Articles

Found 4 Documents
Search

Krekers Tepung Jantung Pisang Sebagai Usaha Diversifikasi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Triastuti, Unggul Yuyun; Priyanti, Esteria; Diana, Tri Rettagung; Kurnianingsih, Kurnianingsih
Home Economics Journal Vol 2, No 1 (2018): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kesukaan krekers dengan penambahan tepung jantung pisang dan mengetahui kandungan karbohidrat, lemak dan protein dari krekers dengan prosentase penambahan jantung pisang yang terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan membandingkan krekers yang menggunakan penambahan tepung jantung pisang sebanyak 15%, 20% dan 25% dari berat bahan kering. Tahapan pelaksanaan penelitian terdiri dari 2 tahap yaitu tahap pembuatan tepung jantung pisang dan tahap pembuatan krekers jantung pisang. Setiap perlakukan dilakukan 3 kali pengulangan agar mendapatkan formula resep yang tepat. Setelah mendapatkan formula resep yang tepat kemudian dilakukan uji tingkat kesukaan. Berdasarkan hasil uji tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, warna, tekstur dan aroma dari krekers jantung pisang menunjukkan nilai rerata tertinggi pada produk dengan penambahan 15% tepung jantung pisang. Nilai rerata sebesar 3,33 (netral) untuk rasa, 3,30 (netral) untuk warna, 3,07 (netral) untuk tekstur dan 3,00 (netral) untuk aroma. Oleh sebab itu, produk tersebut merupakan produk yang dapat diterima oleh panelis dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna. Hasil uji kandungan gizi dari dari krekers dengan penambahan sebanyak 15% tepung jantung pisang yaitu kadar karbohidrat 32,44%, kadar lemak 13,02% dan kadar protein 6,20%.
STRUKTUR KOMUNITAS MAMALIA DI CAGAR ALAM LEUWEUNG SANCANG, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT Maharadatunkamsi, Maharadatunkamsi; Prakarsa, Tatag Bagus Putra; Kurnianingsih, Kurnianingsih
ZOO INDONESIA Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah. Untuk menjamin kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berbagai upaya telah ditempuh, antara lain dengan ditetapkannya berbagai kawasan konservasi. Salah satunya adalah Cagar Alam Leuweung Sancang yang secara administrasi termasuk dalam wilayah Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk mengelola kawasan Cagar Alam Leuweung Sancang diperlukan berbagai informasi, termasuk data akurat tentang komunitas mamalia di berbagai habitat di dalamnya. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian untuk melengkapi kebutuhan akan data dasar sebaran mamalia di berbagai habitat dalam cagar alam ini. Kombinasi antara pengamatan langsung dan penangkapan di hutan primer Sancang Timur, hutan sekunder Cijeruk dan belukar Mas Sigit berhasil mencatat sebanyak 21 jenis mamalia. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener untuk ketiga plot pengamatan adalah 2,02 (Mas Sigit), 2,66 (Sancang Timur) dan 3,04 (Cijeruk). Rata-rata indeks similaritas Jaccard adalah 32% menunjukkan tingkat similaritas yang rendah di antara ketiga plot pengamatan. Analisis kluster berdasarkan keberadaan jenis mamalia pada setiap plot pengamatan dan sebaran jenis mamalia menunjukkan konsistensi adanya
Assistive Robotic Technology: A Review Prabuwono, Anton Satria; Allehaibi, Khalid Hammed S.; Kurnianingsih, Kurnianingsih
Computer Engineering and Applications Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18495/comengapp.v6i2.203

Abstract

Older people with chronic conditions even lead to some disabilities face many challenges in performing daily life. Assistive robot is considered as a tool to provide companionship and assist daily life of older people and disabled people. This paper presents a review of assistive robotic technology, particularly for older people and disabled people. The result of this review constitutes a step towards the development of assistive robots capable of helping some problems of older people and disabled people. Hence, they may remain in at home and live independently.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN BANDARJO KECAMATAN UNGARAN BARAT, KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2019 Kurnianingsih, Kurnianingsih; Dharminto, Dharminto; Winarni, Sri; Mawarni, Atik
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transisi demografi merupakan suatu peristiwa perubahan struktur umum penduduk, dimana di Indonesia mengakibatkan peningkatan jumlah lansia (23,4 juta pada tahun 2017) sebagai akibat dari era baby boom. Dengan kondisi tersebut, dibutuhkan perhatian khusus kepada lansia untuk menjamin kesejahteraan mereka yang salah satunya adalah melalui Posyandu Lansia. Kelurahan Bandarjo merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah yang sudah menyelenggarakan posyandu lansia untuk semua wilayahnya, namun rata-rata kehadiran lansia dalam kurun waktu bulan Januari sampai Maret 2019 masih rendah yaitu hanya sebesar 6,29 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Berdasarkan data bulan Mei 2019 tercatat sebanyak 121 lansia yang mengikuti Posyandu Lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian explanatory research dan desain studi cross sectional dengan sampel sebanyak 65 lansia yang diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil analisis Korelasi Rank Spearman dengan ? sebesar 0,05 menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kepercayaan pada posyandu sebesar 0,013 (< 0,05), motivasi lansia sebesar 0,494 (> 0,05), riwayat kesehatan lansia sebesar 0,371 (> 0,05), ketersediaan fasilitas di posyandu sebesar 0,114 (> 0,05), dukungan keluarga sebesar 0,0001 (< 0,05), peran kader sebesar 0,004 (< 0,05). Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara kepercayaan pada posyandu, dukungan keluarga dan peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia, tidak terdapat hubungan antara motivasi lansia, riwayat kesehatan lansia dan ketersediaan fasilitas di posyandu dengan pemanfaatan posyandu lansia. Saran yang diberikan adalah lansia dapat menyempatkan diri untuk rutin hadir ke posyandu lansia untuk memantau kondisi fisik mereka, serta keluarga dan kader diharapkan memberikan perhatian lebih kepada lansia agar lansia termotivasi untuk terus memanfaatkan posyandu lansia.