Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Yoga Antenatal Terhadap Pengurangan Keluhan Ibu Hamil Trimester III Mediarti, Devi; Sulaiman, Sulaiman; Rosnani, Rosnani; Jawiah, Jawiah
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya percapaian target MDGs di bidang kesehatan, yaitu dengan memberikan perhatian khusus pada penyelenggaraan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). KIA sebaiknya dilakukan selama kehamilan. Hal ini dikarenakan selama kehamilan, terutama trimester III, terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin yang meningkat drastis. Ini  menyebabkan keluhan yang terjadi pada ibu hamil sangat komplek. Untuk itu perlu dilakukan yoga antenatal, dimana gabungan dari gerakan yang dilakukan selama senam hamil dan pengolahan pikiran melalui imaginasi terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah Pengaruh Yoga Antenatal Terhadap Pengurangan Keluhan Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Palembang Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen pre test and post test one group . Penelitian dilakukan dengan mengkaji keluhan ibu hamil trimester III sebelum (pre test) dan sesudah (post test) dilakukan yoga antenatal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Merdeka. Teknik pengambilan sampel adalah quota sampling. Untuk mengetahui perbedaan keluhan ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah perlakukan digunakan uji beda dua mean dependent samples t test. Rata-rata keluhan ibu hamil adalah 12,78 (95% CI : 26,80-31,51), median 13 dengan standar deviasi 2,210. Keluhan paling sedikit dengan skor 7 dan paling banyak dengan skor 16. Rata-rata keluhan ibu hamil adalah 12,19 (95% CI : 11,14-13,24), median 13,00 dengan standar deviasi 2,912. Keluhan paling sedikit dengan skor 6 dan paling banyak dengan skor 17. Hasil uji statistic didapatkan nilai p = 0,005 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara keluhan ibu hamil sebelum dilakukan yoga antenatal dan setelah dilakukan yoga antenatal. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk mensosialisasikan pelaksanaan yoga antenatal kepada ibu hamil dan keluarga.
Pengaruh Pemberian Kompres Dingin Terhadap Nyeri pada Pasien Fraktur Ekstremitas Tertutup di IGD RSMH Palembang Tahun 2012 Mediarti, Devi; Rosnani, Rosnani; Seprianti, Sosya Mona
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur merupakan ancaman potensial maupun aktual terhadap integritas seseorang, sehingga akan mengalami gangguan fisiologis salah satunya respon berupa nyeri. Nyeri pada pasien fraktur salah satunya disebabkan karena spasme otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres dingin terhadap nyeri pada pasien fraktur ekstremitas tertutup. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan  desain one group pre test-post test yang dilaksanakan pada 31 Mei sampai 14 Juni 2012 dan bertempat di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non random sampling dengan metode porposive sampling yaitu berjumlah 15 sampel. Dari hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata nyeri sebelum dilakukan kompres dingin adalah 6,40 dengan standar deviasi 0,99 dan rata-rata skala nyeri setelah dilakukan kompres dingin adalah 3,53 dengan standar deviasi 1,30. Hasil analisis data yang dilakukan menggunakan uji T berpasangan atau Paired T-test, ada perbedaan antara nyeri sebelum dan setelah pemberian kompres dingin pada pasien fraktur ektremitas tertutup. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian kompres dingin terhadap nyeri pada pasien fraktur ektremitas tertutup. Disarankan kepada perawat di Instalasi Gawat Darurat agar dapat mengaplikasikan intervensi kompres dingin untuk mengurangi nyeri pada pasien fraktur ekstremitas tertutup.
Nurses Education and Motivation Towards Nursing Documentation Mediarti, Devi; Rehana, Rehana; Abunyamin, Abunyamin
Jurnal Ners Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.052 KB)

Abstract

Introduction: Nursing documentation is an integral part that cannot be separated from healthcare as a responsibility and accountability of nurses. High education and motivation are needed to achieve good nursing documentation. The aim of this study was to know the correlation between education and motivation of nurses towards Intensive Care nursing documentation.Methods: The design used was an analytical survey with a cross-sectional approach. The population was nurses in intensive care of Palembang BARI Hospital with as many as 46 nurses and 44 samples obtained with total sampling. Data were collected by questionnaire and observational and were analyzed by Chi-Square. Independent variables are education and motivation of nurses and the dependent variable is nursing documentation.Results: There was a correlation between education (p=0.035) and motivation (p=0.040) of nurses towards nursing documentation.Conclusion: High education and motivation of nurses influenced towards the quality of nursing education. The nursing manager of the hospital is recommended affording the opportunity to support human resources in the hospital, especially for nurses to participate in education, in accordance with the demands of legislation in nursing education, and to organize the training of nursing documentation.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TUBERKULOSIS PARU RELAPS PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT KHUSUS PARU PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015-2016 JAYA, HERAWATI; MEDIARTI, DEVI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.056 KB)

Abstract

Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis. Sedangkan tuberkulosis paru Relaps adalah penderita Tuberkulosis Paru yang dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap kemudian dating kembali berobat dengan hasil pemeriksaan batuk berdahak Basil Tahan Asam positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor resiko tuberculosis paru Relapsdi Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini meliputi populasi kasus yaitu penderita TB paru yang mengalami kekambuhan dan populasi kontrol yaitu penderita TB paru yang sudah dinyatakan sembuh. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data penderita TB Paru Relaps yang berobat di Poliklinik Paru Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan (total sampling) tahun 2015-2016.Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian TB paru Relaps(p:0,309; CI: 0,54-14,1; OR: 2,79), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadianTBparuRelaps(p:0,909;CI:0,308-2,82;OR:0,933), ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian TB paru Relaps(p:0,017; CI: 1,2-14,6; OR: 4,2), tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian TB paru Relaps(p:0,401; CI: 0,18-1,97; OR: 0,6), ada hubungan antara riwayat merokok dengan kejadian TB paru Relaps (p:0,045;CI:1,0-10,3;OR:3,2), tidak ada hubungan antara dengan kejadian TB paru Relaps (p:0,309;CI:0,54-14,1;OR:2,79).
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASANGAN USIA SUBUR DENGAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI BPS HUSNIYATI PALEMBANG REHANA, REHANA; MEDIARTI, DEVI; MAHMUDA, RIFA'ATUL
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6008.27 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara denganjumlah penduduk yang padat. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan program pembatasan angka kelahiran. Program pembatasan angka kelahiran di Indonesia dikenal dengan program keluarga berencana (KB).Data Bidan Praktik Swasta Husniyati Palembang, jumlah pasangan usia subur yang menggunakan KB suntikan, terutama suntik 3 bulan pada tahun 2011 berjumlah 1.376 akseptor (45%)dari 3.059 akseptor, tahun2012berjumlah 1.521 akseptor(50%)dari3.043 akseptor, tahun2013 berjumlah 1.577 akseptor (57%)dari 2.767 akseptor, dan jumlah akseptor KB dari Januari-November tahun 2014 sebanyak 1. 824 akseptor ( 59% )dari3. 066akseptor. Tujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasangan usia subur dengan akseptor KB suntik 3 bulan di BPS Husniyati pada bulan Januari-November 2014. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu sejumlah 95 sampel dengan desain penelitian deskriptif analitik.  Hasil penelitian pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan yang paling ban yak terdapat pada ibu yang tidak beresiko yaitu usia 20-3 5 tahun sebanyak 115 responden (7 5 ,6% ). Sedangkan pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan yang paling banyak  terdapat pada ibu yang tidak beresiko yaitu ibu dengan paritas ~ 2 anak sebanyak 73 responden (76,8%).  Saran menganjurkan pada pasangan usia subur terutama ibu yang berusia < 20 tahun dan > 35 tahun untuk menggunakan kontrasepsi, yang berguna tidak hanya untuk mencegah dan menjarangkan kehamilan tetapi juga untuk kesehatan reproduksi ibu itu sendiri, menganjurkan pada pasangan usiasubur terutama dengan paritas yang > 3 untuk datang ke sarana pelayanan kesehatan untuk menggunakan program KB.