREPRESENTASI PADA MATA KULIAH PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT Aulia, Lusi Rizki; ismet, ismet; zulherman, zulherman
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 3, No 1 (2016): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.734 KB)

Abstract

Has successfully developed multiple representation based a test instrument in the subject of Introduction to Solid State Physics who was valid, practical, and reliable. The development of test instrument was using a researh development, type of formative research, who was decided by the needs of the research. In the preliminary stage, orientation and initial prototype was conducted. In the prototyping stage, Tessmer evaluation was done to evalute initial prototype. The evaluations includes self-evaluation, expert review, one-to-one evaluation, and small group evaluation. The research instrument were used validation sheets and questionnaires. The results of expert reviews indicate that the test instrument developed classified as very valid (0.91). The results of one-to-one and small group evaluation indicates that the test instrument developed relatively practical. At the stage of one-to-one evaluation, gained an average 3.16 from the recapitulation of questionnaire (practically category). At the stage of small group evaluation, gained an average 3.26 from the recapitulation of questionnaire (practically category). All of matter who was tested meet the criteria for a reliable where r11> rtable. Thus, based on the results showed that the developed test instrument has been classified as very valid, practical, and reliable so that it can be used in the course of Introduction to Solid State Physics.
ANALYSIS OF STUDENTS’ ANSWERS TOWARD SOLVING PISA LIKE TEST WITH INDONESIAN CONTEXTS IN PHYSICS EDUCATION OF FACULTY TEACHER TRAINING AND EDUCATION SRIWIJAYA UNIVERSITY SUSANTI, RAHMI; ISMET, ISMET; HARTONO, HARTONO
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 2, No 1 (2016): 2nd SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.7 KB)

Abstract

The aim of research is to describe students’ answers toward PISA like tests withIndonesian contexts. The research involved 35 students that consisted of 11 groups.The total of Pisa like tests are five essay items.. The result of research showed that:1) 54.54% of students’s answers related to temperature and dangerous elements involcano dust toward crop plants; 2) 36% of students’ answers related to waves andfrequencies to solve question: effects of earthquake that caused differences of leveldistroys. 3) 27% of students’ answers related to kinds of gases that produced in thevolcano that reacted with rain water to solve question: effects of earthquake towardacid rain; 4) 27.3% of students’ answers related to lack of diversity and poluttion tosolve question: effect of vegetation destroys caused of smoke; and 5) only 18.18%of students’ answers related to abilities of CaCl2 solution to bond smoke to solvequestion: function of CaCl2 to reduce smoke. The research was concluded that67.28% of test items were not answered well based on answer keys.
Kejang Demam Ismet, Ismet
Jurnal Kesehatan Melayu Vol 1, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.106 KB) | DOI: 10.26891/jkm.v1i1.2017.41-44

Abstract

Kejang atau tidak kejang adalah masalah yang sering terlihat di klinik setiap hari. Praktisi umum atau dokter anak harus dapat membedakan kejang atau tidak kejang, dan memberikan perawatan yang benar, Banyak penyakit yang dapat menyebabkan kejang, contoh ensefalitis, meningitis, cedera otak, neoplasma otak, masalah sirkulasi darah ke otak, ketidakseimbangan elektrolit, gangguan metabolisme, penyakit degeneratif, atau hiperpireksia. Dari banyak penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan kejang, dalam hal ini yang dibahas adalah kejang demam dan pengobatan kejang, lebanyakan kasus menunjukkan pengobatan kejang yang sering tidak memadai
Desain Media Model Tiga Dimensi Geometri Kisi Kristal Menggunakan Aplikasi Sketchup Aldi, M. Yasser; Ismet, Ismet; Pasaribu, Abidin
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.165 KB)

Abstract

Telah berhasil dibuat desain media model tiga dimensi geometri kisi kristal menggunakan aplikasi SketchUp. Jenis penelitian yang digunakan adalah model pengembangan produk Rowntree dengan tahap desainnya adalah tahap perencanaan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Terdapat beberapa desain model tiga dimensi yang telah dikembangkan diantaranya: media model tiga dimensi kisi kristal simple cubic, media model tiga dimensi kisi kristal face center, media model tiga dimensi kisi kristal body center, media model tiga dimensi kisi kristal base center, media model tiga dimensi kisi kristal hexagonal, dan media model tiga dimensi bidang kisi. Kata kunci: Geometri kisi kristal, Tiga Dimensi, Aplikasi sketchup
Disain Model Multirepresentasi Pada Perkuliahan Pendahuluan Fisika Zat Padat untuk Mengembangkan Kemampuan Berargumentasi Ismet, Ismet
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.203 KB)

Abstract

Para pakar pendidikan sains mulai mengkaji pembelajaran sains sebagai sarana untuk mengkonstruksi pengetahuan melalui proses sosial dalam bentuk argumentasi. Mengingat pentingnya kemampuan bergargumentasi dimiliki oleh para peserta didik, maka perlu dirancang suatu perkuliahan yang dapat membekali peserta didik agar mampu membangun kemampuan bergargumentasi secara ilmiah. Metodepenelitian dan pengembangan yang digunakan terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap studi pendahuluan, tahap perancangan model, tahap pengembangan, dan tahap validasi program. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa perkuliahan fisika zat padat cendrung pada pendekatan matematis dan belum memperhatikan beragam kecerdasan mahasiswa. Hasil tes menunjukkan bahwa tidak semua mahasiswa memiliki kecerdasan logika-matematika yang dominan, sehingga penggunan multiprepresetasi dalam proses pembelajaran Pendahuluan Fisika Zat Padat bisa menjadi potensi yang dapat dioptimalkan dalam pembelajaran. Analisis karakteristik perkuliahan menunjukkan perkuliahan tersebut bersifat abstrak dan mikroskopis sehingga sangat diperlukan sarana untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa melalui penyusunan Perangkat model perkuliahan Pendahuluan Fisika Zat Padat berbasis Multirepresentasi meliputi perancangan sintaks-sintaks pembelajaran. Hasilpengembangan berupa sebuah desain model perkuliahan PFZP-MR yang terdiriatas 7 fase yaitu: Penyajian fenomena, fase Identifikasi konsep-konsep Kunci, Eksplorasi konsep, konstruksi representasi, internalisasi dan konsolidasi konsep, evaluasi dan fase interelasi konsep. Desain tersebut dilakukan uji validasi dan uji kepraktisan dalam uji terbatas pada mahasiswa. Validasi hasil mengungkapkan bahwa desain model yang dikembangkan valid dan hasil uji coba terbatas menunjukkan desain yang disusun tergolong praktis.
Pengaruh Penggunaan Virtual Laboratory Dengan Real Laboratory Dalam Pembelajaran Hukum Kirchoff Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fkip Universitas Sriwijaya Saparini, Saparini; Wiyono, Ketang; Ismet, Ismet
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.761 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan virtual laboratory dalam pembelajaran hukum kirchoff lebih berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP Unsri dibandingkan penggunaanreal laboratory. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan dua kelompok eksperimen yaitu kelompok yang menggunakan virtual laboratory dan kelompok dengan menggunakan real laboratory. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya semester genap 2016/2017. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dan terpilih mahasiswa semester II tahun akademik 2016/2017 dan menghasilkan mahasiswa program studi pendidikan fisika semester II tahun akademik 2016/2017 kelas Indralaya sebagai kelompok menggunakan virtual laboratory dan mahasiswa program studi pendidikan fisikasemester II tahun akademik 2016/2017 kelas Palembang sebagai kelompok menggunakan real laboratory. Teknik pengambilan data dengan menggunakan teknik tes dan instrumen pengambilan data berupa lembar soal tes hasil belajar materi hukum kirchoff. Pengambilan data dilakukan dengan pretest dan postest terhadap hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan taraf signifikansi 0,5% diperoleh nilai dan . Hal tersebut dapat dinyatakan bahwa penggunaan virtual laboratory dalam pembelajaran hukum kirchoff lebih berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP Unsri dibandingkan penggunaan real laboratory.
Pengembangan Bahan Ajar IPA Berorientasi Framework Science Pisa Untuk Sekolah Menengah Pertama Destiani, Devi; Ismet, Ismet; Wiyono, Ketang; Murniati, Murniati
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.24 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar IPA berorientasi framework science PISA untuk Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Development Research) dari Akker, yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap analisis, tahap perancangan, dan tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi, menggunakan teknik evaluasi formatif Tessmer yang terdiri dari 5 tahap, yaitu self evaluation, expert review, one-to-one evaluation, small group evaluation, dan field test. Pada pengembangan ini, tahap evaluasi hanya sampai pada tahap small group evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli dan angket tanggapan peserta didik. Berdasarkan hasil expert review diperoleh rata-rata hasil nilai validitas sebesar 4,19 dengan kriteria sangat valid. Pada tahap one-to-one evaluation didapatkan rata-rata hasil penilaian angket tanggapan peserta didik terhadap penggunaan bahan ajar ini, sebesar 88,89% dengan kriteria sangat praktis. Pada tahap uji coba small group evaluation, rata-rata hasil penilaian angket tanggapan peserta didik terhadap penggunaan bahan ajar ini sebesar 92,42% dengan kriteria sangat praktis. Hasil data tersebut menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan sudah tergolong valid dan praktis, sehingga layak digunakan sebagai buku teks pelengkap mata pelajaran IPA untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi PISA.
Peran Strategis Buku Ajar dalam Meningkatkan Pemahaman Literasi Sains Mahasiswa Calon Guru Fisika Permawati, Hesih; Muslim, Muhammad; Ismet, Ismet
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.904 KB)

Abstract

Buku ajar memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Pemilihan buku ajar yang tepat dalam pembelajaran dapat berdampak pada peningkatan kemampuan literasi sains seseorang. Salah satu komponen literasi sains adalah STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Realita menunjukkan bahwa tidak semua bahan ajar atau buku teks yang digunakan mahasiswa dalam proses perkuliahan memenuhi komponen literasi sains. Berdasarkan hasil temuan peneliti, buku teks yang digunakan mahasiswa pada mata kuliah Mekanika di program studi Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya yakni buku teks karangan David Morin berjudul Classical Mechanics dan buku pendukung berjudul Classical Mechanics karangan R. Douglas Gregory belum sepenuhnya memuat kategori literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemunculan kategori literasi sains untuk kedua buku sebesar 40,51% untuk sains sebagai pengetahuan, 39,45% untuk sains sebagai cara menyelidiki, 17,16% untuk sains sebagai cara berpikir, dan 2,88% untuk interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Komponen pada buku yang disajikan belum terdapat keseimbangan jika ditinjau dari kategori literasi sains, yakni terdapat hasil yang kontras antara sajian dalam sains sebagai pengetahuan dibandingkan interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Oleh karena itu, menyadari kondisi ini peneliti menyarankan perlunya kajian dan evaluasi lebih lanjut terkait kualitas isi buku ajar yang akan digunakan. Penyusunan buku ajar yang sesuai dengan kategori literasi sains serta terintegrasi dalam STEM perlu dikembangkan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga dapat menghasilkan lulusan pendidikan fisika yang literat serta mampu bersaing pada tingkat global.
Desain Instrumen Soal IPA Serupa PISA (Programme for International Student Assessment) pada Sekolah Menengah Pertama Sari, Wayan Sinta Purnama; Ismet, Ismet; Andriani, Nely
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.805 KB)

Abstract

Telah berhasil dikembangkan instrumen soal IPA serupa PISA pada Sekolah Menengah Pertama untuk konten sistem fisik pada materi perubahan wujud, suhu & kalor, energi, pencemaran lingkungan dan perubahan iklim yang valid, praktis dan reliabel. Instrumen soal ini menggunakan model pengembangan Akker. Model pengembangan Akker terdiri dari tiga tahap yaitu tahap analisis, perancangan dan evaluasi. Pada desain soal hanya dibatasi pada tahap analisis dan perancangan. Pada tahap analisis dilakukan analisis soal PISA, analisis kurikulum dan analisis subjek penelitian. Pada tahap perancangan dihasilkan kisi-kisi soal, format soal dan kunci jawaban. Pada desain soal dihasilkan 60 butir soal dengan 19 tema yang telah mencangkup aspek kompetensi, konteks dan konten sistem fisik PISA.