Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN LIRIK KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 6 (2019): Edisi 1 Januari s/d Juni 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (1) find out the characteristics of the society of the utilization yard in  Sidomulyo Village, Lirik subdistrict, Indragiri Hulu District (2) to find out the pattern of the yard Sidomulyo Village, Lirik subdistrict, Indragiri Hulu District. This research was conducted in Sidomulyo Village, Lirik subdistrict, Indragiri Hulu District, from Januari 2018 to November 2018 using snowball sampling. The number of samples in this study amounted to 25 people, where all samples used the yard. Data analysis used in this study is descriptive analysis. The results of this study indicate: (1) The Characteristics that influence the society in the used of yard are age, sex, education, income, and dependents of family, (2) The pattern of yard use of respondents in Sidomulyo Village is that the whole uses a horizontal pattern (100%) and there were no respondents in Maharatu Village who used the verticulture patternKeywords: yard, Society, yard pattern.

Penggunaan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing dalam Meningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian

MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.575 KB)

Abstract

ABSTRAKSI: Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar mahasiswa Jurusan Agribisnis pada matakuliah Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, dengan penerapan metode penemuan terbimbing. Penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas), yang dilakukan pada mahasiswa semester III (Ganjil) dan dilaksanakan selama 4 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas mahasiswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II pada enam indikator, yaitu: tanya-jawab antar mahasiswa; tanya-jawab antara mahasiswa dengan dosen; mengerjakan dan mendiskusikan LKM (Lembar Kerja Majasiswa); mempraktekan langkah-langkah metode penemuan terbimbing; menyajikan hasil kerja kelompok; serta menyimpulkan materi pelajaran bersama-sama dosen. Dalam menerapkan pembelajaran, sebaiknya dosen membuat perencanaan yang matang sehingga pembelajaran berjalan secara sistematis; dan membuat LKM yang lebih variatif. KATA KUNCI: Aktivitas Belajar; Mahasiswa; Dosen; Hasil Belajar; Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing. ABSTRACT: “The Use of Guided Discovery Learning Model to Increase Students’ Activity and Learning Outcomes in the Subject of Agricultural Communication and Extension”. This research is to determine the increase in the learning activities and learning outcomes of Agribusiness Department stundents in the subject of Agricultural Communication and Extension, by implementing the guided discovery method. This is CAR (Clasroom Action Research) conduced to the 3rd semester students and was carried out for 4 months. The research results showed that students’ activity increased from the first cycle to the second cycle in six indicators: debriefing between students; debriefing between students and lecturers; working on and discussing student worksheet; practicing the guided steps of discovery model; presenting the results of group work; and drawing a conclusion of subject matter along with the lecturer. In applying the learning method, lecturers should make planning so that the learning goes systematically; and they should create more varied worksheet.KEY WORD: Learning Activities; Students; Lecturers; Learning Outcomes; Guided Discovery Learning Model.    About the Authors: Roza Yulida, M.Si.; Kausar, M.Si.; dan Yulia Andriani, M.Si. adalah Staf Pengajar pada Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian UNRI (Universitas Riau), Kampus Bina Widya, Jalan H.R. Soebrantas Km.12,5 Panam, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Alamat emel penulis adalah: rozayulida@gmail.com, kausar_ur@yahoo.co.id, dan yulia.andriani@lecturer.unri.ac.idHow to cite this article? Yulida, Roza, Kausar & Yulia Andriani. (2016). “Penggunaan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing dalam Meningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.189-200. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (June 19, 2016); Revised (August 17, 2016); and Published (September 30, 2016).

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 02 BANDAR SUNGAI KECAMATAN SABAK AUH KABUPATEN SIAK

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 2 (2016): Wisuda Oktober 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : This research is motivated by the lack of the students learning outcome in Mathematics. It is indicated by the students’ mean score (68.33). Form 24 students, there are only 10 students (41.67%) who can reach score above the Minimum Mastery Criteria (KKM) and 14 students (58.33%) are still in beneath average score. The score of the minimum mastery criteria (KKM) which is decided is 70. Based on the fact, the researcher tried to use a classroom action research by apply the pair check method. The aim of the research is to increase the learning outcome in Mathematics of students grade IV of SDN 02 Bandar Sungai , Sabak Auh Subdistrict, Siak regency in school year 2015 / 2016. the population is all students of the fourth grade as many as 24 students who consist of 10 male students and 14 female students. The research is conducted as many as three cycles. The cycle I consists of three meetings; two of them are learning processes and the last meeting is final test of the cycle. Cycle II consists of two meetings; one of them is learning process and the last meeting is final test of the cycle. Cycle II consists of three meetings; two of them are learning processes and the last meeting is final test of the cycle. The application of the pair check method can increase the students learning outcome in Mathematics. It is shown by the percentage of the students who reach score above of the Minimum Mastery Criteria (KKM) increase from 41.67% and the mean score is 68.33 to 70.83% and the mean score is 72.08% in the cycle I. It increases again in cycle II become 91.66% and the mean score is 80. There is also an increasing in the percentage of teacher’s activity. It is shown by the percentage of teacher’s activity from 79.15% in cycle I to 97.90% in cycle II. The percentage of students’ activity is also increase from 70.80% in cycle I to 95.80% in cycle II. From the explanation above, it can be concluded that the application of the pair check method can increase the students learning outcome in Mathematics of students of grade IV SDN 02 Bandar Sungai, Sabak Auh subdistrict, Siak regency.Keywords: pair check method, learning outcome in Mathematics

Analisis Diskriminan untuk Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Program Studi Matematika di FMIPA dan FKIP Universitas Sriwijaya

Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 4 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.932 KB)

Abstract

Unsri memiliki sepuluh fakultas, dua diantaranya FMIPA dan FKIP. Satu dari program studi yang terdapat di kedua fakultas itu adalah Program Studi Matematika. Perbedaan dari Program Studi Matematika FMIPA dan FKIP misalnya daya tampung dan jumlah peminat. Hal ini terjadi karena berbagai pertimbangan dari calon mahasiswa. Analisis diskriminan digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang membedakan mahasiswa dalam memilih Prodi Matematika FMIPA dan FKIP. Faktor-fkator yang diamati adalah faktor minat (x1), dunia kerja (x2), kapasitas prodi (x3), lingkungan sosial (x4) dan motivasi dunia kerja (x5). Hasil analisis faktor kapasitas prodi dan motivasi dunia kerja yang signifikan dapat membedakan pemilihan Prodi Matematika.

Analisis Tingkat Kemampuan Literasi Media Petani Perkebunan di Provinsi Riau

Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.747 KB)

Abstract

Provinsi Riau memiliki potensi besar pada sektor perkebunan. Dua komoditi yang menjadi andalan adalah kelapa sawit dan keret, dengan pelaku utama dan paling banyak adalah petani swadaya. Salah satu kemampuan petani yang diperlukan saat ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah kemampuan literasi media. Literasi media merupakan kemampuan petani memanfaatkan teknologi informasi untuk mencari atau mengakses melalui internet, memahami, memanfaatkan informasi dalam usahatani dan mengkomunikasikan informasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat literasi petani pekebun di Provinisi Riau. Penelitian dilakukan di empat kabupaten di Provinisi Riau, dengan jumlah petani responden 240 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi petani berada pada level basic (skor 2,61), yang dikaji dari tiga aspek yaitu (1) aspek technical skill dengan skor 1,64 pada kategori basic; (2) Aspek critical understanding dengan skor 1,66 masuk pada kategori medium; dan (3) Aspek communication abilities pada kategori basic dengan skor 1,54. Hal ini menggambarkan bahwa masih rendahnya kemampuan petani baik petani kelapa sawit maupun karet dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti handphone (HP) atau smartphone yang mereka miliki untuk kebutuhan usahataninya. Peran penyuluh sangat diperlukan untuk meningkatkan litersi media petani pekebun, sehingga petani dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengembangkan usahataninya.

KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI PROVINSI RIAU

IJAE ( Jurnal Ilmu Ekonomi Pertanian Indonesia ) Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : IJAE ( Jurnal Ilmu Ekonomi Pertanian Indonesia )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extension Institution is a government agency and or community has the duty and the function of organizing counseling. This study aims describe the institutional model of extension in the province of Riau. This research is a descriptive study conducted in Kampar and Kuantan Singingi District at Riau Province in May-November 2015. The data used in this study are primary and secondary data. Primary data were obtained through a structured interview method using questionnaires and focus group discussion. Samples in this study was the head of the work unit, coordinator of outreach and extension. The sample selected by purposive sampling method. Implementation of agricultural extension in Kampar regency is under Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP). While in Kuantan Singingi, carried out by dinas tanaman pangan, dinas perkebunan, dinas perikanan, dinas peternakan and dinas kehutanan. The model of agricultural extension at Kampar Regency with polivalent and at Kuantan Singingi with monovalent extension.

PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI TENAGA KESEHATAN MELALUI KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI RSUD CILEUNGSI

Indikator: Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Indikator: Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.583 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji dan menganalisis pengaruh kompetensi, motivasi tenaga kesehatan melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening terhadap kualitas pelayanan di RSUD Cileungsi. Data penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari kuisioner serta data sekunder yang diperoleh dari instansi yang bersangkutan. Metode sampling dilakukan terhadap 60 responden, seluruh populasi. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan  terhadap kualitas pelayanan. Namun, kompetensi terhadap komitmen organisasi, kompetensi terhadap kualitas pelayanan, motivasi terhadap komitmen organisasi serta motivasi terhadap kualitas pelayanan berpengaruh signifikan. Adapun motivasi merupakan variabel yang pengaruhnya paling besar terhadap kualitas pelayanan tenaga kesehatan.

Peningkatan Keterampilan Penyuluh Dan Petani Sagu Melalui Pelatihan Pembuatan Media Video Penyuluhan

JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 1 MARET 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.107 KB)

Abstract

ABSTRAK                Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh dan petani sagu tentang media penyuluhan dan teknik pembuatan media penyuluhan dalam bentuk video penyuluhan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan kepada penyuluh dan petani dalam rangka meningkatkan peran penyuluh dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada petani yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti. Pelatihan diikuti oleh 17 orang penyuluh dan 22 orang petani. Hasil dari kegiatan menujukkan bahwa peserta sangat senang dan antusias dengan adanya pelatihan ini, dan dapat menambah pengetahuan baru dan meningkatkan keterampilan peserta tentang berbagai macam media penyuluhan dan khususnya peserta telah memiliki keterampilan teknik dasar membuat media video untuk penyuluhan. Pembinaan lebih lanjut masih terus dilakukan, dengan terus menjalin komunikasi dengan peserta dan bahkan peserta bersedia untuk datang memperdalam keterampilan pembuatan video. Kata kunci : Pelatihan, Media, Video, Penyuluhan ABSTRACT                The purpose of this training activity is to improve the knowledge and skill of extension and sago farmers about the media of extension and technique of making the media of extension in the form of extension video.This activity is conducted in the form of training to extension workers and farmers in order to increase the role of extension workers in the implementation of extension activities to farmers conducted in the Department of Agriculture District of Meranti Islands. The training was attended by 17 extension workers and 22 peasants. The results of the activities showed that the participants were very happy and enthusiastic about the training, and could add new knowledge and improve the lesson about various media of counseling and in particular the participants already have media making technique for extension. Further coaching continues, with continued communication with participants and even participants to come to deepen the making of the video. Keywords: Training, Media, Video, Extension

Peranan Pemuka Pendapat dalam Pengendalian Kebakaran Lahan di Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti

Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.389 KB)

Abstract

Kebakaran lahan merupakan bencana tahunan yang dialami Indonesia. Telah banyak upaya swadaya maupun pemerintah untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Upaya pendekatan baru yang dilakukan pemerintah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan sinergi antar lembaga dan masyarakat tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pemuka pendapat yang ada untuk mengendalikan kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap, (2) menganalisis peranan pemuka pendapat dalam pengendalian kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara mendalam. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam pengendalian kebakaran lahan, pemuka pendapat yang berpartisipasi adalah kepala desa, sekretaris desa, ketua badan permusyawaratan desa, penyuluh pertanian lapangan, pemuka adat dan ketua pemuda. Dalam pelaksanaan program tersebut pemuka pendapat sangat berperan. Peranan pemuka pendapat di Desa Tanjung Peranap mulai dari menginisiasi rembuk desa untuk pembentukan MPA, bersinergi dengan pemerintah untuk mensosialisasikan program penanggulangan kebakaran lahan, mengajak masyarakat berpartisipasi aktif untuk mendukung program pemerintah dan bersama melakukan pengolahan lahan tanpa bakar