Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Tanin dalam Larutan Limbah Bubuk Teh Hitam terhadap Susut Bobot, Tekstur, dan Kemasiran Telur Asin Itik Pegagan Yosi, F.; Sari, M. L.; ., Riduwan
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.506 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susut bobot, tekstur dan kemasiran telur asin itik Pegagan dengan penambahan larutan limbah bubuk teh hitam pada konsentrasi tanin yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan: R0 (kontrol), R1, R2, R3, dan R4 (pengasinan dengan penambahan larutan limbah bubuk teh hitam dengan konsentrasi tannin masing-masing 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1%. Peubah yang diamati meliputi susut bobot, tekstur dan kemasiran telur asin itik Pegagan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan larutan limbah bubuk teh hitam dalam pembuatan telur asin itik Pegagan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut bobot, tekstur putih dan kuning telur, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kemasiran telur asin itik Pegagan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan larutan limbah bubuk teh hitam dalam pembuatan telur asin itik Pegagan mampu mempertahankan bobot serta tekstur putih dan kuning telur, akan tetapi penambahan larutan limbah bubuk teh hitam konsentrasi tanin antara 0,25 sampai 1% belum mampu memberikan hasil yang berbeda
Analisis Sifat Fisik Bekatul dan Ekstrak Minyak Bekatul Hasil Fermentasi Rhizopus sp. dengan Menggunakan Inokulum Tempe Yosi, F.; Sandi, S.; Sahara, E.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.081 KB)

Abstract

Bekatul dan minyak bekatul mengandungberbagai asam lemak. Guna meningkatkan kandungan asam lemak pada bekatul, dilakukan proses fermentasi. Salah satu mikroba yang potensial untuk digunakan dalam proses fermentasi adalah kapang Rhizopus sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume inokulum dan waktu fermentasi terhadap sifat fisik bekatul dan minyak bekatul hasil fermentasi Rhizopus sp dengan menggunakan inokulum tempe. Sifat fisik bekatul danekstrak minyak bekatul yang diamati antara lain tekstur, warna, dan aroma bekatul hasil fermentasi serta warna ekstrak minyak bekatul hasil proses maserasi. Pengamatan fisik dilakukan secara visual. Data hasil pengujian sifat fisik dianalisis secara deskriptif. Ada 9 perlakuan yang digunakan yaitu fermentasi dengan volume inokulum 3 ml dan waktu fermentasi 3 hari (V3H3), V3H6, V3H9, V5H3, V5H6, V5H9, V7H3, V7H6, dan V7H9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu fermentasi, warna bekatul semakin putih kehitaman dan teksturnya semakin kering. Aroma bekatul yang difermentasi selama 3 hari tercium lebih harum dibandingkan dengan yang 6 dan 9 hari. Semakin lama difermentasi, aromanya semakin berkurang. Jika dilihat dari warna ekstrak minyak bekatul diduga bahwa bekatul yang difermentasi selama 6 hari mengandung lebih banyak asam lemak dibandingkan 3 dan 9 hari, baik pada volume inokulum 3 ml, 5 ml, dan 7 ml Kata kunci : Bekatul, fermentasi, inokulum tempe, Rhizopus sp, sifat fisik
Pengaruh Penggunaan Asap Cair dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Telur Itik Pegagan Yosi, F.; Sandi, S.; Afridayanti, N.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.018 KB)

Abstract

Asap cair merupakan hasil pirolisis kayu yang bersifat alami dan dapat digunakan untukproses pengawetan pada produk peternakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitastelur itik pegagan yang diawetkan dengan menggunakan asap cair melalui proses perendaman yangdisimpan pada lama penyyimpanan yang berbeda. Variabel yang diukur antara lain tebal kerabang,persentase berat kerabang, kedalaman rongga telur, indeks putih telur, dan warna kuning telur.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 4x3. Faktor pertamaadalah konsentrasi asap cair yang terdiri atas 4 level, yaitu 0, 5, 10, dan 15% (v/v). Faktor keduaadalah lama penyimpanan telur yang terdiri atas 3 level, yaitu 4, 8, dan 12 hari. Masing-masingperlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan sidik ragamdan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tebal kerabang, persentase berat kerabang, dan warna kuning telurnyata (P<0,05) dipengaruhi oleh asap cair, sedangkan untuk kedalaman rongga udara dan indeksputih telur berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Lama penyimpanan nyata (P<0,05) mempengaruhikedalaman rongga udara dan indeks putih telur, sedangkan untuk tebal kerabang, persentase beratkerabang, dan warna kuning telur berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan penelitian adalahsemakin besar konsentrasi larutan asap cair yang digunakan dalam proses perendaman asap cair,maka persentase berat kerabang dan tebal kerabang semakin menurun. Sementara itu, penggunaanasap cair hingga konsentasi 15 % belum mampu mempengaruhi nilai indeks putih telur dankedalaman rongga udara, sedangkan untuk lama penyimpanan telur yang optimal adalah selama 4hariKata kunci : Asap cair, itik pegagan, kualitas telur, lama penyimpanan
Pengaruh Konsentrasi Tanin dalam Larutan Limbah Bubuk Teh Hitam terhadap Bahan Kering dan Bahan Organik Telur Asin Itik Pegagan Yosi, F.; Sari, M.L.; Lubis, G. H.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.055 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan kering dan bahan organik telur asin itik Pegagan dengan penambahan larutan limbah bubuk teh hitam pada konsentrasi tanin yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan: R0 (kontrol), R1, R2, R3 dan R4 (pengasinan dengan penambahan larutan limbah bubuk teh hitam dengan konsentrasi tanin masing-masing 0,25%, 0.50%, 0,75%, dan 1%). Peubah yang diamati meliputi bahan kering putih telur dan bahan kering kuning telur dan bahan organik putih telur dan bahan organik kuning telur asin itik Pegagan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan larutan limbah bubuk teh hitam dalam pembuatan telur asin itik Pegagan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap bahan kering putih telur, bahan kering kuning telur dan bahan organik putih telur, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap bahan organik kuning telur asin itik Pegagan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan larutan limbah bubuk teh hitam hingga konsentrasi tanin 0,25% dalam pengasinan telur itik Pegagan dapat mempertahankan kandungan bahan kering putih dan kuning telur serta bahan organik putih telur
Pemberian Ransum Komplit Berbasis Bahan Baku Lokal Fermentasi terhadap Konsumsi, Pertambahan Bobot Badan, dan Berat Telur Itik Lokal Sumatera Selatan Muhammad, N.; Sahara, E.; Sandi, S.; Yosi, F.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.058 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum komplit berbasisbahan baku lokal fermentasi terhadap konsumsi, pertumbuhan bobot badan dan berat telur itik lokal.Penelitian ini dilaksanakan dikandang percobaan Program studi Peternakan Fakultas PertanianUniversitas Sriwijaya selama 2 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)yang terdiri dari lima perlakuan dan empat ulangan yang terdiri dari R0 (kontrol), R1 (75% ransumkomersil dan 25% ransum lokal), R2 (50% ransum komersil + 50% ransum lokal), R3 (25% ransumkomersil + 75% ransum lokal), R4 (100% ransum lokal). Parameter yang diamati adalah konsumsi,pertumbuhan bobot badan dan berat telur.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ransumberbasis bahan baku lokal fermentasi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsiransum tetapi tidak terhadap pertyumbuhan bobot badan dan berat telur. Kesimpulan dari penelitianini yaitu dengan penambahan ransum komplit berbasis bahan baku lokal fermentasi sampai dengantaraf 100% hanya berpengaruh pada konsumsi ransum dan tidak berpengaruh pada pertambahanbobot badan dan berat telur.Kata kunci : Bahan baku lokal, fermentasi, itik lokal, ransum komplit
Pemanfaatan Asap Cair sebagai Bahan Aditif dan Implikasinya terhadap Sistem Imun dan Mortalitas Ayam Broiler Yosi, F.; Sandi, S.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.659 KB)

Abstract

Asap cair merupakan hasil ikutan dari proses pembakaran kayu yang dapat dimanfaatkansebagai salah satu pakan aditif untuk ternak unggas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh pemberian asap cair sebagai zat aditif terhadap sistem imun dan mortalitas ayam broiler.Variabel yang diukur meliputi jumlah leukosit, jumlah limfosit, dan angka mortalitas. Rancanganyang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan. Perlakuanyang diberikan meliputi R0, R1, R2, R3, dan R4, yaitu pemberian asap cair melalui air minumdengan masing-masing sebanyak 0, 0.25, 0.50, 0.75, dan 1.00% (v/v). Masing-masing perlakuandiulang sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabilamenunjukkan hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asap cair melalui air minum berpengaruhnyata (P>0.05) terhadap jumlah leukosit, limfosit, dan mortalitas ayam broiler. Kesimpulanpenelitian adalah penambahan asap cair sampai taraf 1,00% dalam air minum memberikan hasilyang optimal terhadap sistem imun dan angka mortalitas ayam broiler.Kata kunci : Asap cair, ayam broiler, mortalitas, sistem imun, zat aditif
Tingkat Kecernaan Nutrisi dan Konsentrasi N-NH3 Bahan Pakan dari Limbah Pertanian dan Rumput Rawa Secara In Vitro Imsya, A.; ., Muhakka; Yosi, F.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.844 KB)

Abstract

Penelitian ini menguji tiga jenis sumber hijauan yaitu pelepah sawit, jerami padi dan rumput Kumpai Tembaga terhadap tingkat kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik dan Neutral Detergent Fiber serta konsentrasi N-NH3.  Penelitian dilakukan secara in vitro dengan menggunakan metode dari Theodorou dan Brooks (1990). Sampel yang digunakan sebagai substrat yang diuji dikering oven pada suhu 60°C dan digiling. Sebanyak masing-masing 1 gram sampel dimasukkan dalam setiap botol in vitro yang telah berisi media in vitro. Masing-masing sample diulang 5 kali. Setiap botol kemudian diinukolasi dengan sumber mikroba yang berasal dari cairan rumen sapi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepah sawit menghasilkan tingkat kecernaan bahan kering dan bahan organik yang lebih tinggi dari jerami padi dan rumput kumpai tembaga yaitu dengan tingkat kecernaan 45,89% kecernaan bahan kering dan 45,33% kecernaan bahan organik. Sementara tingkat kecernaan NDF jerami padi lebih tinggi yaitu 23,13% dibandingkan dengan pelepah sawit dan rumput kumpai tembaga. Konsentrasi N-NH3 rumput kumpai tembaga menunjukkan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi yaitu 11,78 mM dibandingkan pelepah sawit dan jerami padi. Kata kunci: Kecernaan, Serat, in vitro, N-NH3
Peningkatan Asam Lemak Tak Jenuh (Pufas) Dengan Menggunakan Rhizopus Oryzae Dalam Fermentasi Bekatul Sahara, Eli; Yosi, F.; Sandi, Sofia
Jurnal Lahan Suboptimal Vol 5, No 1 (2016): JLSO
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.352 KB)

Abstract

Sahar et al, 2016. Increasing of Polyunsaturated Fatty Acids (Pufas) by Using Rhizopus Orizae in the  Fermented Bran. JLSO 5(1):79-85.This study aimed to determine 1) the volume of inoculums and the optimum incubation time during the fermentation process; 2) the types of polyunsaturated fatty acids during fermentation; and 3) the presence of omega-3 essential fatty acids in bran fermentation. The study used fermentation method using R. oryzae. Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) was used to determine the type of polyunsaturated fatty acids and omega-3 contained in the fermented bran. This study used 9 treatments, V3H3, V3H6, V3H9, V5H3, V5H6, V5H9, V7H3, V7H6, and V7H9. The results showed 1) the volume of inoculums and the fermentation time V7H3 was the most optimum result; 2) there were 13 types of polyunsaturated fatty acids, and 3) there was the content of omega-3 in bran fermented.