Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISASI SENYAWA PENGKONTRAS CT-SCAN TERARAH AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB MELALUI SIMULASI MENGGUNAKAN 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB G, Adang H; P, Anung; Maskur, Maskur; S, Herlan; R, Rien
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.207 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4325

Abstract

KARAKTERISASI SENYAWA PENGKONTRAS CT-SCAN TERARAH AuNPPAMAM G4-NIMOTUZUMAB MELALUI SIMULASI MENGGUNAKAN 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB. Modalitas Computed Tomography Scan (CT-Scan) dapat digunakan untuk diagnosa cedera tulang (bone injuries), visualisasi paru-paru, dada dan untuk mendeteksi kanker. Untuk meningkatkan kualitas hasil pencitraan dengan CT-Scan pada pasien yang akan dicitra, kadang-kadang diberi/dinjeksi terlebih dahulu dengan senyawa pengkontras berbasis iodium. Senyawa pengkontras berbasis iodium mempunyai beberapa keterbatasan yaitu diantaranya harus diimport dari luar negeri, toksisitas yang cukup tinggi dan tingkat pencitraannya masih pada ditingkat anatomi. Nanopartikel emas telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengganti senyawa pengkontras berbasis iodium. Dalam penelitian ini, telah dilakukan penyiapan senyawa pengkontras CT-Scan terarah/ pencitraan tingkat molekulerAu Nano Partikel-PoliAmido Amin Generasi 4-Nimotuzumab (AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab) yang didapatkan dengan mengkonyugasikan AuNP terbungkus PAMAM G4 dengan Nimotuzumab. Karakterisasi hasil konyugasi AuNP-PAMAMG4-Nimotuzumab, dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrilamide Gel Electrophoresis (SDS page) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Karakterisasi AuNP-PAMAMG4-Nimotuzumab Kromatografi Cair Kinerja Tinggi KCKT memberikan waktu retensi (rt) 5,2 menit yang sama dengan menit AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab yang ditandai radioaktif 198AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab berturut-turut 5,2 menit (detektor UV) dan 5,3 menit (detektor radioaktif).
PENENTUAN PROFIL ELUSI IODIUM-125 SEBAGAI PERUNUT UNTUK TUJUAN RADIOIMMUNIASSAY (RIA) Maiyesni, Maiyesni; Mujinah, Mujinah; Kurniasih, Dede; Witarti, Witarti; Triyatno, Triyatno; S, Herlan
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.899 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2016.17.2.2404

Abstract

Manfaat iodium-125 (125-I) sudah banyak diketahui. 125-I  dapat digunakan antara lain sebagai perunut dalam teknik Radioimmunoassay (RIA) untuk deteksi dini berbagai penyakit kanker, menentukan kesuburan hewan ternak serta cemaran mikotoksin di dalam pangan secara invitro.  125-I  yang dibutuhkan dalam teknik ini disamping harus mempunyai kemurnian radiokimia > 95%,  konsentrasi radioaktifitas   juga tinggi, sehingga volume  125-I  haruslah sekecil mungkin. Dengan demikian perlu dipelajari profil elusi 125-I dari kolom reduktor Jones saat proses peningkatan kemurnian  radiokimia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan volume optimal  eluat dengan efisiensi dan kemurnian radiokimia yang dapat diterima. Pada penelitian ini kondisi kolom yang dipilih adalah kolom dengan pH basa. Kolom reduktor Jones yang mengandung  125-I dielusi dengan larutan  NaOH 0,01N secara  fraksinasi volume 1 ml. Radioaktifitas  masing-masing fraksi diukur menggunakan  dose calibrator. Penentuan kemurnian radiokimia dilakukan pada fraksi yang memiliki radioaktifitas  tertinggi dan fraksi gabungan  dengan  metode kromatografi kertas. Radioaktifitas  tertinggi ditunjukkan pada  fraksi kedua  yaitu  16,59  mCi dengan efisiensi 33,95% dan fraksi gabungan yaitu 50,19 mCi dengan efisiensi 92,26%. Kemurnian radiokimia 125-I bulk, fraksi kedua dan fraksi gabungan berturut-turut adalah 41,50, 97,5  dan  98,50%.  Volume optimal eluat adalah 7 ml serta  pH 125-I sebelum dan sesudah fraksinasi adalah 10 -11.  Determination of  Elution Profile the Iodine-125 as a tracer for Radioimmunoassay (RIA). The benefits of the Iodine-125 (125I ) isotope was well known. 125I are used as radiotracer in Radioimmunoassay (RIA) technique for early detection of cancer, determine of hormone content which related with fertility of livestock and also for contamination detection of mycotoxins on food by in vitro.  125I which is needed in this technique not only must have high radiochemical purity above 95% but also high radioactivity concentration, so that  125I volume which is use must as little as possible. Therefore, 125I elution profile for increasing radiochemical purity using a reductor Jones column should be studied. Aim of this study is to determine the optimum volume of eluate which have efficiency and radiochemical purity that can be accepted. The preliminary study was conducted to determine the optimal conditions of reductor Jones  column. Reductor Jones column is conditioned on neutral and alkaline pH. At this elution study, the columns conditions selected is alkaline pH. Reductor Jones column which containing 125I eluted with NaOH 0,01 N solution by fractionated in 1mL. The radioactivity of each fraction is measured with dose calibrator.  Determination of the radiochemical purity of carried out on the fraction which have the highest radioactivity and the combined fractions using paper chromatography. Highest radioactivity is shown in the second fraction at 16,59 mCi with efficiency 33,95%  and combined fractions at 50,19 mCi with efficiency 92,26%. The radiochemical purity of 125-I bulk, second fraction and combined fractions are 41,50%, 97,5 % dan  98,50%, respectively.  Optimum fraction is 7 mL and pH of 125-I before and after fractination are 10-11. By studying the elution profile can be known that the optimal volume is the smallest total volume of eluent with efficiency and radiochemical purity level that can be accepted. 
Profil Distribusi dan Klirens Pengkontras CT SCAN AuNP-PAMAM G4- NIMOTUZUMAB disimulasikan menggunakan Senyawa 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB G, Adang H; Pujiyanto, Anung; Mutalib, Abdul; S, Rista A; L, Indrarini; L, Rien; Y, Iyus M; S, Herlan; C, Sutriyo
Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry) Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.035 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.38

Abstract

Riset nanopartikel emas sebagai senyawa pengkontras CT-Scan telahdimulai sejak 3 tahun lalu di Indonesia. Riset interaksi antibodi monoklonal,khususnya nimotuzumab, dengan reseptor EGFR/HER1 dimulai sejak lima tahun lalu dan telah dimanfaatkan untuk penyiapan senyawa pengkontras MRI (Magnetic Resonance Imaging) spesifik target melalui pelabelan konjugat dendrimer-nimotuzumab dengan radionuklida. Sintesis senyawa AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab untuk diagnosis dan terapi pada kanker paru-paru telah berhasil dilakukan di PTRR dan hasil karakterisasinya dengan menggunakan beberapa metode seperti KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi), SDS (Sodium Dodecyl Sulphate) page elektroforesa dan TEM (Transmission Electron Microscopy) menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk adalah sebagai AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab. Pada penelitian ini telah dilakukan uji pre klinis dari senyawa pengkontras AuNPPAMAM G4-nimotuzumab meliputi uji distribusi dan klirens dengan disimulasikan menggunakan senyawa radioaktiv 198AuNP-PAMAM G4- nimotuzumab. Hasil uji distribusi senyawa 198AuNP-PAMAM G4- nimotuzumab menunjukkan penimbunan pada beberapa organ seperti ginjal, hati dan limpa, sedangkan dari hasil uji klirens diperoleh waktu paruh biologis senyawa tersebut adalah 11.77 hari. Hasil pemeriksaan terhadap urin dengan menggunakan kolom PD-10 (Sephadex G25) menunjukkan bahwa ~ 85 % yang dikeluarkan lewat urin masih berbentuk AuNP-PAMAM G4- Nimotuzumab. Hasil pencitraan dengan alat autoradiography menunjukkan bahwa sampai dengan 48 jam setelah penyuntikan, akumulasi radioaktivitas yang terdeteksi masih terdapat pada hati.