Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Salvia Coccinea Sello Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas solanacearum .E.F. Smith dan Pertumbuhan Tanaman Tomat Salni, Salni; Juswardi, Juswardi
Jurnal Penelitian Sains No 8 (2000)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.696 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak Salvia coccinea sello terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas solanacearum E.F.Smith dan pertumbuhan tanaman tomat. Untuk menentukan jenis ekstrak yang aktif terhadap bakteri uji dilakukan uji pendahuluan dengan menggunakan ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi diklorometana. Ternyata ekstrak etanol aktif terhadap bakteri uji. Selanjutnya ekstrak etanol dengan konsentrasi: 0,00; 0,50; 1,00; 1,50; 2,50% diujikan terhadap pertumbuhan bakteri P.solanacearum secara in vitro, perkecambahan dan pertumbuhan radikula kecambah tomat. Ekstrak etanol dengan konsentrasi 1,00% diujikan terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Hasil pengamatan menunjukkan ekstrak etanol aktif menghambat pertumbuhan koloni bakteri Pseudomonas solanacearum dengan nilai MIC (Minimum inhibit concentrasion) 1,00% pada pengamatan 1 x 24 jam, menghambat perkecambahan dan pertumbuhan radikula, tetapi tidak menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman tomat. 
Efek Antiinflamasi Fraksi Daun Andong (Cordyline Fruticosa L) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Spraque Dawley Wijaya, Leni; Saleh, Irsan; Theodorus, Theodorus; Salni, Salni
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.069 KB)

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat-zat mikrobiologik. Pengurangan peradangan atau respon inflamasi menggunakan obat golongan steroid dan antiinflamasi non steroid (AINS). Tujuan penelitiaan adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol air dari ekstrak metanol daun andong (Cordyline fruticosa L) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang diinduksi dengan karagenin 1%. Subyek penelitian adalah 30 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I adalah plasebo yang diberi CMC 1%, kelompok 2 diberi fraksi nheksan, kelompok 3 diberi fraksi etil asetat, kelompok 4 diberi fraksi metanol air masing-masing dengan dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok 5 diberi Meloxicam sebagai kontrol positif. Parameter efek antiinflamasi berupa volume edema kaki tikus dan penghitungan jumlah neutrofil pada sediaan hapus darah tepi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan daun andong  mempunyai efek antiinflamasi lebih aktif atau kuat dibandingkan dengan fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L), tidak berbeda nyata dibandingkan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley, fraksi n-heksan daun andong (Cordyline fruticosa L) mengandung golongan senyawa fenol dan steroid terpenoid yang diduga berperan dalam aktivitas antiinflamasi, dan potensi antiinflamasi fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L) lebih kecil dibandingkan dengan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley.
Penapisan Aktivitas Antibakteri Piperaceae dari Hutan Lindung Suaka Suaka Margasatwa Isau-Isau Kebupaten Lahat Salni, Salni; Muharni, Muharni; Sepriani, Mariska
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5941.201 KB)

Abstract

Penelitian mengenai “Penapisan Aktivitas Antibakteri Famili Piperaceae dari Hutan Lindung Suaka Margasatwa Isau-isau Kabupaten Lahat” telah dilakukan pada bulan Juni sampai Desember 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan famili Piperaceae yang mempunyai aktivitas antibakteri dan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak lima jenis tumbuhan famili Piperaceae yang memiliki aktivitas antibakteri, serta menentukan golongan senyawa aktif dalam ekstrak Piperaceae. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar, bakteri uji yang digunakan adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan famili Piperaceae mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Lima tumbuhan yang memiliki aktivitas antibakteri yang tinggi yaitu Piper aduncum, Piper betle, Piper nigrum, Piper methysticum dan Peperornia pellucida. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dari ekstrak etanol daun Piper aduncum adalah 0,2% pada S. aureus dan 0,4% pada E. Coli, Piper betle dan Piper nigrum memiliki nilai KHM 0,2% pada S. aureus dan 0,3 pada E. Coli, piper methysticum 0,3% pada S aureus dan 0,4% pada E. Coli dan Peoeromia pellucida 0,1% pada Saureus dan 0,2% pada E. Coli. Golongan senyawa aktif dalam ekstrak Piperaceae adalah fenol, terpenoid dan tanin.
Identifikasi dan Penapisan Aktivitas Antibakteri Beberapa Jenis Tumbuhan di Desa Napal Licin Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Salni, Salni; Harmida, Harmida; Nurmawati, Elisa
Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 3 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6503.103 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi dan penapisan aktivitas antibakteri beberapa jenis tumbuhan desa Napal Licin kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dari bulan Maret dampai Agustus 2005. Identifikasi tumbuhan dilakukan di Laboratorium Herbarium Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas dan pengujian aktivitas antibakteri dilakukan di Laboratorium Genetika dan Bioteknologi FMIPA Universitas Sriwijaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang ada di Desa Napal Licin, melakukan penapisan aktivitas antibakteri untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber senyawa antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan penapisan aktivitas antibakteri terhadap 45 jenis tumbuhan, diperoleh 40 jenis tumbuhan mempunyai aktivitas antibakteri. Dari 40 jenis tumbuhan yang aktif terdapat lime jenis tumbuhan yang paling potensial sebagai sumber senyawa antibakteri, yaitu daun dan kulit Calophyllum dasypodum Miq, daun Jambu Bioa {Eugene densiflora (BI.) Duthie}, daun jambu-jambuan (Eugene virens (BI.) K. & V), daun sirih gedebong (Piper aduncum L.) dan sirih merah (Piper miniatum BI.).
Pengaruh Pemberian Asam Retinoat terhadap Perkembangan Fetus Mencit (Mus musculus L.) Swiss Webster Sari, Dessi Irmala; Nita, Sri; Salni, Salni; Setiawan, Arum
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.034 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam retinoat terhadap perkemban-gan fetus mencit selama periode organogenesis. Dua puluh empat ekor mencit bunting dibagi secara acak menjadi 6 kelompok perlakuan dengan masing-masing 4 ulangan. Asam retinoat dilarutkan dalam olive oil se-banyak 0,3 ml, diberikan secara injeksi subcutan pada saat kebuntingan hari ke 6. Dosis perlakuan asam reti-noat adalah 40; 60; 80; 100 mg/kg bb dan pada perlakuan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, serta ke-lompok pembanding diberi perlakuan pelarut olive oil. Induk mencit dipelihara sampai umur kebuntingan 18 hari. Pada umur kebuntingan 18 hari mencit dibunuh dengan cara dislokasi pada leher, dilaparatomie, memo-tong uterus, mengamati fetus yang resorp, menghitung jumlah fetus hidup dan mati, menimbang bb fetus, lalu melakukan pengamatan secara visual untuk melihat kecacatan yang terjadi pada mencit. Data jumlah dari ha-sil pengamatan tersebut diatas dianalisis dengan Anova Satu Arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asam retinoat yang diberikan pada mencit bunting selama periode organogenesis memberikan pengaruh terhadap perkembangan fetus mencit yang ditandai dengan semakin menurunnya jumlah fetus hidup, bb fetus, dan peningkatan fetus mati dan fetus resorp, dibandingkan dengan kontrol dan pembanding.
Penapisan Aktivitas Antibakteri Tumbuhan Famili Annonaceae Salni, Salni; Harmida, Harmida; Vivin M, Vivin M
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5895.49 KB)

Abstract

Penelitian “Penapisan Aktivitas Antibakteri Tumbuhan Famili Annonaceae” telah dilakukan pada bulan Mei sampai November 2004. Pengambilan sampel dilakukan di Hutan Lindung Suaka Margasatwa Isau-isau Kabupaten Lahat dan Talang Ratu, Km 5 Palembang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan famili Annonaceae yang mempunyai aktivitas antibakteri, menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) serta golongan senyawa kimia ekstrak tumbuhan famili Annonaceae yang aktif. Uji aktifitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar, bakteri uji yang digunakan adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari lima jenis Annonaceae dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus sureus. Diperoleh 5 macam ekstrak tumbuhan yang mempunyai diameter hambatan yang besar pada konsentrasi 2% yaitu batang Annona reticulata L., kulit batang Annona aquamosa L., kulit bantang Cananga odorata Hook. f. & Thomson, kulit batang Cananga sp, dan daun Cananga sp. Nilai Konsentrasi Hambatan Minimum (KHM) 5 macam ekstrak etanol kulit batang Annona reticulata L. Annona squamosa L., Cananga odorata Hook. f. & Thomson, Canangan sp, dan daun Canangan sp terhadap Escherichia coli adalah 0,1%, sedangkan terhadap Staphylococcus aureus adalah 0,05%.   
Efek Teratogenik Asam Salisilat pada Perkembangan Morfologi Fetus Mencit (Mus musculus L.) Swiss Webster ciselia, Dewi; Setiawan, Arum; Nita, Sri; Salni, Salni
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.302 KB)

Abstract

One of teratogenic chemical is salicylic acid. Therefore it is necessary to do a research on the tera-togenic effects of salicylic acid on the morphological development of the mice fetal.The aims of this study is to find the teratogenic effect of salicylic acid On The Morphology Development Of Mice.This research used randomized complite design 5 treatment and 5 replicated. The data were analyzed with one way Anova and then with Duncan’s test. Salicylic acid administrated intraperitoneal injection at a dosage 40 mg/kgbw, 60 mg/kgbw, 80 mg/kgbw in 6,7, and 8 days of gestation. The remaining animals were used as an untreated control, and placebo were given by aquades. at 18th days of gestations, twenty five pregnant mice were sacrificed and caesarian sectioned to remove the fetuses and then check fetus body wight, life fetus, dead fetus and morfology fetus.The results of this study showed that the dose of 80mg/kgbb and 60mg/kgbb salicylic acid cause pregnant mice weight, the administration of salicylic acid from 40mg/kgbb dose can reduce the average weight of the fetus, the provision of 40mg/kgbb salicylic acid may decrease the number the implantation of the fetus and also the number of living fetuses, administration of salicylic acid with 80mg/kgbb doses can cause fetal death (IUFD), giving 60mg/kgbb salicylic acid will cause open eyelids disability, giving salicylic acid does not cause embryo-nic desorption, disability in the legs, tail, NTD and also ceiling blemish (cleft palate) and kidney defects in the fetus. 
Potensi Beberapa Jenis Tanaman Hias sebagai Fitoremediasi Logam Timbal (Pb) dalam Tanah Haryanti, Dede; Budianta, Dedik; Salni, Salni
Jurnal Penelitian Sains Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.526 KB)

Abstract

Pencemaran logam berat menjadi issue penting secara global terhadap masalah lingkungan, kese-hatan, ekonomi dan perencanaan. Mengingat Pb tergolong logam berat dengan sifat toksik tinggi, maka untuk menghilang Pb dari tanah perlu dilakukan remediasi secara fitoremediasi. Penelitian ini dilakukan di rumah bayang di kampus Program Pascasarjana, Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan yaitu penambahan logam Pb ke dalam media tanah sebanyak 319,71 mg.kg-1 dengan media tanah sebanyak 5 kg setiap perla-kuan. Setelah 60 hari tanam dilakukan analisa kandungan logam Pb pada media tanah dan tanaman dengan metode analisa AAS yang dilakukan di di laboratorium Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwi-jaya. Hasil yang diperoleh dari analisa laboratorium dilakukan perhitungan akumulasi logam Pb dengan faktor biokonsentrasi untuk mengetahui kemampuan tanaman dalam mengakumulasi logam Pb. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa kemampuan tanaman hias dalam menyerap logam Pb berbeda dan tergantung dengan je-nis tanaman. Tanaman Hanjuang (Cordyline fruicosa) mempunyai kemampuan menyerap logam Pb yang lebih tinggi dengan nilai 2,36 mg.kg-1.hari-1, diikuti oleh tanaman Sambang Dara (Excoecaria cochinensis) dengan nilai 1,70 mg.kg-1.hari-1. Tanaman yang paling rendah menyerap logam Pb adalah tanaman Lidah Mertua (Sanseviera trifasciata Prain) dengan nilai konsentrasi logam Pb yaitu 0,65 mg.kg-1.hari-1. Efisiensi penyerapan logam Pb oleh tanaman yang tertingi dimiliki oleh tanaman Hanjuang (Cordyline fruicosa) yaitu 44,28%. Per-tumbuhan tanaman selama 60 hari penelitian juga bervariasi dan tanaman yang memiliki pertumbuhan ter-baik adalah tanaman Hanjuang (Cordyline fruicosa). Dengan demikian, tanaman Hanjuang (Cordyline fruicosa) merupakan tanaman terbaik dalam menyerap logam Pb dalam tanah.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Pare(Momordica Charantia,L)Terhadap Struktur Histologi Testis dan Epididimis Tikus Jantan (Rattus Norvegicus) Spraque Dawley® Cholifah, Siti; Arsyad, Arsyad; Salni, Salni
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.397 KB)

Abstract

Senyawa aktif yang terdapat dalam pare yaitu kukurbitasin yang termasuk golongan glikosida tripenoid diduga bekerja menghambat perkembangan sel spermatogenik melalui efek sitotosik  dan melalui efek hormonal.Tujuan Penelitian untuk mengukur dan menganalisis berat serta struktur histologis testis dan epididimis tikus jantan(Rattus Novergicus) Sprague Dawley® akibat pemberian ekstrak pare (Momordica charantia, L). Penelitian ini dilaksanankan pada bulan Maret sampai Agustus tahun 2013 di Laboratorium Bersama PPSUnsri dan membuat preparat histopatologi di laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit RK. Charitas  Palembang sementara untuk hasil pengamatannya dilakukan di Bagian Biologi Kedokteran Universitas Sriwijaya.Rancangan penelitian yang dipakai adalah Random Alokasi Desain, menggunakan 24 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok terdiri atas 6 tikus jantan. Setiap kelompok diberi perlakuan ekstrak Pare 15mg/100gBB, 25mg/100gBB, 50mg/100gBB dan utk kelompok kontrol diberi saline fisiologis, pemberian dilakukan dengan cara sonde oral. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata berat testis dan epididimis, penurunan rata-rata diameter tubulus seminiferus, penurunan rata-rata tebal  epitel germinal tubulus seminiferus serta penipisan ketebalan epitel epididimis antara kelompok kontrol dengan kelompok yang diberi ekstrak pare. Tebal epitel germinal tubulus seminiferus pada hasil uji pos hoct tes antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sama-sama sebesar 0,000 artinya ada perbedaan yang sangat signifikan tebal epitel germinal tubulus seminiferus antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Begitupun pada tebal epitel epididimis, pada hasil uji pos hoct test didapatkan nilai p 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak pare dapat menurunkan diameter tubuli dan tebal epitel germinal tubulus seminiferus serta tebal epitel epididimis secara bermakna (p= 0,000). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak pare dapat menurunkan berat testis, berat epididimis,  diameter tubulus seminiferus, tebel epitel germinal tubulus seminiferus dan tebal epitel epididimis. Hasil signifikan terlihat pada dosis 25mg/100 gBB dan 50mg/100gBB.
Isolasi Senyawa Antibakteri Dari Daun Jengkol (Pithecolobium lobatum Benth) dan Penentuan Nilai KHM-nya Salni, Salni; Marisa, Hanifa; Mukti, Ratna Wedya
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.126 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi senyawa antibakteri dari daun Jengkol (Pithecolobium lobatum Benth) dan penentuan Konsentrasi Hambat Minimun (KHM)-nya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian dilakukan di laboratorium Genetika dan Bioteknologi jurusan Biologi FMIPA Universitas Sriwijaya. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar. Bakteri uji yang digunakan adalah Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan senyawa antibakteri terdapat didalam fraksi etilasetat, Senyawa antibakteri dalam daun jengkol merupakan senyawa terpenoid mempunyai nilai Rf 0,75 dengan eluen etilasetat n-heksana 8:2. Isolat hasil isolasi disebut dengan isolat E18. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) isolat E18 terhadap Staphylococcus aureus adalah 160 μg/ml dan terhadap Escherichia coli 200 μg/ml.