Articles

Found 22 Documents
Search

Gambaran Histopatologi Epitel Transisional Kolorektal pada Pasien Hemoroid Septadina, Indri Seta; Veronica, Fifi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoroid adalah pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus yang berasal dari plexus hemorrhoidalis. Hemoroid terdiri dari tipe hemoroid interna, eksterna, dan campuran yang dapat ditentukan melalui pemeriksaan histopatologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik histopatologi pada penderita hemoroid di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Dari 28.241 arsip pasien yang diperiksa di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013, diperoleh 97 sampel hemoroid yang memenuhi kriteria inklusi. Angka kejadian hemoroid di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013 adalah 0,34%. Hemoroid lebih banyak ditemukan pada laki-laki (64,95%) dan paling sering terjadi pada kelompok usia 39-46 tahun(27,84%). Karakteristik histopatologi berdasarkan tipe hemoroid yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini adalah hemoroid eksterna (49,49%), diikuti dengan hemoroid interna (26,80%), dan hemoroid campuran (23,71%). Angka kejadian hemoroid di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013 adalah 0,34%. Hemoroid eksterna merupakan tipe hemoroid yang paling sering ditemukan pada pemeriksaan histopatologi hemoroid.
Identifikasi Individu dan Jenis Kelamin Berdasarkan Pola Sidik Bibir Septadina, Indri Seta
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aplikasi kedokteran forensik adalah mengidentifikasi individu dan jenis kelamin. Pengidentifikasian seseorang dapat dilakukan melalui cara biologis dan non biologis. Sidik bibir adalah salah satu sarana identifikasi biologis pada kasus forensik seperti pada pemecahan kasus pembunuhan, sedangkan pada kasus nonforensik digunakan untuk mengidentifikasi usia, jenis kelamin dan ras. Setiap manusia memiliki alur atau pola khas pada gambaran sulci pada mukosa bibir atas dan bawah yang berbeda-beda sama halnya seperti sidik jari. Hal inilah yang mendasari penggunaan sidik bibir sebagai salah satu cara untuk mengidentifikasi individu.
Struktur Anatomi Wajah Terhadap Gigi Kaninus Maksila Septadina, Indri Seta
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 4 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.58 KB)

Abstract

Posisi gigi kaninus sangat penting dalam susunan gigi tiruan karena memberikan dukungan jaringan pada sudut mulut dan posisinya sebagai titik lengkung gigi. Lebar ujung intercanine (ICTW) perlu diperhatikan secara lengkap dalam hal estetika gigi tiruan karena dari gigi kaninus dapat memberikan informasi berharga untuk memilih ukuran gigi anterior atas. Evaluasi struktur anatomi wajah seperti lebar distal permukaan kaninus (WDC), terkait dengan landmark wajah termasuk lebar interalar (IAW), lebar intercommissural(ICoW), dan jarak antara garis proyeksi kiri dan kanan diambil dari dalam canthus mata pada alae hidung (DPICa) juga memiliki keterkaitan terhadap gigi caninus sebagai pertimbangan tenaga kesehatan dalam membuat gigi tiruan.
Perubahan Anatomi Bola Mata pada Penderita Diabetes Mellitus Septadina, Indri Seta
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.064 KB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme, baik secara genetis maupun klinis, bermanifestasi dengan hilangnya tolerensi karbohidrat. Diabetes melitus ditandai dengan hiperglikemia puasa dan postprandial, aterosklerotik dan penyakit vaskular mikroangiopati, dan neuropati . Mikroangiopati merupakan komplikasi vaskular jangka panjang yang sering ditemukan. Defek pada pembuluh-pembuluh darah kecil ini dapat menyebabkan kerusakan pada banyak jaringan terutama pada mata. Salah satu jaringan yang sering mengalami kerusakan adalah retina. Kerusakan pada retina akibat mikroangiopati diabetes dinamakan retinopati diabetes. Retinopati diabetes dapat didefinisikan sebagai adanya lesi mikrovaskular pada retina pasien dengan diabetes. Kerusakan retina pada retinopati diabetes menyebabkan menurunnya fungsi makula. Makula atau macula lutea merupakan proporsi posterior retina yang kaya akan pigmen xantofil dan sel-sel fotoreseptor, khususnya sel kerucut
UPAYA PENCEGAHAN KANKER SERVIKS MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI WANITA DAN PEMERIKSAAN METODE IVA (INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENTEN PALEMBANG Septadina, Indri Seta
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pengabdian Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.366 KB)

Abstract

Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kelompok berisiko untuk terjadinya kanker serviks adalah wanita di atas usia 30 tahun yang memiliki banyak anak dan dengan perilaku menjaga kesehatan reproduksi yang masih kurang. Kebiasaan gonta ganti pasangan seksual merupakan salah satu faktor utama penularan virus HPv penyebab kanker serviks ini terjadi. Di Indonesia hanya 5 persen yang melakukan penapisan kanker leher rahim, sehingga 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut (IIIB ke atas), karena kanker leher rahim biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya. Penapisan dapat dilakukan dengan melakukan tes Pap smear dan juga Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Pada kegiatan ini akan dilakukan penyuluhan kepada kelompok berisiko tentang kesehatan organ reproduksi wanita. Isi dari penyuluhan memuat pengetahuan mengenai pengertian kanker serviks, gejala, faktor risiko dan juga cara pencegahannya. Setelah dilakukan penyuluhan akan disaring peserta penyuluhan yang bersedia untuk diikutkan dalam pemeriksaan skrining kanker serviks melalui metode IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) pada hari berikutnya. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa tidak ditemukannya kelainan pada serviks dan jika memang ditemukan adanya kelainan pada serviks (dengan berbagai stadium) dapat disarankan tindakan pencegahan lebih lanjut agar tidak berkembang menjadi kanker. Jika ditemukan pasien yang positif menderita kanker serviks juga akan diberikan saran agar segera memeriksaan diri ke rumahsakit untuk dilakukan penatalaksanaan segera.
Nyeri Pinggang dan Faktor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhinya Septadina, Indri Seta; Legiran, Legiran
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : universitas sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.172 KB)

Abstract

Tujuan: Keluhan nyeri punggung bawah atau pinggang (low back pain-LBP) masih tetap menjadi keluhan yang banyak dijumpai pada setiap orang. Keluhan ini juga banyak dijumpai di kalangan pekerja dari berbagai jenis pekerjaan. Akibat rasa nyerinya, pekerja terpaksa beristirahat dan mencari penyembuhan sehingga banyak kehilangan waktu kerja, menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan, dan menurunkan produktivitas. Pada pekerja, ada beberapa faktor risiko utama yang diduga berperan dalam terjadinya LBP yaitu stres fisik, stres psikososial, karakter pribadi, dan karakter fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji nyeri pinggang, faktor-faktor risiko dan hubungan antara nyeri pinggang dengan faktor-faktor risiko tersebut.   Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah case control study. Populasi adalah pria atau wanita usia produktif. Sampel pada kelompok kasus ditentukan ahli penyakit dalam.   Hasil: Pada penelitian ini telah dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, pemeriksaan radiologi rontgen foto lumbal antero-posterior dan lateral serta ditanyakan juga riwayat merokok, posisi kerja, dan beban pekerjaan. Tiap variabel dihubungkan dengan kejadian LBP dengan menggunakan uji hipotesis Chi-Square Test. Merokok dan IMT memiliki hubungan bermakna dengan terjadinya LBP (p<0,05), sedangkan posisi dan beban kerja tidak memiliki hubungan bermakna (p>0,05).   Simpulan: Tingkat risiko terbesar untuk terjadinya LBP diantara keempat variabel yang diteliti adalah merokok dengan nilai OR 2,813. Pada penelitian penentuan posisi kerja dan beban pekerjaan ditentukan atas dasar wawancara antara petugas dan responden sehingga masih menimbulkan bias.   Kata Kunci: Nyeri pinggang, merokok, posisi kerja, beban kerja, indeks massa tubuh
DESKRIPSI DATA KARAKTERISTIK PEKERJA MANUAL HANDLING (KULI PANGGUL) DI PASAR 16 ILIR PALEMBANG CHARACTERISTIC DESCRIPTION OF MANUAL HANDLING WORKERS (PORTERS) IN PASAR 16 ILIR PALEMBANG Idriansari, Antarini; Septadina, Indri Seta; Rahmawati, Fuji
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.497 KB)

Abstract

Salah satu contoh pekerjaan yang melibatkan tenaga manusia terutama dalam pekerjaan yang berhubungan dengan pengangkatan beban-beban berat adalah pekerjaan manual handling, Pekerjaan manual handling ini menjadi salah satu pekerjaan yang berisiko menimbulkan cidera dan masalah kesehatan lainnya bagi para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi data karakteristik pekerja manual handling (kuli panggul) di pasar 16 ilir Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif meliputi usia, IMT, lama bekerja, jenis beban, riwayat merokok. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Rerata usia responden pekerja manual handling (kuli panggul) pada penelitian ini adalah sebesar 41,4 tahun, rerata IMT sebesar 21, 8, rerata lama bekerja adalah sebesar 7,6 jam, rata-rata masa kerja sebesar 17,8 tahun. Adapun rerata karakteristik lama istirahat sebesar 1 jam. Pada karakteristik beban angkut diketahui bahwa rerata beban angkut para pekerja ini adalah sebesar 92,9 kg dan pada karakteristik lama merokok diketahui rerata sebesar 8,6 tahun. Deskripsi karakteristik responden dalam penelitian ini merupakan uraian atau deskripsi faktor-faktor yang secara teoritis dapat menyebabkan keluhan nyeri punggung pada pekerja kuli panggul.Kata Kunci: pekerja manual handling, kuli panggul, nyeri punggung, tenaga manusia, beban angk
Prinsip Penatalaksanaan Dislokasi Sendi Temporomandibular Septadina, Indri Seta
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.646 KB)

Abstract

Mekanisme dislokasi sendi temporomandibular bervariasi tergantung pada jenis dislokasi seperti dislokasi akut, kronis menahun, dan rekuren kronis. Mekanisme tersebut sangat berhubungan dengan struktur dan fungsi sendi temporomandibular yaitu sebagai sistem pengunyahan yang dinamis. Pemahaman yang komprehensif terhadap proses patologi penting untuk penatalaksanaan semua jenis pergeseran kondilus mandibularis dari posisi normalnya pada fossa glenoid. Perawatan yang lebih kompleks dan invasif mungkin tidak serta merta menjadi pilihan dan memberikan hasil yang terbaik. Oleh karena itu pendekatan konservatif harus dimaksimalkan dan dimanfaatkan dengan tepat sebelum dilakukan teknik bedah yang lebih invasif.
Korelasi Panjang Gigi Insisif Sentral Maksila Dengan Tinggi Badan pada Subras Deutromelayu Octavia, Indah; Prasetya, Arya; Septadina, Indri Seta
Jurnal Kedokteran Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 6, No 2 (2019): APRIL 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.418 KB)

Abstract

Pertumbuhan gigi dan tulang dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga terdapat perbedaan-perbedaan inter-rasial. Mayoritas penduduk Indonesia adalah subras Deutromelayu. Perbedaan ras dapat memengaruhi ukuran gigi dan tinggi badan interindividu. Pengetahuan mengenai variasi ukuran gigi dan tulang dapat membantu praktisi kesehatan dalam aplikasi perawatan gigi khususnya di bidang ortodonsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi panjang gigi insisif sentral maksila dengan tinggi badan pada subras Deutromelayu. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan 60 mahasiswa PSKG Universitas Sriwijaya (30 laki-laki dan 30 perempuan). Pengukuran panjang gigi insisif sentral maksila dilakukan langsung pada mahkota klinis pasien dan pada foto radiografi periapikal menggunakan jangka sorong digital. Tinggi badan diukur menggunakan stadiometer. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan korelasi Pearson. Rata-rata panjang gigi insisif sentral maksila laki-laki adalah 22,43 mm dan pada perempuan adalah 21,71 mm. Rata-rata tinggi badan laki-laki pada penelitian ini adalah 169,70 cm dan pada perempuan 157,13 mm. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data terdistribusi secara normal (P>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat korelasi antara panjang gigi insisif sentral maksila dan tinggi badan pada subras Deutromelayu (P>0,05). 
Karakteristik Histopatologi Melanoma Maligna di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang Tahun 2009-2013 Ariesta, Nisrina; Musa, Zulkarnain; Septadina, Indri Seta
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.972 KB)

Abstract

Melanoma maligna merupakan tumor ganas yang berasal dari melanosit dengan gambaran berupa lesi kehitam-hitaman pada kulit. Melanoma maligna merupakan satu dari tiga jenis kanker kulit yang mempunyai insiden terendah namun angka kematian yang disebabkannya cenderung lebih besar yaitu 75% akibat kanker kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik histopatologi melanoma maligna pada sediaan di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Dari 29.175 rekam medik pasien di Bagian Patologi Anatomi RSMH selama 2009-2013, diperoleh 30 kasus melanoma maligna yang memenuhi kriteria inklusi. Angka kejadian melanoma maligna di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2009-2013 adalah 0.103%. Melanoma maligna lebih banyak ditemukan pada perempuan (70%) daripada laki-laki (30%), dan paling sering terjadi pada kelompok usia  45-53 tahun dengan persentase 30%. Karakteristik histopatologi yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini adalah subtipe nodular melanoma (100%). Angka kejadian melanoma maligna di Bagian Patologi Anatomi RSMH tahun 2009-2013 adalah 0,103%, dengan angka kejadian tertinggi pada tahun 2012 yaitu 0.28%. Nodular melanoma merupakan subtipe yang paling banyak ditemukan.