Gunawan Setyadi, Gunawan
Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Risiko Aset Dan Komponen Teknologi Informasi Berdasarkan Kerangka Kerja OCTAVE Dan FMEA Pada Universitas Dian Nuswantoro Setyadi, Gunawan; Kusumawati, Rr Yupie
JOINS (Journal of Information System) Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/joins.v1i01.1167

Abstract

Mitigasi risiko merupakan pengambilan langkah – langkah untuk mengurangi kerugian yang dapat ditimbulkan dari dampak atas risiko. Karena wujud resiko belum diketahui secara jelas maka perlu adanya pengelolaan risiko secara baik dan benar agar tidak berdampak pada kelangsungan proses bisnis utama. Sering terjadinya kegagalan pada jaringan, terutama pada bagian server yang sering mengalami down pada saat KRS dan belum adanya prosedur yang memiliki standar keamanan dalam mengelola aset TI merupakan permasalahan yang selama ini dialami oleh Universitas Dian Nuswantoro. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja aset kritis di dalam organisasi, menganalisa dan mengevaluasi risiko, dan mengetahui langkah-langkah rencana mitigasi yang tepat terhadap aset TI.  Metode penelitian yang digunakan yaitu Octave sebagai pengolah hasil informasi yang didapatkan dari wawancara. Dan FMEA digunakan untuk menghitung seberapa tinggi dampak untuk perusahaan jika risiko itu terjadi dan membuat ranking prioritas untuk masing-masing risiko. Dan hasil yang diperoleh didalam penelitian ini ada risiko yang berstatus very high 2 risiko, high 12 risiko, medium 13 risiko, low 23 risiko, very low 0 risiko. Sehingga dari hasil Risk Priority Number, yang perlu diberikan perhatian khusus yaitu Risk Priority Number yang memiliki status very high dan high. Kata kunci : Mitigasi Risiko, Octave, FMEA, Aset Kritis, Ranking Prioritas
Acetoxy Chavicol Acetate (ACA) Concentration and Cytotoxic Activity of Alpinia galanga Extract on HeLa, MCF7 and T47D Cancer Cell Lines Suhendi, Andi; Wikantyasning, Erindyah Retno; Setyadi, Gunawan; Wahyuni, Arifah Sri; Da'i, Muhammad
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev8iss2pp81-84

Abstract

Due to severe side effect and non-specific chemotherapeutic agent, screening and discovery for cancer therapy are still working, especially from natural resources. Traditionally, people used herbal medicine either to prevent or cure diseases. One of herbal that commonly used in Indonesia is Alpinia galangal. Previous study stated that active compound is acetoxy chavicol acetate (ACA) and active as anticancer. This research aimed to determine ACA concentration and cytotoxic activity of Alpinia galanga extract (AGE) from three local markets on HeLa, MCF7 and T47D cell lines. The galangal used from three local markets namely Pasar Legi Surakarta, Beringharjo Yogyakarta, and Wonogiri. The extraction was performed by maceration using 96% ethanol as solvent. ACA quantitation using UV spectrophotometer at λ = 208.5 nm. Samples were prepared by liquid-liquid extraction using an ethyl acetate. Cytotoxic activities were performed by MTT assay. The result showed that the concentration of ACA of AGE from the three local markets were 3.798; 0.035; and 0.009 % w/w, respectively. Cytotoxic activity, describes as IC50 value, on HeLa cell line of AGE from three local markets, in order were 13.26; 36.32 and > 100 µg/ mL. Meanwhile, AGE from Pasar Legi on MCF7 and T47D cell lines have IC50 value of 15.80; 12.50 µg/ mL, respectively. In contrast, two other samples have IC50 values of greater than 100 µg/ mL. The highest activity was from the highest concentration of ACA on the samples.Key words: Alpinia galanga, HeLa, T47D, MCF7 and Acetoxy chavicol acetate