Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Terapi Warna Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Trisemester III Muharyani, Putri Widita; Jaji, Jaji; Sijabat, Ayu Kurniati
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan suatu peristiwa dan pengalaman penting dalam kehidupan seorang wanita. Selama masa kehamilan sebagian besar ibu yang sedang hamil akan mengalami kecemasan, terutama bagi ibu primigravida trimester III. Kecemasan selama menjalani kehamilan dapat menyebabkan terjadinya kelahiran bayi prematur, keguguran, resiko hipertensi pada saat kehamilan, pre eklamsia, eklamsia dan dapat juga menyebabkan persalinan kala II lebih lama. Terapi warna hijau merupakan salah satu terapi nonfarmakologis untuk mengatasi kecemasan. Pemberian terapi warna hijau dapat membuat seseorang merasa nyaman, rileks dan tenang serta dapat merangsang pelepasan serotonin yang dapat menciptakan rasa bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi warna hijau terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III. Desain penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Jumlah sampel penelitian sebanyak 15 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner HARS yang dilakukan dari bulan Mei sampai Juni 2014, kemudian data dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh terapi warna hijau terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Timbangan dengan nilai p value = 0,001. Terapi warna hijau hendaknya dapat digunakan ibu hamil sebagai salah satu cara untuk mengatasi kecemasan ibu selama masa kehamilan
Pengaruh Terapi Ice Pack Terhadap Perubahan Skala Nyeri Pada Ibu Post Episiotomi Wenniarti, Wenniarti; Muharyani, Putri Widita; Jaji, Jaji
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri post episiotomi merupakan bentuk ketidaknyamanan yang menjadi masalah kesehatan pada ibu. Nyeri mengakibatkan ibu mengalami insomnia, sulit buang air besar, dan buang air kecil setelah melahirkan. Kasus nyeri post episiotomi di Puskesmas Belinyu meningkat setiap bulannya sehingga diperlukan manajemen nyeri post episiotomi secara nonfarmakologi yakni dengan terapi ice pack. Terapi ice pack yang diberikan pada ibu post episiotomi lebih aman diterapkan karena tidak menimbulkan efek samping bagi ibu post episiotomi dan bayi yang dilahirkannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi ice pack terhadap perubahan skala nyeri pada ibu post episiotomi. Desain penelitian menggunakan pra experimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Populasi penelitian yaitu ibu post episiotomi di Puskesmas Belinyu. Sampel didapat sebanyak 15 ibu post episiotomi dengan menggunakan metode nonprobability sampling melalui accidental sampling. Data penelitian diambil dengan cara pengukuran langsung skala nyeri post episiotomi sewaktu sebelum dan setelah dilakukan terapi ice pack menggunakan kuesioner Numerical Rating Scales (NRS). Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri post episiotomi sebelum dan setelah dilakukan terapi ice pack masing-masing sebesar 7,60±1,121 dan 4,27±1,486. Analisis skala nyeri post episiotomi setelah dilakukan terapi ice pack didapatkan bahwa terdapat perbedaan skala nyeri post episiotomi yang bermakna antara sebelum dan setelah dilakukan terapi ice pack (p value = 0,001). Manajemen nyeri nonfarmakologi dengan terapi ice pack dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menurunkan nyeri pada ibu post episiotomi.
Perbedaan Efektivitas Metode Diskusi dan Ceramah Terhadap Pengetahuan Pekerja Tentang Alat Pelindung Diri (APD) di Bengkel Las Kelurahan Bukit Lama Palembang Sakiyah, Mely; Jaji, Jaji; Muharyani, Putri Widita
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas metode diskusi dan metode ceramah terhadap pengetahuan tentang alat pelindung diri.   Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experimental dengan pretest posttest group designs. Penelitian ini dilakukan pada 22 pekerja bengkel las di Kelurahan Bukit Lama Palembang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis penelitian ini menggunakan uji t-test dan uji mann-whitney.   Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode diskusi dengan p value 0,001 dan ada perbedaan pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dengan p value 0,001. Hasil menunjukkan p value 0,349 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara metode diskusi dan metode ceramah.   Simpulan: Metode diskusi lebih efektif dalam peningkatan pengetahuan yang dilihat dari peningkatan rata-rata skor nilai pengetahuan pekerja sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Diharapkan pekerja menggunakan alat pelindung diri secara lengkap saat bekerja guna mencegah terjadinya kecelakaan saat bekerja.   Kata Kunci: alat pelindung diri, metode diskusi, metode ceramah
HUMAN FACTORS AND WORK FACTORS RELATED WITH THE CAUSES OF ACCIDENTS ON KEMPLANG WORKERS (HOME INDUSTRY) IN THE VILLAGE TEBING GERINTING YEAR 2011 Jaji, Jaji
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Informal workers are "underserved working population" and not get the health care work as expected, while about 80% of workers are informal workers. The problem occurs in one worker was accident. Work accident an average of 6000 people die every day, the equivalent of one person every 15 seconds, or 2.2 million people a year. South Sumatra in the month of January-September 2008 to 4 cases a day, is fairly high for a region which has about 5481 companies. The high incidence of accidents caused by human factors and occupational factors Methods : This study is a quantitative research with cross sectional approach. Independent and dependent variables assessed simultaneously at one time, so no follow up. Based on calculations of the sample, the sample size was 38 respondents. Results : The study found that there was no significant relationship between age with the incidence of accidents, no significant relationship between the sexes in the incidence of accidents, there was no significant relationship between age with the incidence of accidents, no significant relationship between duration of employment with the occurrence of accidents, there was no significant relationship between the roasting process, and no significant relationship between work shifts with the occurrence of accidents. Conclusion : still high number of accidents, to the holding of training and health education work. Kemplang advice for managers should be more concerned about the issues that will be caused by work, worker, or the environment. The health efforts program centers performed optimally, to minimize the Genesis crash can be a training or counseling, health education work. Keywords : human factors, employment factors, occupational accidents, home industry
PREVENTION OF TRANSMISSION EFFORTS TUBERCULOSIS (TB) PULMONARY IN THE OTHER FAMILY MEMBERS IN WORKING AREA OF SIDOREJO HEALTH CENTER PAGARALAM YEAR 2010 Jaji, Jaji
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: According to data from the city Health Department Pagaralam, number of patients with pulmonary TB the last three years from the year 2007-2009 amounted to 182 patients. TB transmission is very prone to going against the people closest to the patient such as pulmonary tuberculosis in the family.Therefore the researchers wanted to know in depth about the family experience in the prevention of lung TB transmission to other family members in the working area Sidorejo Pagaralam Health Center in 2010. Method: This study uses qualitative methods with phenomenological approaches and methods of observation. The purpose of this study to determine the depth of knowledge about TB, pulmonary TB transmission, prevention of transmission of pulmonary tuberculosis and the action taken by families to prevent transmission of tuberculosis disease in the working area of Sidorejo  Health Center Pagaralam in 2010. Result: The results of this study is the actions have done by the family in the prevention of lung TB transmission, that is by opening  windows of the house every day, drying the mattress is used routinely pulmonary TB patients, reminding patients with pulmonary TB to cover mouth when coughing, preparing a special place for all patients who Pulmonary TB sputum and dispose of immunization in infants at home. Conclusion: The suggestions of this study was to PHC Sidorejo Pagaralam order to add and modify pulmonary TB prevention program. Also needs to be done periodically, or supervision of home visits regularly to monitor the treatment and prevention of transmission of pulmonary tuberculosis conducted at the family home. Keywords:Tuberculosis, infectious diseases, prevention, cough, sputum 
PENGARUH TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK (TAK) KETAWA TERHADAP SKALA NYERI SENDI (REUMATHOID ARTHRITIS) PADA LANSIA Jaji, Jaji; Natosba, Jum; Fikri, M. Zainal
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses menua mengakibatkan penurunan fungsi fisiologis. Data Riskesdas 2007, prevalensi nasional penyakit sendi adalah 30,3%. Perawatan palliative bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup pasien dengan nyeri dan masalah-masalah lain. Terapi nonfarmakologi dalam mengurangi nyeri rheumatoid yaitu terapi tertawa. Terapi tertawa merangsang tubuh menghasilkan hormon endorpin sebagai zat pembunuh nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi aktifitas kelompok ketawa terhadap skala nyeri sendi (reumathoid arthritis) pada lansia. Penelitian ini menggunakan pre experimental design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan one group pretest-posttest design. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat variable jenis kelamin terbanyak perempuan yaitu 11 lansia (52,4%). Variable usia, terbanyak kategori Elderly/lanjut usia (60-74 tahun) yaitu 12 lansia (57,1%). Skala nyeri sendi sebelum TAK ketawa yaitu 14 (66,7%) skala nyeri sedang. Skala nyeri sendi setelah TAK ketawa yaitu Ringan 15 (71.4%). Hasil uji analisis didapat p value 0,001 lebih kecil dari nilai alpa 0,005, artinya ada perbedaan bermakna skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukannya TAK ketawa. Saran untuk panti, menerapkan therapy komplementer ketawa secara rutin, sebulan maupun seminggu sekali. Bagi penelitian selanjutnya, output penelitiannya berbasis lab. Bagi institusi pendidikan, dapat dijadikan modul bahan ajar keperawatan komunitas, terapi komplementer paliatif care.Kata kunci: Nyeri sendi, reumathoid arthritis, TAK ketawa, lansia.
Pengaruh Metode Baby Led Weaning Terhadap Keterampilan Oral Motor Pada Bayi (6-12 Bulan) Di Desa Sidorejo Uptd Puskesmas Way Hitam Iv Muharyani, Putri Widita; Jaji, Jaji; Nurhayati, Evi
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baby led weaning merupakan metode untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI guna mengembangkan keterampilan makan bayi termasuk diantaranya keterampilan oral motor. Perilaku sulit makan terjadi pada 30% anak dengan keterampilan oral motor tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode baby led weaning terhadap keterampilan oral motor pada bayi yang berusia 6 – 12 bulan. Penelitian dilakukan Di Desa Sidorejo UPTD Puskesmas Way Hitam IV. Jenis penelitian yaitu pre eksperimental dengan desain One Group Pretest-Postest. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel berjumlah 21 orang. Alat ukur penelitian menggunakan The Schedule For Oral Motor Assessment. Hasil analisa menggunakan uji statistik Mc Namer menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode baby led weaning terhadap keterampilan oral motor dengan ρ value 0,031 dan CI sebelum 5,54 hingga 8,92 sedangkan CI setelah 0,93 hingga 3,63. Pelaksanaan baby led weaning dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan oral motor anak sebagai upaya pencegahan primer dalam mengatasi perilaku sulit makan pada anak.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DISPEPSIA TERHADAP PENGETAHUAN PEKERJA PENENUN SONGKET DI DESA MUARA PENIMBUNG ULU Jaji, Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Gangguan kesehatan sekecil apapun akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Status kesehatan sesorang ditentukan oleh faktor internal antara lain gaya hidup dan kebiasaan makan. Salah satu penyakit pencernaan yang sering dikeluhkan adalah gangguan lambung. Gangguan lambung berupa ketidaknyamanan pada perut bagian atas atau dikenal sebagai dispepsia. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dispepsia terhadap pengetahuan pekerja penenun songket. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian preeksperimen tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan one group pretest-posttest design. Hasil: Hasil analisis univariat pada variabel pendidikan responden diketahui bahwa pendidikan terbanyak adalah SMP sebesar 12 (44,4%) responden, umur dengan kategori dewasa antara 22-49 tahun sebesar 18 (66,7%) responden, pengetahuan responden sebelum dilakukan pendidikan kesehatan yang berada pada kategori  kurang sebanyak 23 (85,2%) responden, dan pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan yang berada pada kategori baik sebanyak 27 (100%) responden. Hasil analisis bivariat menunjukkan 27 responden mengalami perubahan pengetahuan ke arah yang lebih baik tentang dispepsia. Hasil uji statistik didapatkan nilai p (0,001) lebih kecil dari ? (0,05). Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara pemberian pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pekerja songket di Muara Penimbung Ulu Indralaya. Saran bagi pemegang program promosi kesehatan agar meningkatkan peran dalam memberikan pendidikan kesehatan dispepsia dan masalah kesehatan yang lainnya, sesuai jadwal atau menjalankan jadwal program yang sudah rutin ke wilayah kerja puskesmas tersebut. Kata kunci: pendidikan kesehatan, dispepsia, pekerja.
PENGARUH REWARD TERHADAP PERUBAHAN PRILAKU MAKAN PADA ANAK SEKOLAH Jaji, Jaji; Natosba, Jum; Rahmawati, Fuji
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan masa selanjutnya. Nutrisi dan menu seimbang merupakan komponen utama untuk pemeliharaan kesehatan, pertumbuhan fisik, perkembangan psikomotor, dan melakukan aktivitas sehari- hari. Salah satu masalah yang ada pada anak adalah sulit makan, dan cara mengatasinya dengan pemberian reward. Reward merupakan aplikasi dari teori behavioristik classical conditioning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahaui pengaruh reward terhadap perubahan perilaku makan pada anak.Penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah siswa PAUD TK Arwana sebanyak 26 orang. Sampel yang diambil adalah total populasi. Analisa bivariat dengan uji – t dependent, yaitu untuk mendapatkan data sejauh mana pengaruh reward terhadap perilaku makan anak dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Hasil penelitian variable jenis kelamin perempuan terbanyak yaitu 16 (61,5 %) siswa, frekuensi mengkonsumsi nutrisi yang di sajikan pada anak sebelum di beri perlakuan reword terbanyak yaitu nutrisi habis setengah 13 (50%), frekuensi mengkonsumsi nutrisi yang di sajikan pada anak dengan reword terbanyak yaitu nutrisi habis semua 15 (57,7%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.001, maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara konsumsi nutrisi awal dengan konsumsi nutrisi dengan reword. Saran kepada ibu-ibu yang mempunyai kasus anak sulit makan dapat menggunakan metode perubahan perilaku yaitu reward sampai anak berperilaku seperti yang di harapkan. Begitupun pada institusi sekolah, dengan melihat kondisi anak yang kurang nutrisi, maka praktik perubahan perilaku dengan menggunakan reward dapat di terapkan.
PENGARUH PUNISHMENT PADA ANAK TK YANG MENGALAMI SUSAH MAKAN Jaji, Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Undang-undang Sisdiknas mengartikan bahwa 0-6 tahun mengkategorikan sebagai anak usia dini. Merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan masa selanjutnya. Oleh karenanya harus di support oleh nutrisi seimbang yang adekuat. Penelitian ini mencari pengaruh punishment pada anak TK yang mempunyai pola makan susah. Metode: Pre Experimental Design dengan metode pendekatan satu group yang di beri perlakuan Pretest dan Posttests. Populasi penelitian yaitu anak-anak TK Arwana sebanyak 26 siswa, yang semuanya di jadikan sampel. Hasil: Hasil penelitian didapatkan responden terbanyak adalah berjenis kelamin wanita yaitu 16 (61,5 %) orang, konsumsi makan yang disajikan sebelum diberi perlakuan frekuensinya terbanyak yaitu makanan habis setengah 13 (50%), mengkonsumsi makanan yang disajikan pada siswa yang di beri punishment frekuensi terbanyak yaitu makanan habis semua 10 (38,5%), dan hasil uji bivariate diperoleh angka p=0.001, berarti terdapat perbedaan konsumsi makanan awal dengan konsumsi makanan dengan punisment secara signifikan. Simpulan: Modifikasi perilaku operan conditioning salah satunya punishment dapat di gunakan untuk mengatasi masalah pada anak, akan tetapi punishment yang digunakan harus sesuatu yang sifatnya memperbaiki. Kata kunci: anak usia dini, punishment, makanan