aris suherman, aris
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGANTISIPASITINDAKKRIMINALITAS SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMKN)1 SINDANG INDRAMAYU abdali, ahmad; suherman, aris
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 7, No 2 (2018): Perilaku Sosial
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.627 KB)

Abstract

ABSTRAK Masalah kenakalan remaja, khususnya remaja usia sekolah atau remaja yang masih duduk dibangku sekolah mulai memasuki tingkat menghawatirkan karena sudah masuk ranah kriminalitas. Masalah ini bukan hanya tanggung jawab orang tua dan masyarakat saja tetapi juga tanggung jawab guru dan sekolah untuk mengatasi masalah tersebut, karena sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang diangap paling bertanggung jawab terhadap hasil pendidikan karakter seorang siswa. Oleh karena itu perlu adanya perhatian dan upaya sekolah untuk menanggulangi masalah tindak kriminalitas siswa secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang bagaimana peran pendidikan karakter dalam mengatasi tindak kriminalitas, serta peran pendidikan karakter dalam membentuk perilaku social siswa yang disiplin dan baik di SMKN I Sindang Indramayu.Dalam proses pendidikan harus bisa memahami fungsi sebuah tanggung jawab yang mesti dijalani dan tidak bisa ditinggalkan untuk orientasi memberikan bimbingan yang maksimal kepada peserta didik serta sesuai dengan makna pendidikan itu sendiri mencerdaskan anak bangsa juga memiliki sebuah etika dan akhlak yang baik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif, sedangkan dalam pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi mengenai masalah yang diteliti. Sedangkan menganalisis data yang digunakan adalah data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing / verification (penarikan kesimpulan).Berdasarkan analisis untuk penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, peran pendidikan karakter dalam mengantisipasi tindak kriminalitas siswa sangat relevan, disebabkan melalui kegiatan proses pendampingan dalam pembelajaran secara etika dan akhlak yang disempurnakan lebih baik. Menanamkan nilai-nilai perilaku sosial dilakukan melalui beberapa unsur pendidikan yang meliputi adanya tahap perencanaan, pelaksanaan, keteladanan, dan kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Sindang Indramayu dengan melalui kegiatan yang rutin, kegiatan yang spontan, dan kegiatan yang terprogram. Hal tersebut bisa dilihat dari sebuah aktifitas keseharian di lingkungan sekolah bertahap memiliki etika dan akhlak yang baik. Kata Kunci : Peran Pendidikan Karakter, Sikap Sosial
PERAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUN SOSIALDALAM MEMBENTUK KARAKTER PLURALIS SISWA DI MTs N 11 CIREBON rofiqoh, lani; Suherman, Aris
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.068 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang proses pembelajaran pendidikan IPS, karakter pluralis siswa dengan adanya pendidikan IPS, dan Faktor yang mendukung dan menghambat dalam membentuk karakter pluralis siswa di MTs N 11 Cirebon. Sebagai kerangka pemikir, Peran Pendidikan IPS merupakan pengupayaan pembentukan karakter pluralis siswa dalam dunia pendidikan sehingga menghasilkan keberhasilan dalam belajar dan mempunyai rasa toleransi atau, saling menghargai, saling percaya, dan gotong royong. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi patsisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi dan triangulai.Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data teoritik dan data empirik, sumber data teoritik diambil dari referensi buku-buku dan referensi lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Data empirik diambil dari hasil kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi yang dilakukan peneliti. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 1) proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs N 11 Cirebon sudah maksimal, terbukti dengan proses perencanaa, pelaksanaa, dan tindak lanjut yang baik dilakukakn oleh guru mata pelajaran IPS kepada siswa-siswinya. 2) karakter pluralis siswa sudah mulai ditanamkan melalui proses pendidikan IPS Fakta-fakta yang menjadi upaya penanaman nilai pluralis pada siswa yaitu menghargai pendapat orang lain, toleransi, kebebasan yang  bertanggung  jawab. Sehingga mampu  menghasilkan siswa yang kreatif, inovatif, berguna bagi nusa dan bangsa, memiliki masa depan yang cerah dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.  Kata Kunci: Peran Pendidikan IPS, Karakter Pluralis
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF PLANTED QUESTIONS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS jubaedah, jubaedah; suherman, aris; nurizzati, yeti
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Inovasi Pembelajaran IPS
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.378 KB)

Abstract

Dalam suatu proses belajar mengajar, salah satu yang terpenting adalah adanya strategi atau metode pembelajaran. Penggunaan strategi pembelajaran dalam proses belajar mengajar seharusnya dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa. Namun kondisi di lapangan memperlihatkan bahwa penggunaan metode konvensional masih digunakan seperti halnya metode ceramah dan tanya jawab kurang mampu untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu perlu adanya penggunaan strategi atau metode yang terbaru agar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa tersebut. Sebagai hasil pengkajian, maka dalam penelitian ini digunakanlah strategi pembelajaran aktif Planted Questions. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas.  Subyek pada penelitian ini ialah siswa kelas VIII B MTs Negeri 2 Kota Cirebon dengan jumlah 40 siswa. Adapun pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Pengamatan pada pelaksanaan penelitian menunjukan terjadinya peningkatan. Hasil belajar siswa meningkat dari pra siklus dengan rata-rata kelas 71,12 dengan ketuntasan belajar 47,5% menjadi rata-rata kelas 75,25 dan ketuntasan belajar 67,5% pada siklus I dan siklus II rata-rata kelas menjadi 80,37 dengan ketuntasan belajar 82,5% adapun pada siklus III rata-rata kelas menjadi 86,75 dan ketuntasan belajar 90%. Aktivitas guru meningkat pada siklus I yaitu 52% menjadi 70% pada siklus II dan 94% pada siklus III. Aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I 50% menjadi 70% pada siklus II dan 94% pada siklus III. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelaajaran aktif Planted Questions dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas pembelajaran. Kata Kunci : Hasil Belajar, Planted Questions, Penelitian Tindaan Kelas
ANALISA KURIKULUM BERMUATAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI MTS/SMP SE KOTA CIREBON Puspitasari, Ratna; Suherman, Aris
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 8, No 1 (2019): Pedagogik dan Kajian Gender
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.545 KB)

Abstract

“Pendidikan menjadi bentuk kegiatan bersinergi antara guru, murid, masyarakat dan pemegang kebijakan pendidikan. Sebagai bentuk kegiatan terpadu, pendidikan membutuhkan keterlibatan terpadu dari berbagai pihak yang terlibat yang terdiri dari pihak pemegang kebijakan di sekolah, para pendidik, karyawan atau tenaga administrasi, para siswa, wali muris atau orang tua, pihak komite sekolah, dan tentu pemerintah. Jika semuanya fungsional sesuai tugas dan peran masing-masing, maka pendidikan akan berjalan baik dengan hasil yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Hampir bisa dipastikan bahwa lembaga pendidikan setingkat SMP/ MTs di Kota Cirebon yang maju dan berkualitas unggul disebabkan oleh adanya modal sosial yang kokoh di semua pihak yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas pendidikan itu. Selama kurun waktu sekarang ini hanya pendidik yang sering dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab dan paling bersalah jika hasil pendidikan mengecewakan masyarakat.  Padahal, sebagai salah satu bagian dalam lembaga pendidikan formal, banyak sekolah yang memiliki keunggulan modal sosial yang mampu menggerakkan majunya pendidikan. Di saat efek globalisasi melanda semua dimensi dari manusia pendidikan sebagaimana yang terjadi pada masyarakat pembelajar di Cirebon, sikap acuh tak acuh dan individualisme semakin mengental, terabaikannya hak-hak komunal, longgarnya ikatan-ikatan yang ada di masyarakat ,tergerusnya modal sosialsehingga diperlukan strategi yang adaptif dan sesuai agar kondisi bangsadan masyarakat Indonesia makin terangkat sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia dengan penuh percaya diri. Salah satu upaya yang ditempuh adalah bagaimana menumbuhkembangkan penguatan modal sosial.  Kata Kunci: kurikulum, modal, sosial