0
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Veteriner Udayana
I Made Kota Budiasa, I Made Kota
Articles
2
Documents
Frekuensi Detak Jantung Sapi Bali Betina Pada Kebuntingan Trimester Ke II

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi bali merupakan plasma nutfah asli Bali dan perlu dilestarikan khususnya sapi betina. Sampai saat ini, penelitian yang berhubungan dengan frekuensi detak jantung sapi bali betina belum dilaporkan dan masih berpedoman dengan sapi ras lain. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi frekuensi detak jantung sapi bali betina pada kebuntingan trimester ke dua. Sapi yang diperiksa berasal dari sentra pembibitan sapi bali di desa Sobangan kecamatan Mengwi kabupaten Badung berjumlah 15 ekor sapi. Analisis data menggunakan uji Deskriptif dan dilanjutkan dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan rataan umur kebuntingan  4 bulan,  5 bulan dan  6 bulan dengan frekuensi detak jantung sapi bali betina pada kebuntingan trimester ke dua adalah 67,40±8,41 kali/menit, 75,93±8,62 kali/menit dan 76,06±11,40 kali/menit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin bertambahnya umur kebuntingan sapi bali maka nilai frekuensi detak jantung meningkat.

Pengaruh Frekuensi Penampungan Semen Terhadap Konsentrasi Dan Abnormalitas Spermatozoa Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica)

Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penampungan terhadap konsentrasi dan abnormalitas spermatozoa burung puyuh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 kelompok perlakuan, yaitu penampungan semen dengan interval pengambilan (hari) 2, 3 dan 4. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 9 kali. Pengamatan dilakukan terhadap konsentrasi spermatozoa (107sel/ml) dan abnormalitas spermatozoa (%). Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA), apabila terdapat perberbedaan yang nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi spermatozoa pada masing-masing perlakuan adalah 39,00±5,148 x 107 sel/ml; 59,49±1,878 x 107 sel/ml; 59,11±2,028 x 107 sel/ml. Abnormalitas pada masing masing perlakuan adalah 14,22±1,394%; 7,22±1,202%; 7,49±1,130%. Secara statistik frekuensi ejakulasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi dan abnormalitas spermatozoa puyuh. Kata kunci : frekuensi ejakulasi; konsentrasi; puyuh.