Articles
5
Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PRAKTIKUM BERBASIS BIODIVERSITAS LOKAL PADA SUB MATERI SIKLUS BIOGEOKIMIA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA/MA

EDU SAINS Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 nomor 1 Juni 2016
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.723 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya implementasi pendidikan berkarakter. Hasil analisis terhadap pelaksanaan praktikum sub materi siklus biogeokimia di MAN Model Palangka Raya belum pernah dilaksanakan. Beberapa kendala yang dihadapi yaitu alat dan bahan serta minimnya perangkat praktikum yang digunakan dalam hal peningkatan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat praktikum berbasis biodiversitas local. Jenis penelitiannya adalah Research and development. Model yang digunakan adalah ADDIE. Implementasi skala kecil dan skala besar pada kelas X7 dan X8, yang sebelumnya diuji normalitas dan homogenitasnya. Produk pengembangan divalidasi oleh 3 pakar konten dan konstruk. Hasil pengembangan perangkat praktikum pada bahan praktikum berasal dari biodiversitas lokal. Hasil penelitian pada skala kecil diperoleh rata-rata N-gain KPS 0,58 kategori sedang, dan rata-rata N-gain penguasaan konsep 0,55 kategori sedang. Skala besar kelas eksperimen diperoleh rata-rata N-gain KPS 0,70, kelas kontrol 0,52 dan rata-rata N-gain penguasaan konsep kelas eksperimen 0,53, kelas kontrol 0,39. Hasil t hitung (8,87) > t tabel (2,03), disimpulkan bahwa produkpengembangan perangkat praktikum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai rata-rata siswa. Efektivitas penggunaan perangkat praktikum hasil pengembangan pada penguasaan konsep 57,61% dan KPS 57,38% dengan kriteria sangat baik.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PRAKTIKUM BERBASIS BIODIVERSITAS LOKAL PADA SUB MATERI SIKLUS BIOGEOKIMIA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA/MA

Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 nomor 1 Juni 2016
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.723 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya implementasi pendidikan berkarakter. Hasil analisis terhadap pelaksanaan praktikum sub materi siklus biogeokimia di MAN Model Palangka Raya belum pernah dilaksanakan. Beberapa kendala yang dihadapi yaitu alat dan bahan serta minimnya perangkat praktikum yang digunakan dalam hal peningkatan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat praktikum berbasis biodiversitas local. Jenis penelitiannya adalah Research and development. Model yang digunakan adalah ADDIE. Implementasi skala kecil dan skala besar pada kelas X7 dan X8, yang sebelumnya diuji normalitas dan homogenitasnya. Produk pengembangan divalidasi oleh 3 pakar konten dan konstruk. Hasil pengembangan perangkat praktikum pada bahan praktikum berasal dari biodiversitas lokal. Hasil penelitian pada skala kecil diperoleh rata-rata N-gain KPS 0,58 kategori sedang, dan rata-rata N-gain penguasaan konsep 0,55 kategori sedang. Skala besar kelas eksperimen diperoleh rata-rata N-gain KPS 0,70, kelas kontrol 0,52 dan rata-rata N-gain penguasaan konsep kelas eksperimen 0,53, kelas kontrol 0,39. Hasil t hitung (8,87) > t tabel (2,03), disimpulkan bahwa produkpengembangan perangkat praktikum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai rata-rata siswa. Efektivitas penggunaan perangkat praktikum hasil pengembangan pada penguasaan konsep 57,61% dan KPS 57,38% dengan kriteria sangat baik.

KARAKTERISTIK TANAH GAMBUT DAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN TINGGI DI TAMAN NASIONAL SEBANGAU KALIMANTAN TENGAH

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 9, No 1 (2018):
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2546.433 KB)

Abstract

Tumbuhan tinggi (tumbuhan berkayu dan liana) menjadi objek penelitian karena kebermanfaatannya berdasarkan hasil observasi di lapangan, serta terbatasnya pengklasifikasian macam-macam jenis tumbuhan tinggi yang terdapat di kawasan Taman Nasional Sebangau. Taman Nasional Sebangau sebagai salah satu bagian dari Kalimantan Tengah dengan keadaan alam yang dimilikinya sangat memungkinkan untuk menjadi habitat dari berbagai jenis tumbuhan tinggi. Di Taman Nasional Sebangau sebagian besar tanah gambut yang menjadi habitat tumbuhan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  karakteristik lahan gambut dengan tumbuhan tinggi yang hidup di tanah gambut yang ada di Taman Nasional Sebagau.Jenis liana yang ditemukan di Taman Nasional Sebagau berjumlah 11 spesies yaitu Piper betlle, piper crocotum, Piper crocotum I, Nepenthes ambullaria, P.helicopus, Calamus rotang, Calamus manan mil, Semilax leucaphylla, De Jumlah jenis tumbuhan berkayu di kawasan Taman Nasional Sebangau sebanyak 23 jenis Combretocarpus rotundatus (Miq.) Danser, Mezzetia parviflora Becc, Mezzetia sp, Dyera polyphylla (Miq.) Steenis, Agathis borneensis Warb, Koompassia malaccensis Maing. ex Benth, Gymnostoma sp, Lophopetalum multinervium Ridl, Dipterocarpus hasseltii, Shorea spp, Diospyros sp, Neoscortechinia kingii (Hook.F.) Pax & K.Hoffm, Garcinia cf.bancana, Cratoxylon arborescens Bl, Stemonurus secundiflorus Blume, Cinnamomum sintoc Bl, Aglaia sp, Artocarpus sp, Nuclea sp, Nephelium lappaceum, Palaquium leiocarpum Bl, Tetramerista glabra Miq dan Palaquium cochleariifolium P.Royen.mis eliptica benth, Etanda spiralis, Arcagalisa flava merr. Rata-rata indeks keanekaragaman tumbuhan tinggi di Taman Nasional Sebangau adalah sebesar 1,46. Indeks keanekaragaman ini termasuk dalam nilai keanekaragamannya H’ 1 ≤ H’ ≤ 3 menunjukan bahwa keanekaragam spesies pada satu transek adalah  melimpah.

INTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM KURIKULUM DAN PERKULIAHAN PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI

Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2017
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.594 KB)

Abstract

This study aims to see the integration of values in the curriculum and lectures in biological tadris/departement study program using a qualitative approach. This type of research is divided into two, namely the type of content analisys research and the type of field research research. Types of content analisys research using curriculum data, while the lecture process taken samples in the Higher Botanical Botanical field using field research. The research data was collected through survey, interview, and document analysis. The results show that the application of the integration of Islamic values contained in the curriculum book uses a model of developing an educational curriculum in educational institutions, in which there is integration in the graduation profile, the main competencies of graduates, and additional or other competencies. The results of research indicate that the study of the High Botanical Botanical course uses an integration model to explore the verses in the Qur'an and the methodological integration model by implementing the Islamic integration on the process as well as the evaluation. Application of lectures and lab activities in the laboratory with a methodological integration model. The integration contained in the RPS document contains Islamic values by listing the suras and verses in the Qur'an.

Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Biologi Terintegrasi Keislaman Di Madrasah Aliyah (MA): Model Evaluasi CIPPO

Transformatif Vol 1, No 2 (2017): TRANSFORMATIF
Publisher : POSTGRADUATE OF PALANGKA RAYA STATE ISLAMIC INSTITUTION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.917 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum 2013 di MA. Penelitian ini bersifat evaluatif dengan menerapkan model CIPPO. Pengumpulan data dengan observasi, kuesioner dan wawancara. Pengambilan sampel menggunakan metode cluster sampling di wilayah Kalimantan Tengah. Hasil evaluasi implementasi Kurikulum 2013 mata pelajaran Biologi dengan analisis CIIPO menunjukkan bahwa (1) tingkat dukungan lembaga 87.25%, (2) relevansi tujuan kurikulum 76.50% (3), kesiapan tenaga pendidik 38.18%, (4) kesiapan sarana 53.34% (5) kesiapan materi 64.34%, (6) penilaian pembelajaran 90.91%, dan (7) pencapaian tujuan kurikulum 64.34%. implementasi Kurikulum 2013 belum terlaksana dengan baik khususnya mata pelajaran Biologi MA. Hal ini dikarenakan belum terpenuhinya kompetensi guru yang mampu mengintegrasikan ilmu kebiologian dengan keislaman, serta belum tersedianya sarana penunjang untuk pengintegrasian tersebutImplementasi Kurikulum 2013 mata pelajaran Biologi MA di Kalimantan Tengah. Hal ini menyebabkan capaian tujuan kurikulum kurang maksimal.