Jejem Mujamil, Jejem
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN TIPE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING DI SMA NEGERI 2 TANJUNG RAJA Asnia, Fefti; Mujamil, Jejem; Hadeli, M.
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.207 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia dengan menerapkan strategi pembelajaran tipe Active Knowledge Sharing dikelas XI IPA3 SMA Negeri 2 Tanjung Raja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui keaktifan siswa dan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Rata-rata keaktifan siswa dalam kelompok pada siklus I 66,76 %, pada siklus II 74,87 % dan pada siklus III 85,56 %. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) yaitu 69,25 ( 32,14%), rata-rata tes siklus I (T1) adalah 74,64 (53,57%), nilai rata-rata pada siklus II (T2) adalah 83,33 (81,48%) dan nilai rata-rata pada siklus III (T3) adalah 87,85 (89,28%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapkan strategi pembelajaran tipe Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia siswa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA MATERI LAJU REAKSI BERBASIS STEM PROBLEM-BASED LEARNING KELAS XI SMA NEGERI 1 INDRALAYA UTARA Hapiziah, Suri; Suhery, Tatang; Mujamil, Jejem
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.893 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengembangan Bahan ajar materi laju reaksi berbasis  STEM Problem-Based Learning yang valid, praktis dan efektif menggunakan model ADDIE. Bahan ajar yang dihasilkan di validasi oleh ahli (Expert Review) diperoleh rata-rata skor 4,11 (valid). Tahap one-to-one dan small group diperoleh persentase rata-rata skor sebesar  80,68 % (sangat praktis). Hasil N-Gain Hasil belajar kelas uji coba 0,76 (sangat efektif) sedangkan kelas biasa 0,60 (efektif). Berdasarkan N-Gain menunjukkan hasil belajar siswa yang menggunakan bahan ajar berbasis STEM Problem-Based Learning lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan bahan ajar berbasis STEM Problem-Based Learning. Data diatas menyatakan bahan ajar materi laju reaksi berbasis STEM Problem-Based Learning valid, praktis dan efektif. Saran peneliti bagi guru dan siswa agar menggunakan bahan ajar berbasis STEM Problem-Based Learning dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM LARUTAN ASAM BASA BERBASIS INQUIRY PADA MATA KULIAH PRAKTIKUM KIMIA DASAR II DI FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA Munika, M; Mujamil, Jejem; Desi, D
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.792 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan petunjuk praktikum larutan asam basa berbasis Inquiry yang valid, praktis dan efektif pada Mata Kuliah Praktikum Kimia Dasar II di FKIP Universitas Sriwijaya. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian pengembangan (Development Research) yang terbatas pada pengembangan produk, validasi produk, ujicoba kepraktisan produk dan ujicoba penggunaan produk. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, lembar angket, lembar observasi dan lembar kinerja berdasarkan aspek psikomotorik. Subjek penelitian expert judgement ialah ahli pedagogik, content, dan desain, sedangkan subjek ujicoba kepraktisan ialah mahasiswa pendidikan kimia Tahun Ajaran 2013/2014. Validasi draft diperoleh Prototype I yang valid dengan nilai validasi aspek pedagogik adalah 4 (valid), aspek content sebesar 4,21 (sangat valid) dan aspek desain sebesar 4,57 (sangat valid). Pada ujicoba one to one terhadap Prototype I diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,20 (praktis) dan ujicoba small group terhadap Prototype II diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,29 (sangat praktis). Pada ujicoba field test terhadap keefektifan Prototype III dalam menuntun praktikan melaksanakan percobaan di laboratorium, diperoleh nilai rata-rata kinerja praktikum tiap kelompok berdasarkan aspek psikomotorik sebesar 88,125. Hasil penelitian ini ialah buku petunjuk praktikum larutan asam basa berbasis inquiry yang valid, praktis dan efektif pada Mata Kuliah Praktikum Kimia Dasar II di FKIP Universitas Sriwijaya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 3 PALEMBANG Hidayati, Hidayati; Hartono, Hartono; Mujamil, Jejem
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.997 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa melalui Modelpembelajaran Children’s Learning In Science (CLIS) di kelas XI IPA A SMA Negeri 3Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelasyang dilakukan sebanyak tiga siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembarobservasi dan tes akhir siklus. Lembar observasi yang digunakan yaitu tes penilaian kinerjauntuk mengetahui proses kegiatan belajar mengajar yang berupa kegiatan Keterampilan ProsesSains (KPS) siswa dan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Data hasilobservasi menunjukkan rata-rata kinerja KPS siswa pada siklus I (T1) yaitu sebesar 71,31%dengan keterampilan proses mengamati sebesar 78,95%, mengelompokkan sebesar 95% danmengkomunikasikan sebesar 40%. Rata-rata kinenrja KPS siswa siklus II (T2) yaitu sebesar74,61% dengan keterampilan proses mengamati sebesar80,75%, mengelompokkan sebesar100% dan mengkomunikasikan sebesar 43,08%. Rata-rata kinerja KPS siswa pada siklus III(T3) yaitu sebesar 82,73% dengan keterampilan proses mengamati sebesar 93,19%,mengelompokkan sebesar 100% dan mengkomunikasikan sebesar 55%. Nilai rata-rata hasilbelajar siswa sebelum diberi tindakan (T0) sebesar 59,53 dengan persentase ketuntasan belajarsebesar 21,87%, sedangkan setelah diberikan tindakan pada siklus satu (T1) nilai rata-rata hasilbelajar siswa sebesar 67,95 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 43,33 %, pada siklusdua (T2) diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 76,25 dengan persentaseketuntasan belajar sebesar 62,63 % dan pada siklus tiga (T3) nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 81,71 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 87,50%. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Children’s Learning In Science(CLIS)dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa.
PENGEMBANGAN MODUL KESETIBAMBANGAN KIMIA BERBASIS KONSTRUKTIVISME LIMA FASE NEEDHAM Utami, Bella Tri; Sukaryawan, Made; Mujamil, Jejem
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.535 KB)

Abstract

Penelitian Pengembangan Modul Kesetimbangan Kimia Berbasis Konstruktivisme Lima Fase Needham merupakan penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan Rowntree dan dimodifikasi dengan evaluasi formatif Tessmer. Teknik pengumpulan data berupa lembar validasi untuk data kevalidan, lembar angket untuk kepraktisan, tes untuk data keefektifan peserta didik. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu: perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Pada tahap evaluasi menggunakan model evaluasi formatif Tessmer yang terdiri dari: Self Evaluation, Expert Review, One To One dan Small Group. Pada expert review terdapat ahli materi, ahli pedagogi dan ahli desain diperoleh rerata 0,736 skala Aiken dengan kategori valid. Tahap ujicoba one to one dilakukan oleh 3 peserta didik diperoleh rerata 4,44 skala Likert (sangat praktis) dan ujicoba small group dilakukan oleh 6 peserta didik diperoleh rerata 4,32 skala Likert (sangat praktis), sehingga diperoleh rerata dari keduanya sebesar 4,32 skala Likert yang termasuk kategori sangat praktis. Hasil tabel rentang kategori N-gain menunjukkan nilai 0,4 adalah kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa modul Kesetimbangan Kimia Berbasis Konstruktivisme Lima Fase Needham yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY, INTELLECTUALY, REPETITION (AIR) SISWA KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 11 PALEMBANG Nurdina, Destia; Anom, K; Mujamil, Jejem
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.748 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia dengan menerapkan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 11 Palembang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dalam tiga siklus, dimana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes akhir siklus dan lembar observasi. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan lembar observasi digunakan untuk mengetahui kegiatan siswa. Rata-rata nilai hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) sebesar 53,90 dengan ketuntasan belajar sebesar 32%. Siklus I terjadi peningkatan rata-rata skor tes sebesar 66,34 dengan ketuntasan belajar sebesar 48%, dikarenakan adanya model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR). Siklus II terjadi peningkatan rata – rata skor tes sebesar 77,61 dengan ketuntasan belajar sebesar 76% , dikarenakan adanya guru membimbing siswa dalam mengungkapkan pendapat, soal diskusi dibuat seperti di contoh dan pemberian tugas baca. Siklus III terjadi peningkatan rata – rata skor tes sebesar 80,37 dengan ketuntasan belajar sebesar 85,37%, dikarenakan perbaikan contoh handout diperjelas, guru menunjuk setiap perwakilan kelompok untuk seminar, dan pengaturan waktu lebih diperhatikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dapat meningkatkan hasil belajar kimia.
PENGEMBANGAN MODUL LAJU REAKSI BERBASIS KONSTRUKTIVISME LIMA FASE NEEDHAM Adawiyah, Robiatul; Sukaryawan, Made; Mujamil, Jejem
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.538 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul laju reaksi berbasis konstruktivisme lima fase Needham yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain penelitian pengembangan RowntreeTessmer. Tahapan pengembangan Rowntree pada penelitian ini meliputi tahap perencanaan dan tahap pengembangan. Tahapan evaluasi formatif Tessmer pada penelitian ini meliputi self evaluation, expert review evaluation, one-to-one evaluation, dan small groupevaluation. Pada saat expert review evaluation menggunakan ahli pedagogik, ahli materi (content), dan ahli desain. Hasil yang diperoleh pada tahap expert review evaluation merujuk pada kriteria skor kevalidan Aiken’s didapat skor akhir validasi aspek pedagogik 0,912 (sangat valid), aspek materi 0,821 (sangat valid), dan aspek desain 0,775 (valid). Pelaksanaan penelitian tahap one-to-oneevaluation dan tahap small group evaluation di SMA Negeri 3 Palembang. Tahap one-to-one dilakukan uji coba produk kepada 3 siswa kelas XI IPA 5 didapat skor akhir kepraktisan 4,363 (sangat praktis). Tahap small group dilakukan uji coba kepada 6 siswa kelas XI IPA 5 didapat skor akhir kepraktisan 4,371 (sangat praktis). Peneliti juga memberikan soal pretes-postes kepada siswa didapat skor Gain 0,4 (sedang). Berdasarkan hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa modul laju reaksi yang dihasilkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA BERDASARKAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI KELAS XI DI SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG Utami, Geby Riyanti; Mujamil, Jejem; Nawawi, Effendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.266 KB)

Abstract

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran KTSP  pada  Mata  Pelajaran Kimia di Kelas XI di SMA Srijaya Negara Palembang. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran KTSP di kelas XI IPA PLUS 1 SMA Srijaya Negara Palembang pada materi laju reaksi.Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan.Data hasil belajar siswa didapat dari tes hasil belajar. Rata-rata skor hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) sebesar 55,13 dengan ketuntasan sebesar 27,78%. Rata-rata skor hasil belajar siswa setelah penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran KTSP pada siklus I (T1) meningkat menjadi 72,56 dengan ketuntasan sebesar 61,11%. Pada siklus II (T2)  sebesar 83,56 dengan ketuntasan sebesar 88,88%. Dari hasil tersebut terlihat bahwa T2>T1>T0 sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Pelaksaan Pembelajaran KTSP, dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa.Disarankan bagi guru untuk menerapkan Rencana Pelaksaan Pembelajaran KTSP pada kegiatan pembelajaran di kelas agar hasil belajar siswa meningkat.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menyarankan agar Rencana Pelaksaan Pembelajaran KTSP ini dapat diterapkan oleh guru-guru kimia dalam pembelajaran di kelas sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR (MPPKB) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 TANJUNG RAJA Dewi, Paramita; Suharman, Andi; Mujamil, Jejem
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.146 KB)

Abstract

Penelitan ini  bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Tanjung Raja dengan menggunakan Model Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir  (MPPKB).  Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Pengumpulan data  dilakukan  dengan  menguunakan  tes  yang  dilakukan  diakhir siklus. Terjadi peningkatan pemahaman konsep kimia siswa yang tercermin dari rata-rata hasil belajar dan ketuntasan siswa. Hasil belajar dan ketuntatsan siswa sebelum tindakan adalah59.2 dan 22.22% , siklus I 61.98  dan 25%, siklus II 73.26 dan 58.33%, siklus III 80.91 dan 86.11%.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 INDERALAYA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) Yuri, Dwi Dhania; Sukaryawan, Made; Mujamil, Jejem
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.412 KB)

Abstract

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri I Inderalaya Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE).Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa di kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Inderalaya melalui strategi pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE). Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga  siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes akhir siklus. Tes akhir siklus ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar kimia siswa. Rata-rata nilai hasil belajar siswa sebelum diberi tindakan adalah sebesar 47,50 (T0) dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 6,67%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberi tindakan pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa pada tes akhir siklus mengalami peningkatan yaitu menjadi 47,79 (T1) dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 24,14%. Pada siklus II rata-rata hasil tes akhir siklus siswa sebesar 68,88 (T2) dengan ketuntasan klasikal sebesar 48%, dan rata-rata hasil tes akhir siklus III adalah sebesar 81,97 (T3) dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 86,67%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa di kelas XI IPA 3 SMA Negeri I Inderalaya.