Tatang Suhery, Tatang
Program Studi Pendidikan Kimia

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL KIMIA DASAR MATERI TERMOKIMIA BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS UNTUK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.693 KB)

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan Modul Termokimia Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis untuk mahasiswa prodi kimia yang valid, praktis, dan efektif. Proses pengembangan terdiri dari 3 tahap, yaitu preliminary investigation, theoritical embedding, dan empirical test. Teknik pengumpulan data berupa lembar validasi untuk data kevalidan, lembar angket untuk data kepraktisan, tes untuk data keefektifan dan tingkat berpikir kritis mahasiswa, observasi untuk mengetahui aktivitas berpikir kritis mahasiswa. Hasil validasi diperoleh nilai kevalidan sebesar 4,3 (sangat valid). Pada uji one-to-one diperoleh nilai kepraktisan 4,3 (sangat praktis), dan pada uji small group diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,5 (sangat praktis). Pada uji lapangan (field test) diperoleh nilai hasil belajar mahasiswa kelas kontrol dan eksperimen yang kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis uji-t yang didapat yaitu thitung (10,831) lebih besar dari ttabel (1,668). Uji hipotesis menyatakan bahwa Ha diterima, Ho ditolak, yang berarti hasil belajar mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan modul lebih baik daripada hasil belajar mahasiswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan modul (efektif). Kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, dengan rata-rata sebesar 62 untuk kelas eksperimen, dan 29 untuk kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul termokimia berbasis berpikir kritis untuk mahasiswa prodi kimia telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.

PENGEMBANGAN MODUL KIMIA REAKSI REDUKSI OKSIDASI KELAS X SMA

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Modul Kimia Reaksi Reduksi Oksidasi Kelas X SMA. Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 4 Palembang ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang berbentuk modul yang memiliki kriteria valid, praktis dan efektif dalam  pembelajaran reaksi reduksi oksidasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah modul. Berdasarkan hasil dari tahap expert review, one to one, small group  dan field evaluation menunjukkan bahwa bahan ajar yang berbentuk modul telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan efektifitas.Keyword:  Development Research, Module, Oxidation Reduction Reaction, Senior High School

Pembangan Modul Pembelajaran Kimia Kelas X Pada Materi Reaksi Redoks Dengan Pendekatan STEM Problem Based Learning di SMA Negeri 1 Indralaya Utara

Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.869 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Desain pengembangan dalam penelitian ini merupakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap pengembangan yaitu Analysis, Design, Development, Implement, Evaluate, yang dimodifikasi dengan evaluasi Tessmer. Produk penelitian ini adalah modul pembelajaran kimia dengan pendekatan STEM Problem Based Learning untuk siswa kelas X SMA/MA. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang bertujuan untuk mendapatkan modul yang valid dan praktis. Kevalidan modul dinilai oleh enam pakar yaitu ahli materi dan konten, pedagogik dan desain yang dilakukan pada tahapan expert review. Hasil tahap expert review didapat skor akhir validasi materi skor rata-rata 0,925 dengan kategori kevalidan tinggi, validasi pedagogik didapatkan skor rata-rata 0,843 dengan kategori kevalidan tinggi, dan validasi desain dipatkan skor rata-rata 0,80 dengan kategori kevalidan tinggi. Pada tahap one-to-one dan small group dilakukan dikelas X SMA Negeri 1 Indralaya Utara. Pada skor ke praktisan one-to-one didapat skor akhir sebesar 0,874 dengan kategori kepraktisan tinggi. Skor akhir ke praktisan small group didapatkan sebesar 0,946 dengan kategori kepraktisan tinggi.

Implementasi STEMI Pada Pembelajaran Kimia dalam rangka Menerapkan Kurikulum 2013

Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.484 KB)

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada pada Lembaga Pendidik Tenaga Kendidikan perlu dikembangkan pendekatan yang relevan dengan kurikulum 2013. Model pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada saat ini menjadi salah satu isu penting dalam perkembangan dunia pendidikan STEM ini merujuk kepada pengintegrasian konsep dasar desain teknologi/teknik dalam pengajaran dan pembelajaran sains/matematik di kurikulum sekolah. Pendidikan STEM berkonsentrasi pada pembelajaran ke arah problem solving (pemecahan masalah) dan problem posing (perumusan masalah). Dalam rangka menunjang implementasi kurikulum 2013 perlu dikembangkan model stem Indonesia yang berbasis kearifan local budaya Indonesia. Hasil Stem Indonesia telah dilaksanakan dalam pembelajaran di Perguruan tinggi menenjukkan hasil yang nyata dalam kreatifitas mahsiswa

Pengembangan Modul Kimia Dasar Berbasis STEM Problem Based Learning pada Materi Laju Reaksi Untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia

Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.932 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan modul kimia dasar berbasis STEM Problem Based Learning materi laju reaksi yang valid dan praktis. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang dimodifikasi dengan dengan metode evaluasi formatif Tessmer. Tahapan evaluasi formatif Tessmer dalam penelitian ini meliputi self evaluation, expert review, one-to-one dan small group. Data dikumpulkan melalui wawancara, uji ahli dan angket Pada tahap expert review menggunakan 2 ahli materi, 2 ahli desain dan 2 ahli pedagogik. Tahap oneto-one dan tahap small group dilakukan di Kampus FKIP Universitas Sriwijaya. Hasil tahap expert review didapat skor akhir validasi materi 0,91 (sangat layak atau sangat valid), validasi desain 0,87 (sangat layak atausangat valid) dan validasi pedagogik 0,87 (sangat layak atau sangat valid) dengan skor rata-rata kevalidan sebesar 0,88 (sangat layak atau sangat valid). Untuk skor akhir kepraktisan didapatkan dari ujicoba one-to-one sebesar 0,85 (tinggi atau sangat praktis) dan small group 0,82 (tinggi atau sangat praktis). Berdasarkan hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa modul yang dihasilkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis .Disarankan modul ini dapat dijadikan salah satu alternatif bahan ajar materi laju reaksi.

Pembangan Modul Kimia Dasar II Materi Koloid Berbasis STEM Problem Based Learning Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fkip Unsri

Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.957 KB)

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan Modul Koloid Berbasis STEM Problem Based Learning untuk mahasiswa prodi pendidikan kimia yang valid dan praktis. Proses pengembangan menggunakan pengembangan model ADDIE yang dikombinasikan dengan evaluasi formatif tessmer. Teknik pengumpulan data berupa lembar validasi untuk data kevalidan dan lembar angket data kepraktisan (walkthrough). Hasil validasi diperoleh nilai kevalidan materi sebesar 0,95 dinyatakan layak (sangat valid), nilai kevalidan pedagogik sebesar 0,92 dinyatakan layak (sangat valid) dan nilai kevalidan desain sebesar 0,93 dinyatakan layak (sangat valid), sehingga nilai kevalidan rata-rata adalah sebesar 0,93 (sangat valid). Pada uji one-to-one diperoleh nilai kepraktisan sebesar 0,83 dengan kategori tinggi (sangat praktis), dan pada uji small group diperoleh nilai kepratisan sebesar 0,93 dengan kategori tinggi (sangat praktis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul koloid berbasis STEM Problem Based Learnig pada mahasiswa prodi pendidikan kimia telah memenuhi kriteria valid dan praktis.

Integrasi Problem Based Learning dalam STEM Education Berorientasi pada Aktualisasi Literasi Lingkungan dan Kreativitas

Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.317 KB)

Abstract

Kunci keberhasilan pembelajaran terletak pada strategi pembelajaran yang dirancang. Strategi pembelajaran tersebut dikembangkan dengan berorientasi pada kurikulum, materi ajar, dan karakteristik mahasiswa. Kurikulum dan materi ajar menjadi dasar penentuan capaian pembelajaran atau kemampuan yang dapat dibekalkan kepada mahasiswa. Kurikulum dan materi ajar pada mata kuliah Kimia Lingkungan, misalnya, dapat mengakomodasi pengembangan literasi lingkungan dan kreativitas mahasiswa. Kimia Lingkungan mengkaji penyelesaian masalah-masalah lingkungan dari berbagai sudut pandang bidang ilmu. Dengan demikian, Kimia Lingkungan sangat tepat diselenggarakan dengan pendekatan multidisiplin seperti gabungan dari science, technology, engineering, dan mathematics (STEM). Mengangkat masalah-masalah lingkungan sangat tepat dilakukan dengan pendekatan problem based learning (PBL). Integrasi PBL dalam STEM sangat memungkinkan mengaktualisasi literasi lingkungan dan kreativitas mahasiswa.

Pengembangan Modul Kimia Dasar Materi Termokimia Pendekatan Stem Problem Based Learning Untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia

Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.746 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengembangan Modul Kimia Dasar I materi Termokimia pendekatan STEM Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa modul kimia pada materi Termokimia pendekatan STEM Problem Based Learning yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari tiga tahap yaitu terdiri dari analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Pada penelitian ini tahap evaluasi dikombinasikan dengan evaluasi formatif tessmer yang terdiri dari self evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan field test. Penelitian di lakukan di FKIP Universitas Sriwijaya. Rata-rata hasil uji validasi pedagogik, desain, dan materi adalah 0,92 dengan kategori sangat layak. Rata-rata hasil uji kepraktisan pada tahap one to one adalah 0,66 yang termasuk dalam kategori sedang. Kemudian pada tahap small group memperoleh nilai yang meningkat dari tahap sebelumnya, yaitu 0,88 dengan kategori kepraktisan yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa modul pendekatan STEM PBL untuk mahasiswa ini telah memenuhi kriteria valid dan praktis. Bagi dosen dan mahasiswa agar dapat memanfaatkan modul Kimia Dasar I pada materi Termokimia pendekatan STEM PBL sebagai salah satu bahan ajar.

Pengembangan Modul Mata Kuliah Kimia Dasar 2 Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Berbasis Pendekatan Science Technology Engineering and Mathematics-Problem Based Learning (STEM-PBL)

Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.2 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul mata kuliah kimia dasar 2 berbasis pendekatan STEM-Problem Based Learning yang memenuhi kriteria layak dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Langkah-langkah pengembangan produk yang digunakan meliputi analisis (analysis), perancangan (design) serta pengembangan (development). Evaluasi pengembangan produk digunakan evaluasi formatif Tessmer meliputi self evaluation, expert review, one-to-one evaluation serta small group evaluation. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan oleh pakar didapatkan nilai kesepakatan kelayakan modul untuk penilaian pedagogik sebesar 0,94 yang termasuk kategori sangat layak, penilaian desain sebesar 0,77 yang termasuk kategori layak dan penilaian materi sebesar 0,81 yang termasuk kategori sangat layak. Berdasarkan hasil uji kepraktisan pada tahap one-to-one diperoleh nilai sebesar 0,89 dengan kategori tinggi dan pada tahap small group diperoleh nilai 0,88 dengan kategori tinggi. Modul mata kuliah kimia dasar 2 materi kelarutan dan hasil kali kelarutan berbasis pendekatan STEM-Problem Based Learning dinyatakan layak dan praktis.

POTRET LITERASI LINGKUNGAN MAHASISWA CALON GURU KIMIA DI UNIVERSITAS SRIWIJAYA

JSEP | JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND PRACTICE Vol 1, No 1 (2017): Science Education and Practice
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Artikel ini melaporkan gambaran tentang keterampilan literasilingkungan mahasiswa calon guru kimia di Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan di Universitas Sriwijaya. Keterampilan ini terdiri dari kompetensilingkungan, pengetahuan lingkungan, dan sikap terhadap lingkungan. Datadikumpulkan dengan melakukan survei pada mahasiswa semester 4 dan 6. Darihasil survey ditemukan bahwa mahasiswa calon guru kimia memiliki literasilingkungan pada kategori sedang untuk aspek kompetensi lingkungan danpengetahuan lingkungan, sedangkan untuk aspek sikap terhadap lingkunganberada pada kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan perlu dilakukan inovasiterhadap perkuliahan agar kompetensi lingkungan dan pengetahuan lingkunganmahasiswa dapat lebih baik lagi. Berdasar pada konsep literasi lingkungan,khususnya pada kompetensi lingkungan dan pengetahuan lingkungan, diduga kuatbahwa mata kuliah Kimia Lingkungan merupakan media potensial untukmembekalkan keterampilan tersebut kepada mahasiswa.Kata Kunci: Literasi Lingkungan, Calon Guru Kimia