Ibnu Nadzir, Ibnu
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA PENGURUS MAJELIS TA’LIM AL-AFSHOH RIJALUL GHOD MELALUI KEGIATAN-KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA USIA 15-18 TAHUN DI KELURAHAN KENANGA KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBON Nadzir, Ibnu; Nawawi, Nawawi; Affandi, Akhmad
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod memiliki peranan yang sangat signifikan melalui kegiatan-kegiatanya dalam penanggulangan kenakalan remaja, seperti pergaulan bebas di kalangan remaja, pacaraan bebas, tawuran, geng motor brutal dan tindakan yang tidak menyenangkan lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod dalam menanggulangi kenakalan remaja. serta hambatan-hambatan dalam menanggulangi kenakalan remaja tersebut.Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik yaitu melakukan observasi, studi pustaka, serta wawancara dilakukan dengan mengadakan Tanya jawab langsung bersama nara sumber yaitu pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod dalam penanggulangan kenakalan remaja di Kelurahan Kenanga Kecamatan Sumber  Kabupaten Cirebon dengan cara memperbanyak Sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, Dukungan Tokoh Agama dan Shalat Berjama’ah, Dzikir, Melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan bagi remaja seperti, Tadarus Al-Qur’an, Kajian Kitab kuning, Markhabanan Keliling (Marhaling), Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), dan Kegiatan Bulan Ramadhan. Kata Kunci: Majelis Ta’lim, Kegiatan-Kegiatan Keagamaan, Penanggulangan Kenakalan Remaja. 
KAPASITAS ADAPTIF MASYARAKAT PESISIR MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM : KASUS PULAU GANGGA, MINAHASA UTARA Wahyono, Ary; Imron, Masyhuri; Nadzir, Ibnu
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 3 No. 2, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.414 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v3i2.315

Abstract

Masyarakat pesisir merupakan salah satu kelompok masyarakat yang paling rentan menghadapiperubahan iklim. Perubahan kecil pada lingkungan mereka dapat memberikan dampak langsung padakehidupan masyarakat pesisir khususnya pada sistem mata pencaharian. Nelayan misalnya, akankesulitan untuk melaut dalam situasi cuaca yang tidak menentu. Situasi semacam ini juga dialamioleh berbagai mata pencaharian lain di wilayah pesisir, seperti penambak garam maupun ikan. Lebihlanjut, perubahan ekologis ini dapat berpengaruh pada kapasitas adaptif masyarakat pesisir. Tulisanini mengangkat isu perubahan iklim yang terjadi pada masyarakat pesisir di Pulau Gangga. Informasidari tulisan ini diperoleh dari wawancara dan FGD yang dijelaskan dengan kerangka konsep kapasitasadaptif. Tulisan ini menunjukkan bahwa fenomena perubahan iklim telah secara nyata dirasakan diPulau Gangga. Meskipun demikian, gejala ini belum dianggap sebagai masalah yang signifikan olehwarga. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan warga yang terbatas mengenai gejala perubahaniklim. Temuan lainnya menunjukkan bahwa kapasitas adaptif tidak hanya ditentukan oleh lingkungan.Struktur sosial baik dalam relasi patron-klien maupun kelembagaan di tingkat desa amat berpengaruhpada kapasitas adaptif masyarakat Pulau Gangga.Title: The Adaptive Capacity of Coastal Communites Face Climate Change:Gangga Island Case, South of MinahasaCoastal communities are one of the most vulnerable groups to climate change. Littleenvironmental change contributes to direct impact on the lives of coastal communities specifically onlivelihood systems. Fishermen, for example, will find it hard to go to sea in a situation of erratic weather.Such a situation also faced by many other livelihoods in coastal areas, such as salt and fish farmer.Furthermore, these ecological changes may affect the adaptive capacity of coastal communities. Thispaper raised the issue of climate change on coastal communities on the island of Gangga Island.Toexplain the problem this paper uses interview and focus group data that is described through adaptivecapacity framework. This paper shows that the phenomenon of climate change has been affectingcoastal communities in Gangga Island. Nevertheless, this phenomenon has not been regarded as asignificant problem by the citizens. It is influenced by the limited knowledge of the citizens about thesymptoms of climate change. Other findings indicate that adaptive capacity is not only determined bythe environment. Social structure in both the patron-client and institutional at the village level is veryinfluential on the adaptive capacity of society Gangga Island
THE RESILIENCE OF FISHERMAN COMMUNITIES IN RESPONDING CLIMATE CHANGE: A CASE STUDY IN GRAJAGAN PANTAI VILLAGE, BANYUWANGI, EAST JAVA Wahyono, Ary; Imron, Masyhuri; Nadzir, Ibnu
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 16, No 2 (2014)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.298 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v16i2.17

Abstract

Fishermen are the most vulnerable social community against the climate change. Marine environment change directly influences their livelihood system. This paper aims to discuss the extend of resilience of the fisherman communities in the coastal of Grajagan Village, Banyuwangi, East Java, in responding the impacts of climate change. To understand the resilience of fisherman communities, this paper compares the fishing unit typology and the working characteristics from various fisherman communities in responding the climate change impacts. Finding of this research shows that there is different resilience strategy among different fishing units, namely Slerek, Payang, and Jukung. The jukung fisherman community has a better resilience in responding the climate change impacts compared to the Slerek and Payang fisherman communities. The jukung fisherman community has various fishing units, which can be operated in different seasons.
MEMBACA PERUBAHAN IKLIM MELALUI BINGKAI ANTROPOLOGI Nadzir, Ibnu
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 14, No 3 (2012)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.178 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v14i3.108

Abstract

Judul Buku: Anthropology and Climate Change Editor: Susan A. Crate and Mark Nuttal Penerbit: Left Coast Press, Inc. Tebal: 416 (termasuk catatan dan indeks) ISBN : 978-1-59874 334-0