Articles

Found 6 Documents
Search

Live Feed Combination for knife fish -Chitala lopis) Sunarno, Mas Tri Djoko; Syamsunarno, Mas Bayu
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.172 KB)

Abstract

This study in aiming to evaluate response of knife fish to various life fish species as a diet sources in controllable tank. After adapting to experimental condition, 36 tested fish collected from nature of 326.6 ± 184.1 g in individual weight were randomly stocked in 7 fiber tanks at a rate of 4-5 fish per tank and fed on life fishes in fingerling size at different combinations (common carp, tilapia, shrimp, carp+tilipia, tilapia+shrimp, carp+tilapia+shrimp) every 6 hours for 5 days of culture period. The result showed than knife fish prefer combination life food of common carp and tilapia, and then followed by common carp, tilapia and shrimp. Night was feeding time for knife fish.
PENGARUH BERBAGAI RASIO ENERGI PROTEIN PADA PAKAN ISO PROTEIN 30% TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Syamsunarno, Mas Bayu; Mokoginta, Ing; Jusadi, Dedi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.58 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.1.2011.63-70

Abstract

Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan rasio energi protein optimum yang menghasilkan pertumbuhan maksimum benih ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Percobaan menggunakan 5 (lima) pakan iso protein dengan rasio energi protein berbeda, yaitu: 8,5; 9,0; 9,5; 10,0; dan 10,5 kkal DE/g protein. Benih patin berukuran 1,84±0,02 g ditebar secara acak ke dalam 15 akuarium (50 cm x 40 cm x 35 cm) dengan kepadatan 20 ekor per akuarium. Benih ikan patin tersebut diberi pakan uji dua kali sehari sekenyangnya (satiation) selama 40 hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kandungan protein tubuh tertinggi dihasilkan oleh pakan dengan rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein, sedangkan lemak tubuh terendah dicapai oleh perlakuan 8,5 kkal DE/g protein. Namun, protein karkas adalah sama untuk perlakuan 8,5–9,5 kkal DE/g protein dan kandungan lemak karkas terendah dicapai oleh 8,5 kkal DE/g protein. Konsumsi pakan, retensi protein, dan pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh pakan dengan rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein (P<0,05) dan konversi pakan tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0,05). Oleh karena itu, kandungan optimum rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein memberikan pertumbuhan tertinggi pada benih ikan patin
KEPADATAN OPTIMUM UNTUK MENUNJANG TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BANDENG (Chanos chanos) PADA TRANSPORTASI SISTEM TERTUTUP Syamsunarno, Mas Bayu; Maulana, Muh Kholik; Indaryanto, Forcep Rio; Mustahal, Mustahal
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.699 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v19i1.1036

Abstract

Abstract: This research aims to determine the optimum density in closed system transportation of milkfish juvenile. Milkfish juveniles used in the research had an average weight 1.48±0.12 g. The study consisted of several stages, namelydetermining the ability to fast fish, determining the level of oxygen consumption, determining the rate of excretion of total ammonia nitrogen and determining the optimum density in transportation for 48 hours.The treatments were performed differences in the density of 100, 150, 200, and 250 fish/L using polyethylene plastic size 35x50 cm and styrofoam size of 75 × 43 × 40 cm.The results showed the seed fish can survive and swim actively for 7 days without feeding with oxygen consumption rate as much as 2640 mgO2 and TAN excretion rate 0.1200 mg/L. The different treatment of density had an effect on the survival rate of milkfish juvenile. The optimal density for transportation of milkfish juvenile size 1.48 ± 0.12 g in a closed transportation system with a time of 48 hours is 150 juvenile/L with a 100% survival rate. At the density 250 juvenile/L, the can be done with a long time of 30 hours and resulted in a survival rate above 99%.  Keyword: Chanos chanos, Density, Transportation closed system, Survival rate, Water Quality Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kepadatan optimal dan lama waktu dalam transportasi sistem tertutup benih ikan bandeng.Benih ikan bandeng yang digunakan memiliki bobot rata-rata 1,48±0,12g. Penelitian terdiri dari beberapa tahap, yaitu penentuan ketahanan ikan tanpa diberi makan, tingkat konsumsi oksigen, laju ekskresi total amoniak nitrogen dan kepadatan optimal benih ikan bandeng dalam transportasi selama 48 jam. Perlakuan yang dilakukan perbedaan kepadatan yaitu 100, 150, 200, dan 250 ekor/L dengan menggunakan plastik polyetylen (PE) ukuran 35x50 cm dan styrofoam ukuran 75×43×40 cm.Hasil penelitian menunjukkan benih ikan bandeng mampu bertahan hidup dan berenang aktif selama 7 hari pemuasaan ikan dengan tingkat konsumsi oksigen sebanyak 2640 mgO2 dan laju ekskresi TAN 0,1200 mg/L.Perlakuan perbedaan kepadataan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup benih ikan bandeng.Kepadatan optimal untuk transportasi benih ikan bandeng ukuran 1,48±0,12 g/ekor pada sistem transportasi tertutup selama 48 jam adalah 150 ekor/L dengan tingkat kelangsungan hidup 100%. Pada kepadatan 250 ekor/L, transportasi dapat dilakukan dengan lama waktu 30 jam dan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup di atas 99%. Kata Kunci: Ikan bandeng, Kepadatan, Kualitas Air, Transportasi sistem tertutup, Tingkat Kelangsungan Hidup
Effectivitas infusum daun durian Durio zibethinus sebagai anestesi alami ikan bawal air tawar Colossoma macropomum Munandar, Aris; Habibi, Ginanjar Trisno; Haryati, Sakinah; Syamsunarno, Mas Bayu
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.237 KB) | DOI: 10.13170/depik.6.1.5296

Abstract

The use of chemicals as an anesthetic can leave residues in the body of the fish and gave the negative impact to the human who consumed this fish. Therefore, the exploration of natural anesthesia as an alternative is crucial. One of the natural products that can be used is the leaves of durian. The purpose of this study was to determine the best concentration of the durian infuse for tambaqui anesthesia and the optimum time of transportation. This research was conducted in several two stages; extraction leaves durian and simulation of transport fish with a dry system using respective concentration of durian infuse. The tested concentrations of durian infuse were; 0 ppm, 1000 ppm, 2500 ppm, 5000 ppm, 7500 ppm, and 10000 ppm The study showed that the best concentration of durian leaf extract infused amounted to 5900 ppm. These concentrations resulted in fainting fastest time for 100 minutes, and the time conscious of 1 minute 30 seconds. Dry transport time that produces the best survival rate was approximately 2 hours with the survival rate of 83.3%. Penggunaan bahan kimia sebagai anestesi dapat meninggalkan residu dalam tubuh ikan dan berdampak negative pada manusia yang mengkonsumsi. Oleh karena itu, penggunaan bahan anestasi alami dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengatasinya. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan adalah daun durian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi dan waktu transportasi terbaik dari infusum daun durian sebagai bahan anestesi. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu pembuatan infusum daun durian dan simulasi transportasi ikan dengan sistem kering. Konsentrasi infusum yang diuji adalah 0 ppm, 1000 ppm, 2500 ppm, 5000 ppm, 7500 ppm and 10000 ppm Konsentrasi terbaik infusum daun durian adalah sebesar 5900 ppm. Konsentrasi tersebut dapat menghasilkan waktu pingsan tercepat selama 100 menit, dan waktu sadar 1 menit 30 detik. Waktu transportasi kering yang menghasilkan survival rate terbaik terdapat pada jam ke 2 yaitu sebesar 83,3%.
Performa pertumbuhan post-larva ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) pada berbagai kombinasi pakan alami dan buatan Sunarno, Mas T. D.; Syamsunarno, Mas Bayu
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 6, No 3 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.895 KB) | DOI: 10.13170/depik.6.3.8731

Abstract

The study proposed to evaluate growth performance of post-larvae of jelawat (Leptobarbus hoevenii) fed on varius combination of natural food and artificial feed. Completely randomized design was assigned in this study. The treatments were various combinations of life feed of Moina sp. and artificial diet at a respective rates of 100:0%, 75:25%, 50:50%, 25:75% and 0:100%. The larvae of 20 days in age and 0.0287±0.0012 g  in weight was randomly stocked in 15 buckets at a stocking rate of five larvae per liter or 50 larvae  per bucket and fed on test diet at a feeding rate of 5% per body weight per day, divided in feeding frequency of five times for 45 days of rearing period. The results indicated that 20 days old of larvae jelawat fed on combinations of Moina sp. and artificial diet at 50:50 performed higher survival as well as growth.Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi performa pertumbuhan post larvae jelawat (Leptobarbus hoevenii) pada berbagai kombinasi pakan alami dan pakan buatan. Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini. Perlakuannya adalah berbagai kombinasi pakan alami Moina sp. dan pakan buatan, masing-masing yaitu 100:0%, 75:25%, 50:50%, 25:75% and 0:100%. Larva ikan jelawat umur 20 hari dengan bobot rata-rata 0,0287±0,0012 g ditebar secara acak ke dalam 15 buah ember dengan kepadatan 5 ekor per liter atau 50 ekor per wadah dan diberi pakan uji sebanyak 5% dari bobot tubuh per hari yang dibagi dalam lima kali pemberian selama 45 hari masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva ikan jelawat umur 20 hari mempunyai kelangsungan hidup dan pertumbuhan lebih baik dengan pemberian kombinasi pakan alami Moina sp.. dan pakan buatan sebesar 50% : 50%.
Penggunaan minyak biji karet (Hevea brasiliensis) dalam pakan untuk menunjang kinerja pertumbuhan ikan mas (Cryprinus carpio) Shalihah, Hanifah; Munandar, Aris; Syamsunarno, Mas Bayu
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.828 KB) | DOI: 10.13170/depik.8.1.13100

Abstract

Abstract. Rubber seed Hevea brasiliensis contains relatively high oil and potentially used in a diet as sources of fatty acid  and  energy  as  well.  A  study,  therefore,  was  conducted  in  the  aim  of  evaluating  the  use  of  rubber  seed  oil  as  a substitution  of  soybean  oil  in  the  diet  for  increasing  growth  performance  of  common  carp.  The  treatments  were  the substitution of rubber seed oil to soybean oil at a respectived level of 0, 25, 50, 75 and 100%, each treatment had three replications. Test diet contained Cr2O3 as digestibility indicator. After acclimatization, common carp fingerling of 3.55 ± 0.00 g in average weight was randomly stocked in 15 aquaria of 69x29x35 cm3 in dimension size containing 50 L water  at  15  fingerlings  per  aquarium  and  fed  iso-protein  and  iso-energy  test  diet  at  satiation  for  40  days  of  the experimental period. Feces in each tank were collected at day 3 for 15 days. Parameters tested were digestibilities of total and fat, diet consumption, growth, protein/fat retention, and survival. The results showed that the more increase rate of substitution  of  rubber  seed  oil  in  the  diet,  the  more  significantly  declining  diet  digestibility  and  growth  performance  of common carp (P<0.05). It is concluded that the substitution of rubber seed oil to soybean oil as much as 25% in diet resulted in the highest diet digestibility and growth performance of common carp.Keywords: Common carp, Digestibility, Rubber Seed Oil, Soybean Oil, Growth Performance Abstrak.  Biji  karet Hevea brasiliensi  mengandung lemak  relatif  tinggi  dan berpotensi  digunakan  dalam pakan  ikan  sebagai sumber  asam lemak  dan  energi. Oleh  karena itu,  suatu  penelitian  telah  dilakukan dengan  tujuan  untuk  mengevaluasi  penggunaan  minyak  biji  karet  dalam  pakan  sebagai  substitusi minyak kedelai untuk peningkatan kinerja pertumbuhan ikan mas Cyprinus carpio. Perlakuannya adalah substitusi  minyak  biji  karet  terhadap  minyak  kedelai  pada  tingkat  0,  25,  50,  75,  dan  100%,  masing- masing perlakuan mempunyai tiga ulangan. Pakan uji mengandung Cr2O3 sebagai indikator kecernaan. Setelah  diadaptasikan,  ikan  mas  dengan  bobot  rata-rata  3,55  ±  0,00  g  ditebar  ke  dalam  15  akuarium ukuran 69x29x35 cm3 berisi 50 L air dengan padat tebar 15 ekor/ akuarium dan diberi iso protein dan iso enerji pakan uji secara sekenyangnya selama 40 masa percobaan. Uji kecernaan dilakukan selama 15 hari  dan  uji  pertumbuhan  selama  40  hari.  Parameter  uji  yang  digunakan  adalah  kecernaan  total  dan lemak,  konsumsi  pakan,  pertumbuhan,  retensi  protein/lemak  dan  sintasan.  Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  semakin  meningkat  substitusi  minyak  biji  karet,  secara  nyata  semakin  menurun kecernaan  pakan  dan kinerja pertumbuhan  ikan mas  (P<0,05).  Oleh karena itu substitusi minyak biji karet  terhadap  minyak  kedelai  sampai  dengan  25%  menghasilkan  kecernaan  pakan  dan  kinerja pertumbuhan ikan mas terbaik.Kata Kunci: Ikan mas, Kecernaan, Minyak biji karet, Minyak kedelai, Pertumbuhan