Articles

Found 9 Documents
Search

Evaluasi Nilai Kecernaan Secara In Vitro Ransum Ternak Sapi Bali yang Disuplementasi dengan Probiotik Bioplus ., Riswandi; ., Muhakka; Lehan, M.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.205 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan probiotik bioplusterhadap kecernaan ransum sapi Bali secara in vitro. Penelitian analisa kecernaan ransum denganmenggunakan metode in vitro, analisa bahan kering dan bahan organik dilaksanakan diLaboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Rancanganpenelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4ulangan. Masing-masing perlakuan adalah A0 = Silase + hijauan + 3 kg konsentrat tanpa probiotik(kontrol), A1 = Silase + hijauan + 3 kg konsentrat + bioplus 200 gram, A2 = Silase + hijauan + 3 kgkonsentrat + bioplus 250 gram, A3 = Silase + hijauan + 3 kg konsentrat + bioplus 300 gram.Parameter yang diamati adalah Koefisien Cerna Bahan Kering (KCBK), Koefisien Cerna BahanOrganik (KCBO) dan N-Amonia. Hasil penelitian memperlihatkan perlakuan dengan penambahanprobiotik bioplus tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Koefisien Cerna Bahan Kering(KCBK), Koefisien Cerna Bahan Organik (KCBO), dan N-Amonia. Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan level penambahan probitik A3(300 gram) memiliki nilai kecernaan bahan kering,bahan organic dan NH3 lebih tiinggi dibandingkan perlakuan lain; KCBK 65,51 %, KCBO = 79,,96% ; NH3 = 4,13 mM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan bahwa pemberianprobiotik bioplus sampai 300 gram belum mampu meningkatkan kecernaan secara in vitro ransumsapi bali, namun ada kecendrungan peningkatan KcBK, KcBO, dan N-NH3 di bandingkan dengankontrol.Kata kunci : Probiotik bioplus, ransum, silase, in vitro
Evaluasi Kecernaan Silase Rumput Kumpai (Hymenachne acutigluma) dengan Penambahan Legum Turi Mini (Sesbania rostrata) ., Riswandi
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.944 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan Legum Turi Miniterhadap kecernaan rumput kumpai. Penelitian dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama yaitufermentasi selama 21 hari dan tahap kedua yaitu, analisa kecernaan silase rumput kumpai denganmenggunakan metode in vitro, analisa bahan kering dan bahan organik. Penelitian dilaksanakan diLaboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Penelitian inidilaksanakan selama 7 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan adalah A0 = Kontroltanpa penambahan legum turi mini, A1 = Penambahan legum turi mini 10 % dari rumput kumpai,A2 = Penambahan legum turi mini 20 % dari rumput kumpai, A3 = Penambahan legum turi mini 30% dari rumput kumpai. Parameter yang diamati adalah (1) analisis kecernaan; Koefisien CernaBahan Kering (KCBK), Koefisien Cerna Bahan Organik (KCBO), N-Amonia dan VFA. Hasilpenelitian memperlihatkan perlakuan dengan penambahan legum turi mini berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap Koefisien Cerna Bahan Kering (KCBK), Koefisien Cerna Bahan Organik(KCBO), N-Amonia, dan VFA. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan level penambahanlegum turi mini A1(10%) memiliki nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi;KCBK 49,34, KCBO = 68,,89 %. Kandungan NH3 dan VFA tertinggi terdapat pada perlakuanpenambahan legum turi mini sampai A3 (30%) yaitu NH3: 8,335 mM dan VFA: 76,37mM.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan Legum Turi Mini dapat meningkatkannilai kecernaan bahan kering, bahan organic, NH3, dan VFA silase rumput kumpai. PenambahanLegum Turi Mini sampai 10% memberikan pengaruh terbaik terhadap peningkatan nilai kecernaansilase rumput kumpaiKata kunci : In vitro, legum, rumput kumpai, silase
Pengaruh Rumput Rawa dan Limbah Pertanian sebagai Penyusun Total Mixed Fiber (TMF) terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar secara In Vitro Imsya, A.; ., Riswandi; Jakfar, M.A.; Ginting, S.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.712 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi TMF (Total Mixed Fiber) terhadap kecernaan serat dan protein kasar yang menggunakan bahan baku rumput rawa dan limah pertanian sebagai penyusunnya. Penelitian menggunakan metode rancang acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (rumput gajah 60%), P1 (Kumpai tembaga 40% + jerami padi 20%), P2 (Kumpai tembaga 40% + pelepah sawit 20%), P3 (kumpai tembaga 20% + jerami padi 20% + pelepah sawit 20%), dan P4 (jerami padi 30% + pelepah sawit 30%). Parameter yang diamati adalah kecernaan serat kasar, kecernaan ADF (Acid detergent Fiber) dan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar, kecernaan ADF, dan kecernaan protein kasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi TMF yang berasal dari rumput kumpai dan limbah pertanian memiliki kriteria yang baik untuk digunakan sebagai serat pada sapi potong.
Kombinasi Pemberian Starbio dan EM-4 Melalui Pakan dan Air Minum terhadap Performan Itik Lokal Umur 1-6 Minggu ., Riswandi; Sandi, Sofia; Yosi, Fitra
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.483 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  kombinasi pemberian Starbio dan Effective Microorganism-4 melalui  pakan dan air minum terhadap performan itik lokal umur 1-6 minggu, dan dilaksanakan di Kandang Percobaan PS Peternakan Fakultas Pertanian Unsri. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan 3 ulangan yaitu R0 (perlakuan tanpa pemberian starbio dan EM-4); R1 (0,1% EM-4 ransum + starbio sebanyak 0,1% ransum), R2 (0,1% EM-4  dicampurkan ke dalam ransum + starbio sebanyak 0,2% ransum), R3(0,1% EM-4  dicampurkan ke dalam air minum + starbio sebanyak 0,1% ransum); R4 (0,1% EM-4  dicampurkan ke dalam air minum + starbio sebanyak 0,2% ransum).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starbio dan EM-4 pada pakan dan air minum tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi air minum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Tetapi berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap konsumsi ransum, penurunan konsumsi ransum terendah terdapat pada perlakuan R4. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan starbio dan EM-4 pada pakan dan air minum dapat menurunkan konsumsi ransum tetapi relatif sama terhadap konsumsi air minum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum itik lokal.Kata kunci : Performa, itik lokal, Starbio, EM-4
Evaluasi Kualitas Fisik Biskuit Berbahan Dasar Rumput Kumpai Minyak dengan Level Legum Rawa (Neptunia Oleracea Lour) yang Berbeda ., Riswandi; Imsya, A.; Sandi, S.; Putra, A.S.S.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.655 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik biskuit pakan berbahan dasar rumput kumpai minyak dengan level penggunaan Neptunia oleracea Lour yang berbeda. Formula biskuit pakan yang digunakan pada penelitian ini yaitu legum rawa, rumput kumpai minyak, ampas tahu, bungkil kedelai, garam dan molases. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan adalah R0 = tanpa penambahan legum rawa, R1 = penambahan legum rawa 10%, R2 = penambahan legum rawa 20%, R3 = penambahan legum rawa 30%. Peubah yang diamati adalah  kerapatan, berat jenis, sudut tumpukan dan daya serap air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kerapatan dan berat jenis, namun tidak berpengaruh nyata  (P>0,05) terhadap sudut tumpukan dan daya serap air. Kesimpulan dari penelitian ini adalah biskuit dengan perlakuan penggunaan legum rawa sebanyak 10% menunjukkan hasil terbaik dengan rataan nilai kerapatan 0,33 g/cm3, berat jenis 1,51 g/ml, sudut tumpukan 26,96o, daya serap air 88,21%.
Pengaruh Pemberian Pupuk Cair terhadap Kandungan NDF, ADF, Kalium, dan Magnesium pada Rumput Gajah Taiwan ., Muhakka; ., Riswandi; Irawan., A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.412 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair terhadap kandungan NDF, ADF, Kalium dan Magnesium pada rumput gajah Taiwan (Pennisetum purpureum Schumach). Penelitian ini dilaksanakan selama dua tahap yaitu tahap pertama dikebun percobaan Program Studi Peternakan. Tahap kedua dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Makanan Ternak, Program Studi Peternakan dan Laboratorium Tanah Prodi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian pupuk cair, dengan dosis yaitu C0 (0 Liter pupuk cair ha-1), C1 (1 Liter pupuk cair ha-1), C2 (2 Liter pupuk cair ha-1), dan C3 (3 Liter pupuk cair ha-1). Parameter yang diamati adalah kandungan NDF, ADF, Kalium dan Magnesium rumput gajah Taiwan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk cair berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan NDF, ADF, Kalium dan Magnesium rumput gajah taiwan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk cair sampai 3 Liter ha-1 memberikan pengaruh tidak nyata terhadap kandungan NDF, ADF, Kalium dan Magnesium pada rumput gajah Taiwan. Kata kunci : NDF, ADF, kalium, magnesium, rumput gajah Taiwan, pupuk cair.
Kualitas Silase Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan Penambahan Dedak Halus dan Ubi Kayu ., Riswandi
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.29 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari kualitas silase eceng gondok (Eichhornia crassipes) dengan penambahan dedak halus dan ubi kayu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Masing- masing perlakuan adalah A0 = Kontrol (tanpa penambahan dedak halus dan ubi kayu), A1 = Penambahan dedak halus 5% dari eceng gondok, A2 = Penambahan dedak halus 2,5% dan ubi kayu 2,5% dari eceng gondok, A3 = Penambahan ubi kayu 5% dari eceng gondok. Parameter yang diamati adalah pH; kadar bahan kering, protein kasar, serat kasar. Hasil  penelitian memperlihatkan perlakuan dengan penambahan dedak halus dan ubi kayu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, kadar bahan kering, protein kasar, dan serat kasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan dedak halus dan ubi kayu dapat meningkatkan kualitas silase eceng gondok.Kata kunci : Bahan kering, eceng gondok, protein kasar, silase
The Physicochemical and Microbiological Quality of Pegagan Duck Eggs Immersed with Duku Fruit Peel Solution in Different Storage Period Yosi, Fitra; Wahyuni, Dyah; ., Riswandi; Herasti, Fitri; Lestari, Inda Ayu; ., Makinudin
Buletin Peternakan Vol 43, No 2 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (2) MAY 2019
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.913 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of immersing in duku fruit peel solution on physicochemical and microbiological quality of Pegagan duck eggs during storage at room temperature. This study used a complete randomized design (CRD) with a 5x3 factorial patterned. The first factor was the immersion time consisting of 5 levels, namely 0, 15, 30, 45, and 60 min. The second factor was the storage time which includes 3 levels, which were 0, 7 and 14 d. The replication used was 3 times. The observed variables were physicochemical and microbiological quality of egg, including albumen index (AI), yolk index (YI), Haugh unit (HU), moisture content (MC), protein content (PC), fat content (FC),total microbes (TM) and antioxidant activity (AA). The data were processed by analysis of variance, continued with Duncan's multiple range test (DMRT). The results showed that there was a significant interaction (P<0.05) between immersion time and storage time on AI, YI, HU, MC, PC, TM, and AA. Futhermore, the difference of immersion time and storage period was also significantly influenced (P<0.05) to all observed variables including AI, YI, HU, MC, PC, TM, and AA of duck eggs.It can be concluded that the immersion process for 60 min showed the best results on the physical, chemical,
Manajemen Pemberian Pakan Ternak Kambing di Desa Sukamulya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir ., Riswandi; Muslima, G A
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2018): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.037 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pemberian pakan ternak kambing di Desa Sukamulya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Praktek lapangan ini dilaksanakan selama 3 bulan  di Desa Sukamulya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey melalui pengamatan langsung di lapangan dan melalui wawancara dengan daftar pertanyaan pada kuisoner kepada peternak kambing di Desa Sukamulya. Pengamatan yang dilakukan selama praktek lapangan diketahui bahwa manajemen pemberian pakan tenak kambing di Desa Sukamulya masih dilakukan secara tradisional, dimana ternak kambing akan dilepaskan pada siang hari dan dikandangkan lagi pada malam hari. Pemberian pakan ternak kambing yang hanya mengandalkan hijauan yang tersedia berupa rumput lapangan, alang-alang dan leguminosa yang ada dibawah pohon karet Desa Sukamulya. Peternak di Desa Sukamulya tidak memberikan pakan tambahan seperti konsentrat, pemberian pakan hijauan pada ternak dilakukan pada malam hari secara cut and carry pada saat ternak kambing di kandangan, kemudian pada siang hari kambing dilepaskan di perkebunan karet untuk mencari pakan sendiri. Kata Kunci : Desa Sukmulya, Kambing, Pakan, Tradisional The purpose of this study was to determine the feeding goat management in Sukamulya Village Subdistrict of North Indralaya Ogan Ilir.  This study was done in 3 months in Sukamulya Village Subdistrict of North Indralaya Ogan Ilir. The data was collected by survey method through direct observasion in the field and through interviews with a list of question on the questionnaire to goat farmers in Sukamulya village. From the observation which has been done during the field practies, it could be know that the feeding goat management in Sukamulya village was still use tradisional system, where the goats will be let in aday and will be put in the farm on the night. Feeding goat system that was depend on availlage feed around the place such as grass field, reeds, dan legume that is under rubber tree in Sukamulya village. Breeders in Sukamulya village didn’t give the additional feed such as concentrates, feeding goat use the cut and carry system for their caged goats then goats are released on rubber plantations to find their own food.  Keywords: Sukamulya village, Goat, Feed, Tradisional.