Ni Putu Wardani, Ni Putu
Bagian Pendidikan Kedokteran dan Bagian/SMF Anestesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Osmolalitas plasma sebagai alternatif acute physiologic and chronic health evaluation II untuk memprediksi mortalitas pada pasien kritis yang dirawat di Intensive Care Unit RSUP Sanglah Wardani, Ni Putu; Wiryana, Made; Suarjaya, Putu Pramana
Medicina Vol 47, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediksi mortalitas bersifat esensial pada manajemen perawatan intensif. Acute Physiologic and Chronic Health Evaluation II merupakan sistem skor kompleks yang umum digunakan di Intensive Care Unit (ICU), sedangkan osmolalitas plasma merupakan salah satu sistem skor parameter tunggal yang diketahui dapat menjadi alternatif prediktor mortalitas di ICU. Tujuan penelitian untuk mengetahui besar nilai area undercurve (AUC), sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif dari kedua prediktor dan mengetahui adanya perbedaan bermakna dari nilai AUC kedua prediktor tersebut. Penelitian merupakan uji diagnostik metode cross sectional yang melibatkan 134 subjek. Uji diagnostik menggunakan kurva ROC dan tabel 2x2. Perhitungan data didapatkan nilai AUC osmolalitas plasma sebesar 75,9% (IK95% 67,7 sampai 84,3%), dengan cut off point 297 mOsm/kg, sensitifitas 70,0%, spesifisitas 79,7%. Tabel 2x2 menghasilkan NDP sebesar 79,0% (IK95% 66,8 sampai 88,3%), NDN 70,8% (IK95% 58,9 sampai 81%). Nilai AUC APACHE II sebesar 83,4% (IK95% 76,5 sampai 90,3%) dengan cut off point sebesar 24, sensitifitas 72,9%, spesifisitas 81,3%. Tabel 2x2 menghasilkan NDP 81,0% (IK95% 69,1 sampai 89,8%), NDN 73,2% (IK95% 61,4 sampai 83,1%). Analisis ROC didapatkan nilai P=0,19. Nilai AUC osmolalitas plasma tergolong level sedang (>70-80%), APACHE II tergolong level baik (>80-90%). Analisis ROC dengan P>0,05 menyatakan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kurva ROC kedua prediktor. Sekalipun osmolalitas plasma memiliki nilai diagnostik sedang, dibandingkan APACHE II dengan nilai diagnostik baik tetapi perbedaan nilai tersebut tidak bermakna sehingga osmolalitas plasma dapat digunakan sebagai alternatif APACHE II untuk prediktor mortalitas di ICU.√ā¬†Prediction of in-hospital mortality is essential for management of intensive care. Complex scoring system commonly used is APACHE II, meanwhile plasma osmolality is a single parameter scoring system that has known to be an alternative for mortality predictors in the Intensive Care Unit (ICU). The objective of this study was to determine the area undercurve (AUC) value, sensitivity, specificity, positive predictive value, negative predictive value for both predictors and to determine significant differences in AUC values in both scoring system. This was a diagnostic test with cross-sectional method that included 134 subjects. Diagnostic test using ROC curves and 2x2 tables. Result of plasma osmolality with AUC 75.9% (95%CI 67.7 to 84.3%). Cut off point was 297 mOsm/kg, sensitivity was 70.0%, and specificity was 79.7%. Two point two table with PPV 79.0% (95%CI 66.8 to 88.3%) and NPV 70.8% (95%CI 58.9 to 81%). The AUC for APACHE II was 83.4% (95%CI: 76.5 to 90.3%). Cut off point was 24, sensitivity was 72.9%, and specificity was 81.3%. Two point two table with PPV 81.0% (95%CI 69.1 to 89.8%) and NPV 73.2% (95%CI 61.4 to 83.1%). ROC analysis with P value=0.19. AUC values of plasma osmolality was at moderate level (>70 to 80%), APACHE II at good level (>80 to 90%). ROC analysis with P>0.05 states there was no significant difference between the ROC curves in both predictors. Although plasma osmolality has moderate diagnostic value, compared with APACHE II, with a good diagnostic value but the value differences was unsignificant thus plasma osmolality can be used as an alternative of APACHE II for mortality predictors in critically ill patients in the ICU.
HUBUNGAN SELF-DIRECTED LEARNING READINESS (SDLR) DENGAN HASIL KELULUSAN BLOK BIOMEDIK I MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER (PSPD), FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Gayathridayawasi, .; Wardani, Ni Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-directed learning (SDL) merupakan metode pembelajaran yang dilandasi oleh inisiatif dari individu sendiri yakni dalam hal rencana belajar, proses atau pelaksanaan, dan evaluasi belajar terhadap proses belajar yang telah dilalui. Mahasiswa tahun ajaran pertama dituntut menjadi mahasiswa yang aktif dan mandiri dalam proses adaptasi belajarnya sendiri. SDLR dapat menjadi tolok ukur kesuksesan belajar mandiri mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut perlu diteliti mengenai hubungan SDLR terhadap hasil pembelajaran mahasiswa PSPD FK Unud. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian analitik, cross-sectional dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa PSPD FK Unud. Variabel yang diteliti yaitu skor SDLR mahasiswa dengan hasil kelulusan blok Biomedik I dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearmen. Terdapat sebanyak 130 responden yang masuk dalam kriteria sampel, dan diperoleh hasil nilai p sebesar 0,000 yang berarti terdapat korelasi antara SDLR dengan kelulusan ujian akhir blok Biomedik I mahasiswa PSPD, FK Unud, dengan nilai koefisien korelasi (r) berarah positif sebesar 0,547.
HUBUNGAN METODE DALAM PELATIHAN BASIC CLINICAL SKILL BLOK ENDOKRIN TERHADAP KELULUSAN OSCE BLOK ENDOKRIN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2015 DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Windaswari, G.A.R.; Wardani, Ni Putu; Ganesha, I Gde Haryo
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pada mahasiswa kedokteran bukan hanya tentang pembelajaran mengenai teori namun juga keterampilan klinis yang dimiliki untuk menjalankan praktek kedokteran yang tepat. Mahasiswa akan mendapatkan pelatihan Basic Clinical Skill (BCS) sebagai bekal untuk pembelajaran dijenjang klinik. Pelatihan BCS ini dinilai dengan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang dilaksanakan disetiap akhir semester ataupun satu tahun sekali. Penelitian ini merupakan penelitian analisis yang dilanjutkan dengan desain cross sectional. Subjek penelitian yaitu mahasiswa . Variabel-variabel yang akan diteliti yaitu variasi kasus yang diberikan pada pelatiahan BCS di Fakultas Kedokteran Unud yang menjalani blok endokrin. Uji statistik yang digunakan yaitu chi-square. Sebanyak 145 kuesioner terkumpul dan masuk kriteria sampel didapatkan beberapa komponen yang memiliki hubungan secara tidak langsung dengan kelulusan OSCE blok endokrin. Metode pelatihan BCS memiliki hubungan dengan kelulusan OSCE blok endokrin (p=0,04). Terdapat hubungan antara metode pelatihan BCS yang digunakan dengan kelulusan nilai OSCE blok Endokrin. Serta metode simulasi berupa variasi kasus adalah metode yang paling efektif dalam pelaksanaan pelatihan BCS. Kata Kunci : pelatihan BCS, OSCE, metode