Achmad Yasir Baeda, Achmad Yasir
Program Studi Teknik Kelautan Jurusan Perkapalan, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 Tamalanrea Makassar 90245.

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Potensi Tsunami Akibat Gempa Bumi Bawah Laut di Perairan Pulau Sulawesi Baeda, Achmad Yasir; Husain, Firman
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 1 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.016 KB)

Abstract

Abstrak. Selang sepertiga abad terakhir, Sulawesi yang dikelilingi lempeng tektonik kecil dan besar, telah terkena 270 kali gempa bumi ber-magnitude di atas 5.0. Jumlah ini ditengarai semakin lama akan semakin bertambah setiap tahunnya, yang bermula pada kenaikan aktifitas Sunda Arc pada tahun 2004 silam Tujuan penelitian ini adalah menentukan area paling potensial untuk kejadian gemba bumi bawah laut dan tsunami di pantai perairan Pulau Sulawesi, dengan menganalisa data historis gempa bumi dan tsunami serta melakukan simulasi kejadian tsunami di berbagai area. Didapatkan bahwa untuk periode 2010-2020 akan terjadi minimal 49 kali gempa bumi dengan magnitude di atas 5.0; yang mana hampir semuanya berpusat di lautan dan berkemampuan untuk membangkitkan tsunami. Area yang memiliki potensial terbesar adalah North Arm (Lengan Utara) Pulau Sulawesi, khususnya pantai Utara, Selatan dan Timur dari North Arm. Abstract. From the middle of 1970’s until now, the Sulawesi Island which is surrounded by several small and big tectonic plates had been struck 270 times by earthquake above 5.0 in magnitude. This number of occurrence tends to get higher and higher each year, beginning after the raising activity of Sunda Arc past last six years, which recently struck Padang, West Sumatera in September 2009. The goal of this study is to find out the most potential areas for seismic and tsunamis activities in Sulawesi Island, by analyzing the historical data of earthquakes and tsunamis at the areas and also base on the simulation of several artificial tsunamis. It found out that the earthquakes with magnitude above 5.0 in the period of 2010-2020 will occur minimally 49 times; with almost all of  them will be sea-epicentered which believe could generate tsunami on some areas. The most potential areas will be the North Arm of Sulawesi, especially in the coasts of North, South and East.
Pengenalan Perangkat Keselamatan Sarana Pelabuhan Moda Waterway Sungai Tallo Makassar Rachman, Taufiqur; -, Juswan; Paroka, Daeng; Baeda, Achmad Yasir; Rachman, Sabaruddin; Paotonan, Chaerul; -, Hasdinar; MA, Muhammad Zubair; -, Ashury; Husain, Firman
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengoperasian sebuah pelabuhan moda waterway harus memenuhi syarat adanya perangkat keselamatan yang memenuhi standar pelayanan sandar dan tambat secara layak dan aman bagi penumpang dan barang. Sarana pelabuhan dermaga 3 Lakkang yang melayani moda waterway Sungai Tallo dengan rute Kera-kera - Pulau Lakkang yang merupakan kawasan wisata sejarah ini tidak dilengkapi dengan perangkat keselamatan dan kondisi trestle dermaga 3 yang dibangun sejak tahun 2013 ini sudah mulai mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan mutu pelayanan sandar dan tambat kurang aman ditinjau dari aspek keselamatan bongkar muat penumpang dan kendaraan roda dua. Sosialisasi kebutuhan perangkat keselamatan dan pemenuhan sarana pelabuhan yang layak dan aman secara mandiri perlu dilakukan dalam penerapan keselamatan sarana pelabuhan angkutan moda. Transfer pengetahuan melalui sosialisasi ini akan meningkatkan standar mutu layanan sandar dan tambat secara aman dan nyaman bagi penumpang dan barang angkutan moda waterway Sungai Tallo sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2015 perubahan atas Peraturan Pemerintah 61 Tahun 2009 tentang kepelabuhanan. Sosialisasi dan perbaikan jembatan penghubung (trestle) dan geladak moda waterway kepada kelompok moda waterway ini dapat menambah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang lokal dan pengunjung wisata Lakkang baik turis domestik maupun mancanegara dalam pelayaran dan proses bongkar dan muat waterway di dermaga 3 Lakkang. Respon positif diberikan oleh penumpang dan pemilik moda waterway. Mereka berharap bahwa kegiatan serupa yang memberi nuansa pengetahuan baru bagi kelompok moda waterway sebagai operator khususnya dan kepada khalayak warga Kelurahan Lakkang umumnya.
Mitigasi Bencana Tsunami di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan Baeda, Achmad Yasir; Klara, Syerly; Hendra, Hendra; Muliyati, Rita
Jurnal Penelitian Enjiniring (JPE) Vol 20 No 1 (2016)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Losari yang merupakan salah satu ikon penting Kota Makassar, ternyata memendam potensi bahaya yang cukup besar, yakni kerentanan terhadap terpaan tsunami. Hal ini lebih disebabkan karena posisinya yang tepat berada di depan Selat Makassar bagian Selatan yang kurang mempunyai sejarah seismik yang cukup signifikan untuk membangkitkan tsunami. Walaupun demikian, adanya Spreading Center serta kenyataan akan meningkatnya stress pada ujung-ujung lempeng aktif di sekitar Pulau Sulawesi, justru meningkatkan potensi gempa bawah laut, yang pada akhirnya dapat menyebabkan tsunami. Belum adanya konsep mitigasi bencana tsunami di Pantai Losari, semakin memperbesar peluang jatuhnya korban jiwa dan material yang besar, jika terjadi tsunami. Olehnya diperlukan kajian khusus mengenai mekanisme evakuasi yang tertuang pada Manual Mitigasi Bencana Tsunami jika terjadi di Pantai Losari Makassar. Kajian dilakukan dalam dua tahap, pertama adalah pemodelan penjalaran tsunami Selat Makassar bagian Selatan menuju Pantai Losari Makassar, dan kedua adalah kajian khusus mitigasi tsunami itu sendiri. Dengan pemodelan penjalaran tsunami menggunakan SiTProS Ver. 1.5, didapatkan bahwa tsunami dapat mencapai Pantai Losari Makassar sekitar 6.07 menit setelah gempa pertama dan dapat mencapai 9.0 meter run-up. Hal ini menjadi dasar pembuatan peta evakuasi sebagai alternatif terbaik mitigasi tsunami di Pantai Losari Makassar.
Potensi Energi Gelombang sebagai Sumber Energi Alternatif di Pulau-Pulau Terluar Wilayah NKRI Rahman, Sabaruddin; Baeda, Achmad Yasir; Umar, Hasdinar
Jurnal Penelitian Enjiniring (JPE) Vol 20 No 2 (2016)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan terhadap minyak sebagai bahan bakar pembangkit listrik di pulau-pulau terluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat terkendala pada pengadaannya. Sehingga potensi energi gelombang yang secara alami tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan tersebut. Pada penelitian ini dikaji potensi energi gelombang di beberapa pulau terluar wilayah NKRI. Data gelombang dalam rentang sepuluh tahun terakhir (2006-2015) diperoleh dari hasil prediksi yang dirilis oleh European Center for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF). Program Fortran digunakan untuk membuat program aplikasi sederhana yang berfungsi dalam pengolahan data tersebut untuk mendapatkan variabel tinggi dan periode gelombang. Variabel tersebut kemudian digunakan dalam penentuan energi gelombang. Hasil analisis menunjukkan bahwa energi gelombang rata-rata per tahun terbesar terjadi di pulau Rondo yang berada pada kisaran 14.05 ~ 14.13 kW/m selama lima belas tahun terakhir selanjutnya diikuti pulau Dana sebesar 10.01 ~ 10.27 kW/m. Sementara energi gelombang di pulau lainnya seperti Berhala, Sebatik, Nipah tidak berpotensi untuk dikembangkan.
Badan Pusat Stratistik Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang (BPS Enrekang), (2017). Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah Undang-Undang Dasar Tahun 1945. RPJMD Kabupaten Enrekang 2014 Umar, Hasdinar; Rachman, Taufiqur; -, Juswan; Alie, Muhammad Zubair Muis; Paotonan, Chairul; Baeda, Achmad Yasir
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2019): Membangun Masyarakat yang Kuat dan Ulet
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan moda waterway Sungai Tallo Makassar telah beroperasi sejak lama mengangkut penumpang dan barang serta kendaraan motor, dan merupakan satu-satunya akses moda bagi warga Pulau Lakkang menyusuri Sungai Tallo menuju ke Kera-kera, bagian timur dan selatan Kota Makassar. Dalam pengoperasiannya, pemilik moda ini mengabaikan tentang keselamatan pelayaran waterway. Hal ini terbukti dengan tidak adanya perangkat keselamatan satupun berada di atas moda waterway. Perangkat keselamatan pelayaran merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi sebuah sarana transportasi perairan laut, sungai dan danau. Oleh karena itu perlu dilakukan diseminasi pentingnya perangkat keselamatan pelayaran bagi kelompok pemilik moda waterway Sungai Tallo Makassar agar dapat meningkatkan mutu pelayanan keselamatan pelayaran secara mandiri bagi penumpang moda sesuai dengan regulasi skala nasional maupun internasional. Pemenuhan perangkat keselamatan moda waterway ini didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Darat No. PM 25 tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan. Diseminasi ini memberikan keamanan dan keselamatan pengguna moda serta meningkatkan mutu pelayanan keselamatan pelayaran bagi penumpang moda waterway Sungai Tallo Makassar pada saat berlayar maupun proses bongkar muat barang, penumpang (masyarakat lokal, turis domestik dan mancanegara) maupun kendaraan motor angkutan moda.