Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA ELEKTRONIK (INTERNET, HP, TV) TERHADAP PERGAULAN BEBAS PADA SISWA-SISWI KELAS X DI SMK ISLAM AL HIKMAH MAYONG JEPARA Rahmawati, Ita
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengatakan bahwa 15% remaja Indonesia yang berusia10-24 tahun telah melakukan hubungan sexual di luar nikah, serta jumlah kasus aborsi diindonesia mencapai 2,3 juta pertahunnya, dengan 20% diantaranya dilakukan oleh para remaja,pergaulan bebas di kalangan remaja banyak berasal dari eksploitasi sexual pada media sepertieksploitasi sexual dalam video klip, majalah, televisi, film-film, dan free seks di kalanganremaja adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja, dimana saja. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media elektronik (Internet, HP, TV)terhadap pergaulan bebas pada siswa kelas x di SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara.Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional, populasidari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara sebanyak 143 siswa-siswi, jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 105 siswa-siswi,menggunakan tehnik stratified random sampling, pengumpulan data dengan metode angketdengan kuesioner, data diolah secara editing, coding, tabulating, dan analisis secara univariatdan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memanfaatkan mediaelektronik (internet, HP, TV) secara tidak baik adalah 92 siswa-siswi (87,6 %), sedangkansiswa-siswi yang melakukan pergaulan bebas adalah 42 siswa-siswi (40 %). Dan uji statistikchi square menunjukkan Asimp. Sig(2-sided) = 0,183 (pvalue > 0,05), sehingga Ho di tolak Hadi terima. Hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu pertimbangan dinaskesehatan kabupaten jepara dalam upaya penanggulangan dan pencegahan dalampenggunaan media elekronik secara tidak baik agar tidak terjadi peningkatan pergaulan bebaspada remaja.Kata kunci : media elektronik, Pergaulan bebas
PENDAMPINGAN IBU DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN BALITA DI DESA MAYONG LOR KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA RAHMAWATI, ITA
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2019): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.57 KB) | DOI: 10.32696/ajpkm.v3i1.236

Abstract

Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan mengenai pemahaman pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan motorik untuk mengoptimalkan perkembangan balita dengan metode pendampingan dan informasi yang berkelanjutan di Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Metode pengabdian masyarakat, langsung dengan melakukan penyuluhan di rumah warga dengan kondisi informal dinilai lebih efektif. Pemaparan materi dengan berdialog dibantu dengan media booklet dapat membuat ibu dapat menyadari pentingnya stimulasi perkembangan motorik bagi balita. Hasil Kegiatan menunjukkan tanggapan yang sangat baik dari ibu dengan adanya respon yang positif dari ibu dilihat dari antusiasnya untuk bertanya dan menjelaskan kembali apa yang disampaikan saat penyuluhan. Penyuluhan stimulasi perkembangan motorik dapat memberikan kemudahan bagi balita untuk mengoptimalkan perkembangan balitanya sehingga balita dapat berkembangan sesuai dengan tahapan perkembangannya.
POSTPARTUM CARE IN CENTRAL JAVA TRADITION Rahmawati, Ita
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No 1 (2017)
Publisher : Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.425 KB)

Abstract

The puerperal period is a critical period. 60% of maternal deaths occur after delivery and 50% of them occur in the first 24 hours. The high rate of maternal and child mortality in Indonesia is closely related to social and cultural factors, particularly the Java community. During the postpartum, Abstinence / or postnatal care suggestion is usually associated with the physical condition of the recovery process.
PENGARUH PEMBERIAN MINUM JAHE HANGAT DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I DI RSIA KUMALASIWI KABUPATEN JEPARA Rahmawati, Ita
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.138-142

Abstract

Latar Belakang : AKI tahun 2007 228 per 100.000 Kelahiran Hidup. (MDGs) tahun 2015 adalah sebesar 102 per 100.000. Kelahiran Hidup. Kematian ibu tersebut di Indonesia bisa terjadi pada saat kehamilan, persalinan maupun pasca persalinan. Rasa nyeri pada persalinan terjadi karena kontraksi uterus dalam kala pengeluaran janin. Yang akan berlangsung 12 18 jam. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian minum jahe hangat dengan intensitas nyeri Persalinan Kala I. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan one time approach. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan terbagi menjadi 3 kelompok yaitu10 orang diberikan 50 gram jahe, 10 orang diberikan 25 gram jahe, dan 10 orang diberikan air putih. Dengan kuota sampling. Jenis data primer dan sekunder dari tanggal Januari - Maret 2016 kemudian diolah secara editing, coding dan tabulating kemudian dianalisis dengan uji one way anova. Hasil : penurunan rata-rata intensitas nyeri sebelum diberi perlakuan 7.00, dan setelah diberi perlakuan 5.00 sehingga ada pengaruh pemberian jahe dengan penurunan intensitas nyeri (p value 0,023<0,05). Kesimpulan : Pemberian jahe efektif untuk menurunkan nyeri persalinan kala 1 sehingga disarankan tenaga kesehatan untuk dapat mengaplikasikan minuman jahe dengan komposisi yang tepat khusunya dipelayanan kesehatan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA BIDAN DI DESA DALAM KUNJUNGAN NEONATUS Rahmawati, Ita
Journals of Ners Community Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.561 KB)

Abstract

ABSTRAKKematian Bayi di Jepara meningkat dari tahun 2006 dari 2,3 / 1.000 kelahiran hidupsebesar 5,6 / 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Penyebab kematian selain BBLRdisebabkan oleh hipotermia 22,03% (22,03%) yang dapat dicegah dengan perawatan yangbaik dari bayi. Di Kabupaten Jepara tahun 2007, 28% bayi tidak punya kunjunganneonatus, padahal seharusnya bidan proaktif kunjungan neonatal setidaknya dua kali dalamsemua bayi berusia 0-28 hari di wilayah kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bidan di puskesmas di neonatalmengunjungi Jepara survei observasional pada tahun 2009.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitianini adalah 65 bidan desa di Jepara diambil oleh cluster random sampling. Instrumenpenelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data primer dan sekunderdiolah dan dianalisis dengan distribusi frekuensi univariat dan persentase, dengan bivariatKorelasi Product Moment dan regresi linier multivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuanyang baik (66,2%), motivasi tinggi (53,8%), beban kerja yang berat (52,3%), fasilitasneonatal dalam kunjungan penuh (55,4%), persepsi terhadap sistem kompensasi (50,8%),yang persepsi sistem yang baik pengawasan (55,4%), dan kinerja yang baik (64,6%).Faktor yang terkait dengan kinerja bidan desa di neonatal mengunjungi Jepara adalahpengetahuan (p = 0,001), motivasi (p = 0,024), beban kerja (p = 0,032), dan persepsisupervisi (p = 0,016). Faktor tidak terkait dengan fasilitas (p = 0,267) dan persepsi sistemkompensasi (p = 0,353). Faktor yang paling berpengaruh adalah beban kerja (p: 0,009).Disarankan kepada Kepala Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan tentangkunjungan bidan desa terutama neonatus melalui sosialisasi buku KIA, MTBM danresusitasi pedoman yang up to date untuk semua bidan desa dan pengawasan dijadwalkansesuai dengan program yang ada; untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, penilaiankebutuhan secara berkala dan obyektif kinerja, memperkuat tugas bidan desa melaluikebijakan tertulis dan penjangkauan ke desa; Pemerintah Kabupaten Jeparamenguntungkan orang-orang yang unggul bidan desa.Kata kunci: bidan desa, Kinerja, Kunjungan NeonatusABSTRACTInfant Mortality in Jepara increase from 2006 of 2.3 / 1,000 live births amounted to5.6 / 1000 live births in 2007. The cause of death other than LBW caused by hypothermia22.03% (22.03%) were can be prevented with good care of the baby. In the district ofJepara in 2007, 28% of infants have not got visit neonates, when it should be proactivemidwives neonatal visits at least twice in all infants aged 0-28 days in the working area.The purpose of this study was to determine the factors that affect the performance ofmidwives in health centers in the neonatal visit Jepara observational survey in 2009.The study was conducted with a cross-sectional approach. The sample in this studywas 65 village midwives in Jepara taken by cluster random sampling. The instruments forthis research were using questionnaires and observation sheets. Primary and secondary data were processed and analyzed with univariate frequency distributions andpercentages, with the Product Moment Correlation bivariate and multivariate linearregression.The results showed that most respondents had a good knowledge (66.2%), highmotivation (53.8%), heavy workload (52.3%), neonatal facilities in full visit (55.4%),perception against the compensation system (50.8%), the perception of good supervisionsystem (55.4%), and good performance (64.6%). Factors associated with the performanceof village midwives in neonatal visit Jepara is knowledge (p= 0.001), motivation (p=0.024), workload (p= 0.032), and perception of supervision (p= 0.016). Factors notrelated to a facility (p= 0.267) and perception of the system of compensation (p= 0.353).The most influential factor is the workload (p: 0.009).Suggested for Head of the health center to increase knowledge about the visit ofvillage midwives especially neonates through socialization KIA book, MTBM andresuscitation guidelines are up to date for all the village midwife and supervision bescheduled in accordance with the existing program; for Jepara District Health Office,needs assessment periodically and objectively the performance, reinforce the villagemidwife duties through written policies and outreach to the village; Jepara regencygovernment rewarding those who excel village midwife.Keywords: village midwives, Performance, Visit of Neonates
PENDAMPINGAN IBU DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN BALITA DI DESA MAYONG LOR KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA Rahmawati, Ita
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3 No 1 (2019): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.772 KB) | DOI: 10.32696/ajpkm.v3i1.236

Abstract

Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan mengenai pemahaman pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan motorik untuk mengoptimalkan perkembangan balita dengan metode pendampingan dan informasi yang berkelanjutan di Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Metode pengabdian masyarakat, langsung dengan melakukan penyuluhan di rumah warga dengan kondisi informal dinilai lebih efektif. Pemaparan materi dengan berdialog dibantu dengan media booklet dapat membuat ibu dapat menyadari pentingnya stimulasi perkembangan motorik bagi balita. Hasil Kegiatan menunjukkan tanggapan yang sangat baik dari ibu dengan adanya respon yang positif dari ibu dilihat dari antusiasnya untuk bertanya dan menjelaskan kembali apa yang disampaikan saat penyuluhan. Penyuluhan stimulasi perkembangan motorik dapat memberikan kemudahan bagi balita untuk mengoptimalkan perkembangan balitanya sehingga balita dapat berkembangan sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Prototype Alat Pensterilan Jalur Khusus Transjakarta Menggunakan Module Transmitter Receiver 433 Mhz Berbasis Module Arduino Promini Atmega 328 Rahmawati, Ita; Pratama, Riski Dwi; Bintoro, Jusuf
AUTOCRACY: Jurnal Otomasi, Kendali, dan Aplikasi Industri Vol 1 No 01 (2014): Otomasi, Kendali, dan Aplikasi Industri
Publisher : Diploma Tiga Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.743 KB) | DOI: 10.21009/autocracy.01.1.3

Abstract

Prototype&nbsp;Tool sterilizing TransJakarta Using Special Line Module&nbsp;433 MHz Receiver Transmitter Module Based Promini&nbsp;Arduino&nbsp;Atmega 328&nbsp;aiming to design and build a device that can help sterilize special line transjakarta. Sterilizing instruments transjakarta special line consists of 433 MHz Receiver Transmitter Module, and Module Arduino Atmega Promini 328. experimental results have successfully created and tested tool sterilizer special line transjakarta can enable "Barrier Strip" in accordance with the object in question. Activation "Barrier Strip" is activated if there is a car and a motor that does not comply with the provisions contained in the signal processing Receiver Transmitter 433 MHz entered into a special lane Busway. Prototipe Alat sterilisasi TransJakarta Menggunakan Jalur Modul Khusus 433 MHz Receiver Transmitter modul Berbasis Promini Arduino&nbsp;Atmega 328&nbsp;bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah perangkat yang dapat membantu mensterilkan jalur khusus busway. Instrumen sterilisasi busway jalur khusus terdiri dari 433 MHz Receiver Transmitter Modul dan Modul Arduino Atmega Promini 328. Hasil eksperimen telah berhasil dibuat dan diuji alat sterilisasi jalur khusus busway dapat mengaktifkan "Barrier Strip" sesuai dengan objek tersebut. Aktivasi "Barrier Strip" diaktifkan jika ada mobil dan motor yang tidak sesuai dengan ketentuan yang terkandung dalam sinyal pengolahan receiver transmitter 433 MHz mengadakan jalur busway khusus.
PENGARUH PEMBERIAN MINUM JAHE HANGAT DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I DI RSIA KUMALASIWI KABUPATEN JEPARA Rahmawati, Ita
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.138-142

Abstract

Latar Belakang : AKI tahun 2007 228 per 100.000 Kelahiran Hidup. (MDGs) tahun 2015 adalah sebesar 102 per 100.000. Kelahiran Hidup. Kematian ibu tersebut di Indonesia bisa terjadi pada saat kehamilan, persalinan maupun pasca persalinan. Rasa nyeri pada persalinan terjadi karena kontraksi uterus dalam kala pengeluaran janin. Yang akan berlangsung 12 18 jam. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian minum jahe hangat dengan intensitas nyeri Persalinan Kala I. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan one time approach. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan terbagi menjadi 3 kelompok yaitu10 orang diberikan 50 gram jahe, 10 orang diberikan 25 gram jahe, dan 10 orang diberikan air putih. Dengan kuota sampling. Jenis data primer dan sekunder dari tanggal Januari - Maret 2016 kemudian diolah secara editing, coding dan tabulating kemudian dianalisis dengan uji one way anova. Hasil : penurunan rata-rata intensitas nyeri sebelum diberi perlakuan 7.00, dan setelah diberi perlakuan 5.00 sehingga ada pengaruh pemberian jahe dengan penurunan intensitas nyeri (p value 0,023<0,05). Kesimpulan : Pemberian jahe efektif untuk menurunkan nyeri persalinan kala 1 sehingga disarankan tenaga kesehatan untuk dapat mengaplikasikan minuman jahe dengan komposisi yang tepat khusunya dipelayanan kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS TAHUNAN JEPARA Mulastin, Mulastin; Rahmawati, Ita; Sugiarto, Sugiarto
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.754 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v7i1.380

Abstract

Angka kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Berdasarkan SDKI tahun 2012 AKI sebesar 359/100.000 kelahiran hidup, preeklampsia dan eklampsia merupakan penyebab dari 30-40% kematian maternal. Di Jawa Tengah preeklampsimenjadi penyebab utama kematian maternal dengan jumlah 32,9%.Tujuan : Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian preeklampsia di Puskesmas Tahunan Jepara. Jenis penelitian ini adalahanalitik dengan pendekatan case control. Pengambilan data melalui rekam medik.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Tahunan Jepara dari bulan September 2017 sampai dengan bulan September 2018 sebanyak 30 ibu hamil dengan teknik sampling yang digunakan yaitutotal sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisabivariat,. Pengolahan data dengan uji statistik Chi-Square 2x2. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p = 0,197), gravida (p = 0,118), status gizi (p = 1,000)dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Tahunan Jepara, namun untuk riwayat hipertensiada hubungan secara statistik dengan kejadian preeklampsia(p = 0,000). Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, gravida, status gizi dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Tahunan Jepara, namun untuk riwayat hipertensiada hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Tahunan Jepara. Ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tahunan Jepara diharapkan agar dapat mengenali faktor risiko preklampsia. Sehingga ibu hamil dapat melakukan pencegahan terhadap preeklampsia dan memeriksakan diri ke tenaga kesehatan agar tidak berlanjut ke eklampsia. Kata kunci : faktor resiko, preeklampsia