Articles

Bangka dalam Kontelasi Perkembangan Tasawuf di Nusantara Mujib, Mujib
KALPATARU Vol 16, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2962.468 KB) | DOI: 10.24832/kpt.v16i1.185

Abstract

.
Mengembangkan Kemampuan Berfikir Kritis Melalui Metode Pembelajaran Improve Mujib, Mujib
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v7i2.31

Abstract

This study aims to find out how to develop students critical thinking skills through IMPROVE learning methods. This type of research is a quasi experimental design study. The research design used was pretest-posttest experimental control group design. The research sample was not selected randomly (nonrandomly assigned groups). Data collection used is using the test method. The instrument used for data collection is a test of critical thinking skills. Data analysis using a different test, namely t-test and two-way ANAVA test. The results were obtained, showing that the development of critical thinking skills mathematically, groups of students who obtained IMPROVE learning were better than groups of students who received conventional learning. In the group of students who obtained IMPROVE learning, the upper category students had better mathematical critical thinking skills than the middle category and lower category students, while the improvement in the lower critical thinking ability of students in the lower category was better than the middle category students. There is an interaction between learning factors with the category of students abilities there is an increase in mathematical critical thinking skills.
Analisis Perbedaan Jenis Kelamin Peserta Didik Terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Maskur, Maskur; Mujib, Mujib; Andriani, Siska
JURNAL e-DuMath Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : JURNAL e-DuMath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26638/je.807.2064

Abstract

The ability of mathematical reflective thinking is the ability of a person to choose previously owned concepts or knowledge that are relevant or appropriate to be used in making decisions when faced with mathematical problems. The purpose of this study was to determine the ability of mathematical reflective thinking in terms of the sex differences of eighth grade students of SMP N 11 Bandar Lampung. This type of research is qualitative descriptive research. Subject collection using purposive random sampling technique. The subjects of this study were 6 students from class VIII A consisting of 3 male students and 3 female students, and 6 students from class VIII B consisting of 3 male students and 3 female students. Data collection techniques used are observation, tests, and interviews. Based on the results of data analysis from class VIII A obtained the average value of mathematical reflective thinking abilities of male students 67,36 and the average value of mathematical reflective thinking abilities of female students reached 100, while for grade VIII B obtained an average value mathematical reflective thinking ability of male students 52,08 and female students 97,22. Thus it can be concluded that the students 'mathematical reflective thinking ability is better than the male students' reflective thinking ability. Keywords:  Mathematical Reflective Thinking Ability, Gender
ANALISIS TINGKAT KETERAMPILAN GEOMETRI BERDASARKAN TAHAP BERPIKIR VAN HIELE DITINJAU DARI KECERDASAN SPASIAL TINGGI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 BANDAR LAMPUNG Mujib, Mujib; Hayati, Puji; Widyastuti, Rany
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat keterampilan geometri berdasarkan tahap berpikir Van Hiele ditinjau dari kecerdasan spasial tinggi siswa kelas IX SMP Negeri 4 Bandar Lampung. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Tekik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) metode tes dan (2) metode wawancara yang dilakukan kepada subjek terpilih. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu untuk subjek tertentu.Hasil dari penelitian ini adalah subjek dengan kecerdasan spasial tinggi memiliki tingkat keterampilan geometri berdasarkan tahap berpikir Van Hiele sebagai berikut: keterampilan visual tingkat 2, keterampilan verbal tingkat 2, keterampilan menggambar tingkat 2, keterampulan logika tingkat 2, dan keterampilan terapan tingkat 1.
APLIKASI LOGIKA FUZZY DALAM TEORI PERMAINAN UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN (Studi Kasus : Persaingan Alfamart dan Indomaret) Anggraini, Dian; Mujib, Mujib; Wisnu Putra, Nugraha
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya jumlah minimarket di kota Bandar Lampung, mengakibatkan persaingan yang semakin meningkat. Oleh karena itu, manajer minimarket sebagai pengambil keputusan, harus menentukan strategi yang tepat untuk menarik pelanggan agar mendapatkan hasil yang optimal. Teori fuzzy digunakan untuk mewakili penilaian responden yang bersifat subjektif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui apa yang mempengaruhi konsumen dalam memilih minimarket sebagai tempat untuk berbelanja sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan strategi untuk minimarket. Hasil defuzzyfikasi merupakan masukan pada matriks pay-off permainan. Teori permainan difokuskan pada analisis keputusan yang bertujuan untuk memenangkan persaingan. 
ANALISIS PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU SLB DAN PESERTA DIDIK TUNARUNGU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII DHARMA BHAKTI DHARMA PERTIWI BANDAR LAMPUNG Khumairoh, Khumairoh; Mujib, Mujib; Dinda Pratiwi, Dona
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses dan sikap positif komunikasi interpersonal yang dilakukan guru SLB dan peserta didik tunarungu dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling, penelitian ini dilakukan di kelas VIII tunarungu SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung dengan subjek berjumlah 2 orang berdasarkan peserta didik yang mendapat nilai ulangan harian tertinggi dan terendah dan pertimbangan guru kelas.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan tringulasi waktu yang didasarkan ketika hasil dokumentasi berupa foto dan video berbeda maka akan dilakukan secara berulang sehingga ditemukan kepastian data. Berdasarkan hasil penelitian, peserta didik yang memiliki gangguan pendengaran ringan dapat menjalin komunikasi interpersonal yang efektif. Hal ini terlihat saat peserta didik menerima dan memahami materi serta memberi umpan balik dengan baik dan benar saat menjawab pertanyaan dari guru. Sedangkan peserta didik yang memiliki gangguan pendengaran berat mengalami kesulitan saat menjalin komunikasi interpersonal. Hal ini terlihat saat peserta didik kurang tepat dalam menerima dan memahami materi, serta memberi umpan balik dari guru. Selain proses komunikasi interpersonal yang baik, guru dan peserta didik juga memiliki sikap positif yang mendukung komunikasi interpersonal. Adapun sikap positif yang dimiliki yaitu sikap keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan antara satu sama lain.
RETRACTED: Evaluasi Proses Berpikir Kreatif Berdasarkan Model Wallas Bagi Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Mujib, Mujib; Risqi Maharani, Hevy; Sukestiyarno, YL
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v8i1.1083

Abstract

Suatu hal yang sulit bagi guru SMP memposisikan dan membina anak didiknya yang masih berada pada masa transisi dalam berpikir kreatif ketika menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini melakukan evaluasi tentang proses berpikir kreatif siswa berdasarkan model Wallas (2014). Empat tahap proses berpikir kreatif menurut Wallas meliputi tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa berdasarkan tingkat kemampuan dasarnya dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini menerapkan pemberian tes kemampuan berpikir kratif geometri dengan memandang siswa homogen dalam kemampuandan melakukan wawancara untuk pendalaman. Subjek penelitian siswa SMP yang dikategorikan pada kemampuan tinggi, sedang, dan rendah setelah diberikan tes kemampuan.Variabel penelitian ini adalah eksistensi siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dianalisis melalui tahap klasifikasi, representasi data, dan kesimpulan. Guna melengkapi hasil pengelompokan data digunakan teknik wawancara untuk melakukan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat 23,33% siswa tidak tuntas dan hanya mencapai tahap persiapan, disebut kelompok kategori rendah; 2) terdapat 60% siswa mencapai tahap iluminasi meskipun untuk sampai pada tahap ini siswa memerlukan waktu lama, disebut kelompok kategori sedang; dan 3) 16,67% siswa telah tuntas sampai tahap verifikasi, disebut kelompok kategori tinggi. Berdasar pendalaman triangulasi wawancara, diperoleh benar siswa pada kategori tersebut. Bagi siswa dengan kategori kemampuan rendah dan sedang masih membutuhkan pendampingan saat mengalami hambatan pada proses berpikir kreatifnya, sedangkan siswa kategori kemampuan tinggi membutuhkan materi pengayaan. 
MEMBANGUN KREATIVITAS SISWA DENGAN TEORI SCHOENFELD PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI LESSON STUDY Mujib, Mujib
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2015): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v6i1.53

Abstract

Permasalahan matematika yang dapat menuntut siswa menggunakan kemampuan nalar dan berfikir kreatif adalah memecahkan masalah-masalah. Membangun kreativitas siswa tercermin dalam setiap aktivitas pembelajaran. Salah satu pembelajaraan yang dapat membangun kreativitas siswa dalah pembelajaran Lesson Study. Melalui Lesson Study, siswa diarahkan agar tertarik pada matematika dan keadaan di sekitarnya, sehingga menimbulkan sikap peka dan kritis terhadap lingkungannya. Kesulitan belajar matematika yang dialami   siswa   berarti   juga   kesulitan   belajar   bagian-bagian   matematika tersebut. Salah satu dari tujuan mata pelajaran matematika  adalah agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Oleh karena itu, kemampuan seorang siswa dalam membaca soal, memahami maksud soal, mampu menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, mampu menentukan rumus-rumus yang akan digunakan, menghitung berdasarkan rumus atau melakukan operasi hitung secara akurat, dan kemampuan menemukan jawaban dengan benar, sangat diperlukan oleh setiap siswa. Teori schoenfeld, dapat digunaka sebagai pemecahan masalah matematika yang lebih tepat untuk diterapakan pada sekolah yang berkaitan dengan kehupan sehari-hari
Peningkatan kinerja pelayanan publik melalui peningkatan motivasi spiritual Mujib, Mujib; Kurniasih, Denok; Rokhman, Ali
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol 29, No 4 (2016): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : FISIP Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.568 KB) | DOI: 10.20473/mkp.V29I42016.204-211

Abstract

Officers performance in Regional Disaster Relief Agency (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kebumen Regency, based on the existing data in the field, is not yet optimum. This circumstance was related to threefactors namely ability, working discipline, and spiritual motivation. This research aimed to analyze the influence of ability, working discipline, and spiritual motivation toward officers performance in BPBD of Kebumen Regency. The research method used was quantitative analysis, the data obtained by givingquestionnaire, answers were analyzed by multiple linier regression to determine the relations between independent variables: the ability, working discipline, and spiritual motivation with the dependent variable wasperformance. After analyzing three variables, it was found that performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen was good. The result showed that the ability (X1) influenced performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen with percentage of 37.7%;working discipline (X2) influenced performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen with percentage of 72.3%; spiritual motivation infuenced performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen up to 66.1%. The result also showed positive relations between three variables, as those variables were impactful in significant way. Finally; ability, working discipline and spiritual motivation influenced overall performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen up to 78.3%. It means that the greater level of ability, working discipline and spiritual motivation resulted to a greater level performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen, and vice versa.
Komunikasi Matematis Siswa Tunarungu dalam Pembelajaran Matematika didasarkan pada Teori Schoenfeld Mujib, Mujib
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v7i1.136

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMALB Dharma Wanita Pertiwi Bandar Lampung. Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa tunarungu kelas XI. Teknik analisis data dilakukan dengan cara: (1) mengelompokkan data dalam 4 kategori: (a) menganalisis dan memahami masalah (b) merancang dan merencanakan solusi (c) mengeksplorasi solusi untuk masalah yang sulit (d) memverifikasi solusi, kemudian mereduksi data yang tidak termasuk dalam 4 kategori tersebut, (2) menyajikan data dalam bentuk teks naratif, dan (3) menyimpulkan komunikasi matematis siswa tunarungu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pada tahapan menganalisis dan memahami masalah, siswa menerima langsung informasi yang diterima dari soal dan mengubahnya kedalam bentuk gambar. (2) Pada tahapan merancang dan merencanakan solusi, siswa mencermati informasi soal tersebut untuk memecahkan masalah sehingga yang ada dalam pemikirannya adalah ide global mengenai soal tersebut. (3) Pada tahapan mengeksplorasi solusi untuk masalah yang sulit, siswa mengerjakan soal dengan menggunakan rumus dan cara sesuai dengan yang dirancang dan direncanakan sebelumnya. (4) Pada tahapan memverifikasi solusi, siswa hanya memeriksa rumus yang telah ditulis dan memeriksa jawaban.