Articles

Found 5 Documents
Search

Produktivitas dan Luas Lahan Minimal Petani Padi Sawah Lebak di Kabupaten Ogan Ilir Sari, Komala; Febriyansyah, Ahmad
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol 7, No 2 (2018): JLSO
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.287 KB)

Abstract

Sari et al, 2018. Productivity and an Enlarge Minimum Land Area of Paddy’s Farmers in Swamp Land of the Ogan Ilir Regency. JLSO 7(2):185-195.South Pemulutan is one of the sub-districts in Ogan Ilir Regency which has swamp paddy fields potential to be developed. Unfortunately, the use of production factors which applied by the farmers has not been maximized. Therefore, proper management by using production factors efficiently and effectively can increase productivity and maintain the sustainability of their farm. Moreover, the aims of this research were (1) to analyze the factors which affect the low productivity of the swamp paddy fields, (2) to calculate the percentage of an income of the swamp paddy fields’ farmer which can fulfill their household outcome, (3) to calculate the minimum land area of the swamp paddy fields of the farmer. The method were used in this research was survey method. The sample of the farmers which taken in this study were 30 farmers from 187 farmers which works on swamp paddy fields in Lebak Pering village. The data was gathered consist of the primary data and the secondary data. The result of this research showed (1) factors which extremely affected toward swamp paddy fields productivity in Lebak Pering village was the largest of the area, seed variety, the used of urea fertilizer, the experiences of the farmer, while those that have no effect are the used of SP-36 fertilizer, NPK fertilizer and then the pesticides. (2) The contribution of swamp paddy fields farmers’ income to farmers' consumption expenditure were 60.28%. (3) The minimum land area that suggested to be cultivated by the farmer is 1 hectare and if the farmer only relies on their swamp paddy fields farming, then the minimum land area that suggested to be raised by the farmer is 1.66 hectares.
PENGARUH PERSALINAN SECTIO CAESARIA TERHADAP KEMUNGKINAN TERJADINYA POST PARTUM BLUES DI RSUD RAJA AHMAD THABIB KOTA TANJUNGPINANG Sari, Komala
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKES Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.202 KB)

Abstract

Postpartum blues are temporary depression moods experienced shortly after giving birth. Mood disorders are manifested by an unstable mood, increased sensitivity, fatigue, poor concentration, loneliness, and despair. The occurrence of this condition is usually within 1 to 5 days after delivery and the symptoms usually last from 2 to 3 days and usually resolve within 10 days. The purpose of this study was to determine the effect of Sectio Caesaria multiplication on the possibility of the occurrence of blues post at Raja Ahmad Tabib Hospital, Tanjung Pinang. This study uses a Cross Sectional design. Sampling in this study uses a non probability sampling approach with sampling techniques using Purposive Sampling. The instrument used was taken from the Edinburgh Postpartum Depression Scale (EPDS) to measure post partum blues. The results showed no effect of Sectio Caesarea labor on the possibility of postpartum blues (0.0089). There are other factors that play a role, namely parity and social support. The results of this study suggest to increase social support by applying the principle of Family Centered Maternity Care throughout the period of Antenatal Care to Post Partum Care. ABSTRAK Postpartum blues adalah mood depresi sementara yang dialami tak lama setelah melahirkan. Gangguan mood diwujudkan dengan suasana hati yang labil, sensitivitas meningkat, kelelahan, konsentrasi yang buruk, kesepian, dan putus asa. Terjadinya kondisi ini biasanya dalam waktu 1 sampai 5 hari setelah melahirkan dan gejala biasanya berlangsung dari 2 sampai 3 hari dan biasanya sembuh dalam 10 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persalian Sectio Caesaria tehadap kemunginan terjadinya post patum blues di RS Raja Ahmad Tabib Tanjung Pinang. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional, Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan pendekatan non probability sampling dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan diambil dari Edinburgh Postpartum Depression Scale (EPDS) untuk mengukur post partum blues. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh persalinan Sectio Caesarea terhadap kemungkinan terjadinya postpartum blues (0,0089). Ada faktor lain yang berperan yaitu paritas dan dukungan sosial. Hasil penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan dukungan sosial dengan menerapkan prinsip Family Centered Maternity Care sepanjang periode Antenatal Care hingga Post Partum Care .
PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN DENGAN SISTEM BATCH PROCESSING PADA PT. PZ CUSSONS INDONESIA sugijanto, sugijanto; Sari, Komala
Majalah Ekonomi Vol 16 No 2 (2012): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.139 KB)

Abstract

Output terpenting dari sistem informasi akuntansi penggajian adalah perhitungan gajidan upah serta uang yang nantinya akan di dibutuhkan oleh manajemen dalam pengambilankeputusan. Penanganan gaji dan upah harus dilakukan secara cermat, tepat waktu dan adil,dengan penggunaan teknologi informasi berupa komputerisasi akan sangat membantu dalammendukung sistem akuntansi penggajian yang dilakukan perusahaan, terutama dalam prosespengolahan data. Bagi perusahaan yang sistem pembayaran gaji tidak sering dilakukan makasistem yang cocok dipakai ialah sistem tersebut melalui pemrosesan batch dan file sekuensial.Dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan sistem akuntansi penggajian denganmenggunakan sistem batch processing pada PT.PZ. Cussons Indonesia dan membantumenganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem akuntansi penggajian denganmenggunakan sistem batch processing pada PT.PZ. Cussons Indonesia Depo SurabayaPenelitian ini menggunakan teknik deskriptif survei, dengan mengukur gejala-gejalayang ada, sehingga tidak perlu memperhitungkan hubungan antara variabel-variabel, dan tidakmemecahkan hipotesis. Metode ini membandingkan kondisi yang ada dengan kriteria yang telahditentukan sebelumnya, kemudian ditarik suatu kesimpulan dan saran.
Efisiensi Produksi Usahatani Padi Sawah Lebak di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan Hidayati, Rahmi; Sari, Komala
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal "Tantangan dan Solusi Pengembangan PAJALE dan Kel
Publisher : Seminar Nasional Lahan Suboptimal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.548 KB)

Abstract

Hidayati et al, 2019. Efficiency of Rice Waste Rice Production Factors in Ogan Ilir District, South Sumatera. pp. 249-259.The Province of South Sumatra has produced rice from four typologies, namely: irrigated rice fields, rain fed, tidal and non-receding tidal swamps (lebak). The development of agriculture in swamps faces obstacles both in the biophysics of land and water, pre-harvest and post-harvest handling as well as socio-economic. However, it must be admitted that the development of tidal land and lebak land is increasingly important to support national rice production. The right allocation of production factors is an important factor in increasing rice production, including land, seeds, labor, fertilizers, and pesticides. Therefore, to increase farmers production and income, it is necessary to study what factors influence the production of lebak paddy rice farming and evaluate the performance of farmers in rice cultivation so that the level of efficiency of the use of production facilities for rice production is obtained in the field of lebak rice, especially in Ogan Regency Ilir. The research method used is a simple random sampling method. The data used are primary data and secondary data. The results of this study: There are four explanatory variables that significantly influence the production of lebak rice, namely land, seeds, urea fertilizer, pesticide use. While the other three have no significant effect, namely Sp-36 (P) fertilizer, phonska fertilizer (NPK) and labor deployment. Production factors that have been efficient in their use in lebak paddy rice farming are seeds, urea fertilizer, NPK fertilizer and pesticides and labor while the SP-36 fertilizer is inefficient. The income analysis found that the average lebak rice production was 4,144.64 kg / ha / mt / year. Average income is Rp 15,977,539.42 per hectare.
PENDAPATAN DAN ALOKASI PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI PADI SAWAH LEBAK DI KABUPATEN OGAN ILIR SARI, KOMALA; HIDAYATI, RAHMI
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 No.2 Juli – Desember 2017
Publisher : JURNAL TRIAGRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.07 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Menghitung besarnya kontribusi pendapatan dari  usahatani padi sawah lebak terhadap pendapatan rumah tangga petani, 2) Menganalisis alokasi pengeluaran pendapatan rumah tangga petani padi sawah lebak di Kabupaten Ogan Ilir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan perhitungan matematis dengan analisis usahatani dan dijelaskan secara deskriftif. Hasil penelitian ini kiranya dapat berfungsi sebagai informasi dan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di bidang pertanian. Terutama kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan rumahtangga petani padi sawah lebak di Kabupaten Ogan Ilir dan aspek keilmuan diharapkan sebagai bahan perbandingan kelengkapan pustaka bagi pihak-pihak terkait dan pada penelitian-penelitian terkait berikutnya. Persentase kontribusi pendapatan yang berasal dari usahatani pokok yaitu usahatani padi sawah lebak lebih besar dari kontribusi pendapatan di luar usahatani padi lebak. Kontribusi rata-rata pendapatan usahatani padi sawah lebak yaitu sebesar : Rp 13.892.773,41 lg/mt/th atau 72,66 persen. Rata-rata persentase kontribusi pendapatan di luar usahatani padi (pendapatan usahatani selain padi sawah lebak dan non usahatani) yaitu Rp. 5,227,724.41 atau 27,34 persen. Dari perhitugan analisis kontribusi pendapatan usahatani padi sawah lebak di dapat, KUP 48 = 66,8 % ≤ 72,66 ≤ 100 %. Maka dikatagorikan adalah besar. Berdasarkan alokasi pengeluaran, total pengeluaran rumahtangga petani di Desa Maju Jaya sebesar Rp 19.087.150,00 /tahun. Jika dilihat secara keseluruhan, sebagian besar pendapatan total dialokasikan untuk biaya pangan (makan dan minum). Pengeluaran untuk biaya pangan adalah sebesar 37,74 persen atau Rp. 7.384.016,67/tahun dari pendapatan total keluarga