Thoha Firdaus, Thoha
Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Nurul Huda Sukaraja

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Eksperimen Mandiri Siswa dalam Penentuan Percepatan Gravitasi Bumi pada Materi Gerak Jatuh Bebas

Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 1 (2019): Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences - January 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.545 KB)

Abstract

Siswa selalu berpikir bahwa jumlah massa mempengaruhi percepatan jatuh benda vertikal. Melalui eksperimen mandiri yang dilakukan siswa kelas X, akan mengubah cara berpikir siswa dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah menentukan berapa waktu tempuh yang dimiliki dua benda yang mengalami gerak jatuh bebas dengan massa yang berbeda. Eksperimen menggunakan media gerak jatuh bebas yang terintegrasi oleh komputer/laptop. Eksperimen didampingi oleh guru, kemudian mereka menyimpulkan sendiri hasil dari analisis yang didapatkan. Hasil yang didapat siswa untuk kedua benda masing-masing adalah 0,4904 s dan 0,4828 s.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK BOLAK-BALIK UNTUK SMA/MA KELAS XII MENGGUNAKAN PROGRAM SPREADSHEET

JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komputer merupakan salah satu bentuk media dalam pembelajaran, keberadaan komputer bisa menjadi alat bantu belajar sekaligus sumber belajar yang bisa membatu guru dan siswa dalam menyalurkan  dan menerima materi pembelajaran agar lebih optimal. Salah satu program komputer yang cukup mudah dalam mengoperasikannya dan cukup populer dikalangan guru dan siswa adalah spreadsheet. Salah satu aplikasi program spreadsheet paling popular sekarang ini adalah Microsoft Excel. Dalam pelajaran fisika, khususnya pada materi arus dan tegangan listrik bolak-balik, masih banyak siswa yang belum memahami secara menyeluruh tentang perhitungan matematisnya, terlebih lagi penggambaran diagram fasor. Kesulitan guru dalam menjelaskan aspek-aspek matematis dan cara penggambaran diagram fasor dari materi fisika ini salah satu penyebabnya adalah kurang tersedianya media yang menarik, fleksibel dan mudah digunakan untuk mengajarkan materi tersebut. Melalui penelitian ini, dikembangkan media pembelajaran fisika berbasis komputer pokok bahasan arus dan tegangan listrik bolak-balik untuk siswa SMA/MA kelas XII dengan menggunakan Microsoft Excel 2007. Pembuatan media pembelajaran ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Untuk mengetahui kelayakan media, dilakukan validasi ke beberapa validator yang terdiri dari ahli materi, ahli pengguna, dan ahli media.Validasi ini berupa pemberian angket dengan kriteria/indikator yang telah ditentukan. Program ini telah memenuhi syarat kelayakan dengan kriteria; media (desain dan program) sebesar 78,92 % atau termasuk dalam kategori Baik (B), materi (kesesuaian program bahan ajar fisika pokok bahasan arus dan tegangan listrik bolak-balik SMA/MA kelas XII) sebesar 72,22 % atau termasuk dalam kategori baik (B), dan pengguna (media dan materi) sebesar 81,78 % temasuk dalam kategori sangat baik (SB). Dari hasil analisis validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa program yang dikembangkan ini dapat dimanfaatkan dan layak dijadikan sebagai media pembelajaran fisika pokok bahasan arus dan tegangan listrik bolak-balik untuk SMA kelas XII.

KETERAMPILAN DASAR KINERJA ILMIAH PADA MAHASISWA CALON GURU FISIKA

Jurnal Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan dasar kinerja ilmiah pada mahasiswa calin guru fisika. Metode yang digunakan adalah survey dengan sampel 36 mahasiswa calon guru fisika. Teknik pengumpulan data menggunakan angket respon mahasiswa terhadap keterlaksanaan kegiatan praktikum dan wawancara dengan dosen pengampu. Hasil menunjukkan bahwa 50% mahasiswa mengalami kesulitan dalam menganalisis data dan membuat kesimpulan.

Perdebatan Paradigma Teori Revolusi: Matahari atau Bumi Sebagai Pusat Tata Surya ?

Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini kita telah akrab tentang teori alam semesta bahwa matahari merupakan pusat dari peredaran planet-planet, ilmu itu telah kita pelajari dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Kita juga telah mengetahui sejarah teori para filosof terdahulu yang terbagi oleh aliran teori geosentris dan aliran teori heliosentris, sampai saat ini teori tersebut masih menjadi perdebatan. Artikel ini membahas tentang bagaimana pemikiran para ilmuan tentang teori evolusi, dan bagaimana mereka membuktikan teori-teori mereka sehingga muncul perdebatan paradigma.

Rancangan Sederhana Penentuan Modulus Puntir Batang Besi untuk Pembelajaran Peserta Didik

JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol 1 No 1 (2017): JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) - Mei 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.068 KB)

Abstract

Modulus puntir merupakan materi yang asing di kalangan pelajar, mereka lebih akrab dengan materi modulus Young. Ini dikarenakan sulitnya seorang guru menjelaskan fenomena dan eksperimen yang pasti tentang materi ini.  Percobaan sederhana penentuan modulus puntir batang besi telah dilakukan dengan menggunakan metode pelengkungan. Metode yang digunakan adalah dengan analisis regresi linier tanpa bobot hubungan antara sudut puntir dengan massa beban tambahan, dan pengambilan data untuk penentuan nilai modulus puntir batang besi dilakukan dengan variasi massa beban. Setiap variasi massa, sudut yang terbentuk diukur menggunakan busur derajad sebanyak 7 kali. Koefisien modulus puntir dapat dihitung dari gradien garis hasil regresi antara sudut puntir dengan massa beban tambahan. Setelah dilakukan regresi dari 7 data eksperimen, diperoleh nilai koefisien modulus puntir batang besi sebesar G=(0,055 ± 0,007) × 1012Pa, nilai ini tidak jauh berbeda dengan perkiraan nilai modulus puntir pada bahan-bahan yang sejenis lainnya.

Video Analisis untuk Kemampuan Menganalisis dan Memecahkan Masalah Materi Kinematika pada Calon Guru Fisika

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 8, No 2 (2017): JP2F
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.798 KB)

Abstract

There has been a study that demonstrates the ability to analyze and solve the problem of kinematics material in prospective physics teachers. This research uses the qualitative method. There are three techniques of data collection namely; questionnaires from students, interviews from faculty, and observation of campus environmental conditions. The results of this study produce gaps, and it can be concluded that the need for improvement and improvement of the learning model. Learning using the Video analysis program can solve the problem

Analisis Kandungan CO2 Dengan Sensor dan Berbasis Logger Pro di Daerah Yogyakarta

JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol 1 No 1 (2017): JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) - Mei 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.539 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan CO2 di daerah Yogyakarta dengan menggunakan sensor CO2 dan logger pro. Kota Yogyakarta setiap tahunnya mengalami kepadatan penduduk yang menyebabkan pesatnya pemakaian kendaraan bermotor juga. Ini yang menyebabkan tingkat polusi udara di kota Yogyakarta juga semakin buruk akibat polusi kendaraan bermotor maupun industri. Kandungan CO2 yang seharusnya di atmosfer bumi sebesar 381 PPM. Dalam penelitian ini menganalisis kandungan CO2 di sepuluh tempat keramaian di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan sensor gas CO2 Vernier dan di analisis menggunakan software logger pro. Ketika sensor CO2 bekerja selama 5 menit akan muncul pulsa kandungan CO2 pada logger pro, kemudian dicari rata-rata kandungan CO2. Hasil penelitian ini dapat diperoleh uji kandungan CO2 yang paling tinggi adalah di daerah 0 KM Yogyakarta sebesar 973,2 PPM. Hasil ini melebihi nilai batas ambang rata-rata yang seharusnya di atmosfir bumi yaitu 381 PPM. Oleh karena itu perlu ditanami pepohonan dan mengurangi emisi kendaraan bermotor agar tingkat kandungan CO2 di kota Yogyakarta semakin menurun.  

Perdebatan Paradigma Teori Revolusi: Matahari atau Bumi Sebagai Pusat Tata Surya ?

Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini kita telah akrab tentang teori alam semesta bahwa matahari merupakan pusat dari peredaran planet-planet, ilmu itu telah kita pelajari dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Kita juga telah mengetahui sejarah teori para filosof terdahulu yang terbagi oleh aliran teori geosentris dan aliran teori heliosentris, sampai saat ini teori tersebut masih menjadi perdebatan. Artikel ini membahas tentang bagaimana pemikiran para ilmuan tentang teori evolusi, dan bagaimana mereka membuktikan teori-teori mereka sehingga muncul perdebatan paradigma.

Rancangan Sederhana Penentuan Modulus Puntir Batang Besi untuk Pembelajaran Peserta Didik

JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol 1 No 1 (2017): JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) - May 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.068 KB)

Abstract

Modulus puntir merupakan materi yang asing di kalangan pelajar, mereka lebih akrab dengan materi modulus Young. Ini dikarenakan sulitnya seorang guru menjelaskan fenomena dan eksperimen yang pasti tentang materi ini.  Percobaan sederhana penentuan modulus puntir batang besi telah dilakukan dengan menggunakan metode pelengkungan. Metode yang digunakan adalah dengan analisis regresi linier tanpa bobot hubungan antara sudut puntir dengan massa beban tambahan, dan pengambilan data untuk penentuan nilai modulus puntir batang besi dilakukan dengan variasi massa beban. Setiap variasi massa, sudut yang terbentuk diukur menggunakan busur derajad sebanyak 7 kali. Koefisien modulus puntir dapat dihitung dari gradien garis hasil regresi antara sudut puntir dengan massa beban tambahan. Setelah dilakukan regresi dari 7 data eksperimen, diperoleh nilai koefisien modulus puntir batang besi sebesar G=(0,055 ± 0,007) × 1012Pa, nilai ini tidak jauh berbeda dengan perkiraan nilai modulus puntir pada bahan-bahan yang sejenis lainnya.

The influence of problem-based physics learning using guided inquiry toward scientific attitude

International Conference on Mathematics and Science Education of Universitas Pendidikan Indonesia Vol 3 (2018): Promoting 21st Century Skills Through Mathematics and Science Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of physics learning should be carried out by scientific investigation or discovery, in order to grow the ability to think critically and be scientific so that it can solve the problem. This study aims to determine the influence of guided inquiry method on scientific attitude. This research is experimental research that is experiment class using problem solving method and control class using lecture method. The number of samples taken 60 respondents from a total of 120 respondents. Data collection techniques using questionnaires and hypothesis test research using t test. From the results of research indicate that there is influence of guided inquiry method toward scientific attitude, because t test shows tcount = 5.994 and ttable = 2,004.