p-Index From 2015 - 2020
2.715
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pertambangan
Mukiat ., Mukiat
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

EVALUASI TEKNIS NILAI RECOVERY DAN KADAR KASITERIT PADA ALAT PAN AMERICAN JIG PBBT PT. TIMAH (PERSERO) TBK. PEMALI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Oentari, Calvindoro; ., Mukiat; Ningsih, RR Yunita Bayu
Jurnal Pertambangan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i3.9560

Abstract

Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT) PT. Timah (Persero) Tbk. merupakan salah satu unit pengolahan  yang dimiliki oleh PT. Timah yang bertujuan meningkatkan nilai kasiterit dalam endapan dengan mengolahnya. Pengolahan pada penelitian ini merupakan wet processing dengan menggunakan alat pan american jig, dimana feed berasal dari stockpile hasil penambangan. Kontrol kualitas yang kurang dalam penerapan standar operasional yang telah ditetapkan oleh perusahaan PT. Timah mengakibatkan nilai kadar dari kasiterit dan recovery yang didapatkan dari alat pan american jig belum memenuhi standar minimal perusahaan. Kurangnya nilai kadar dan recovery ini diakibatkan oleh faktor panjang pukulan, frekuensi pukulan dan kecepatan aliran horizontal yang tidak sesuai dengan standar operasional yang ada. Menggunakan standar operasional yang telah ditetapkan PT.Timah (Persero) Tbk. sebagai nilai acuan sehingga setelah evaluasi pada faktor panjang pukulan, frekuensi pukulan dan kecepatan aliran horizontal pada jig menghasilkan nilai kadar senilai 50,85% dan nilai recovery sebesar 96,17%. PT.Timah (Persero) Tbk. disarankan untuk menerapkan standar operasional yang telah ditetapkan dan melakukan pengawasan selama proses pengolahan berlangsung.  
ANALISIS KEMANTAPAN LERENG BERDASARKAN HASIL UJI KUAT GESER DENGAN METODE DIRECT SHEAR TEST DI PIT MUARA TIGA BESAR UTARA PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK Madora, Yenni; Asof, Marwan; ., Mukiat
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i1.3816

Abstract

Kemantapan suatu lereng dapat dinyatakan dengan suatu nilai faktor keamanan (FK) yang merupakan perbandingan antara gaya penahan dengan gaya penggerak. Dalam menentukan besarnya nilai faktor keamanan dibutuhkan data sifat mekanik batuan yaitu kohesi (c) dan sudut geser (Φ) dalam batuan. Salah satu cara untuk mendapatkan kohesi dan sudut geser dalam melalui pengujian kuat geser batuan (Direct Shear Test). Dari hasil uji kuat geser batuan didapatkan nilai kohesi dan sudut geser dalam setiap lapisan yaitu: Lapisan overburderden dengan batuan Silty Claystone nilai kohesi 61,2 kpa,sudut geser dalam yaitu 19,1°, lapisan interburden A1-A2 dengan batuan Sandy Silty Claystone  nilai kohesi 56kpa dan sudut geser dalam 22,1°, lapisan interburden A2-B1 dengan batuan Silty Claystone nilai kohesi yaitu 29,9 kPa dan sudut geser dalam 16,8°, lapisan interburden B1-C dengan batuan Sandy Clay Siltstone nilai kohesi 196,3 kPa dan sudut geser dalam 21,2° dan lapisan under C dengan batuan sandy Clay Siltstone nilai kohesi 65,2kPa dan sudut geser dalam 19,1°. Pengaruh hasil uji kuat geser terhadap faktor keamanan yaitu semakin besar nilai kohesi,sudut geser dalam (Ru Coefficient = 0 dan 0,5) dan kuat geser batuan, maka semakin besar nilai faktor keamanan. Hasil simulasi dengan memvariasikan geometri lereng didapatkan ketinggian lereng yang aman (FK>1,25). Geometri yang aman untuk setiap lapisan yaitu pada geometri dengan ketinggian lereng 6 meter dan kemiringan lereng 45°.
PENGARUH KEKUATAN BATUAN DAN KOMPOSISI SILIKA TERHADAP TINGKAT KEAUSAN MATA GARU (RIPPER) DALAM PROSES PEMBONGKARAN LAPISAN OVERBURDEN TAMBANG BATUBARA PT. MUARA ALAM SEJAHTERA KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN Abduh, Muhammad; Komar, Syamsul; ., Mukiat
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 5 (2017): Special Issue
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i5.5370

Abstract

Sebelum melakukan penggalian batubara pada tambang terbuka, terlebih dulu dilakuan pengupasan lapisan tanah penutup. Pengupasan lapisan tanah penutup ini biasanya dapat dilakukan dengan metode penggaruan atau peledakan. Dalam kenyataannya metode penggaruan kurang efektif dengan waktu dan biaya operasi yang tinggi. Walaupun penggaruan merupakan metode yang kurang efektif pada aktivitas pertambangan namun tetap menjadi sesuatu yang terus dikembangkan.  Penelitian ini difokuskan pada tiga jenis batuan yang digaru yaitu silty claystone, silty sandstone, dan sandstone. Batuan silty claystone memiliki nilai kuat tekan 87,7 KPa, silty sandstone 95,7 KPa, sandstone 100,8 Kpa dan nilai kuat geser 257,7 Kpa pada batuan silty claystone, 288 KPa pada batuan silty sandstone dan 316 KPa pada batuan sandstone . Sedangkan komposisi silika pada batuan silty claystone 58,5%, silty sandstone 60,2%, dan batuan sandstone 62,4%. Berdasarkan dari ketiga karakteristik batuan tersebut, didapat tingkat keausan mata garu paling tinggi terjadi pada batuan sandstone yaitu 5,79 cm/jam, silty sandstone 1,49 cm/jam, dan paling rendah pada batuan silty claystone 0,16 cm/jam. Untuk usia pakai optimal mata garu pada batuan sandstone selama 4,8 jam, silty sandstone 26 jam dan silty claystone 250 jam. Kata kunci: Tips Ripper, silty claystone, silty sandstone, sandstone
ANALISIS KEENOMISAN PEMILIHAN ALAT GALI MUAT UNTUK PEMBONGKARAN OVERBURDEN DI TAMBANG AIR LAYA PT. BUKIT ASAM (PERSERO), TBK Situmorang, Marthin; ., Mukiat; Suwardi, Fuad Rusydi
Jurnal Pertambangan Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v2i3.7398

Abstract

PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, Tanjung Enim merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang penambangan batubara.Sebelum dilakukan kegiatan penambangan batubara, kegiatan pertama yang dilakukan adalah kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup. Untuk melakukan kegiatan pengupasan tanah penutup tersebut ada 3 jenis alat gali muat yang digunakan yaitu Komatsu excavator backhoe PC800, PC1250 dan PC2000.Berdasarkan pengalaman target produksi yang direncanakan selalu tercapai akan tetapi penggunaan ketiga jenis alat tersebut masih menimbulkan kerugian biaya pada perusahaan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemilihan alat gali muat yang ekonomis untuk pembongkaran overburdendengan cara membandingkan hasil produksi tiap alat terhadap biaya alat tersebut sehingga dapat mengurangi kerugian yang ditimbulkan.Setelah dilakukan perhitungan terhadap hasil produksi dan biaya tiap jenis alat, maka didapat hasil produksi dalam waktu sebulan untuk PC800 adalah 324.664,20 bcm/bulan, produktivitas untuk PC1250 adalah 470.024,10 bcm/bulan dan produktivitas PC2000 adalah 568.858,50 bcm/bulan. Biaya dalam waktu sebulan untuk PC800 adalah Rp 514.455.165,00, biaya untuk PC1250 adalah Rp 1.016.431.176,604 dan biaya untuk PC2000 adalah Rp 1.760.965.567,20. Dari total produktivitas dan biaya selama sebulan dapat dibuat perbandingan antara biaya dan produktivitas tiap jenis alat sehingga didapatkan hasil untuk PC800 adalah 1.584,58 Rp/bcm, PC1250 sebesar 2.162,51 Rp/bcm dan PC2000 sebesar 3.095,61 Rp/bcm. Dari hasil perbandingan yang dihitung dapat disimpulkan excavator backhoe PC800 lebih ekonomis dibandingkan PC1250 dan PC2000 dalampembongkaran overburden.
EVALUASI SISTEM PENIRISAN TAMBANG DI PIT 2 BLOK KELUANG PT BATURONA ADIMULYA MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN Putri, Rusmayade; ., Mukiat; Iskandar, Hartini
Jurnal Pertambangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v2i1.5769

Abstract

Penirisan tambang sangat mempengaruhi proses penambangan. Area penambangan yang tergenang air dapat mengganggu proses penambangan dan kinerja alat mekanis. Sistem penirisan di PT Baturona Adimulya adalah pembuatan main sump yang nantinya akan dipompakan ke saluran tambang menuju ke kolam pengendapan lumpur. Sistem penirisan tambang di pit 2 Blok Keluang terdiri dari dimensi sump (kolam penampungan), pompa yang digunakan serta Kolam Pengendapan Lumpur (KPL). Lokasi front penambangan Pit 2 Blok Keluang  memiliki daerah tangkapan hujan (Catchment Area) seluas 36,79  Ha dengan intensitas hujan sebesar 10,06 mm/jam. Pit 2 Blok Keluang  memiliki satu buah sump yang berada di titik -18 MDPL. Total debit air yang masuk ke dalam sump sebesar 11.969,35 m3/hari. Sistem pemompaan di Pit tersebut menggunakan dua buah pompa Ebara FS4NA 90kw yang disambung dengan pipa HDPE sepanjang 106 meter menuju saluran tambang. Debit aktual pompa di lapangan adalah sebesar 5,1m3/menit sedangkan debit pompa optimal sebesar 9,7 m3/menit. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa kemampuan pompa tidak berjalan optimal Pada hasil perhitungan didapatkan hasil bahwa perlu dilakukan penambahan pompa sebanyak 1 unit. Dimensi kolam pengendapan lumpur harus diperbesar menjadi 32 meter x 22 meter x 8 meter.
Optimasi Fasilitas Penanganan Batubara Untuk Memenuhi Target Pemasaran Stockpile 3 Site Banko Barat PT. Bukit Asam (Persero), Tbk Tanjung Enim Sumatera Selatan ., Reza; Asof, Marwan; ., Mukiat
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i4.5034

Abstract

PT. Bukit Asam (Persero), Tbkmerupakan perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Berdasarkan data realisasi akumulatif penerimaan batubara dan pengisian surge bin, unit penerimaan batubara bulan januari-mei 2016 belum memenuhi target pemasaran batubara dengan persentase target tercapai hanya 73,18% dan pengisian surge bin 69,10%. Pemenuhan target pemasaran bulan juni 2016 sebesar 654.058 ton, dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan unit fasilitas penanganan batubara yang beroperasi baik dari segi waktu operasi dan tingkat produktivitas masing-masing unit. Optimasi unit penerimaan batubara dilakukan dengan meningkatkan produktivitas dump truck berdasarkan simulasi waktukedatangan dari front penambangan, meningkatkan efisiensi kerja unit penerimaan dengan mengurangi waktu hambatan dan meningkatkan kemampuan belt conveyor.Optimasi unit pengisian surge bin dilakukan dengan penjadwalan dan penambahan rangkaian kereta api berdasarkan asumsi yang ada.Hasil setelah dilakukan proses optimasi adalah meningkatnya produktivitas dump truck sebesar 1.496,72 ton/jam, belt conveyor sebesar 1.551,91 ton/jam dengan efisiensi 84,88% dan jam kerja sebesar 470,75 jam, maka jumlah batubara yang diterima oleh stockpile adalah 704.581 ton atau 107,73% dari target pemasaran. Sedangkan pada unit pengisian surge bin, jumlah rangkaian kereta yang mampu dimuat sebanyak 11 rangkaian dengan 7 rangkaian menuju Tarahan dan 4 rangkaian menuju Kertapati dengan total batubara pada pengisian surge bin sebesar 683.240 ton atau 104,46% dari target pemasaran.Kata Kunci: Optimasi,Produktivitas,Efisiensi Kerja,Waktu Tunggu,Simulasi.
PERENCANAAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA DI PT. BARA ANUGRAH SEJAHTERA LOKASI PULAU PANGGUNG MUARA ENIM SUMATERA SELATAN Girsang, Tumpol Richardo; Ibrahim, Eddy; ., Mukiat
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i2.4107

Abstract

PT. Bara Anugrah Sejahtera adalah salah satu perusahaan tambang batubara dengan metode tambang terbuka yang memiliki lokasi di Pulau Panggung Muara Enim Sumatera Selatan. Tambang ini memiliki 3 front penambangan yang saling berdekatan, dimana yang aktif saat ini hanya 1 front penambangan saja, yaitu front penambangan III. Dua front penambangan lainnya, yaitu front penambangan I dan II sudah tidak beroperasi cukup lama, sehingga  telah digenangi air dengan volume yang cukup besar. Penggabungan ketiga front penambangan tersebut direncanakan pada awal tahun 2015. Sehingga sebelum penggabungan dilakukan, maka air yang sudah menggenangi harus dikeluarkan terlebih dahulu dengan cara pemompaan. Total volume air yang telah menggenangi front penambangan diketahui sebesar 194.342,33 m3. Perencanaan sistem penyaliran menggunakan 1 unit pompa Deeflo DP2500-2 dengan kapasitas 300 m3/jam. Dengan jam kerja pompa sebesar 20 jam/hari, maka selama 39 hari diperkirakan total volume air yang menggenangi front penambangan akan habis dipompakan keluar tambang. Pemompaan ini juga bertujuan sebagai pengendali jumlah air yang akan masuk ke dalam tambang nantinya setelah dilakukan penggabungan ketiga front penambangan, baik dari air limpasan maupun dari air tanah. Air hasil pemompaan akan dialirkan melalui saluran terbuka dengan lebar dasar saluran 0,5 m, kedalaman saluran 0,52 m, dan lebar permukaan saluran 1,3 m, menuju kolam pengendapan lumpur. Kolam pengendapan lumpur dirancang sebanyak 3 buah kompartemen, dengan volume masing-masing sebesar 1.800 m3.   Kata kunci: pemompaan, air genangan,  air limpasan, air tanah
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA DIPIT SERELO UTARA PT BUMI MERAPI ENERGI KABUPATEN LAHAT C Mayor,, Dessy S Nanda; Asof, Marwan; ., Mukiat
Jurnal Pertambangan Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v2i4.7449

Abstract

PT Bumi Merapi Energimerupakansalahsatuperusahaan dibidangusahapertambanganbatubara yang terletak di desa Ulak Pandan, Tanjung Baru, Talang Pandan, dan Gunung Agung, kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.Aktivitas penambangan memerlukan sistem penyaliran agar tidak menganggu aktivitas produksi maupun tercemarnya air limbah ke lokasi lain. Debit total air  pit Serelo Utara dengan asumsi tidak terdapatnya saluran ke kolam pengendapan lumpur yaitu 9.528,493m3/ hari, sedangkan debit total air pit Serelo Utara dengan asumsi terdapat saluran langsung ke kolam pengendapan lumpur yaitu 4.892,632 m3/ hari. Pada pit Serelo Utara direncanakan dua saluran yang langsung mengalir ke muara kolam pengendapan lumpur untuk mengurangi jam kerja pompa. Rencana dimensi saluran terbuka 1 dengan lebar dasar saluran (B) sebesar 0,9 m ; tinggi jagaan (F) sebesar 0,16 m ; tinggi saluran (H) sebesar 0,94 m dan lebar permukaan saluran (L) sebesar 1,81 m. Rencana dimensi saluran terbuka 2 dengan lebar dasar saluran (B) sebesar 1,06 m ; tinggi jagaan (F) sebesar 0,18 m ; tinggi saluran (H) sebesar 1,1 m dan lebar permukaan saluran (L) sebesar 2,13 m. Perencanaan pompa yang digunakan yaitu pompa Multiflo tipe CF-48H sebanyak dua unit karena jam kerja rencana pada pompa sebesar 24,062jam/hari sedangkan dengan perencanaan saluran terbuka langsung menuju kolam pengendap lumpur hanya dibutuhkan satu unit dengan jam kerja pompa berkurang menjadi 12,355jam/hari. Sump didesain berbentuk trapesium dengan dimensi panjang dan lebar permukaan sump sebesar 82,73m, panjang dan lebar dasar sump sebesar 78,11m serta dengan kedalaman 4 m.
PERANCANGAN ALAT PENCUCIAN PASIR SUNGAI UNTUK MENGHASILKAN PASIR SUNGAI BERKUALITAS DI SUNGAI OGAN Rasyid, Emirzza; Komar, Syamsul; ., Mukiat
Jurnal Pertambangan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i3.9571

Abstract

kabupatennya. Pada umumnya sebagian besar sarana dan prasarana (infrastruktur) yang ada menggunakan konsetruksi beton-beton, dimana bahan campuran untuk membuat beton yaitu salah satunya  menggunakan pasir. Pasir mestidibersihkan dan harus dilakukan filterring sesuai ukuran  yang disyaratakan. Alat dirancang dapat digunakan untuk mencuci pasir sungai  yang masih belum sesuai standar SNI ? S ? 04 ? 1989 ? F : 28. Alat ini memiliki deck yang buat dari susunan riffle - riffle yang sejajar dengan kemiringan 45?. Deck memiliki panjang 240 cm dan lebar 113 cm dan terbuat dari kayu yang berjenis kayu merawan. Alat ini juga dirancang dapat mengatur ketinggian alat dengan variasi tinggi 170 cm, 165 cm, 160 cm, 155 cm dan 150 cm. Setelah dilakukan pencucian dari 25 percobaan dengan mengkombinasi tinggi riffle dan kemiringan deck, didapatkan hasil dimana jika secara kualitas kombinasi tinggi riffle 0,5 cm dengan tinggi deck 150 cm menghasilkan modulus 1,59 , kadar organik cukup rendah dibawah normal dan kadar lumpur 4 %, namun secara kuantitas recovery yang dihasilkan hanya 61,2%. Untuk kuantitas dengan nilai recovery yang tinggi itu pada kombinasi tinggi riffle 2,5 cm dengan tinggi deck  150cm sebesar 88,2% namun kualitas yang dihasilkan belum sesuai standar SNI ? S ? 04 ? 1989 ? F:28. Untuk hasil yang  optimal dengan kualitas sesuai standard an kuantitas yang cukup tinggi itu pada kombinasi tinggi riffle 1,0 cm dengan tinggi deck 150cm, dimana secara kulitas nilai modulus halusnya 1,56, kandungan organic masih batas normal dan kadar lumpur 4,5 %, untuk kuantitas nilai recoverynya 77,3%.
RENCANA TEKNIS PENAMBANGAN EMAS DI SERUJAN 05 PT INDO MURO KENCANA Falah, Rayhan; Asof, Marwan; ., Mukiat
Jurnal Pertambangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i2.8490

Abstract

PT. Indo Muro Kencana merupakan perusahaan tambang emas yang berlokasi di Desa Murung Raya Kecamatan Tanah Siang Selatan, Puruk Cahu Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam rangka meningkatkan produksinya PT. Indo Muro Kencana melakukan perluasan lokasi penambangan dengan membuka pit baru yaitu Serujan 05. Pembukaan suatu pit memerlukan perencanaan yang memenuhi dua pertimbangan dasar yaitu pertimbangan teknis dan ekonomis. Pada penelitian ini akan melakukan perencanaan teknis desain pit, estimasi jumlah waste dan ore, dan perencanaan waste dump untuk menampung waste material yang harus dikupas. Perencanaan desain dilakukan menggunakan software Surpac dan pengecekan safety factor menggunakan Slide dengan metode Bishop Simplified. Berdasarkan persebaran ore di Serujan 05, ultimate pit slope yang diterapkan pada pit yang didesain adalah sebesar 32,2º dengan nilai safety factor 2,9 dan mining recovery 88%. Jumlah waste material yang harus dikupas didapatkan dengan melakukan perpotongan (intersection) antara desain pit yang direncanakan dengan topografi awal. Jumlah ore yang terambil didapatkan dengan melakukan perpotongan (intersection) antara desain pit yang direncanakan dengan solid bahan galian yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan pada software didapatkan hasil volume ore yang akan terambil pada pit Serujan 05 sebesar 7.725 m3 dan volume waste yang harus dikupas sebesar 57.619 m3.Material wastemerupakan material hasil pelapukan clay yang akan mengembang sebanyak 40%, sehingga volume material yang harus ditampung akan menjadi 80.666 m3. Waste dump dibuat dengan kapasitas tampungan 85.142 m3yang berjarak <1km dari front penambangan. Waste dump dibuat dengan kemiringan 38º sesuai dengan kebutuhan reklamasi dan desain waste dump yang direncanakan memiliki nilai safety factor 1,25. Kata Kunci:  Desain pit, Waste dump,Stripping Ratio, Faktor Keamanan