Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR

EDU SAINS Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.732 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui apakah ada perbedaan siginifikan hasil belajar fisika antara siswa yang diajar dengan model inkuiri terbimbing dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, (b) mengetahui aktifitas siswa yang diajar dengan model inkuiri terbimbing. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancanganRandomized subjects, Pretest-Postest Control Group Design. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar kognitif siswa, angket aktifitas guru dan siswa serta angket respon siswa. Tingkat realibilitas soal 0,697 kategori tinggi. Populasi penelitian adalah kelas X semester II MAN Model Palangka Raya Tahun Ajaran 2012/2013, sampel penelitian adalah kelas X-5 berjumlah 30 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X-6 berjumlah 32 orang sebagai kelas kontrol. Analisis data THB pretest dan postest menggunakan program SPSS versi 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Siswa yang belajar di kelas eksperimen dengan model inkuiri terbimbing memiliki nilai rata-rata 44,54, sementara siswa yang belajar di kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional memiliki nilai rata-rata 46,33. Analisis hipotesis pada posttest, gain dan N-gain menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang diajar denganmodel inkuiri terbimbing dan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional (2) Penilaian Aktifitas siswa pada kelas eksperimen didapat nilai ratarata sebesar 2,72 dengan kategori cukup baik.

ANALISIS RISIKO KESEHATAN PAJANAN PM PADA PEKERJAINDUSTRI READYMIX PT. X PLANT KEBON NANAS JAKARTA TIMUR 10

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 4 (2015): MKMI DESEMBER 2015
Publisher : Media Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.589 KB)

Abstract

Pajanan agen risiko kesehatan dari lingkungan kerja berdampak pada timbulnya risiko penyakit akibat kerja sehingga pekerja menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, untuk mengestimasi risiko kesehatan dari pajanan agen risiko berupa PM dari lingkungan kerja, sebuah penelitian analisis risiko telah dilakukan pada 70 orang pekerja industri readymix PT. X Plant Kebon Nanas. Risiko kesehatan akibat pajanan PM10 dihitung dengan membandingkan asupan PM10 dengan dosis referensi. Konsentrasi PM10 diukur pada 6 titik dengan konsentrasi rata-rata yaitu 0,289 mg/m.Perhitungan risiko yang diterima saat ini (realtime) terdapat 21,4% pekerja yang berada dalam kategori berisiko. Hasil estimasi risiko yang diterima seumur hidup (lifetime) hanya 2 orang pekerja yang dalam kategori tidak berisiko. Manajemen risiko yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,08 mg/m3. Dengan konsentrasi tersebut pekerja diestimasikan aman bekerja selama 11 jam per hari dan 362 hari per tahun.Kata kunci : Analisis risiko, industri beton, PM10

PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR

Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.732 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui apakah ada perbedaan siginifikan hasil belajar fisika antara siswa yang diajar dengan model inkuiri terbimbing dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, (b) mengetahui aktifitas siswa yang diajar dengan model inkuiri terbimbing. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancanganRandomized subjects, Pretest-Postest Control Group Design. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar kognitif siswa, angket aktifitas guru dan siswa serta angket respon siswa. Tingkat realibilitas soal 0,697 kategori tinggi. Populasi penelitian adalah kelas X semester II MAN Model Palangka Raya Tahun Ajaran 2012/2013, sampel penelitian adalah kelas X-5 berjumlah 30 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X-6 berjumlah 32 orang sebagai kelas kontrol. Analisis data THB pretest dan postest menggunakan program SPSS versi 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Siswa yang belajar di kelas eksperimen dengan model inkuiri terbimbing memiliki nilai rata-rata 44,54, sementara siswa yang belajar di kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional memiliki nilai rata-rata 46,33. Analisis hipotesis pada posttest, gain dan N-gain menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang diajar denganmodel inkuiri terbimbing dan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional (2) Penilaian Aktifitas siswa pada kelas eksperimen didapat nilai ratarata sebesar 2,72 dengan kategori cukup baik.

ANALISIS RISIKO KESEHATAN PAJANAN PM-10 PADA PEKERJA INDUSTRI READYMIX PT. X PLANT KEBON NANAS JAKARTA TIMUR

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 4: DESEMBER 2015
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.589 KB)

Abstract

Pajanan agen risiko kesehatan dari lingkungan kerja berdampak pada timbulnya risiko penyakit akibat kerja sehingga pekerja menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, untuk mengestimasi risiko kesehatan dari pajanan agen risiko berupa PM10 dari lingkungan kerja, sebuah penelitian analisis risiko telah dilakukan pada 70 orang pekerja industri readymix PT. X Plant Kebon Nanas. Risiko kesehatan akibat pajanan PM10 dihitung dengan membandingkan asupan PM10 dengan dosis referensi. Konsentrasi PM10 diukur pada 6 titik dengan konsentrasi rata-rata yaitu 0,289 mg/m3. Perhitungan risiko yang diterima saat ini (realtime) terdapat 21,4% pekerja yang berada dalam kategori berisiko. Hasil estimasi risiko yang diterima seumur hidup (lifetime) hanya 2 orang pekerja yang dalam kategori tidak berisiko. Manajemen risiko yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,08 mg/m3. Dengan konsentrasi tersebut pekerja diestimasikan aman bekerja selama 11 jam per hari dan 362 hari per tahun.

PENGELOLAAN PRODUKSI DAN KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH KERITING DI KELURAHAN SETERIO KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 4, No 1 (2015): Societa
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.048 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji tingkat pengelolaan produksi Usahatani Cabai Merah Keriting dan menganalisis kelayakan financial usahatani cabai merah keriting. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survei, metode penarikan contoh yang digunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel petani sebanyak 24 orang dari 243 anggota populasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Metode pengolahan data dilakukan secara tabulasi dan dilanjutkan dengan analisa kwantitatif dengan skor dan analisis kelayakan usahatani dengan melihat Nilai BEP Produksi, BEP Penerimaan dan BEP Harga, R/C serta ?/C.Berdasarkan penelitian dilapangan maka diperoleh skor pngelolaan produksi usahatani cabai merah keriting sebesar 645,9 dan termasuk pengelolaan produksi terkatagori sedang. Sedang perhitungan BEP, BEP produksi sebesar 9,39, BEP Penerimaan sebesar Rp 140.109,- dan BEP harga sebesar Rp 3.142,- per kg, R/C sebesar 5,773 dan ?/C sebesar 4,773. Hasil ini memberi indikasi bahwa usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin layak untuk dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar petani dapat mengelola produksi usahatani cabai merah keriting dengan cara yang lebih baik lagi, agar dapat lebih meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari usahataninya.