Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PADA PENGOLAHAN PEWARNA SINTETIS PROCION MENGGUNAKAN REAGEN FENTON Agustina, Tuty Emilia; Amir, Muhammad
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 3 (2012): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.13 KB)

Abstract

Kebanyakan indutri tekstil menggunakan pewarna sintetis yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan karena air limbah pewarna yang dihasilkannya. Salah satu proses pengolahan pewarna sintetis yang dihasilkan dari air limbah industri tekstil adalah dengan Advanced Oxidation Processes (AOPs), di antaranya dengan menggunakan metode reagen Fenton. Agar pengolahannya dapat optimum, maka perlu diketahui pengaruh dari temperatur dan waktu terhadap pengolahan pewarna sintetis yang menggunakan metode tersebut. Pada penelitian ini, digunakan pewarna sintetis procion merah dan procion biru dengan konsentrasi 150 – 250 mg/L, kecepatan pengadukan 200 rpm, reagen Fenton dengan konsentrasi H2O2 80 mM dan FeSO4.7H2O 4 mM, pH 3, waktu pengadukan 0 – 60 menit, dan temperatur 25 – 55 °C. Hasil yang didapatkan untuk mencapai degradasi warna 100% adalah pada temperatur 55 oC dan waktu pengadukan 60 menit. Kondisi tersebut selanjutnya diaplikasikan pada limbah cair pewarna kain jumputan, didapatkan degradasi warna 100 % dan penurunan COD sebesar 66 % yang dicapai dengan waktu pengadukan 120 menit.
PENGARUH KETINGGIAN UNGGUN ZEOLIT DAN SUHU AKTIVASI ZEOLIT TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI FOSFAT PADA AIR LIMBAH LAUNDRY SINTETIK Agustina, Tuty Emilia; Luigi, Chris; Lorenza, Tizana
Jurnal Teknik Kimia Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.168 KB)

Abstract

Pada umumnya air limbah laundry langsung dibuang ke saluran pembuangan air karena dianggap tidak membahayakan lingkungan. Padahal air limbah laundry mengandung sejumlah fosfat yang dapat terakumulasi dan menyebabkan masalah eutrofikasi. Oleh sebab itu air limbah laundry seharusnya diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi kadar fosfat pada air limbah laundry adalah dengan menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air limbah laundry sintetik dengan menggunakan adsorben zeolit dan mempelajari pengaruh ketinggian unggun zeolit serta suhu aktivasi zeolit terhadap penurunan kandungan fosfat dalam air limbah. Dalam penelitian ini, proses adsorpsi dilakukan dalam suatu kolom yang berisi zeolit yang dialiri air limbah dengan sistem pengaliran gravitasi. Ketinggian unggun zeolit dalam kolom divariasikan 5-25 cm. Suhu aktivasi zeolit divariasikan 300℃-900 ℃. Hasil yang didapat dari penelitian ini, konsentrasi fosfat terendah dalam air limbah laundry sintetik yang sudah diolah adalah 1,8997 mg/L dengan menggunakan zeolit yang diaktivasi pada 300 ℃ dengan ketinggian zeolit 25 cm.Kata Kunci: air limbah laundry sintetik, zeolit, adsorpsi, konsentrasi fosfat
Leachate Treatment of TPA Talang Gulo, Jambi City by Fenton Method and Adsorption Adriansyah, Endi; Agustina, Tuty Emilia; Arita, Susila
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.743 KB)

Abstract

ABSTRAKLindi  adalah cairan yang ditimbulkan oleh sampah akibat masuknya air eksternal yang dapat melarutkan materi-materi terlarut, termasuk materi-materi organik hasil dekomposisi secara biologi. Lindi dari sebuah landfill (TPA) mengandung zat organik dan anorganik dalam konsentrasi yang tinggi. Dengan adanya gaya gravitasi maka lindi yang terbentuk akan bergerak ke dasar landfill (TPA) akan masuk ke dalam tanah dengan membawa bahan cemaran baik material tersuspensi maupun material terlarut yang dapat mencemari air tanah. Salah satu proses pengolahan lindi adalah dengan menggunakan reagen Fenton dan adsorpsi yang termasuk dalam teknologi Advanced Oxidation Processes (AOPs). AOPs didasarkan pada pembentukan spesies yang sangat reaktif seperti radikal hidroksil (OH•) yang efektif untuk menurunkan COD, BOD dan TSS. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah lindi menggunakan reagen Fenton dan adsorpsi serta mempelajari rasio molar Reagen Fenton dan  waktu pengadukan terhadap penurunan COD, BOD dan TSS. Pada penelitian ini lindi diolah selama 30-120 menit. Kondisi optimum dicapai pada rasio molar 1:200, waktu pengadukan 120 menit, dan adsorpsi menggunakan karbon aktif selama 120 menit dimana penurunan COD, BOD dan TSS maksimum yang dicapai berturut-turut 95%, 95% dan 92% dengan nilai konsentrasi akhir 96 mg/L, 25,5 mg/L% dan 90 mg/L.Kata Kunci: Lindi, Reagen Fenton, AOPs, COD, BOD, TSS ABSTRACTLeachate is a liquid generated by waste due to the entry of external water that can dissolve dissolved materials, including decomposition of organic matter biologically. Leachate from a landfill (TPA) contains organic and inorganic substances in high concentrations. by gravitational force, the leachate formed will move to the bottom of the landfill (TPA) and will enter the soil by carrying contaminated material, both suspended material and dissolved material that can pollute ground water. One of the leachate treatment processes is using Fenton reagent and adsorption. Fenton method included in Advanced Oxidation Processes (AOPs) technology. AOPs are based on the formation of highly reactive species such as hydroxyl radicals (OH•) which are effective for reducing COD and BOD. This study aims to treat leachate by using Fenton reagent and adsorption. The effect of reagent Fenton molar ratio and stirring time on degradation of COD, BOD and TSS were also investigated. In this study leachate was processed for 30-120 minutes. the optimum conditions were achieved at a molar ratio of 1: 200, stirring time of 120 minutes, and adsorption using 120 minutes of activated carbon where the maximum decrease in COD, BOD and TSS achieved was 95%, 95% and 92% with a final concentration of 96 mg/L, 25.5 mg/ L and 90 mg/ L.Keywords : Leachate, Fenton Reagent, AOPs, COD, BOD, TSS
PENGARUH JUMLAH TRITON X-100, SUHU DAN WAKTU TAHAN KALSINASI TERHADAP SINTESIS POWDER ZIRKONIA DAN APLIKASINYA DALAM MENDEGRADASI METIL ORANGE Darsono, Nono; Agustina, Tuty Emilia; Aristian, Novandra Eko; Pratama, Yogi
Jurnal Teknik Kimia Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.813 KB)

Abstract

Zirkonia  merupakan  material  semikonduktor yang  memiliki  sifat  polimorf. Material  ini  memiliki keunggulan  yaitu  konduktivitas  termal rendah (4,2 Wm-1K-1 pada suhu kamar), kekerasan tinggi (untuk fase monoklinik sebesar 18 GPa dan untuk fase amorf sebesar 14-11 GPa), ketahanan terhadap korosi, dan band gap yang besar (5 eV). Berbeda dari zirkonia biasa, ketika ukuran zirkonia diubah menjadi nano, sifat-sifatnya pun berubah. Metode yang  digunakan  untuk  sintesis  nanopowder  ini adalah metode sol gel.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ukuran kristal yang terbentuk dan struktur partikel dengan pengaruh jumlah triton X-100 (0%, 5%, 10%) berat, suhu kalsinasi (700°C, 800°C, 900°C), serta waktu tahan kalsinasi (1 jam, 2 jam, 3 jam). Zirkonia yang telah disintesis diaplikasikan dalam mendegradasi metil orange sebagai fotokatalis, ditinjau persen degradasi dari metil orange. Hasil analisa SEM menunjukkan bahwa ukuran zirkonia terkecil terdapat pada zirkonia yang disintesis pada suhu kalsinasi 800oC, menggunakan 10% of Triton X-100, dan lebih homogen pada waktu tahan kalsinasi 2 jam. Persen degradasi metil orange terbesar yaitu pada pengaruh suhu kalsinasi 800 ° C, menggunakan 10% triton X-100, dan waktu tahan kalsinasi 3 jam.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KEMIRI Agustina, Tuty Emilia; Mardi, Tommi
Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 5 (2011): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.85 KB)

Abstract

Karbon aktif adalah karbon yang berbentuk mikrokristal yang telah diproses membentuk porositas internal. Kemiri (Aleurides Moluccana Wild) atau candle adalah salah satu tenaman industri dari family Euphorbiaceae yang tersebar di daerah tropic dan sub tropic. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan karbon aktif dari tempurung kemiri adalah dengan mengubahnya menjadi karbon aktif dengan zat aktifator H2SO4  dan HCl. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daya serap terhadap metilen blue untuk zat activator   H2SO4  cenderung lebih tinggi dari HCl. Sedangkan untuk daya serap terhadap iodium dan luas permukaan zat activator HCl justru lebih baik dari H2SO4.
Application of Activated Carbon and Natural Zeolite for Phosphate Removal from Laundry Wastewater Agustina, Tuty Emilia
Sriwijaya International Seminar on Energy-Environmental Science and Technology Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Sriwijaya International Seminar on Energy-Environmental Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1833.46 KB)

Abstract

The number of laundry industry has been increasing rapidly which influences the amount of detergent usage in the washing process. Generally the laundry industries dump their wastewater directly to environment without any treatment. Phosphate contained in detergent shall accumulate in the environment then finally would cause eutrofication where the water body becomes rich of dissolved nutrient which effects the dissolved oxygen contained in water body. One of wastewater treatment methods is adsorption. Two different kinds of adsorbents were applied in this investigation namely activated carbon and natural zeolite. Synthetic laundry wastewater was used in order to control the phosphate concentration. The objective of this experiment was to study the removal of phosphate concentration of each adsorbent filled in adsorption column by using circulation method. The column has 1 inch of diameter, 50 cm of height, and 50 ml/minute of flowrate. The concentration of phosphate was varied between 2-8 mg/l whereas the adsorbent height in the column was varied between the ranges of 10-40 cm. The size of both adsorbents was 10 mesh. It was found that the natural zeolite was superior to remove the phosphate compared to activated carbon. The highest phosphate removal of 90% was obtained by using 40 cm of natural zeolite height in the adsorption column when make use the phosphate concentration of 2 mg/l.
Nitrogen Removal by Anammox Biofilm Column Reactor at Moderately Low Temperature Agustina, Tuty Emilia; Novia, Novia; Diansyah, Gusti; Ike, Michihiko; Soda, Satoshi
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Vol 2, No 3 (2017): October 2017
Publisher : Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.929 KB)

Abstract

The anaerobic ammonium oxidation (anammox) as a new biological approach for nitrogen removal has been considered to be more cost-effective compared with the combination of nitrification and denitrification process. However, the anammox bioreactors are mostly explored at high temperature (>300C) in which temperature controlling system is fully required. This research was intended to develop and to apply anammox process for high nitrogen concentration removal at ambient temperature used for treating wastewater in tropical countries. An up-flow biofilm column reactor, which the upper part constructed with a porous polyester non-woven fabric material as a carrier to attach the anammox bacteria was operated without heating system. A maximum nitrogen removal rate (NRR) of 1.05 kg-N m3 d-1 was reached in the operation days of 178 with a Total Nitrogen (TN) removal efficiency of 74%. This showed the biofilm column anammox reactor was successfully applied to moderate high nitrogen removal from synthetic wastewater at moderately low temperature. Keywords: Anammox, biofilm column reactor, ambient temperature, nitrogen removal
Color And COD Degradation of Procion Red Synthetic Dye by Using Fenton-TiO2 Method Teguh, Dedi; Agustina, Tuty Emilia; Faizal, Muhammad
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Vol 3, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.202 KB)

Abstract

Nowadays, environmental pollution caused by industrial wastewater is quite apprehensive. Most of textile industries used synthetic dyes. Procion red is one of the synthetic dyes that often used in textile industries and classified as a reactive dye that is difficult to decompose in nature and contain harmful toxins. One of the colored wastewater treatment process is by using Fenton reagent and TiO2 catalyst (Fenton-TiO2) as one of Advanced Oxidation Processes (AOPs). The objective of this research is to treat of procion red synthetic dye by using Fenton-TiO2 method and study the effect of procion red concentration, reaction time and the concentrations of TiO2 catalyst on color and COD degradation. In this experiment, the concentrations of procion red were varied between 150-300 ppm, the concentrations of TiO2 catalyst were varied from 0.05 to 0.4% (w/v) and the reaction time of 5 to 20 minutes. The optimum condition was achieved by using procion red concentration of 150 ppm with TiO2 catalyst concentration of 0.4% and reaction time of 20 minutes, which the maximum color and COD degradation of 98.67% and 92% were achieved respectively. This condition was applied to the real wastewater of textile home industry in Palembang. The color and COD degradation of 59% and 44% were found respectively after 220 minutes of reaction.
Pengolahan Limbah Logam Berat Kromium Hexavalen Menggunakan Reagen Fenton dan Adsorben Keramik Zeolit Agustina, Tuty Emilia; Faizal, Muhammad; Aprianti, Tine; Teguh, Dedi; Rif'at, Aditya M; Putra, Imam Gunawan; Prayesi, Mutiara Rizki; Fitrializa, Ulfa
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.33 KB)

Abstract

Kromium diketahui sebagai salah satu polutan beracun yang menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kromium Heksavalen Cr(VI) merupakan logam berat, dimana dalam konsentrasi yang kecil dapat menghasilkan tingkat keracunan yang tinggi pada makhluk hidup. Jika senyawa kromium (VI) terbuang ke lingkungan dan masuk ke dalam tubuh makhluk hidup maka akan sangat berbahaya, sehingga penting untuk mengolah limbah tersebut. Penelitian ini difokuskan pada proses pengolahan Cr(VI) dengan metode kombinasi yaitu secara kimia dan secara fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air limbah yang mengandung Cr(VI) menggunakan reagen Fenton yang dilanjutkan adsorpsi menggunakan adsorben berbahan dasar zeolit dan tanah liat yang dibentuk menjadi keramik. Air limbah yang mengandung Cr(VI) dikontakkan dalam reaktor berpengaduk sehingga terjadi reaksi reduksi oksidasi, selanjutnya air limbah ini dilewatkan ke dalam kolom adsorpsi yang berisi adsorben keramik zeolit. Kondisi terbaik dari pengolahan air limbah yang mengandung Cr(VI) dengan metode kombinasi ini dicapai pada konsentrasi limbah krom 200 ppm, rasio molar reagen Fenton 1:30, dan pH 6. Dimana persentase maksimum penurunan Cr(VI) dengan proses Fenton sebesar 30,15% dan dilanjutkan dengan adsorpsi sehingga penurunan Cr(VI) total mencapai 99,99%. Hal ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah logam berat kromium dengan menggunakan reagen Fenton dilanjutkan adsorpsi menggunakan adsorben keramik zeolit mampu menurunkan kadar Cr(VI) pada limbah cair mencapai 0,0033 ppm dari baku mutu yaitu 0,1 ppm, sehingga hasil penelitian ini telah memenuhi baku mutu lingkungan
PENGOLAHAN PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) DENGAN METODE FENTON DAN KOMBINASI ADSORPSI-FENTON Agustina, Tuty Emilia; Sulistyono, Budi; Anugerah, Rendotian
Jurnal Teknik Kimia Vol 22, No 3 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.181 KB)

Abstract

Indonesia merupakan produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar. Meningkatnya permintaan terhadap minyak kelapa sawit akan meningkatkan kapasitas produksi yang berdampak terhadap peningkatan jumlah limbah industri kelapa sawit. Limbah pada industri kelapa sawit terdiri dari limbah padat, cair dan gas. Limbah cair kelapa sawit populer dikenal sebagai Palm Oil Mill Effluent (POME). Limbah POME mengandung senyawa organik sehingga nilai COD, BOD dan TSS tinggi. Proses Fenton merupakan metode AOPs yang paling menonjol karena mampu menghasilkan radikal hidroksil lebih cepat. Bentonit digunakan sebagai adsorben dalam mengolah limbah POME ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah POME dengan metode Fenton dan kombinasi adsorpsi-Fenton. Pengaruh perbandingan rasio molar FeSO4.7H2O:H2O2 pada reagen Fenton sebesar 1:60, 1:80 dan 1:100 serta waktu pengadukan selama 15, 30, 45 dan 60 menit juga dipelajari. Didapatkan hasil penurunan paling tinggi yaitu sebesar 79% pada metode Fenton dengan rasio molar 1:60. Penurunan BOD dan TSS paling tinggi yaitu yaitu sebesar 76,85% dan  91,25% diperoleh pada proses kombinasi adsorpsi-Fenton Penurunan COD dan BOD optimal  pada 30 menit pertama untuk semua variabel selanjutnya nilai variabel cenderung tidak berubah secara signifikan.Kata kunci : POME, AOPs, Fenton, adsorpsi, bentonit