Articles

Found 6 Documents
Search

Accumulation of Some Heavy Metals in Flavoparmelia caperata and Usnea dasypoga As Air Quality Bioindicator in Palembang City Mirawati, Mirawati; Arinafril, Arinafril; Fasisal, M.
Science and Technology Indonesia Vol 3 No 3 (2018): July
Publisher : ARTS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.486 KB) | DOI: 10.26554/sti.2018.3.3.123-129

Abstract

Flavoparmelia caperata and Usnea dasypoga lichen for the first time was used to assess the concentration of heavy metals in the air in Palembang City. 5 heavy metals Cd, Cu, Pb, Fe, and Zn were measured using the transplant method. Both samples of lichen were collected from Gununghalu, Bandung. The lichen was transplanted at 7 points on the roadside, after 8 weeks, samples were collected and analyzed using SSA. The concentration of heavy metals accumulated in F. caperata was Fe> Cu> Zn> Pb> Cd, on U. dasypoga was Fe> Zn> Cu> Pb> Cd. The results showed that both types of lichen were very suitable to be used as an air quality bioindicator. The EC ratio of both transplanted samples showed higher levels of accumulation in U. dasypoga with a significant accumulation rate on Pb metal followed by Cu, Cd, Zn, and Fe. Furthermore, dendrogram showed clustering based on the concentrations of heavy metals accumulated at each station due to differences in density and vehicle type. This indicated that the metals have the same source which derived from emissions of motor vehicles, road construction activities, and other local anthropogenic activities.
Fitoremediasi Logam Berat Timbal (Pb) dengan Menggunakan Hydrilla verticillata dan Najas indica (Phytoremediation Heavy Metals Lead (Pb) using Hydrilla verticillata and Najas indica) Mutmainnah, Fadila; Arinafril, Arinafril; Suheryanto, Suheryanto
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.294 KB)

Abstract

Penggunaan timbal (Pb) di industri dan penambangan semakin meningkat seiring dengan mening-katnya penambangan, peleburan, pembersih, dan berbagai industri. Suatu perairan yang telah terkontaminasi senyawa/ ion-ion Pb, sehingga jumlahnya dalam perairan melebihi konsentrasi yang semestinya dapat menga-kibatkan kematian bagi biota perairan. Fitoremediasi merupakan salah satu upaya mengreduksi cemaran Pb dari perairan dengan memanfaatkan tumbuhan. Hydrilla verticillata dan Najas indica merupakan tumbuhan air yang tergolong submerge yang banyak dijumpai di Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan di Laborato-rium Riset Terpadu PascaSarjana Universitas Sriwijaya. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu macam jenis tanaman yaitu Hydrilla verticillata dan Najas indica, serta macam konsentrasi yaitu kontrol, 5 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l. Perlakuan ini dilakukan dengan 3 kali ulangan. Analisa kandungan Pb didalam tumbuhan dan di dalam air di-lakukan pada hari ke-5, hari ke-10, hari ke-15 dan hari ke-20 dengan metode analisa AAS yang dilakukan di di laboratorium penelitian Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya. Hasil yang diperoleh dari analisa laboratorium dilakukan Analisis Varian (ANAVA), jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncans (DNMRT) pada taraf 5% dan dilakukan perhitungan kecepatan penyerapan Hydrilla verticillata dan Najas indi-ca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hydrilla verticillata dan Najas indica memiliki kemampuan mereme-diasi timbal (Pb) dengan kandungan Pb dalam tumbuhan berbeda nyata pada perlakuan mulai B2. Hydrilla verticillata memiliki ketahanan lebih baik dalam mengakumulasi timbal (Pb) sampai hari ke-20 jika dibanding-kan Najas indica. Tetapi Najas indica memiliki kecepatan penyerapan lebih baik jika dibandingkan Hydrilla verticillata dengan waktu kontak optimum Hydrilla verticillata pada hari ke-20 dan waktu kontak optimum un-tuk Najas indica pada hari ke-15. Dengan demikian Hydrilla verticillata dan Najas indica memiliki potensi da-lam meremediasi timbal (Pb)
Uji Bioaktivitas Ekstrak Daun Zodea (Evodia suaveolensSheff)terhadap Hama Gudang Tribolium castaneum(Coleoptera: Tenebrionidae)Herbst. CAMERON, RIZKY RANDAL; ARINAFRIL, ARINAFRIL; MULAWARMAN, MULAWARMAN
E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology) Vol.5, No.3, Juli 2016
Publisher : E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Bioactivity Test of Zodea Leaf Extract (Evodia suaveolens Sheff) on Red Flour Beetle Tribolium castaneum(Coleoptera: Tenebrionidae)Herbst.The study bioactivy of zodea leaf extract on red flourbeetlewas conducted in Laboratory of Entomology, Plant Pest And Disease Department, Faculty of Agriculture, Sriwijaya Universityfrom June to September 2014.E. suaveolensis a native plant from Papua that very well-known as mosquito repellent. The experiment aimed to determined level of repellent various extract concentrations of zodea leaf extract and mortality on T. castaneum. Completely Randomized Design was used in this study with six treatments and four replicates. Concentrations used were 0%, 32,78%, 36,88%, 40,98%, 45,07% dan 49,17% which were obtained from preliminary test results and further more, the result was analyzed by probit analyzed method to determined concentrations would be used. LC50 value was 40,98% and ± 10%. The results was the best treatment on 45,78% with 96,2% and classified very strong repellent index. The lowest repellent index was 32,78% with 89,2% and classified strong repellent index. The highest Mortality of T.castaneumon 40,07% with 17,5% mortality dan the lowest mortality on 0% and 36,88% with no T. castaneum died. LC50 was 87,018%. We could conclude that E. suaveolenspossessed very strong repellent index on T. castaneum, but not effetive to kill T.castaneum.
DIVERSITY OF Odonata AND AQUATIC ENVIRONMENTAL CONDITIONS IN LAKE AREA (WATER SKI AND OPI) JAKABARING PALEMBANG-SOUTH SUMATERA Hecca, Desven; Arinafril, Arinafril; Novia, Novia
BIOVALENTIA: Biological Research Journal Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.91 KB) | DOI: 10.24233/BIOV.4.2.2018.118

Abstract

Odonata are considered to be good indicators of enviromental health and water quality with it’s presence and diversity in the Jakabaring lake are (Water Ski and OPI). The research location (Water Ski and OPI) untilized by the community as water catchment areas (flood control), recreation and habitat. The Activity in the lake area can affect the benefit of the lake, affecting the quality of the lake waters as a living habitat for animals and plants.However, to describe the diversity of odonata as indicator of the waters in the area of Water Ski and Lake OPI lakes, there is no such thing, therefore the researchers to look at odonata diversity in the area of Water Ski Lake and Lake OPI Jakabaring Palembang-South Sumatera. The location of the study was determined using the purposive sampling method conducted in April 2018. The species found to identified at the FMIPA Animal Taxonomy Laboratory of Sriwijaya University. Sampling in the morning (07.00 – 10.00 AM) and afternoon (15.00 – 18.00 AM). The results of research in the lake area found 2 suborder, 2 families, 11 genere, and 18 species, the total number of all 984 individual species. Odonata species data obtained in the analysis using Past3 software. The diversity index in the Water Ski lake is 1.992 and the diversity index in the OPI lake is 1.758. Diversity index value (2.014), dominance index (0.7922) and evenness index (0.4165). Odonata and enviromental conditions of the lake (Water Ski and OPI) still have relationship, the condition of lake water quality is still below water quality criteria threshold. This is what makes the diversity on both lakes has a moderate value.
EFEKTIFITAS KULIT KACANG TANAH, SEKAM PADI DAN SERBUK GERGAJI SEBAGAI BIOADSORBEN DALAM MENYERAP ION Pb2+ Setiawan, Andi Arif; Arinafril, Arinafril; Hanafiah, Kemas Ali
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 9 No. 1 Juni 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v9i1.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan efektifitas  bioadsorben  dalam menyerap  ion Pb2+ dan melihat pengaruh waktu kontak terhadap ion  Pb2+  serta menentukan waktu kontak optimum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, yaitu faktor 1  : variasi waktu kontak (30, 60, 90, 120 dan 180 menit), faktor 2 : jenis adsorben (kulit kacang tanah, sekam padi dan serbuk gergaji). Sekam padi lebih efektif dibandingkan serbuk gergaji dan kulit kacang tanah. Semakin lama waktu kontak adsorben semakin banyak ion Pb2+ yang terserap. Waktu kontak optimum kulit kacang tanah, sekam padi dan serbuk gergaji masing-masing 81,08; 95,31 dan 89,75 menit dengan daya serap maksimum masing-masing 4,32 mg/g; 7,73 mg/g dan 89,75 mg/g.
Toksisitas Deltametrin Dan Endosulfan Pada Hewan Uji Serta Dampak Kesehatan Petani Pengguna Insektisida Di Desa Purwaraja Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Mentari, Arga Dita; Arinafril, Arinafril; Windusari, Yuanita
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pestisida digunakan dalam bidang pertanian untuk meningkatkan produksi dari kerugian yang ditimbulkan oleh berbagai jasad pengganggu yang terdiri dari kelompok hama dan penyakit maupun gulma. Jenis pestisida yang banyak digunakan di indonesia yaitu insektisida. Penggunaan insektisida yang tidak terkendali dapat menimbulkan gangguan kesehatan terutama pada petani penyemprot insektisida. Tujuan penelitian untuk menentukan konsentrasi insektisida deltametrin dan endosulfan, menganalisis kerusakan histopatologi dan  menganalisis dampak penggunaan insektisida. penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) dan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dengan jumlah sampel ikan nila 420 ekor dan 85 responden petani.  Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan penyajian distribusi frekuensi dari variabel dalam bentuk tabel dan dianalisis dengan menggunakan analisis probit dan analisis regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Hasil analisis pada konsentrasi  yang dapat memematikan separuh hewan uji dari jumlah total populasi pada insektisida deltametrin yaitu 1,56 ?g/l dan pada konsentrasi endosulfan yaitu 1,64 ?g/l. Histopatologi pada perlakuan dengan insektisida deltametrin dan endosulfan memperlihatkan bahwa terdapat perubahan struktur jaringan pada  organ ginjal, hati dan insang. Mayoritas (71,8%) pengetahuan petani tentang dampak penggunaan insektisida terkait kesehatan masyarakat dikategorikan kurang baik dan mayoritas (64,7 %) penggunaan insektisida pada petani dikategorikan  kurang baik.