Sutini Sutini, Sutini
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111 Indonesia Telp. (0251) 8337975

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Produksi Benih Sintetik Teh Camellia sinensis Calandry, Alvhi Widya; Muslihatin, Wirdhatul; sutini, sutini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.331 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25415

Abstract

Teh (Camellia sinensis) memiliki kandungan dan manfaat yang banyak, sehimgga diperlukan alternatif untuk mendapatkan benih teh dalam waktu yang singkat dan dalam jumlah banyak. Salah satu alternatif adalah dengan melakukan perbanyakan tanaman secara vegetatif melalui pendekatan bioteknologi yaitu teknik Kultur In Vitro dan teknik enkapsulasi embriosomatik yang dapat menghasilkan benih sintetik. Tujuan dari penelitian ini untuk produksi benih sintetik dari embriosomatik guna penyediaan benih yang dapat disimpan dalam waktu yang lama. Benih sintetik Teh dengan bahan tanam embriosomatik yang dienkapsulasi menggunakan alginat 4% sehingga kapsul tidak terlalu padat dan memungkinkan benih dapat tumbuh dan berkecambah. Karakteristik benih sintetik yang dihasilkan yaitu tekstur benih sintetik padat namun tidak terlalu keras, masih rentan rusak apabila tidak hati-hati ketika memindahkan.. Benih sintetik berwarna hijau kekuningan dengan diameter 5,5 – 5,7 mm dan berat basah 260-290 mg.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Materi Kalimat Majemuk Setara melalui Model Belajar Kelompok pada Kelas V di SD Negeri 1 Sukarame Sutini, Sutini
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2 (2016): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to increase the learning achievement in Bahasa Indonesia subject using group learning model. This study is classroom action research. The participants come from the fifth grade students of SD Negeri 1 Sukarame Bandar Lampung. Based on research finding, it is found that group learning model can improve students’ learning achievement of Bahasa Indonesia. Usage Learning Group method make learning more meaningful for students, which is indicated by the increased value of the average grade of 55.00 before Cycle Cycle I then became 62.91 1 meeting and at the meeting of two increases averaged into 73.58. The average value of Cycle II meeting 1 for 77.08 and then at a meeting 2 increased the average value of students to be 83.75. Usage Learning Methods Group is very helpful in understanding the subject matter for most learners.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN 016 BERINGIN JAYA KECAMATAN SINGINGI HILIR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Sutini, Sutini
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this research is the low learning outcomes of science at the fourth grade students of SDN 016Beringin Jaya. The purpose of this study is to improve the learning outcomes of grade IV science through theadoption of cooperative learning model type make a match. This research is a classroom action researchconducted at SDN 016 Beringin Jaya, the subject of this research is the fourth grade students with 25 students.The results showed that after applying the cooperative learning model, make a match type can improve studentlearning outcomes. Seen in the acquisition of teacher activity data in the first cycle of the 1st meeting with apercentage of 56%, the second meeting with a percentage of 69.5%, in the second cycle at the third meeting thepercentage was 83%, and at the 4th meeting the percentage obtained 95%. Data on student activity in the firstcycle of the 1st meeting was 55.5%, the second meeting was 66.5%, in the second cycle the third meeting was80%, and the fourth meeting was 93%. Data on the improvement of learning outcomes in the initial dataobtained an average of 68.5, in daily I repetitions at 78, and on daily tests II at 87.MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCHUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPASISWA KELAS IV SDN 016 BERINGIN JAYA KECAMATAN SINGINGI HILIRKABUPATEN KUANTAN SINGINGI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI DESA SIDOWALUYO KECAMATAN SIDOMULYO LAMPUNG SELATAN 2013 Sutini, Sutini; Patimah, Siti; Iriana, Ana
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.268 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.170

Abstract

Tenaga penolong persalinan adalah orang-orang yang biasa memeriksa wanitahamil atau memberikan pertolongan selama persalinan dan nifas. Pertolongan persalinanoleh tenaga kesehatan di Desa Sidowaluyo sebesar 62,28% masih di bawah SPM, danpertolongan persalinan oleh dukun bayi cukup tinggi yaitu sebesar 37,72%. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tenagapenolong persalinan di Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan.Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan metode crosssectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu paska bersalin yang ada di DesaSidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan (Januari-Desember 2012) sebanyak104 responden. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji chi square, dan analisamultivariat menggunakan regresi logistik ganda.Hasil univariat didapatkan bahwa ibu yang memilih tenaga kesehatan sebagaipenolong persalinan sebanyak 54,8%, ibu dengan pengetahuan baik 40,4%, ibu dengansikap baik 48,1%, ibu dengan persepsi baik 50%, ibu dengan penghasilan keluarga tinggi51%, dan ibu yang mendapat dukungan suami 63,5%. Hasil bivariat didapatkan adahubungan pengetahuan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan (P value 0,000)dan OR 117,875, ada hubungan sikap dengan pemilihan tenaga penolong persalinan (Pvalue 0,016) dan OR 2,864, tidak ada hubungan persepsi dengan pemilihan tenagapenolong persalinan (P value 0,431) dan OR 0,677, ada hubungan penghasilan denganpemilihan tenaga penolong persalinan (P value 0,011) dan OR 3,025, ada hubungandukungan suami dengan pemilihan tenaga penolong persalinan (P value 0,029) dan OR2,683. Sedangkan dari hasil multivariat faktor yang paling dominan terhadap pemilihantenaga penolong persalinan adalah pengetahuan (P value 0,000) dan OR 154,048.Disarankan kepada instansi dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan,dan dukungan suami, serta menjalin kerjasama dengan stakeholder yang ada dimasyarakat, sehingga terbentuk role model guna mendorong perilaku pemanfaatantenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.Kata kunci : Faktor-faktor, Penolong Persalinan.
MODEL PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP (LIFE SKILLS) BAGI ANAK PUTUS SEKOLAH KORBAN LUMPUR LAPINDO Sutini, Sutini; Daulay, Pardamean
Jurnal Pendidikan Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the development of models of educational research skills (life skills) for school dropouts Lapindo mudflow victims. Collecting data dropouts and the desired type of life skills is done through interviews and kuesinoer. While the development of life skills education model using the methods of research and development by modifying the model Plomp. Data were analyzed descriptively and the average percentage and kualitatiof analysis model of Miles and Huberman (1992). The results showed that the characteristics of school dropouts in the Lapindo mudflow victims Siring village and sub-district Renojoyo Porong, Besuki village and Pejarakan Jabon subdistrict, and village districts Sentul Tanggulangin Kedungbendo and numbered 67 people. Of these the majority of high school education or equivalent, ie 30 people or 44.78%, while 26 people or 38.80% junior high school graduates, and 11 people, or 16.41% of primary school graduates or equivalent. Mostly aged between 16 and 18 years of age, ie 39 (58.20%). Type the desired skills are service motorcycles, sewing, mobile phone service, and home industries. Memindaklanjuti desire for school dropouts Lapindo mudflow victims (APSKLL), the three modules developed life skills education, the service module motorcycles, sewing skills module, and mobile phone service modules. Writing module is made as simple as possible, the basic material content, word choice tailored to the educational level, and comes in the form of examples and illustrative pictures are clear. However, the module has not been tested because it was before used in the training of life skills education for APSKLL advisable to conduct research trials modu use. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan hasil penelitian pengembangan model pendidikan keterampilan hidup (life skills) bagi anak putus sekolah korban lumpur Lapindo. Pengumpulan data anak putus sekolah dan jenis keterampilan hidup yang diinginkan dilakukan melalui metode wawancara dan kuesiner. Sementara pengembangan model pendidikan keterampilan hidup menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan memodifikasi model Plomp. Data dianalisis secara deskriptif persentase dan rata-rata serta analisis kualitatif model Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anak putus sekolah korban lumpur Lapindo di desa Renojoyo dan Siring kecamatan Porong, desa Besuki dan Pejarakan Kecamatan Jabon, dan desa Kedungbendo dan Sentul kecamatan Tanggulangin berjumlah 67 orang. Dari jumlah tersebut sebagian besar berpendidikan SLTA atau sederajat, yakni 30 orang atau 44,78%, sedangkan 26 orang atau 38,80% lulusan SMP atau sederajat, dan 11 orang atau 16,41% lulusan SD atau sederajat. Sebagian besar berusia antara 16 sampai usia 18 tahun, yakni 39 orang (58,20%). Jenis keterampilan yang diinginkan adalah service sepeda motor, menjahit, service handphone, dan home industri. Untuk memindaklanjuti keinginan anak putus sekolah korban lumpur Lapindo (APSKLL) tersebut, dikembangkan tiga modul pendidikan keterampilan hidup, yakni modul service sepeda motor, modul keterampilan menjahit, dan modul service handphone. Penulisan modul dibuat sesederhana mungkin, isi materi yang mendasar, pilihan kata disesuaikan dengan tingkat pendidikan, serta dilengkapi ilustrasi berupa contoh dan gambar-gambar yang jelas. Namun, modul tersebut belum diujicoba, karena itu sebelum dipergunakan dalam pelatihan pendidikan keterampilan hidup bagi APSKLL disarankan untuk melakukan penelitian uji coba penggunaan modu.
The validity and inter-rater reliability of project assessment in mathematics learning Kusaeri, Kusaeri; Sutini, Sutini; Suparto, Suparto; Wardah, Faiqotul
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 12 No 1 (2019): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v12i1.266

Abstract

Subjektivitas dan kurang konsistennya guru/rater dalam proses penyekoran merupakan kritik yang umum ditujukan pada penilaian proyek dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan hasil uji validitas konstruk dan reliabilitas inter-rater instrumen penilaian projek. Instrumen yang dilengkapi rubrik tersebut digunakan untuk menilai tugas proyek siswa kelas VIII SMP pada materi relasi dan fungsi. Tugas diambil dari buku matematika yang digunakan di sekolah. Instrumen diujicobakan pada 10 raters/guru dan 94 siswa di tiga sekolah berbeda di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Data dikumpulkan melalui lembar penilaian projek yang dilengkapi rubrik penilaian sebagai pedoman guru dalam melakukan penskoran. Validitas konstruk dianalisis dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis, sedangkan reliabilitas inter-rater dianalisis dengan Intraclass Correlation Coefficient. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa instrumen penilaian yang digunakan tidak valid secara konstruk. Ketidakvalidan ditandai dengan perbedaan banyaknya faktor hasil konstruksi awal dengan hasil uji empiris. Dari sisi reliabilitas inter-rater, instrumen penilaian proyek yang digunakan reliabel. Temuan ini mengindikasikan perlunya dilakukan pengujian instrumen penilaian non tes pada buku matematika, sehingga aspek-aspek dalam lembar penilaian menjadi valid dan reliabel. A common criticism of project assessment is the subjectivity and inconsistency of raters in scoring. In the present article, we provide the result of validity and inter-rater reliability test of the project assessment instrument. The instrument with a rubric was used to assess students’ project task in grade eight for function and relation topic. The task was adopted from mathematics textbooks used in the schools. The instrument has been tested to 10 raters/teachers and 94 grade eight students from three schools (in Surabaya and Gresik). Data were collected through the project assessment sheet along with its rubric as the scoring guidance for the teachers. Construct validity was analyzed through confirmatory factor analysis, while a reliability test was conducted by using inter-rater reliability method with the Intraclass Correlation Coefficient. The result of the validity test showed that the instrument did not fulfill the criteria of construct validity. It is indicated by the different number of factors between the initial construction and the empirical test result. In term of inter-rater reliability, the instrument is highly reliable. The findings indicate the need for testing the non-test assessment instrument provided on mathematics textbooks, so the aspects of its assessment sheet fulfill the valid and reliable criteria.
ANALISIS KINERJA SDM, FASILITAS DAN PELAYANAN TERHADAP PENGGUNA JASA TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG (TPKS) PELABUHAN TANJUNG MAS SEMARANG Sutini, Sutini
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XIII, NO 2 MARET 2015
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.28

Abstract

Pada pengujian validitas (keabsahan) dan relibilitas terhadap data-data hasil, penelitian didapat hasilpada variable Tingkat kinerja SDM (X1),Fasilitasa (X2) dan pelayanan (X3) serta variable kepuasan penggunajasa (Y)didapatkan angka r hitung > r table.Hal ini dapat diartikan bahwa item-item pertanyaan padaketiga variable bebas yang diteliti memenuhi syarat untuk diadakan suatu penelitian.Sedangkan angkareliabilitas pada masing-masing variable diperoleh angka > 0,6 sehingga dikatakan reliable.Oleh karena ituketiga variable bebas ( Tingkat KinerjaSDM,fasilitas dan pelayanan) serta variable terikatnya (kepuasan penggunajasa) layak digunakan untuk menguji hipotesis selanjutnya (uji t dan uji f )?In testing the validity (validity) and reliability of the data of the results, the research results obtained inthe variable rate HR performance (X1), Fasilitasa (X2) and services (X3) and variable user satisfaction services(Y) obtained figures count r> r table .This means that the items in question three independent variables studiedeligible for penelitian.Sedangkan held a number of reliability for each variable obtained figures> 0.6 so that saidthird reliable.Oleh therefore independent variable (Level KinerjaSDM , facilities and services) as well as thedependent variable (the service user satisfaction) should be used to test the hypothesis further (t test and f )
PENGIMPLEMENTASIAN ALAT NAVIGASI ELEKTRONIK DIBANDINGKAN DENGAN ALAT NAVIGASI KONVENSIONAL Sutini, Sutini
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XV, No 2 MARET 2016
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.92

Abstract

Bernavigasi merupakan bagian dari kegiatan mengemudikan kapal dari suatu tempat ketempat lain. Pengetahuan tentang alat-alat navigasi sangat penting untuk membantu seorang pelaut dalam melayarkan kapalnya. Seiring dengan perkembangan zaman, modernisasi peralatan navigasi sangat membantu akurasi penentuan posisi kapal, dapat mengetahui macam-macam alat navigasi elektronik dan konvensional, dapat memahami fungsi dan kegunaan dari alat tersebut, mengetahui prinsip kerja dari alat navigasi tersebut dan dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari alat navigasi konvensional dan elektronik.?Kata kunci : fungsi alat navigasi elektronik dan konvensional
Kemampuan Metakognitif dan Komunikasi Matematis dalam Pemecahan Masalah Matematika Sutini, Sutini
Jurnal Review Pembelajaran Matematika Vol 4 No 1 (2019): JUNI
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.777 KB) | DOI: 10.15642/jrpm.2019.4.1.32-47

Abstract

This descriptive qualitative study aims to describe the metacognitive and communicative abilities of the third-semester students of Mathematics Education of UIN Sunan Ampel Surabaya. Forty students were given a test consists of 2 essay problems of number theory. Three of the answer sheets that each one representing students with high, medium, and low scores were analyzed. Findings show that the students' ability in both aspect are unsatisfactory regardless of their different scores. They are don't show their understanding of the concepts and principles of number theories, some of them still use mathematical terms and notes, and the majority still have the wrong calculation because they not use the complete and correct algorithm. The students' ability in mathematical communication is poor because they can't write the correct mathematical symbols and can't put the mathematical ideas in an acceptable, logical order. They have written the answers that seem to the right answers, but the arrangement of the answers is irrational and jumping, resulting in the answers in low comprehensibility.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI KALIMAT MAJEMUK SETARA MELALUI MODEL BELAJAR KELOMPOK PADA KELAS V DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SUKARAME Sutini, Sutini
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2 (2016): Lentera
Publisher : LPPM STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.528 KB)

Abstract

The objective of this research is to increase the learning achievement in Bahasa Indonesia subject using group learning model. This study is classroom action research. The participants come from the fifth grade students of SD Negeri 1 Sukarame Bandar Lampung. Based on research finding, it is found that group learning model can improve students? learning achievement of Bahasa Indonesia. Usage Learning Group method make learning more meaningful for students, which is indicated by the increased value of the average grade of 55.00 before Cycle Cycle I then became 62.91 1 meeting and at the meeting of two increases averaged into 73.58. The average value of Cycle II meeting 1 for 77.08 and then at a meeting 2 increased the average value of students to be 83.75. Usage Learning Methods Group is very helpful in understanding the subject matter for most learners.