Ihsanudin Ihsanudin, Ihsanudin
Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 5 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Analisis

INTERFERENSI MORFOLOGIS PUISI RUBA‘I HAMZAH FANSURI Ihsanudin, Ihsanudin; Muslimah, Aimmatul
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.723 KB) | DOI: 10.24042/ajsk.v17i1.924

Abstract

Interferensi dapat terjadi ketika seseorang menggunakan dua bahasa atau lebih, dan terjadi kontak bahasa. Lazimnya terjadi di bahasa lisan dan tulisan. Salah satu penggunaan bahasa tulis adalah puisi Rubā‘i karya Hamzah Fansuri. Ia dapat dikatakan seorang individu yang dapat memakai dua bahasa atau lebih di tengah masyarakat dan terjadi kontak bahasa sehingga terjadi interferensi bahasa. Lebih tepatnya terjadi permasalahan interferensi morfologis. Objek penelitian ini adalah kata-kata yang mengalami interferensi secara morfologis, tipe penelitian ini, kajian pustaka dan deskriptif-kualitatif. Teknik padan translasional digunakan untuk menganalisis data. Permasalahan yang ingin dijawab (1) bentuk-bentuk interferensi morfologis, dan (2) sebab-sebab terjadinya interferensi bahasa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini. Pertama, terdapat 241 kata yang mengalami interferensi secara morfologis. Bentuk-bentuk interferensi berupa afiksasi dan bentuk kata gandaan (majemuk). Afiksasi yang terjadi berupa imbuhan prefik (awalan), sufik (akhiran), dan konfik (awalan dan akhiran). Kedua, terdapat dua sebab utama terjadinya interferensi, yaitu faktor linguistik (kebahasaan) dan faktor non linguistik (non kebahasaan). Faktor linguistik, diantaranya: tidak ada padanan kata dalam bahasa Melayu, terbawanya bahasa ibu, kosakata Arab ringkas kata luas makna. Faktor nonlinguistik, diantaranya: Hamzah Fansuri seorang multilingual, Hamzah Fansuri seorang sufi, pengaruh Islamisasi di Nusantara, puisi sebagai budaya kesusastraan awal Islam di Nusantara, berkembangnya tulisan Jawi (Melayu-Arab).Interference is used to two languages or more by person and happened language contact, usually in speaking and writing. Rubā‘i of Hamzah Fansuri it is example interference in writing. Hamzah Fansuri is individual in his community whom used to two language or more and impact this phenomena its call by interference language. Thats exactly, problem morphological interference. This objec research is interference words in Rubā‘i, type research is library research and descriptive-qualitative. Translational tecniques used for analysis data. The purpose study to describe (1) forms morphological interference in Rubā‘i poems, (2) interference factors in Rubā‘i poems. Results this research. The first, 241 words has morphological interference. Interference forms of affixation and the form of multiple word. Affixation is form of prefixs, suffixs, and confixs. The secondly, language interference has two factors: linguistic and non linguistic. In linguistic factors, Malay doesnt have synonim word in arabic, his poems also affected by his first language, Arabic word has little forms but more means. As for non linguistic factors are: Hamzah Fansuri is multilingual, he is a sufi, factor influence of Islamization in Nusantara, poetry as an early literary culture of Islam in Nusantara, the development of Jawi (Malay-Arabic).
INTERFERENSI MORFOLOGIS PUISI RUBA‘I HAMZAH FANSURI Ihsanudin, Ihsanudin; Muslimah, Aimmatul
Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 16, No 2 (2016): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interferensi dapat terjadi ketika seseorang menggunakan dua bahasa atau lebih, dan kemudian terjadi kontak bahasa. Lazimnya, ia terjadi dalam bahasa lisan dan tulisan. Dalam sastra Nusantara, Salah satu contoh representatif dalam interfernsi bahasa tulis adalah puisi Ruba>‘i karya Hamzah Fansuri. Ia dapat dikatakan seorang individu yang dapat memakai dua bahasa atau lebih di tengah masyarakat dan terjadi kontak bahasa sehingga terjadi interferensi bahasa, atau lebih tepatnya, terjadi proses interferensi morfologis. Objek penelitian ini adalah kata-kata yang mengalami interferensi secara morfologis dalam puisi Ruba> ‘i karya Hamzah Fansuri, penelitian ini adalah kajian pustaka dengan metode deskriptif-kualitatif. Teknik pada translasional digunakan untuk menganalisis data. Permasalahan yang ingin dijawab adalah (1) bentuk-bentuk interferensi morfologis, dan (2) sebab-sebab terjadinya interferensi bahasa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat 241 kata yang mengalami interferensi secara morfologis. Bentuk-bentuk interferensi berupa afiksasi dan bentuk kata gandaan (majemuk). Afiksasi yang terjadi berupa imbuhan prefiks (awalan), sufiks(akhiran), dan konfiks (awalan dan akhiran). Kedua, terdapat dua sebab utama terjadinya interferensi, yaitu faktor linguistik dan faktor non-linguistik. Faktor linguistik diantaranya: tidak ada padanan kata dalam bahasa Melayu, terbawanya bahasa ibu, kosakata Arab ringkas kata luas makna. Faktor non-linguistikdiantaranya: Hamzah Fansuri seorang multilingual, Hamzah Fansuri seorang sufi, pengaruh Islamisasi di Nusantara, puisi sebagai budaya kesusastraan awal Islam di Nusantara, sertaberkembangnya tulisan Jawi (Melayu-Arab). Kata kunci: Hamzah Fansuri, interferensi, ruba‘i, proses morfologis.