Articles

Found 21 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NO. 3 TAHUN 2012 TENTANG KOLABORASI PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN Diansari, Dwi; Sriati, Sriati; Lionardo, Andries
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 2 No 2 (2015): Vol 2, No 2, Januari 2015
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR) Provinsi Lampung secara kolaboratif dimaksudkan untuk menangani masalah-masalah yang ada di dalam kawasan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan Tahura secara bersama dan sinergis oleh para pihak atas dasar kesepahaman dan kesepakatan bersama. Lambannya implementasi kebijakan kolaborasi pengelolaan Tahura WAR menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian tesis ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis implementasi Perda Provinsi Lampung No. 3 Tahun 2012 tentang kolaborasi pengelolaan Tahura WAR. Metode yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah deskriptif kualitatif dengan unit analisis Dinas Kehutanan Provinsi Lampung melalui UPTD Tahura WAR. Data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan materi audio visual. Hasil tesis menunjukkan bahwa implementasi yang dilakukan adalah menetapkan tata cara dan persyaratan untuk menjadi Tim Kolaborasi Pengelolaan Tahura WAR, menetapkan panitia seleksi dan jadual pelaksanaan seleksi calon anggota Tim Kolaborasi, sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat sekitar hutan, menyusun Rencana Pengelolaan dan melakukan upaya untuk mengkaji ulang isi Perda No. 3 Tahun 2012. Perbedaan pemahaman diantara para pihak baik mengenai konsep kolaborasi maupun isi kebijakan yang dianggap bertentangan, kurangnya komunikasi, ketiadaan anggaran dan fasilitas, biasnya kewenangan antara UPTD Tahura WAR dan Tim Kolaborasi menjadi faktor yang mempengaruhi implementasi Perda No. 3 Tahun 2012. Berdasarkan hasil tesis tersebut, diperlukan adanya klarifikasi terhadap isi Perda No. 3 Tahun 2012 dan penyamaan persepsi antar pihak yang terlibat dalam pengelolaan Tahura WAR.
IMPLEMENTASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM UPAYA PENGEMBANGAN USAHA MINA PEDESAAN (PUMP) BUDIDAYA PERIKANAN TAHUN 2013 DI KABUPATEN LAHAT Pebrianata, Eko; Sobri, Kgs. M.; Sriati, Sriati
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 2 No 2 (2015): Vol 2, No 2, Januari 2015
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kebijakan, yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Program Nasional Kelautan dan Perikanan Ketahanan Masyarakat Mandiri (PNPM) (Studi tentang kegiatan Pengembangan Usaha Budidaya Pedesaan Mina (PUMP) 2013 di Kabupaten Lahat) dan juga untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang menggambarkan dan merangkum serangkaian kegiatan proses yang dilaksanakan oleh pelaksana terhadap kondisi atau situasi kelompok sasaran realitas sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dan pendukung, observasi dan dokumentasi. Untuk menentukan implementasi kebijakan menggunakan teori Ripley dan Franklin (1986) dengan fokus penelitian seperti tingkat kepatuhan, rutinitas lancar berfungsi, kinerja yang diinginkan dan dampak. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan optimal karena masih ada masalah pada tingkat kepatuhan dari pelaksana dan kelompok sasaran, rutinitas yang berfungsi lancar yang tidak berjalan sebaik, dan kinerja serta dampak yang diinginkan telah belum sepenuhnya tercapai. Selain itu, juga dilihat faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan ini terdiri dari intervensi dalam membuat penentuan calon penerima, kurangnya pelatihan dan bimbingan di bidang budidaya ikan pada asisten dan kelompok sasaran, dikurangi jumlah BLM dapat menjadi faktor penghambat. Sementara itu, faktor pendukung ketersediaan sumberdaya (lahan untuk budidaya ikan dan rumah tangga nelayan) dan Unit Teknis (UPT) dari Dinas Peternakan dan Perikanan di kecamatan dapat menjadi faktor pendukung ketika program dilaksanakan.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DAN PENGARUHNYA TERHADAP STRATEGI PEMASARAN USAHA MAKANAN KHAS PALEMBANG BERBASIS IKAN Moelyati, Trisniarti Adjeng; Sriati, Sriati; Marwa, Taufik; Susetyo, Didiek
AGRIPITA UNSRI Vol 1, No 4 (2012): AGRIPITA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.963 KB)

Abstract

ABSTRACT. South Sumatra has the big enough potential fishery, but not followed by a high consumption of fish, which only reached 24.9 kg per capita per year. The main reason is the lack of ability to process their own fish. Most fish consumed directly, but fish can be processed as a raw material in the producting a new product such as salted fish, fish jerky, shredded fish, fish ball and typical food Palembang known as pempek, model, tekwan, laksan, Kemplang and others. There are so many businesses that produce Pempek in Palembang city, ranging from home-based businesses to medium enterprises. The success of these bussiness in marketing, needs to be supported by an understanding of consumer behavior, so the producer can design what consumers want, and then on the basis of this understanding, companies can develop a marketing strategy. Studying consumer behavior is to learn how consumers make the decision to use the available resources (time, money and effort) to obtain the desired goods or services. If the company already has had information about the variables that influence consumer behavior, then the company can develop the right marketing strategy in terms of product, price, distribution and promotion. Keywords: consumer behavior, marketing strategy
HUBUNGAN PERAN PENDAMPING DENGAN PARTISIPASI PELAKU INDUSTRI RUMAHAN DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KOTA PALEMBANG Utami, Adelia; Sriati, Sriati; Yunindyawati, Yunindyawati
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.812 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v15i1.24293

Abstract

AbstrakSebagian besar sektor usaha banyak digerakkan oleh kaum perempuan khususnya Industri Rumahan (IR) yang memanfaatkan kemampuan mereka sendiri. Industri Rumahan adalah indutri skala mikro dan umumnya memanfaatkan atau menghasilkan produk berupa barang jadi yang memberikan nilai tambah dan dan dikerjakan di rumah secara khusus ataupun sebagai kerja paruh waktu.  Pelaku IR umumnya belum memiliki legalitas usaha dikarenakan kurangnya akses informasi pasar dan teknologi, akses permodalan, peningkatan SDM, penataan kelembagaan dan jaringan serta kurangnya sensitif gender dikalangan masyarakat. Adanya kebijakan yang mendukung program dalam mendorong pembangunan IR, pemerintah memberikan bimbingan, pelatihan dan bantuan berupa alat/mesin yang diberikan kepada pelaku IR melalui program pemberdayaan perempuan. Tujuan penelitian adalah : (1) Menganalisis seberapa besar tingkat peran pendamping pelaku IR, (2) Menganalisis seberapa besar tingkat partisipasi pelaku IR dalam program pemberdayaan perempuan, dan (3) mengetahui seberapa besar hubungan antara peran pendamping dengan partisipasi pelaku IR di Kelurahan 27 Ilir dan 30 Ilir Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode explanatory survey, dengan analisis korelasi Rank Spearman. Populasi penelitian  adalah pelaku Industri Rumahan di Kelurahan 27 Ilir dan Kelurahan 30 Ilir berjumlah 200 orang, yang memiliki usaha kuliner terdiri atas  96 orang pelaku IR Kelurahan 27 Ilir dan 104 orang pelaku IR Kelurahan 30 Ilir. Sampel berjumlah 67 orang diambil secara acak, yang terdiri dari 32 pelaku IR Kelurahan 27 Ilir dan 35 pelaku IR Kelurahan 30 Ilir.  Hasil penelitian adalah: (1) tingkat peran pendamping pelaku IR tergolong tinggi (76,60%), (2) tingkat partisipasi pelaku IR tergolong sedang (64.35%), (3) terdapat hubungan yang signifikan antara peran pendamping IR dan partisipasi pelaku IR dalam program pemberdayaan perempuan dengan nilai koefisien korelasi Rank Spearman (Rs) = 0,620 pada ? = 0,05.Kata Kunci : peran, pendamping,  partisipasi,  Industri Rumahan ,  pemberdayaan   perempuan
Factors of Medicinal Plants Users as Alternative Medicinal in Indonesia Theresiana, Yunita; Kamaluddin, Kamaluddin; Sriati, Sriati; Erina, Lili
Science and Technology Indonesia Vol 3 No 2 (2018): April
Publisher : ARTS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.987 KB) | DOI: 10.26554/sti.2018.3.2.94-99

Abstract

Traditional medicines are the cultural heritance of Indonesian nation that should be preserved and developed in order to support the society’s health development and to improve the society’s economy. This research was aimed to figure out the society’s behaviors in using traditional medicines and the dominant factors that influence them in using traditional medicines. This research is a non-experimental research, with analytical survey method and cross-sectional approach. Fifty percent of the existing districts (16 districts) were selected randomly to serve as the sample. The districts selected included the districts of Muara Kuang, Tj. Raja, Lubuk Keliat, Payaraman, Indralaya, Pemulutan, Pemulutan Selatan and Rantau Panjang, totaling eight. The number of villages selected was 66. From these villages, the research sample was selected using stratified random sampling technique, and a sample of 400 people was obtained. The analysis was conducted in a bivariate manner with chi square test. The results showed that the respondents were motivated to use traditional medicines through (a) predisposing factors perceived sickness; (b) enabling factors, including economic level, location of domicile, type of complaints, insurance and distance to health facilities; and (c) reinforcing factors, including family support and traditional medicine promotion. Serving as the predicting factors in the traditional medicine use were the variables perceived sickness, type of complaint, distance to health facilities and traditional medicine promotion, with the variables occupation, insurance, education, family support, domicile and income serving as the confounding variables.
ANALISIS KINERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM PROGRAM LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (LDPM) DI KECAMATAN MAKARTI JAYA KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Arbi, Muhammad; sriati, sriati
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.418 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.17653

Abstract

Kementrian Pertanian melaksanakan Program Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dalam rangka memberdayakan kelompok tani dalam distribusi makanan pokok di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk menggambarkan kinerja Penyuluh Pertanian di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Kabupaten Banyuasin, 2) untuk mengukur kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam program LDPM, 3) untuk mengukur tingkat keberhasilan LDPM, dan 4) untuk menganalisis hubungan antara dari kinerja PPL dengan tingkat keberhasilan LDPM. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin pada Maret - Mei 2016. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel sebanyak 45 petani dari 9 kelompok tani dengan menggunakan teknik dispropotional random sampling. Data diolah dalam bentuk tabulasi dan diuji dengan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PPL di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin masuk dalam kategori cukup baik dengan skor 71,43. Kinerja PPL dalam melaksanakan program LDPM di daerah tersebut masuk dalam kategori sedang dengan jumlah skor 19,02, dan tingkat keberhasilan program LDPM di daerah tersebut masuk dalam kategori tinggi dengan skor 21,58 (berhasil). Hasil analisis Uji Korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kinerja PPL dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan program LDPM di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin.Kata Kunci: Kinerja, PPL, Kelompok Tani, Kelompok Tani, LDPM
KINERJA SISTEM BIROKRASI PENYULUH DALAM MEMBERDAYAKAN PETANI MISKIN MELALUI PROGRAM PENINGKATAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN DI KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Idris, Umiyati; Sriati, Sriati; Yamin, Muhammad; Marwa, Taufik
AGRIPITA UNSRI Vol 1, No 4 (2012): AGRIPITA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.959 KB)

Abstract

ABSTRACT. This research is purposed (1) to analyze factors (instructor performance, internal and external representing bureaucracy system performance) determine farmerâ??s prosperity both direct and indirectly through poor farmers empowerment, (2) to identify constrains in empowering such poor farmers. This research has been conducted on 208 farmers as respondent in 15 villages which are grouped in 9 districts in Banyuasin regency. The result of this research exposes that (1) instructor performance factor significantly determines farmerâ??s prosperity (directly), nevertheless it does not significantly determines poor farmers empowerment (indirectly). Internal and external factor do not significantly determine farmerâ??s prosperity (directly), nevertheless they significantly determine poor farmer empowerment (indirectly). Coefficient determination of bureaucracy system performance toward poor farmer empowerment is 65% (R2 = 65%), on the other hand coefficient determination of bureaucracy system performance toward farmerâ??s prosperity is 57% (R2 = 57%). PUAP program realization is only 15,3% before calculating any expenses. The expenses are estimated 61%, farmers non performing loan 23% and other constraints on Gapoktan institution, (2) such constraints that usually deal with are (a) changing farmerâ??s mindset (paradigm), (b) low of farmerâ??s education, (c) long distance of PUAP receiver villages, (d) non performing loan, and (e) lack of counseling fund. Keywords: empowerment, bureaucracy system performance, poor farmers, and PUAP program
Pengaruh Perilaku Masyarakat terhadap Kualitas Air dan Kesehatan Masyarakat di Sungai Aur Kelurahan 9 - 10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang Matolisi, Elizabet; Sriati, Sriati; Faruk, Husni
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku dari masyarakat sekitas Daerah Aliran Sungai seperti membuang sampah sembarangan, membangun rumah berdekatan dengan sepadan sungai hingga membuang limbah rumah tangga secara lang-sung ke sungai memberikan dampak. Terhadap kualitas air sungai. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi se-jauh mana hubungan antara variabel-variabel ini pada faktor terkait dengan variabel pada satu atau lebih fak-tor-faktor lain berdasarkan koefisien korelasi. Hipotesis yang diajukan dalam studi ini adalah: (1) kesadaran lingkungan dipengaruhi oleh variabel pengetahuan, sikap, perilaku dan partisipasi; (2) kesediaan untuk mem-bayar dipengaruhi oleh variabel pengetahuan, sikap, perilaku, dan partisipasi melalui kesadaran lingkungan. diperoleh nilai Kolmogorov Smirnov untuk variabel Perilaku Masyarakat sebesar 0,899 dengan p-value sebesar 0,394. Karena p-value lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima, artinya data pada variabel Perilaku Masyarakat berdsitribusi normal. Nilai Kolmogorov Smirnov untuk variabel Kualitas Kesehatan Lingkungan sebesar 0,732 dengan p-value sebesar 0,658. Karena p-value lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima, artinya data pada va-riabel Kualitas Kesehatan Lingkungan berdistribusi normal. Untuk peneliti yang akan datang hendaknya dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap Kualitas Kesehatan Lingkungan.
HASIL BELAJAR OTONOMI DAERAH MELALUI METODE KONTEKSTUAL (CTL) BAGI SISWA KELAS IX-B SMPN 5 KERINCI Sriati, Sriati
JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Vol 3, No 2 (2018): JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.13 KB) | DOI: 10.34125/kp.v3i2.287

Abstract

This research starts from the low student learning outcomes which is reflected in the value of 52.38% the average daily students are below the minimum completeness of learning that is 70. The purpose of this study is to improve student learning outcomes in the material of Regional Autonomy through the application of Contextual Teaching and Learning for students of class IX-B in semester I of Junior High School 5 Kerinci academic year 2017/2018. Subjects in this study were students of class IX-B Kerinci Senior High School 5 Kerinci Regency with a total of 21 students, 5 male students and 16 female students. This research was carried out in two cycles, where each cycle was held two meetings with 4 stages of planning, implementation, observation, and reflection analysis. Data analysis techniques in PTK are descriptive analytical. The results of classroom action research using a two-cycle pattern, apparently can test the action hypothesis proposed in this study. The results are; the results of the learning evaluation in the first cycle which only reached an average score of 72.47 increased in the second cycle which reached 75.86. In the second cycle students have achieved the expected mastery of learning that is 90.48% compared to the first cycle which is only 66.67%. This means that at the end of the second cycle all target criteria can be met, therefore the submitted can be accepted.
The Effect of Health Community Behavior (PHBS), Health Service Quality to Diare’s Disease in Sub-Division Karang Jaya Palembang Sub-District Suwono, Iman; Kamaluddin, MT; Sriati, Sriati; Priadi, Dwi Putro
Sriwijaya Journal of Environment Vol 3, No 1 (2018): Mining Activities
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22135/sje.2018.3.1.19-26

Abstract

AbstractThe aims of this study were to analyze the Effect of Healthy Living Community Behavior (PHBS), Quality of Health Service against Overcoming Diarrhea Disease in Sub-division Karang Jaya Palembang. The type of research used in this study was analytical research. This research was conducted in Palembang City selected area of Karang Jaya Sub-district Gandus District. The study was conducted in May 2016 to June 2017. The samples of research were people affected by diarrhea in 2017 as many as 95 people. Method’s of data analysis using logistic regression. Result showed that the PHBS coefficient with odds ratio-0.760 (1.561-0.370) with significance of 0.045 less than the 0.05 significance level (α). This means that hypothesis one (H1) was accepted if the variable quality of health service, constant then every increase PHBS effect on the occurrence of diarrhea. The better PHBS will decrease the incidences of diarrhea. Coefficient of health service quality with odds ratio 1.598 (3.217-0.74) with significant equal to 0.009 less than level of significant (α) 0.05. This means that hypothesis two (H2) is accepted if the variable PHBS, constant then the quality of health services affect the occurrence of diarrhea. The better quality of health care will reduce the incidence of diarrhea Keywords: PHBS, quality of service, health, diarrhea