Articles

Found 14 Documents
Search

Penetapan Kadar Pemanis Buatan (Na-Siklamat) Pada Minuman Serbuk Instan Dengan Metode Alkalimetri Handayani, Tutut; Agustina, Anita
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015): Vol. I, No 1, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.748 KB)

Abstract

Minuman serbuk instan adalah salah satu produk minuman siap saji yang banyak mengandung pemanis buatan. Pemanis buatan yang sering digunakan adalah NaSiklamat. Penggunaan Na- Siklamat dalam dosis besar akan menimbulkan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Na-Siklamat yang terkandung dalam minuman serbuk instan. Sampel yang digunakan adalah 8 minuman serbuk instan. Sampel diambil dari pedagang Pasar Srago yang menjual minuman serbuk instan sesuai kriteria analisis yang dilakukan secara kualitatif yang bertujuan untuk melihat kandungan Na-Siklamat dalam sampel dengan menggunakan uji warna dengan BaCl2. Sampel yang positif mengandung Na-Siklamat dilakukan penetapan kadar secara Alkalimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 8 sampel minuman serbuk instan yang diambil dari pedagang pasar Srago, 7 sampel positif mengandung Na-Siklamat dengan kadar: A (4029 ppm), B (3425 ppm), C (514 ppm), D (2529 ppm), E (3492 ppm), F (4096 ppm) dan G (3268 ppm). Kesimpulan 87,50% sampel mengandung pemanis buatan Na-Siklamat yang diantaranya merupakan minuman serbuk instan dengan merk terkenal. Ditemukan 7 sampel yang mengandung Na-Siklamat dan 5 diantaranya melebihi batas maksimal penggunaan yang ditetapkan Pemerintah yaitu 3 g/kg atau setara dengan 3.000 ppm.
Pengalaman Pasien Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri ( Self Care ) Agustina, Anita; Afiyanti, Yati; Ilmi, Bahrul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.661 KB)

Abstract

Penyakit Gagal jantug  kongestif  (CHF) merupakan salah satu penyumbang kematian terbesar didunia. Pengalaman pasien dengan CHF menunjukkan sikap yang beragam dalam melaksanakan  perawatan mandiri (self care). Berbagai dampak muncul akibat penyakit yang diderita, mempengaruhi peran dalam kehidupan sehari- hari baik di lingkungan  masyarakat,  maupun keluarga.  Pentingnya perawatan mandiri yang dilakukan oleh individu yang terdiagniosis merupakan faktor pendukung dalam proses pengobatan, Lingkungan sosial seperti keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting guna meningkatkan motivasi bagi klien selain informasi dari para pemberi layanaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta mengungkapkan arti dari pengalaman Pasien Dengan Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri (Self Care). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 5 orang partisipan yang pernah dirawat  minimal 2 kali dan melakukan kunjungan ulang dipoli klinik jantung Dirumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjamasin, pengambilan data dilakukan dikediaman partisipan masing-masing.Terdapat 4 Tema yang teridentifikasi dalam penelitian ini yaitu : (1). Melaksanakan Perawatan mandiri (2). Dukungan yang diperoleh (3). Harapan Pasien (4). Usaha Mendapatkan Bantuan pengobatan
Penetapan Kadar Vitamin C Pada Jerami Nangka (Artocarpus Heterpophyllus L.) Siti, Nurjanah; Agustina, Anita; Nurhaini, Rahmi
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016): Vol. II, No 1, September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.816 KB)

Abstract

Vitamin C merupakan vitamin larut dalam air dan sering digunakan sebagai suplemen dan merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Karena fungsi vitamin C bisa menigkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan sebagai antioksidan yang menetralkan radikal bebas didalam darah maupun cairan. Salah satu sumber vitamin yang terdapat dalam buah-buahan yaitu pada jerami nangka yang berwarna kuning, karena salah satu ciri vitamin C yang terdapat pada buah-buahan yaitu berwarna kuning, rasa manis dan banyak mengandung air. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah Iodimetri, karena vitamin C merupakan senyawa yang bersifat reduktor cukup kuat, mudah teroksidasi dan iodium mudah berkurang. Hal ini merupakan salah satu suatu syarat senyawa dapat dilakukan dengan metode Iodimetri. Penelitian ini termasuk penelitian observasional, dengan sampel jerami nangka yang diperoleh dipasar Klaten dari seorang pedagang. Penelitian ini diawali dengan determinasi tanaman, kemudian dilakukan uji kualitatif, pembuatan larutan baku dan penetapan kadar vitamin C pada jerami nangka. Pada proses titrasi tersebut dilakukan replikasi 3 kali untuk membandingkan hasil dari setiap titrasi.  Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil uji kualitatif yang membuktikan adanya kandungan vitamin C yang terdapat dalam jerami nangka, dengan normalitas yang diperoleh 0,089 N dan rata-rata kadar 0,021 % b/b atau 0,0021 mg/10 gram. Kemudian diperoleh Standar Deviasi (SD) ± 0,0045.
PENGARUH PROSES PEREBUSAN TERHADAP KADAR PROTEIN YANG TERKANDUNG DALAM TAUGE BIJI KACANG HIJAU (Phaseolus Radiatus) Agustina, Anita; Rahmawati, Desi
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : Akademi Farmasi Samarinda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.284 KB)

Abstract

Protein is an important or main component of animal and human cells. The source of vegetable protein can be obtained from soybeans and other legumes, as well as their processed results. This component can be denatured due to changes in temperature, pH, heavy metal ions, mechanical movement, alcohol, acetone, ether, and detergent. The main aim of this study was to determine the effect of boiling on protein in the seeds of mung beans. The samples were analyzed using the Lowry method. The result of quantitative test showed that the average level of protein in the samples before boiled was 1.664% w/w, while after boiled was 0632% w/w. The statistical test showed that t-score of the sample was 43.827 and t-table was 2.920, and p-score was 0.001. Of the results of the study, it can be concluded that there is a significantly difference between the levels of protein before and after boiled. Boiling gives effect to the protein levels in the samples.
Penetapan Kadar Pemanis Buatan (Na-Siklamat) Pada Minuman Serbuk Instan Dengan Metode Alkalimetri Handayani, Tutut; Agustina, Anita
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015): Vol. I, No 1, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.748 KB)

Abstract

Minuman serbuk instan adalah salah satu produk minuman siap saji yang banyak mengandung pemanis buatan. Pemanis buatan yang sering digunakan adalah NaSiklamat. Penggunaan Na- Siklamat dalam dosis besar akan menimbulkan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Na-Siklamat yang terkandung dalam minuman serbuk instan. Sampel yang digunakan adalah 8 minuman serbuk instan. Sampel diambil dari pedagang Pasar Srago yang menjual minuman serbuk instan sesuai kriteria analisis yang dilakukan secara kualitatif yang bertujuan untuk melihat kandungan Na-Siklamat dalam sampel dengan menggunakan uji warna dengan BaCl2. Sampel yang positif mengandung Na-Siklamat dilakukan penetapan kadar secara Alkalimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 8 sampel minuman serbuk instan yang diambil dari pedagang pasar Srago, 7 sampel positif mengandung Na-Siklamat dengan kadar: A (4029 ppm), B (3425 ppm), C (514 ppm), D (2529 ppm), E (3492 ppm), F (4096 ppm) dan G (3268 ppm). Kesimpulan 87,50% sampel mengandung pemanis buatan Na-Siklamat yang diantaranya merupakan minuman serbuk instan dengan merk terkenal. Ditemukan 7 sampel yang mengandung Na-Siklamat dan 5 diantaranya melebihi batas maksimal penggunaan yang ditetapkan Pemerintah yaitu 3 g/kg atau setara dengan 3.000 ppm.
Penetapan Kadar Vitamin C Pada Jerami Nangka (Artocarpus Heterpophyllus L.) Siti, Nurjanah; Agustina, Anita; Nurhaini, Rahmi
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016): Vol. II, No 1, September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.816 KB)

Abstract

Vitamin C merupakan vitamin larut dalam air dan sering digunakan sebagai suplemen dan merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Karena fungsi vitamin C bisa menigkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan sebagai antioksidan yang menetralkan radikal bebas didalam darah maupun cairan. Salah satu sumber vitamin yang terdapat dalam buah-buahan yaitu pada jerami nangka yang berwarna kuning, karena salah satu ciri vitamin C yang terdapat pada buah-buahan yaitu berwarna kuning, rasa manis dan banyak mengandung air. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah Iodimetri, karena vitamin C merupakan senyawa yang bersifat reduktor cukup kuat, mudah teroksidasi dan iodium mudah berkurang. Hal ini merupakan salah satu suatu syarat senyawa dapat dilakukan dengan metode Iodimetri. Penelitian ini termasuk penelitian observasional, dengan sampel jerami nangka yang diperoleh dipasar Klaten dari seorang pedagang. Penelitian ini diawali dengan determinasi tanaman, kemudian dilakukan uji kualitatif, pembuatan larutan baku dan penetapan kadar vitamin C pada jerami nangka. Pada proses titrasi tersebut dilakukan replikasi 3 kali untuk membandingkan hasil dari setiap titrasi.  Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil uji kualitatif yang membuktikan adanya kandungan vitamin C yang terdapat dalam jerami nangka, dengan normalitas yang diperoleh 0,089 N dan rata-rata kadar 0,021 % b/b atau 0,0021 mg/10 gram. Kemudian diperoleh Standar Deviasi (SD) ± 0,0045.
PENGALAMAN PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DALAM MELAKSANAKAN PERAWATAN MANDIRI Agustina, Anita; Afiyanti, Yati; Ilmi, Bahrul
Bahasa Indonesia Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.739 KB)

Abstract

Penyakit Gagal jantug  kongestif  (CHF) merupakan salah satu penyumbang kematian terbesar didunia. Pengalaman pasien dengan CHF menunjukkan sikap yang beragam dalam melaksanakan  perawatan mandiri (self care). Berbagai dampak muncul akibat penyakit yang diderita, mempengaruhi peran dalam kehidupan sehari- hari baik di lingkungan  masyarakat,  maupun keluarga.  Pentingnya perawatan mandiri yang dilakukan oleh individu yang terdiagniosis merupakan faktor pendukung dalam proses pengobatan, Lingkungan sosial seperti keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting guna meningkatkan motivasi bagi klien selain informasi dari para pemberi layanaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta mengungkapkan arti dari pengalaman Pasien Dengan Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri (Self Care). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 5 orang partisipan yang pernah dirawat  minimal 2 kali dan melakukan kunjungan ulang dipoli klinik jantung Dirumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjamasin, pengambilan data dilakukan dikediaman partisipan masing-masing.Terdapat 4 Tema yang teridentifikasi dalam penelitian ini yaitu : (1). Melaksanakan Perawatan mandiri (2). Dukungan yang diperoleh (3). Harapan Pasien (4). Usaha Mendapatkan Bantuan pengobatan
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FLAVONOID RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia galanga, Linn ) SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS -, Sunyoto; Agustina, Anita
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.119 KB)

Abstract

Rimpang lengkuas merah (Alpinia galanga, Linn)  merupakan tanaman yang mengandung flavonoid yang dapat digunakan sebagai anti jamur, anti kembung, anti oksidan dan meredakan rasa lelah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan isolasi flavonoid pada rimpang lengkuas merah dengan metode maserasi dan identifikasi dengan menggunakan  KLT.Metode penelitian adalah penelitian observasi dengan mengisolasi dengan metode maserasi dan mengidentifikasi flavonoid menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silica GF 254 dan fase gerak etil asetat : methanol : air (1 : 4 : 5).Hasil penelitian dari isolasi maserasi mempunyai rata-rata rendemen  4,21%. Organoleptis rimpang lengkuas merah (Alpinia galanga, Linn) berbentuk bulat tidak merata, berwarna coklat kekuningan, berasa pahit dan berbau aromatik (khas). Bentuk bercak tidak sama berwarna sama coklat kekuningan. Dari identifikasi standar yang digunakan Quersetin, Rf sampel dan Rf standar tidak sama yaitu 0,90 dan 0,82.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah dalam rimpang merah terdapat kandungan Flavonoid yang dapat diidentifikasi dengan menguunakan metode Kromatografi Lapis Tipis. Kata Kunci : rimpang, lengkuas merah, maserasi,rendemen, KLT
POLA PERESEPAN OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI APOTEK SEHAT FARMA KLATEN TAHUN 2010 Rahmawati, Farida; Agustina, Anita
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.69 KB)

Abstract

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah arteri melebihi normal dan kenaikan ini bertahan. Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan normal. Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan teLanan sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau keatas, diukur dikedua lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pengobatan pasien hipertensi di Apotek Sehat Farma Klaten tahun 2010. Untuk mengetahui obat-obat yang diresepkan pada pasien hipertensi berdasarkan jenis dan golongan obat hipertensiMetode penelitian ini menggunakan metode analisis diskriptif. Populasi diambil dari pasien reumatik di Apotek Sehat Farma Klaten tahun 2010. Dari hasil penelitian diperoleh populasi sebanyak 622 kasus hipertensi sehingga diperoleh sampel sebanyak 243 kasus yang dihitung dengan metode random sampling.Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan peresepan obat hipertensi diperoleh jenis obat hipertensi yaitu: Captropil yang berjumlah 95 obat (20,5%), Amlodipin yang berjumlah 95 obat (20,5%), Furosemid yang berjumlah 77 obat (16,6%), Valsartan yang berjumlah 67 obat (14,5%), Bisoprolol yang berjumlah 61 obat (13,2%), Lisinopril yang berjumlah 29 obat (6,3%), Nifedipin yang berjumlah 23 obat (5%), H.C.T yang berjumlah 13 obat (2,8%), Spironolakton yang berjumlah 2 obat(0,4%), dan propanilol yang berjumlah 1 obat (0,2%) Kata kunci: pola peresepan, penyakit, obat, hipertensi.
PERBANDINGAN RENDEMEN DAN IDENTIFIKASI ALKALOID PADA BUNGA TURI PUTIH (Sesbania grandiflora, L Pers) DENGAN BUNGA TURI MERAH (Sesbania grandiflora, L Pers) DENGAN METODE SOXHLETASI Wiranawati, Novi; Agustina, Anita; Nurhaini, Rahmi
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.506 KB)

Abstract

Turi merupakan tumbuhan pekarangan atau sebagai tanaman hias dan biasanya tanaman turi tumbuh dipematangan sawah atau kebun, selain itu juga pada bagian bunga turi terdapat nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh khususnya alkaloid. Bunga turi yang sering digunakan pengobatan kebanyakan bunga turi merah, khasiat bunga turi tersebut digunakan untuk pengobatan diare, produksi ASI, tenggorokan.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan rendemen dan identifikasi bunga turi putih dan bunga turi merah.Metode penelitian yang digunakan adalah observasi. Penelitian ini mengguanakan sampel bunga turi putih (Sesbania grandiflora, L Pers) dan merah (Sesbania grandiflora, L Pers). Sampel bunga turi putih diperoleh di daerah Dalangan, Ngemplak, Kalikotes, Klaten dan bunga turi merah diperoleh di daerah Gedongsari, Ngemplak, Kalikotes, Klaten. Sampel bunga turi diekstrak secara Soxhletasi, sampel diuji secara kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kualitatif dalam bunga turi putih dan bunga turi merah terdapat senyawa alkaloid yang dilihat dibawah sinar UV 254 nm yang berwarna ungu muda. Perbandingan rendemen antara bunga turi putih dan bunga turi merah adalah bunga turi putih 17,8% dan bunga turi merah 18,93%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rendemen bunga turi merah lebih tinggi daripada bunga turi putih. Kata Kunci : Rendemen, Bunga Turi Putih Bunga Turi Merah, Alkaloid, Soxhletasi.